cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR QURAN HADITS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA SISWA MTSN 4 KOTA JAMBI Yurnalis
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.529

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX MTsN Kota Jamb pada mata pelajaran Quran Hadist. Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sujek penelitian siswa kelas IX MTsN Kota Jambi. Hasil dari penelitian ini penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, serta berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IX MTsN Kota Jambi. Hal ini dapat dilihat pada hasil yang dicapai berikut ini : a) Aktivitas guru mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 76.92% yang terlaksana meningkat pada siklus II sebesar 100% yang terlaksana. b) Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 54,54% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas. c) Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan, dari siklus I sebesar 71,75% yang tuntas meningkat pada siklus II sebesar 100% yang tuntas.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) OLEH GURU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 30 TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Zulpakor Zulpakor
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.530

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal dilapangan menunjukkan adanya beberapa permasalahan pembelajaran di SMP Negeri 30 Tanjung Jabung Timut antara lain: proses pembelajaran yang masih cenderung terpusat pada guru, motivasi belajar siswa yang rendah ditandai siswa pada saat pembelajaran siwa tidak fokus berbicara dengan teman, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, aktivitas belajar siswa yang rendah sedikit siswa yang aktif dalam pembelajaran baik bertanya, merespon jawaban baik dari guru maupun dari teman, hasil belajar siswa yang rendah dengan ketuntasan klasikal sebesar 43,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran koopertif NHT untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa di SMP Negeri 30 Tanjung Jabung Timut. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Data yang dikumpulkan antara lain berasal dari: 1) hasil angket pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa, 2) tes hasil belajar, 3) hasil wawancara, 4) catatan lapangan, 5) dokumentasi. Langkah-langkah pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together, yaitu 1) Numbering, 2) Questioning, 3) Heads Together, 4) Answering. Dari penelitian ini diperoleh skor keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus I sebesar 76,85% dengan kriteria “baik”, keterlaksanan pembelajaran oleh guru pada siklus II sebesar 87,12% dengan kriteria “baik”, dan skor keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus I sebesar 75,44% dengan kriteria “baik”, skor keterlaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus II sebesar 86,20 dengan kriteria “baik”,. Hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 63,33% dan hasil belajar siswa pada siklus II ketuntasan klasikal siswa sebesar 86,67%.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA TENDIK Muhamad Arsad
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.531

Abstract

Supervisi pembelajaran merupakan salah satu upaya Kepala Madrasah untuk membina dan mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu tenaga pendidik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Dalam kegiatan tersebut Kepala Madrasah dapat memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan baik sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang tertuang di dalam RPP. Kegiatan supervisi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang cukup signifikan dalam hal peningkatan kualitas, profesionalitas dan mutu tenaga pendidik sesuai tugas dan fungsinya agar kualitas proses dan hasil pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Substansi dari pelaksanaan supervisi akademik yaitu penerapan prinsip supervisi kontinyu, obyektif, konstruktif, humanistik dan Kolaboratif, melaksanakan supervisi akademik yang berkelanjutan rencana jangka panjang, jangka menengah, pendek, melaksanakan supervisi akademik yang didasarkan pada kebutuhan dan masalah nyata yang dihadapi oleh guru, menempatkan pertumbuhan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai tujuan utama supervisi akademik, membangun hubungan dengan guru dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan supervisi yang terbuka, kesetiakawanan, dan informal yang berlandaskan pada sikap-sikap membantu,memahami, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor, melaksanakan supervisi yang demokratis, melibatkan secara aktif, berbagi tanggung jawab pengembangan pembelajaran dengan guru dan pihak lain yang relevan, melaksanakan supervisi yang demokratis. Jika ini dilaksanakan dengan baik, maka program supervisi dikatakan yang ikut menentukan ketercapai program supervisi dan pada akhirnya mutu pendidikan meningkat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU MTs DI KECAMATAN PRABUMULIH TIMUR Satria Wisnu Wardana; Syarwani Ahmad; Muhammad Fahmi
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.532

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen berbasis sekolah secara bersama sama terhadap kinerja guru di MTs se Kecamatan Prabumulih Timur. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri maupun Swasta yang berada di Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih Sumatera Selatan. Penelitian ini berlangsung selama lima bulan, dimulai dari awal bulan Agustus 2022 hingga Desember 2022. Pendekatan yang akan digunakan untuk penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang ada di Kecamatan Prabumulih timur Tahun 2022 berjumlah 110 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket/kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi sederhana, analisis korelasi ganda, analisis regresi sederhana, uji t, uji F dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen berbasis sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru MTs Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung (100,086) > Ftabel (3,14) dengan nilai signifikan (probability) 0,000 < 0,05. Dengan kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen berbasis sekolah yang baik, yang berkorelasi secara bersama-sama maka akan sangat mendukung untuk meningkatkan kinerja guru. Adapun yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lainnya terletak pada subjek penelitian yang lebih fokus meneliti MTs dibanding sekolah formal lainnya.
ANALISIS KEMAMPUAN GURU PAI DALAM MELAKUKAN INOVASI PEMBELAJARAN DI MIN 4 REJANG LEBONG Helma Heryati; Sutarto Sutarto; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.533

