cover
Contact Name
Ade Indra Saputra
Contact Email
admin@literasikitaindonesia.com
Phone
+6285227281672
Journal Mail Official
admin@literasikitaindonesia.com
Editorial Address
-
Location
Kab. muaro jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Literasiologi
ISSN : 27455440     EISSN : 26563320     DOI : https://doi.org/10.47783/literasiologi
Core Subject : Education, Social,
Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.
Arjuna Subject : -
Articles 563 Documents
SUMPAH ALLAH DALAM AL-QUR’AN WAKTU PAGI SIANG SORE DAN MALAM (PERSPEKTIF IBNU AL-QAYYIM AL-JAWZIYAH) Sukarmi; Muhammad Arifin; Safaruddin
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i4.553

Abstract

Al-Qur'an adalah kalam Allah yang menjadi pedoman dalam hidup ini. Salah satu gaya bahasa yang ditunjukkan oleh Allah SWT dalam menyampaikan pesan suci-Nya dalam Al- Quran adalah dengan menggunakan qasam atau sumpah. Bagaimana dan dengan apa Allah bersumpah? kenapa Allah bersumpah? Dan apa saja rahasia dan manfaat sumpah yang terkandung dalam Al-Qur'an? Tulisan sederhana ini berusaha untuk dapat menjawab permasalahan tersebut dengan menelusuri pandangan sebagian ulama Al-Qur'an dalam berbagai kitab yang mereka warisi dengan harapan dapat menjadi pelajaran berharga untuk lebih meningkatkan pemahaman kita terhadap Al-Qur'an. Secara umum dapat dikatakan bahwa sumpah Allah dalam Al-Qur'an tidak lepas dari tanda-tanda yang jelas sehingga kita benar-benar memperhatikan pesan yang disampaikan, karena pesan yang disampaikan mengandung tujuan untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia.
KRITERIA KEPEMIMPINAN DAN PERILAKU ORGANISASI PENDIDIKAN ISLAM YANG EFEKTIF Putri Melati; Deri Wanto; Kusen
Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v9i4.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tupoksi kepemimpinan dan perilaku organisasi dalam konteks pendidikan Islam, serta kriteria kepemimpinan dan perilaku organisasi yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman terhadap tupoksi kepemimpinan dan perilaku organisasi, serta kriteria kepemimpinan dan perilaku organisasi yang efektif, menjadi penting bagi para pemimpin dan pengelola lembaga pendidikan Islam. Pemahaman ini membantu para pemimpin memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam memimpin organisasi untuk mencapai tujuan pendidikan Islam yang diinginkan. Untuk mencapai kepemimpinan dan perilaku organisasi yang efektif, beberapa kriteria seperti visi dan misi yang jelas, kemampuan untuk memotivasi dan memimpin tim, serta integritas dan akhlak yang baik sangatlah penting. Selain itu, faktor-faktor seperti budaya organisasi, gaya kepemimpinan, dan faktor internal dan eksternal juga mempengaruhi kepemimpinan dan perilaku organisasi pada lembaga pendidikan Islam. Pemahaman dan penerapan kriteria ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan dan peningkatan efektivitas lembaga pendidikan Islam.
MANAJEMEN LABORATORIUM DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DI SMA NEGERI 2 REJANG LEBONG Reci reci; Deri Wanto; Kusen
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.555

