cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
ISSN : 26148676     EISSN : 26569248     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
CASE REPORT : CONTACT TRACING ASSESSMENT AND PREVENTION OF COVID-19 IN HEMODIALYSIS UNIT HOSPITAL ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Langgeng Perdhana
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.10270

Abstract

Hemodialysis unit is very vulnerable place to Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) transmission in both patients and healthcare workers. If a Covid-19 confirmed is found, it is important to conduct contact tracing, test and isolate those who are in close contact to be able to control Covid-19 transmission. In addition, it is necessary to identify problems and appropriate management to prevent transmission and the emergence of subsequent Covid-19 cases. This case report aims to explain the contact tracing assesment and prevention of Covid-19 in hemodialysis units. In this case report we describe a case of a 40-years-old man with End Stage Kidney Disease (ESKD) who underwent chronic hemodialysis and was infected with Covid-19, causing transmission to dialysis staff and other patients in the hemodialysis unit. From the search found problems including lack of consistent use of Personal Protective Equipment (PPE), ineffective screening, inadequate ventilation, and lack of compliance of visitors and patients in applying universal precaution. In conclusion, Covid-19 transmission in the hemodialysis unit can be transmitted form patient to staff, form staff to other staff, from staff to patient, and from patient to other patients. To be able to break the chain of Covid-19 transmission in hemodialysis unit, various concrete efforts must be made by dialysis staff, visitors, and patients regarding behaviour changes and environmental interventions.   
STUDY OF HAIR ZINC LEVELS AND HEMOGLOBIN LEVELS OF STUNTING AND NON STUNTING TODDLERS IN TILANGO PUSKESMAS, GORONTALO REGENCY Zihan S. Zakaria; Margaretha Solang; Dewi Wahyuni K. Baderan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.14017

Abstract

Abstract                 Stunting is a major nutritional problem that will have an impact on social and economic life in society. Stunting can affect children under five in the long term so that it interferes with their health, education and productivity in the future. Improving nutritional status is one of the eight goals to be achieved in the Millennium Development Goals (MDGs). The novelty of this research is the level of examining differences in hair zinc and hemoglobin levels of stunting and non-stunted toddlers.The purpose of this study was to determine differences in zinc levels, Hb levels and how they affect children who suffer from stunting and non-stunting. The research method uses observational analytic methods using a case control design. The population in this study was divided into two, namely the population of children under five years of age 0-59 months suffering from stunting and non-stunting. Test the difference between Hb and Zinc using an independent t test. Binary logistic regression analysis was used to see the effect of Hb and Zinc on the incidence of stunting. The results of the study found that there was an effect of Hb and Zinc on stunted and non-stunted children, namely Hb had an effect of 0.637 with a P-value of the Wald test (sig.) of 0.602 or 0.05 and Zinc had an effect of -0.059 with a P-value of the Wald test. (sig.) of 0.116 or 0.05. Conklusion the better the zinc level, the lower the incidence of stunting in children, but it is not significant to the incidence of stunting.Abstrak Stunting merupakan masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Stunting dapat berpengaruh pada anak balita pada jangka panjang sehingga mengganggu kesehatan, pendidikan serta produktifitasnya di kemudian hari. Perbaikan status gizi menjadi salah satu dari delapan tujuan yang akan dicapai dalam Millenium Development Goals (MDGs). Kebaruan penelitian ini adalah meneliti perbedaan kadar Zinc Rambut dan kadar Hemoglobin Balita stunting dan non stunting. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui perbedaan kadar zinc, kadar Hb dan bagaimana pengaruh pada anak yang menderita stunting dan non stunting. Metode penelitian menggunakan metode analitik observsional dengan menggunakan desain case conrol. Populasi pada penelitian ini dibagi menjadi dua yakni populasi anak balita 0-59 bulan yang menderita stunting dan non stunting. Uji perbedaan Hb dan Zinc menggunakan uji t independent. Analisis regresi logistic biner digunakan untuk meilhat pengaruh Hb dan Zinc terhadap kejadian stunting. Hasil penelitian menemukan  terdapat pengaruh Hb dan Zinc terhadap anak stunting dan non stunting yakni Hb berpengaruh sebesar 0,637 dengan nilai P-value uji Wald (sig.) sebesar 0,602 atau 0,05 dan Zinc berpengaruh sebesar -0,059 dengan nilai P-value uji Wald (sig.) sebesar 0,116 atau 0,05. Kesimpulan Semakin bagus kadar zinc maka akan semakin mengurangi  terjadinya stunting pada anak namun tidak signifikan terhadap kejadian stunting.    Kata kunci: Stunting, Hb, zinc 
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TUNA TERHADAP DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI BISKUIT KELOR Anna Yuliastani Pomalingo; Misnati Misnati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9229