Abstract

Seyogyanya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan inovasi pembelajaran. Karena MIN merupakan lembaga pendidikan formal yang khusus mempelajari agama Islam, maka guru PAI di MIN memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup luas tentang agama Islam, termasuk cara mengajarkannya dengan cara yang efektif dan menarik. Kemampuan guru PAI dalam melakukan inovasi pembelajaran di MIN sangat penting untuk meningkatkan mutu dan efektivitas pembelajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melakukan inovasi pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif kepada tiga orang guru PAI yang dianggap memiliki kemampuan dalam melakukan inovasi pembelajaran di MIN 4 Rejang Lebong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa, Guru PAI di MIN 4 Rejang Lebong menciptakan lingkungan pembelajaran interaktif, menyenangkan dan efektif dengan menggunakan metode seperti diskusi kelompok, presentasi dan role play. Mereka juga memanfaatkan media pembelajaran dan mengintegrasikan Pendidikan Agama Islam dengan ilmu pengetahuan lainnya. Selain mengajar, guru PAI menjaga disiplin peserta didik, memberikan motivasi, dan mengelola administrasi kelas. Faktor pendukung seperti ketersediaan sumber daya, kerjasama antar guru, dukungan kepala madrasah, kesadaran guru untuk belajar, dan dukungan orang tua dan masyarakat, memainkan peran penting dalam inovasi pembelajaran PAI. Dengan faktor pendukung ini, guru PAI di MIN 4 Rejang Lebong dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan berdampak positif pada pendidikan agama Islam.
KOLABORASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN GURU KELAS DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 10 UJAN MAS lia oktavia; Asri Karolina; Amrullah Amrullah
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.534

Abstract

Mengingat dampak negatif dari kemajuan teknologi digital yang cukup mempengaruhi anak, maka hendaknya sekolah melalui guru pendidikan agama Islam perlu memperhatikan dan membina sikap religius peserta didiknya menuju arah yang positif. Dalam upaya mengembangkan sikap religius pada diri peserta didik, hendaknya guru bidang studi pendidikan agama Islam berkerja secara bersama-sama dengan guru kelas. Kolaborasi antara guru pendidikan agama Islam dan guru kelas menjadi sangat penting dalam mengembangkan sikap religius peserta didik di Sekolah Dasar. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sikap religius peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 10 Ujan Mas, pelaksanaan kolaborasi antara guru Pendidikan Agama Islam dan guru kelas dalam mengembangkan sikap religius peserta didik, dan dampak kolaborasi tersebut. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, analisis data secara kualitatif, serta interpretasi dan penyajian temuan. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sikap religius peserta didik di SD Negeri 10 Ujan Mas cukup baik. Banyak peserta didik yang aktif dalam kegiatan keagamaan seperti shalat dhuha berjamaah, infaq sedekah, kultum, baca Al-Qur’an, dan setoran hafalan. Kolaborasi antara Guru PAI dan Guru Kelas tercipta dan bersinergi dengan baik dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan keagamaan di SD Negeri 10 Ujan Mas. Kolaborasi tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan keagamaan. Kolaborasi antara guru PAI dan guru kelas V SD Negeri 10 Ujan Mas dalam mengembangkan sikap religius peserta didik memiliki dampak positif yang signifikan. Kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa kerja sama antar guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keberhasilan dalam membentuk sikap religius peserta didik.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU MAN 2 KOTA SUNGAI PENUH Syafri Juana
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i3.535

Abstract

Supervisi akademik harus dilakukan secara berkelanjutan oleh kepala madrasah, karena sasaran utama kegiatan akademik membantu menciptakan situasi pembelajaran yang lebih kondusif.Supervisi akademik dilaksanakan dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran, artinya dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan tugas guru saat pembelajaran. keberhasilan kepala madrasah sebagai supervisor dapat ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja guru dalam proses pembelajaran yang ditandai dengan kesadaran dan keterampilan melaksanakan tugas secara bertanggung jawab. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kepala madrasah sebagai supervisor harus mampu mengemban tugas dan fungsinya dengan baik serta memberikan arahan dan bimbingan kepada guru dalam meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara optimal disekolah agar tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
KESUKSESAN BELAJAR SISWA: KAJIAN FENOMENOLOGI TERHADAP PENGALAMAN KONSELOR SEKOLAH, ORANG TUA DAN SISWA DALAM MEWUJUDKANNYA (STUDI DI SMA NEGERI 1 REJANG LEBONG) Sri Mulyati; Idi Warsah; Dewi Sari
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i4.538