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan: (1) manajemen laboratorium untuk meningkatkan capaian pembelajaran tentang ilmu pengetahuan alam; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pengelolaan laboratorium ilmu pengetahuan alam; (3) Prestasi belajar saintifik yang diwujudkan oleh siswa di bawah binaan laboratorium SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Jenis penelitian ini merupakan peneitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini mencangkup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang menggunakan analisis kualitatif deskriptif, meliputi pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan gambar inferensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen laboratorium IPA unggul dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pemantauan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi akademik di bidang IPA di SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Unsur-unsur yang mendukung manajemen laboratorium IPA di SMA Negeri 2 Rejang Lebong antara lain: ketersediaan infrastruktur, ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, ketersediaan lingkungan sebagai objek dan sumber belajar, ketersediaan dana yang memadai dan dukungan orang tua. Faktor-faktor yang menghambat pengelolaan laboratorium ilmiah meliputi: tidak ada ketersediaan staf lab, jatah waktu untuk penggunaan lab dan kesejahteraan kontribusi siswa. Siswa dapat meraih prestasi akademik di bidang IPA dengan mengelola laboratorium di SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Namun, secara kuantitatif, hasil belajar mereka belum meningkat secara signifikan.
PENOLAKAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN UPAYA GURU PEMBIMBING DALAM MENANGANINYA STUDI KASUS DI SMP NEGERI 03 MUARADUA Ely Zetina; Dewi Purnama Sari; Emmi Kholilah Harahap
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.560

Abstract

Lingkungan sekolah adalah salah satu tempat berinteraksi dengan teman sebaya, akan tetapi dapat terjadi penolakan sosial. Ditemukan fakta dilapangan bahwa siswa mendapat penolakan sosial di lingkungan sekolah. Hal ini terjadi karena beberapa faktor. Guru bimbingan konseling berupaya untuk memberikan layanan dan pendekatan untuk menyelesaiakan masalah siswa yang mengalami penolakan sosial di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk penolakan sosial yang dirasakan oleh siswa di SMP 03 Muaradua. Untuk mengetahui faktor penyebab dan upaya guru dalam menyikapi siswa yang mendapat penolakan teman sebaya di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang diperoleh dari siswa yang mengalami penolakan, guru pembimbing. Bertujuan mendapatkan hasil yang akurat maka penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang didukung dengan keabsahan data menggunakan triangulasi, teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penolakan sosial yang dialami siswa adalah 1). Bentuk penolakan sosial ada 4 yaitu mengejek (dengan kalimat bodoh, culun, jelek, nama orang tua), ekspresi wajah (memalingkan muka dan menghindar), membatasi akses bermain (tidak pernah di ajak berkumpul dan di acuhkan), penolakan secara fisik (di tendang, di pukul dan di cubit). 2). Faktor penyebab terjadinya penolakan a). menjauhkan diri b). kurangnya komunikasi dengan orangtua, masyarakat dan guru, c). kepercayaan diri yang rendah, d). penampilan tidak sesuai dengan standar kelompok, e). status sosial rendah, f). terlalu menonjolkan diri g). tidak jujur. 3).upaya yang dilakukan oleh guru BK yaitu a). memberikan layanan konseling individu, b). layanan informasi dan c). layanan mediasi.
ANALISIS MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASI TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) DI SMK IT AL HUSNA LEBONG Ferti silviana lianvani; Dewi Purnama Sari; Asri Karolina
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.561

Abstract

Integrasi TPACK dalam Pembelajaran PAI Integrasi merupakan pemaduan antara dua atau lebih konsep atau komponen yang dihubungkan untuk menemukan ikatan dan keterkaitan dalam menerapkan sebuah konsep. Karena dari pengintegrasian TK, PK dan CK ke dalam pembelajaran, dalam hal ini pembelajaran PAI, akan membuat kegiatan belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Untuk mewujudkan hal tersebut guru Pendidikan Agama Islam melaksanakan proses Pembelajaran dengan menggunakan media TPACK. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Penggunaan Media pembelajaran berbasis TPACK dalam mata pelajaran Pendidikan Agama islam di SMK IT Al Husna Lebong. Penelitian ini merupakan pemelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tiga tahap yaitu : 1) Reduksi data (data reduction), 2) Penyajian data (data display), dan 3) Penarikan kesimpulan dan Verifikasi (conclusion drawing and verification). Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu : Triangulasi sumber dan Triangulasi Teknik. Subyek yang diamati yaitu Guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum dan peserta didik SMK IT Al Husna Lebong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan media berbasis TPACK yang digunakan adalah LCD Proyektor,Laptop, lembar kerja, Buku Panduan dan bahan ajar yang dikembangkan oleh peserta didik itu sendiri seperti menganlisis materi. dengan menganalisis materi kemudian di tuangkan dengan menggunakan media power point dan di tampilkan dengan media LCD Proyektor, kemudian siswa yang telah menganalsis materi tersebut menampilkan di depan kelas dan memaparkan dengan teman- teman nya. Kesesuai penggunaan materi dengan media yang digunakan sangat memuaskan untuk capaian penguasaan materi . sedangkan Berdasrkan aspek yang dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama islam di SMK IT Al Husna dapat disimpulkan dari penggunaan aspek, media dengan materi yang dipelajari sangat sesuai karena materi berbeda maka aspek pembelajaran PAI yang dikembangkan juga berbeda.
EVALUASI PEMBELAJARAN AL- QUR’AN DI MA’HAD AL-JAMI’AH DALAM MENCETAK PENGHAFAL AL-QUR’AN Tsaniyatus Sa‟diyah; Fakhrudin; Rini
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.562

Abstract

Setiap pembelajaran pada lembaga pendidikan islam pasti melaksanakan evaluasi,Evaluasi pembelajaran yang sudah menjadi pokok dalam proses keberlangsungan proses belajar mengajar, evaluasi pembelajaran juga ditujukan untuk menilai efektifitas strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan efektifitas program kurikulum, menilai dan meningkatkan efektifitas pembelajaran, membantu belajar peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik, serta untuk menyediakan data yang membantu dalam membuat keputusan, Evaluasi pembelajaran Al-Qur?an, Evaluasi membaca al-Qur?an merupakan upaya untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan dan kemampuan membaca atau dapat melisankan apa yang ditulis dalam al-Qur?an, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam ilmu tajwid. Penelitian ini menggunakan pendekatan teknik kualitatif deskriptif, kulitatif deskriptif yaitu menggambarkan secara lengkap dan tepat data yang diperoleh dari berabagai sumber untuk mencapai tujuan penelitian. Sumber data diperoleh dari Narasumber, buku-buku, jurnal- jurnal yang bersangkutan dengan judul, untuk mendapatkan hasil yang maksimal penelitian ini mengunakan teknik pendekatan Case study untuk menginterprestasikan data. Penelitian ini menyimpulkan Bahwa, proses Pembelajaran Al-Qur?an di Ma?had Al- Jami?ah dalam mencetak Penghafal Al-Qur?an, Didalam proses belajar mengajar mahasantri tentunya memiliki kemampuan yang berdeda-beda, maka dari itu mahasantri dibagi menjadi beberapa tingkatan yaitu, tahsin, tahfiz, dan Takhasus. Sedangkan di Didalam evaluasi proses pembelajaran berjalan sebagaimana mestinya, evalausi dilalakukan satu kali dalam satu semester. Adapun hasil dari evaluasi : untuk mahasantri semester 3 itu ada 47 orang hafal juz 1, 60 orang hafal 2 juz, 9 orang hafal 3 juz, dan 2 orang 4 juz. Kemudian semester 6 : 16 orang hafal 1 juz,67 orang 2 juz, 21 orang 3 juz, 15 orang 4 juz, dan 5 orang 5 juz. Dan adapun kelopom thahahsus yakni kelompok yang sudah mengfokuskan menghafal tanpa membenarkan lagi tajwid dan bacaan yakni ada : 1 orang hafal 30 juz, 1 orang 2 juz, 3 orang hafal 3 juz, 1 orang hafal 5 juz, 2 orang hafal 6 juz, 1 orang 9 juz, 2 orang 11 juz, 1 orang hafal 10 juz.
IMPLEMENTASIKURIKULUM MERDEKAPADAPEMBELAJARANPENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD IT ANNIDA’ KOTA LUBUK LINGGAU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIFITAS PESERTA DIDIK M.Ferry Kurniawan; Amrullah; Dewi Purnama Sari
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.563

Abstract

Pelaksanaan kurikulum merdeka merupakan konsep yang disukai dalam dunia pendidikan karena menuntut pendidik untuk menunjukkan kreativitas dalam proses pembelajaran sekaligus memungkinkan peserta didik untuk menggali potensi diri dan menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian. apakah kurikulum tersebut mampu menggali potensi, dan menumbuh kembangkan kretivitas peserta didik. Seperti halnya wacana baru tersebut, tentu saja ada pro dan kontra untuk dipertimbangkan. Pendidikan berfungsi sebagai sarana untuk membentuk dan mencapai tujuan pribadi. Tuntunan pendidikan harus diturunkan dari Al-Qur'an, karena Al-Qur'an secara konsisten memberikan isyarat instruksional secara keseluruhan, mulai dari ayat pembuka hingga ayat penutupnya. Melalui ketaatan pada nilai-nilai yang dianut dalam al-Qur'an, individu dapat dibimbing menuju kreativitas, kedinamisan, dan pencapaian nilai-nilai hakiki ubudiyah dalam hubungannya dengan penciptanya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dekriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tiga tahap yaitu:1) Reduksi data 2) penyajian data 3) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu: Triangulai sumber dan Triangulai teknik. Sumber yang diamati yaitu, Guru Pendidikan Agama Islam, Kepala sekolah, Waka kurikulum, dan Peserta didik di SDIT Annida’ Kota Lubuklinggau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran Penerapan kurikulum merdeka dalam Pendidikan Agama Islam di SDIT Annida di Kota Lubuklinggau telah dilaksanakan melalui penyelenggaraan penilaian sumatif pada akhir semester gasal tahun pelajaran 2022/2023. Penilaian ini menggabungkan pendekatan yang berbeda, dimulai dengan pengajaran tatap muka selama era pasca pandemi. beberapa model pembelajaran diperkenalkan, model pembelajaran berbasis proyek, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran penemuan, dan pembelajaran inkuiri. Penerapan pembelajaran diferensiasi sebagai wujud kurikulum merdeka telah menghasilkan transformasi positif dalam pengembangan kreativitas belajar siswa pada pendidikan agama Islam di SDIT Annida Kota Lubuklinggau. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan siswa setelah diterapkannya belajar mandiri. keterampilan berpikir kritis, kepekaan emosional, memfasilitasi upaya kolaboratif dalam penyelesaian tugas akademik, mendorong penyebaran karya mereka dalam lingkaran sosial.
PEMBINAAN SIKAP RELIGIUS PESERTA DIDIK DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD NEGERI 27 LUBUKLINGGAU Idil Maskur; Ifnaldi Nurmal; Fakhruddin
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.564

Abstract

Sikap atau tingkah laku peserta didik di SD Negeri 27 Lubuklinggau tidak mecerminkan akhlak yang mulia atau sikap religius. Ditandai dengan peserta didik yang suka menggangu teman, berkata kasar, dan berkelahi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk pembinaan sikap religius, dan faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan sikap religius peserta didik di SD Negeri 27 Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu data primer dan sekunder serta teknik pengumpulan data dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di SD Negeri 27 Lubuklinggau. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Bentuk-bentuk pembinaan sikap religius peserta didik dalam mata pelajaran PAI di SD Negeri 27 Lubuklinggau diantaranya membudayakan 5S, Membaca Al-Qur’an pada hari Jum’at, Jumat bersedeqah, dan pesantren ramadhan. Faktor pendukung dan penghambat pembinaan sikap religius peserta didik dalam mata pelajaran pai di SD Negeri 27 Lubuklinggau. Faktor pendukung dalam pembinaan sikap religius peseta didik dalam mata pelajaran pai di SD Negeri 27 Lubuklinggau yaitu kerjasama yang baik antara sekolah dengan oran tua peserta didik, keberhasilan guru dalam mengajar, dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan disekolah. Sedangkan faktor penhambat dalam pembinaan sikap religius peserta didik dalam mata pelajaran pai d SD Negeri 27 Lubukinggau yaitu faktor interal guru dan pengaruh lingkungan masyarakat peserta didik.
UPAYA GURU PAI DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK DI SMPIT AN-NIDA LUBUKLINGGAU Awaludin Khoir; Sutarto; Sumarto
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.565

Abstract

Sikap atau tingkah laku peserta didik di SMPIT An-Nida Lubuklinggau mecerminkan akhlak yang mulia atau sikap religius. Ditandai dengan peserta didik yang ramah, santun dan beradab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Upaya Guru PAI dalam menanamkan Nilai- Nilai Moderasi Beragama Peserta Didik di SMPIT An-Nida Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data penelitian yaitu data primer dan sekunder serta teknik pengumpulan data dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian di SMPIT An-Nida Lubuklinggau. Hasil penelitian menunjukan bahwa : Nilai-nilai moderasi beragama peserta didik di SMPIT An-Nida Lubuklinggau yang ditanamakan adalah 1. I’tidal (Keadilan), 2. Tasamuh (Toleransi), 3. Syuro (Musyawarah), 4. Al-Muwathanah (Cinta Tanah Air) dan 5. Anti Kekerasan. Upaya guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama peserta didik di SMPIT An-Nida tersebut diantarnya adalah 1. Melestarikan budaya sekolah, 2. Mendukung dan mengikuti peraturan sekolah, 3. Aplikasi amal shaleh yang bukan sekedar paham teori, 4. Menjaga perintah agama dan 5. Menjaga hubungan baik terhadap Allah dan hubungan baik terhadap manusia. Pengamalan nilai-nilai moderasi beragama peserta didik dapat di wujudkan dengan: 1.Beribadah kepada Allah swt, seperti melaksanakan ibadah shalat dzhuhur 2. Menjaga akhlakul karimah peserta didik seperti jujur, disiplin, menghargai, menjaga tata krama, menjaga nama baik, dan tidak bermusuhan. 3. Mengikuti peraturan sekolah seperti datang kesekolah tepat waktu, mengikuti kegiatan belajar, aktif mengikuti upacara setiap hari senin sebagai bentuk cinta tanah air.
IMPLEMENTASI PROGRAM KOKURIKULER TAHSIN DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 REJANG LEBONG Novi Revolina Doriza; Ngadri Yusro; Dina Hajjah Ristianti
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v10i1.566

Abstract

Program kokurikuler tahsin merupakan program yang ditujukan untuk membantu individu memperbaiki keterampilan membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Program ini dapat dilakukan dalam berbagai konteks, seperti di sekolah-sekolah agama, lembaga pendidikan Islam, atau pusat pengajian Al-Quran. Dalam penelitian ini, fokus utama adalah pada perkembangan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa setelah adanya program tahsin di SMA Negeri 2 Rejang Lebong. Kemampuan membaca Al-Quran adalah keterampilan penting bagi umat Muslim. Untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Quran, penting untuk belajar dari sumber yang dapat diandalkan dan berkomitmen untuk mengasah kemampuan tersebut. Kursus Al-Quran, pengajaran dari guru yang berkualitas, dan penggunaan sumber- sumber belajar yang baik dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. enis penelitian yang dilakukan adalah dengan memilih informan kunci. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan induksi. Hasil penelitian menunjukkan, Sebelum program tahsin, siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Rejang Lebong memiliki variasi dalam minat baca Al-Qur'an, termasuk siswa yang aktif dan memiliki motivasi intrinsik dan siswa yang hanya membaca Al-Qur'an sesekali atau bahkan tidak memiliki minat. Implementasi program kokurikuler tahsin di SMA Negeri 2 Rejang Lebong terstruktur dan terencana, serta didukung oleh strategi pembelajaran yang inklusif, fasilitas memadai, dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Program tahsin dilaksanakan setiap hari dalam jadwal pelajaran harian selama 1 jam. Program kokurikuler tahsin dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Rejang Lebong, termasuk pemahaman tentang tajwid, teknik membaca yang benar, pelafalan yang baik, kefasihan dalam membaca, penerapan aturan tajwid, dan pengenalan huruf-huruf Arab. Namun, masih terdapat variasi dalam kemampuan membaca Al-Qur'an siswa setelah program tahsin.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 4 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 5 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 4 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 3 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 4 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 3 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 4 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 3 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Literasiologi Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Literasiologi More Issue