Abstract

Salah satu masalah sosial yang dihadapi oleh Indonesia adalah masih rendahnya status gizi masyarakat. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan formula Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada balita yang lebih bermutu serta bernutrisi tinggi demi mengentaskan permasalahan gizi buruk-kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ikan tuna terhadap daya terima (rasa, aroma, warna, tekstur) dan kandungan nilai gizi biskuit kelor. Desain pnelitian yang digunakan adalah eksperimental Semu (Quasi Experimental) menggunakan Rancangan Postest Only Control Group Desing. Uji tingkat kesukaan akan dilakukan pada panelis semi terlatih yaitu Mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kementerian Kesehatan Gorontalo sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan tepung ikan tuna terhadap daya terima (warna dan aroma) biskuit kelor. Kandungan nilai gizi biskuit kelor dengan penambahan tepung ikan tuna protein tertinggi pada formula 4 (penambahan tepung ikan tuna 70 gram), lemak tertinggi pada formula 1 (tidak ada penambahan tepung ikan tuna) dan karbohidrat tertinggi pada formula 1(tidak ada penambahan tepung ikan tuna). Perlunya peningkatan daya terima warna dan aroma biskuit kelor melalui penambahan pewarna dan aroma makanan yang lebih disukai khalayak serta pengkajian formula biskuit yang bergizi melalui pencampuran bahan makanan yang seimbang.
TOXICITY TEST OF THE CROWN OF THE GOD'S PLANT FRUIT (PHALERIA MACROCARPA (Shceff.) Boerl.) AGAINST Culex sp MOSQUITO LARVA Ali Napiah; Sari Indira Murti
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13978

Abstract

Abstrak          Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) atau suku gaharu-gaharuan adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Berdasarkan literature penelitian, tanaman mahkota dewa mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, senyawa lignin (polifenol, flenoida, minyak atsiri dan tannin). Kebaruan dalam penelitian ini adalah melakukan uji toksisitas buah tumbuhan Mahkota dewa  pada Larva Nyamuk Culex Sp. Studi ini bertujuan menginvestigasi efek toksik ektrak buah mahkota dewa dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 25% terhadap larva nyamuk culex sp dan menggunakan waktu pengamatan selama o detik, 30 detik, 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, 60 menit, dan 120 menit. Desain penelitian Thepost test only controlled group design. Uji toksisitas dengan memasukan larva nyamuk ke dalam cawan petri yang mengandung ektrak buah mahkota dewa dengan konsentrasi yang telah disiapkan. Hasil penelitian ; ditemukan perbedaan yang signifikan proporsi larva mati setelah 30 menit (p value = 0,001), 60 menit (p value = 0,002), dan 120 menit (p value = 0,014) setelah pemberian ekstrak buah Mahkota dewa, hasil penelitian menunjukan efek toksik yang efektif terdapat pada konsentrasi 25% dalam waktu 60 menit. Kesimpulan ; Kandungan ekstrak dan lama paparan merupakan variabel penting yang memengaruhi persentase kematian jentik nyamuk Culex sp. Jika konsentrasi ektrak buah tumbuhan Mahkota Dewa dinaikkan maka semakin cepat larva nyamuk yang akan mati, begitu pula dengan waktu pengamatan, jika konsentrasi ektrak dinaikan dan waktu pengamatan semakin lama, maka semakin tinggi pula persentase larva nyamuk yang mati. Kata kunci: Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheef.) Boerl.); larva nyamuk Culex sp Abstract Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) is a member of the Thymelaeaceae family or the agarwood tribe, which is a member of the flowering plant tribe. Based on previous research literature, it is known that the Mahkota Dewa plant contains alkaloid compounds, saponins, flavonoids, lignin compounds (polyphenols, flenoids, essential oils and tannins. The impact of mosquitoes on public health is filariasis or also known as elephantiasis disease which is transmitted by Culex sp. This study aims to investigate the toxic effect of extracts of the crown of dewa fruit at concentrations of 5%, 10%, 15%, and 25% on the larvae of Culex sp mosquitoes and used an observation time of (o seconds, 30 seconds, 1 minute, 5 minutes, 15 minutes). minutes, 30 minutes, 60 minutes, and 120 minutes). This study utilizes the post-test only controlled group design. Toxicity test was conducted by placing mosquito larvae in a petri dish containing the extract of Dewa's crown fruit with the concentration that had been prepared. It was found There was a significant difference in the proportion of larvae that died after 30 minutes (p value = 0.001), 60 minutes (p value = 0.002), and 120 minutes (p value = 0.001). = 0.014) after administration of Mahkota dewa fruit extract, the results of this study showed an effective toxic effect was found at a concentration of 25% within 60 minutes. The findings showed that extract content and duration of exposure were two important variables that influenced the percentage of larvae mortality of Culex sp. If the concentration of Mahkota Dewa plant extract is increased, the faster the mosquito larvae will die, as well as the observation time, if the extract concentration is increased and the observation time is longer, the higher the percentage of dead mosquito larvae will be.  
ANALISIS PROTEIN, KALSIUM, NATRIUM DAN ORGANOLEPTIK SARDEN PINDANG TONGKOL DENGAN NITRIT DAN KITOSAN Luh Eka Rahayu Ambarawati; purwaningtyas kusumaningsih; I Gusti Ayu Wita Kusumawati
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9821

Abstract

Kandungan air ikan tongkol sangat tinggi, menyebabkan ikan lebih mudah membusuk. Pindang sebagai salah satu pengawetan ikan tongkol dengan metode penggaraman, masih ditemukan bakteri yang mampu hidup di lingkungan berkadar garam tinggi. Olahan menu sarden pada penelitian ini menggunakan pindang tongkol. Pengolahan pindang tongkol menjadi sarden menggunakan nitrit dan kitosan sebagai pengawet. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kandungan protein, kalsium, natrium dan daya terima pada olahan sarden pindang tongkol dengan penambahan nitrit 0,01 mg dan kitosan (1,5%; 3%). Analisis kandungan protein menggunakan metode kjeldahl, untuk analisis kandungan kalsium dan natrium menggunakan metode spektrofotometer serapan atom. Hasil yang didapatkan kandungan protein tertinggi pada kelompok kontrol sebesar 24,36%, kandungan kalsium tertinggi pada kitosan 3% sebesar 75,53 mg/kg dan kandungan natrium tertinggi pada kitosan 1,5% sebesar 2047,0 mg/kg. Hasil uji organoleptik sarden pindang tongkol pada rasa, aroma dan warna memberikan hasil terbaik pada kitosan 3% sedangkan hasil uji organoleptik tekstur memberikan hasil terbaik pada kitosan 1,5%. Oleh karena itu, sarden pindang tongkol dengan kitosan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pengawet dan mengurangi penurunan nilai nutrisi.Kata kunci:  Kitosan; Nitrit; Nilai gizi; Pindang tongkol; Sarden
PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN PAP SMEAR Kurniati - Nawangwulan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9989

Abstract

Negara Indonesia memiliki keseadaran baru sekitar 5% wanita yang melakukan pemeriksaan skrining Pap Smear, sehingga hal itulah yang dapat menyebabkan masih tinggi kanker serviks di negara Indonesia. Pap Smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop, yang dilakukan secara cepat, tidak sakit, dan dengan biaya yang relatif terjangkau serta hasil yang akurat. Uji Pap Smear telah terbukti dapat menurunkan kejadian kanker leher rahim yang ditemukan pada stadium prakanker. Pemeriksaan Pap Smear selain untuk mendeteksi kanker leher rahim juga dapat mendiagnosis peradangan pada vagina dan leher rahim baik akut maupun kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dengan prilaku Pap smear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dengan menggunakan data primer dengan jumlah respnden sebanyak 75 orang. Analisa pada penelitian ini univariat dan bivariat (chi square). Diketahui hasil analisa Bivariat karakteristik dengan p-value 0.001, pengetahuan  p-value 0.013 dan sikap p-value 0.000, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemeriksaan papsmear. 
FACTORS THAT INFLUENCE COMPLAINTS OF RESPIRATORY DISORDERS ON PARKING OFFICERS IN URBAN, GORONTALO CITY Irwan Irwan; Moh Rivai Nakoe; Nofyarahmat Musa
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13778

Abstract

 AbstrakSistem pernafasan memiliki peran sangat penting mempengaruhi aktivitas dan kehidupan. Penyakit saluran pernapasan pada umumnya dimulai dengan keluhan- keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi gangguan keluhan pernafasan pada petugas parkir, Kebaruan penelitian ini meneliti variabel perilaku merokok dan penggunaan Alat pelindung diri sebagai faktor resiko gangguan pernafasan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh petugas parkir di Perkotaan Kota Gorontalo yang tercatat berdasarkan data sekunder Dinas Perhubungan Kota Gorontalo yaitu 85 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Chi- Square. Hasil penelitian untuk faktor umur dalam kategori ≥ 30 Tahun sebanyak 34 responden (85,0%), faktor perilaku merokok dalam kategori merokok sebanyak 32 responden (80,0%), faktor masa bekerja dalam kategori ≥ 3 Tahun sebanyak 30 responden (75,0%), faktor penggunaan APD dalam kategori tidak menggunakan sebanyak 34 responden (85,0%) dan faktor keluhan gangguan pernafasan dalam  kategori ada gangguan sebanyak 36 responden (90,0%).  Simpulan penelitian terdapat  pengaruh faktor umur, perilaku merokok, masa bekerja dan penggunaan APD dengan keluhan gangguan pernafasan pada petugas parkir di Kota Gorontalo. Kata Kunci : Merokok; Masa bekerja; APD; Keluhan Pernafasan; Petugas Parkir. Abstract        The respiratory system has a very important role in influencing activities and life. Respiratory tract disease generally begins with mild complaints and symptoms. The purpose of this study was to determine the risk factors that influence respiratory complaints in parking attendants. The novelty of this study examined the variables of smoking behavior and the use of personal protective equipment as risk factors for respiratory disorders.The research method used is a quantitative method with a Cross Sectional approach. The population and sample in this study were all parking attendants in Gorontalo City which were recorded based on secondary data from the Gorontalo City Transportation Service, namely 85 respondents. Data analysis used Chi-Square statistical test. The results of the study for the age factor in the category 30 years as many as 34 respondents (85.0%), smoking behavior factors in the smoking category as many as 32 respondents (80.0%), the working period factor in the category 3 years as many as 30 respondents (75, 0%), the factor of using PPE in the category of not using as many as 34 respondents (85.0%) and the factor of respiratory complaints in the category of having disturbances as many as 36 respondents (90.0%). The conclusion of the study is based on calculations using the Chi-Square statistical test that there is an influence between factors of age, smoking behavior, years of work and the use of PPE with complaints of respiratory problems.
ASMA BRONKIAL DENGAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI RSUD PASAR REBO Kurniati - Nawangwulan
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9990

Abstract

 Menurut Organisasi Kesehatan Word 2017, di Indonesia ada 300 juta anak yang menderita asma bronkial, 225% anak-anak meninggal karena asma bronkial di seluruh dunia, sementara di Indonesia mencapai 24.773 orang dari jumlah total kematian dan menempatkan Indonesia di urutan ke 19 dunia karena asma bronkial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran nyata dalam memberikan asuhan keperawatan selama 3 hari pada asma bronkial dengan pembersihan jalan nafas yang tidak efektif. Studi kasus dengan intervensi penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi perpustakaan. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua dan dua klien anak-anak yang menderita asma bronkial. Hasil pengumpulan data menunjukkan secara etiologi bahwa asma bronkial pada kedua klien disebabkan oleh alergi dan aktivitas berlebihan (100%) sesuai dengan teori. Diagnosis keperawatan klien 1 dan 2 berjumlah 60% sesuai dengan teori. Perencanaan keperawatan untuk klien 1 dan klien 2 untuk diagnosis asma bronkial sesuai dengan teori (100%). Evaluasi pada kedua klien semua tujuan tercapai dan masalah teratasi.
THE POTENTIAL OF “TYAM” BISCUIT (BICCUIT WITH TEMPE FLOUR AND SPINNING POWDER SUBSTITUTION) AS ALTERNATIVE TO PREVENT STUNTING IN TODDLERS Fihrina Mohamad; Denny Indra Setiawan; Nangsih Sulastri Slamet; Zulfiayu Sapiun; Anna Y. Pomalingo
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13797

Abstract

Pangan fungsional dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mencegah stunting pada balita. Tempe dan bayam merupakan bahan lokal yang mudah diperoleh, ekonomis, nilai gizinya tinggi dan mutu cernanya tinggi dalam tubuh sehingga berpotensi dijadikan pangan fungsional. Kebaruan dalam penelitian ini meneliti potensi Biskuit “TYam”(biskuit dengan substitusi tepung tempe dan serbuk bayam) sebagai alternatif pencegahan stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi biskuit yang disubtitusi tepung tempe dan serbuk bayam (Biskuit “TYam”) dan menganalisis pengaruh subtitusi tersebut terhadap organoleptik dan nilai gizi biscuit.Metode penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Biskuit “TYam” diformulasi dengan mensubtitusi tepung terigu dengan tepung tempe dan serbuk bayam, masing-masing 0g (P0), 15g (P1), 30g (P2) dan 45g (P3). Keempat formula Biskuit “TYam” diuji organoleptik (warna, aroma, rasa dan kerenyahan) oleh 25 panelis menggunakan skala hedonik dengan teknik skoring. Analisis data uji organoleptik meliputi uji normalitas, uji Friedman dan uji lanjutan yakni uji Wilcoxon. Sedangkan nilai gizi biskuit “TYam” dihitung menggunakan Nutrisurvey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara organolpetik formula biscuit “TYam” P2 (15g) paling disukai dari segi warna, aroma, rasa dan kerenyahan. Sedangkan nilai gizi Biskuit “TYam” yang meningkat adalah Protein, PUFA, Vitamin A, Vitamin E, Vitamin B6, Total asam folat, Kalium, Magnesium, Fosfor, Ferro dan Zink. Kesimpulan penelitian adalah semakin banyak tepung tempe dan serbuk bayam yang disubtitusi pada Biskuit “TYam”. maka nilai gizi semakin meningkat dan berpengaruh signifikan terhadap organoleptiknya.Kata Kunci: Bayam; Biskuit; Pangan fungsional; Stunting; Tempe. AbstractFunctional foods can be used as an alternative to prevent growth retardation in young children. Tempe and spinach are local ingredients that are easy to procure, economical, nutritious, digestible in the body, and have the potential to be used as functional foods. Novelty in research to examine the potential of "TYam" Biscuits (biscuits with substitution of tempeh flour and spinach powder) as an alternative to stunting prevention in toddlers. The purpose of this study is to formulate biscuits (“TYam” biscuits) replaced with tempe and spinach powder and analyze their effects on the sensual and nutritional value of biscuits. This research method is a laboratory experiment. "TYam" biscuits were formulated by replacing wheat flour with tempe flour and spinach powder, 0g (P0), 15g (P1), 30g (P2) and 45g (P3), respectively. "TYam" biscuit formulas were sensually tested by 25 panelists using a hedonic scale using t-scoring technology (color, aroma, flavor, crispness). Analysis of sensory test data included a normality test, a Friedman test, and another test, the Wilcoxon test. On the other hand, the nutritional value of "TYam" biscuits was calculated using Nutrisurvey. The results showed that the sensually "TYam" P2 (15 g) biscuit formulation was the most preferred in terms of color, aroma, flavor, and crispness. The nutritional value of the increased "TYam" biscuits was protein, PUFA, vitamin A, vitamin E, vitamin B6, total folic acid, potassium, magnesium, phosphorus, iron and zinc. The conclusion of the study was that the "TYam" cookie as an alternative functional food in preventing stunting in toddlers. 
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN DAYA TERIMA CILOK DENGAN PENAMBAHAN IKAN TUNA (THUNNINI) DAN WORTEL (DAUCUS CAROTA) Misnati Misnati; Anna Y Pomalingo
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9345

Abstract

Cilok merupakan makanan dengan bahan utama kanji. Penggunaaan bahan berupa kanji menyebabkan kandungan gizi yang dimiliki oleh bahan rendah sehingga diperlukan adanya diversifikasi. Peningkatan gizi dapat dilakukan dengan penambahan bahan-bahan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi serta sumber vitamin dan mineral misalnya ikan tuna dan wortel. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui kandungan zat gizi dan daya terima cilok dengan subtitusi ikan tuna (Thunninis) dan wortel (Daucus Carota).Desain penelitian yang digunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dengan menggunakan panelis untuk melihat daya terima makanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi terdapat pada cilok dengan formula 3, lemak tertinggi pada formula 2 dan karbohidrat tertinggi pada formula 1. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna cilok dengan subtitusi ikan tuna (thunninis) dan wortel (daucus carota) tertinggi pada perlakuan 1 (formula 1) dengan nilai rata-rata 2.77, rasa cilok tertinggi pada perlakuan 1 (formula 2) dengan nilai rata-rata 2.68, aroma cilok tertinggi pada tanpa perlakuan (formula 1) dengan nilai rata-rata 2.95 dan tekstur cilok tertinggi pada perlakuan 1 (formula 2) dengan nilai rata-rata 2.95.Perlunya memperhatikan proses pemasakanagar tidak mempengaruhi kandungan gizi bahan pangan dan pencampuran bahan makanan dalam upaya mempertahankan warna, rasa, aroma dan tesktur cilok yang banyak diterima masyarakat.

Page 6 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 4 (2024): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 3, No 2 (2019): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 1, No 1 (2019): April Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI More Issue