Abstract

SMA Negeri 1 Rejang Lebong merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sangat terkenal di Provinsi Bengkulu karena prestasi para siswanya di bidang akademik dan non akademik. Keberhasilan belajar siswa tak terlepas dari andil guru, orang tua dan kerja keras siswa itu sendiri dalam mengembangkan potensinya. Sosok yang dapat memberikan bimbingan pada siswa pada dasarnya bukan hanya seorang guru mata pelajaran ataupun wali kelas saja, namun peran seorang guru bimbingan konseling adalah sosok yang tepat untuk memberikan bimbingan kepada siswa sebagai seorang konselor. Sebagai penelitian yang spesifik, fokus utama dari penelitian ini adalah menggali pengalaman konselor sekolah, orang tua, dan siswa dalam mencapai kesuksesan belajar siswa. Penelitian ini mengadopsi pendekatan fenomenologi dalam metode kualitatif. Informan penelitian terdiri dari konselor sekolah, orang tua, dan siswa SMA Negeri 1 Rejang Lebong. Data yang dikumpulkan berfokus pada keberhasilan belajar siswa dan sumber datanya adalah subjek penelitian itu sendiri. Pengamatan, wawancara dan dokumentasi adalah metode dalam menghimpun data penelitian ini. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Triangulasi sumber dan metode digunakan untuk mendapatkan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Konselor sekolah melakukan bimbingan konseling terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar hingga siswa tersebut mampu keluar dari problemnya dan mencapai kesuksesan belajar. 2) Orang tua di rumah selalu memperhatikan dan mengingatkan anaknya untuk belajar seperti membaca ulang materi yang dipelajari dan menanyakan tugas sekolah yang harus diselesaikan serta memberi peringatan untuk mengurangi penggunaan android dan menjaga pergaulan. Orang tua juga memberikan motivasi kepada anak untuk berani berbicara di depan kelas agar mampu mengikuti pembelajaran di kelas sehingga hasil maksimal akan diraih. 3) Siswa mampu keluar dari keterpurukan karena tidak mampu mencapai hasil maksimal dari proses belajarnya sehingga ia mampu berubah dan memperbaiki cara dan pola belajarnya hingga dapat membuktikan jika ia mampu berprestasi. Tentu hal ini tidak terlepas dari motivasi dan arahan orang tua di rumah serta saran dan masukan dari layanan bimbingan konseling di sekolah.
PENERAPAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Saipul Annur; Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i4.539

Abstract

Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah dalam Kurikulum Merdeka Belajar memiliki peluang dan tantangan dalam pelaksanaannya. Manajemen Berbasis Sekolah menghadirkan konsep dimana setiap daerah diberikan kesempatan dalam mengelola dan mengembangkan daerahnya termasuk manajemen pendidikan yaitu sekolah, potensi yang ada di daerah menjadi peluang yang sangat besar dalam mengembangkan sekolah, menjadikan sekolah bisa lebih berkembang dan maju, termasuk dalam menampilkan, menjaga dan melestarikan kearifan budaya local yang ada di daerah, tentu harus dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang baik dan mampu secara teknologi, sehingga sekolah lebih berdaya hal ini menurut penulis sangat sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang diterapkan oleh Pemerintah, dimana setiap sekolah memiliki kemampuan dan potensi dalam mengembangkan sekolahnya agar lebih berkembang dan maju hingga mampu menjadi Sekolah yang mandiri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Library Research (Penelitian Kepustakaan) dengan menganalisis isi dari beberapa buku yang menjadi sumber primer dalam kajian manajemen berbasis sekolah dan kurikulum merdeka belajar dan sumber sekunder sebagai data tambahan dalam penyajian hasil penelitian.
STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI RELIGIUS BAGI PESERTA DIDIK DI RA TUNAS LITERASI QUR'ANI Beta Hana Khoiriah; Sutarto; Deriwanto
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i4.540

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian individu. Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai religius pada peserta didik, terutama di tingkat pendidikan dasar seperti RA (Raudhatul Athfal). RA merupakan lembaga pendidikan awal bagi anak-anak muslim yang bertujuan untuk memberikan pendidikan agama dan moral pada usia dini. Oleh karena itu, guru di RA memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai- nilai religius pada peserta didik. Namun, dalam kenyataannya tidak semua guru mampu mengimplementasikan strategi yang tepat dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai religius yang diterapkan oleh guru pada peserta didik di RA Tunas Literasi Qur'ani, strategi yang digunakan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai religius, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, analisis data secara kualitatif, serta interpretasi dan penyajian temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum dirancang secara holistik untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam pembelajaran sehari-hari. Guru-guru menggunakan strategi pembelajaran interaktif dan memanfaatkan cerita, teladan, dan pengalaman langsung untuk mengajarkan nilai-nilai religius. Selain itu, penggunaan teknologi juga didukung dalam pembelajaran. Nilai-nilai religius yang ditanamkan termasuk keimanan, ketakwaan, akhlak Karimah, serta pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam. Nilai-nilai religius menjadi salah satu fokus utama dalam pembelajaran di lembaga tersebut. Guru-guru memainkan peran penting sebagai teladan dan memberikan dukungan kepada peserta didik. Kendala dalam mengajarkan nilai-nilai religius dihadapi, tetapi upaya telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk perbaikan metode pembelajaran, implementasi program penghargaan, dan meningkatkan komunikasi dengan orang tua.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue