cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
ISSN : 26148676     EISSN : 26569248     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PMT MODIFIKASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI BALITA Irwan irwan; Meryati Towapo; Sunarto Kadir; Lia Amalia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v4i2.7742

Abstract

Umur 0-5 tahun masa keemasan yang penting bagi fisik anak. Asupan gizi sangat penting untuk menghindari gangguan kesehatan yang serius bagi balita, seperti gizi buruk. Pemberian PMT bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak balita. Rumusan masalah: apakah pemberian PMT modifikasi dan PMT biskuit efektif untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas pemberian PMT modifikasi dan PMT biskuit terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang.Jenis penelitian: Pra Eksperimen design dengan rancangan pretest-postest desain. Populasi balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Kabupaten Boalemo yang mengalami gizi kurang sebanyak 16 orang balita. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik total sampling, responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu 8 balita pada kelompok PMT modifikasi dan dan 8 balita pada kelompok PMT biskuit. Analisis data menggunakan paired sampel t-test dengan terlebih dahulu melakukan uji normalitas data.Hasil penelitian: sebelum intervensi, seluruh balita mengalami gizi kurang dengan rata-rata berat badan pada kelompok PMT modifikasi 8,438 kg ± 1,1451 dan pada kelompok PMT biskuit 8,725 kg ± 1,2303. Sesudah intervensi, terjadi peningkatan berat badan rata-rata balita pada kelompok PMT Modifikasi menjadi 9,088 kg ± 1,1740 dan kelompok PMT biskuit 9,125 kg ± 1,1913. Hasil analisis didapatkan pada kelompok PMT modifikasi, t hitung = 19,858 dan ρ = 0,000 serta kelompok PMT biskuit, t hitung = 14,967 dan ρ = 0,000. Analisis uji beda mendapatkan nilai t hitung = 5,916 dan nilai ρ = 0,000Kesimpulan : PMT modifikasi dan PMT biskuit efektif terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Paguyaman Kabupaten Boalemo. PMT modifikasi lebih efektif dibandingkan pemberian PMT biskuit terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang. Diharapkan kepada orang tua balita agar terus memperhatikan dan memberikan asupan makanan bergizi tinggi kepada anak balita. 
PIJAT-PIJAT PANCEN OYE (PPO): METODE AKUPRESUR UNTUK MERINGANKAN GEJALA HIPERTENSI PADA LANSIA Nurul Hudayah
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9927

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang sering terjadi di masyarakat dan 80% diantaranya terjadi pada lansia. Terapi obat anti hipertensi selama ini telah menjadi tata laksana utama bagi lansia yang kemudian menimbulkan ketergantungan dan efek samping yang lebih berat serta diperparah dengan tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat yang rendah. Berdasarkan hal tersebut, menjadi penting menginisiasi terapi non farmakologis pada lansia seperti terapi akupresur. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan dan membuktikan adanya manfaat dari terapi akupresur yang disebut Pijat-Pijat Pancen Oye (PPO) untuk meringankan gejala-gejala yang dialami oleh pasien lansia dengan hipertensi. Metode yang digunakan desain cross sectional. Sasaran adalah lansia yang berusia lebih dari 60 tahun yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Panjatan 2. Pengumpulan data menggunakan accidental sampling dan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Durasi terpapar PPO berkorelasi negatif dengan frekuensi melakukan PPO di rumah (p = 0,008). Durasi Paparan PPO tidak berkorelasi dengan keterampilan pasien dalam melakukan PPO (p = 0,537). Gejala hipertensi meliputi masalah muskuloskeletal (53%), gangguan pencernaan (12%), masalah kepala (25%), dan lain-lain (9%). PPO dapat mengurangi masalah muskuloskeletal (p = 0,037). PPO tidak berkorelasi dengan masalah kepala (p = 0,422) dan tidak dapat dianalisis secara statistik data untuk gangguan pencernaan dan lainnya karena kurangnya subyek. Disimpulkan Program PPO memiliki efek positif terhadap pasien lansia dengan hipertensi, tidak hanya dengan mengurangi gejala tertentu yang dialami pasien, tetapi juga dengan membantu mereka berolahraga, mengurangi stres, dan bersosialisasi satu sama lain serta dengan staf Puskesmas di waktu yang sama.
DESCRIPTION OF THE LEVEL OF COMMUNITY KNOWLEDGE OF GENERIC DRUG AND BRANDED DRUG AT A PHARMACY MEDAN CITY DISTRICT Nini Tiatira Tobing; Maya Sari Mutia
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13917

Abstract

Abstrak Obat generik bermerek adalah obat yang telah diberi nama dagangnya oleh perusahaan dan umumnya kualitasnya sama dengan obat generik berlogo tetapi dengan harga yang relatif lebih tinggi. Kebaruan penelitian ini adalah meneliti tentang tingkat pengetahuan masyarakat terhadap obat generic dan obat merek dagang di apotik. Tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat terhadap obat generik dan obat merek dagang di apotek Kecamatan Medan Kota. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan teknik accidental sampling pada 192 responden. Analisa data univariat. Hasil yang diperoleh dari 192 masyarakat di apotek Kecamatan Medan Kota, umur terbanyak adalah 18-29 tahun yaitu 69 orang (35,9%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 102 orang (53,1%), pendidikan terbanyak adalah perguruan tinggi yaitu 130 orang (67,7%), dan pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta yaitu 48 orang (25,0%), serta dari 192 masyarakat di apotek Kecamatan Medan Kota, tingkat pengetahuan masyarakat kategori baik sebanyak 33 reponden (17,2%), tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 134 responden (69,8%), dan tingkat pengetahuan kategori kurang baik sebanyak 25 responden (13%). Kesimpulan, bahwa umur terbanyak adalah 18-29 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, pendidikan terbanyak adalah perguruan tinggi, dan pekerjaan terbanyak adalah wiraswasta, serta tingkat pengetahuan masyarakat terhadap obat generik dan obat merek dagang di apotek Kecamatan Medan Kota masih dalam kategori cukup. Kata Kunci : Obat Generik; Obat Merek Dagang; Tingkat Pengetahuan Masyrakat. AbstractBranded generic drugs are drugs that have been given a trade name by the company and generally have the same quality as generic drugs with the logo but at a relatively higher price. The novelty of this research is the description of the level of public knowledge of generic drugs and trademarked drugs in pharmacies. The purpose of this study is to describe the level of public knowledge of generic drugs and trademarked drugs in pharmacies in Medan Kota District. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. Data collection was done by accidental sampling technique on 192 respondents. Univariate data analysis. The results obtained from 192 people in pharmacies in Medan Kota District, the most age were 18-29 years, namely 69 people (35.9%), the most gender were women, namely 102 people (53.1%), the most education was college, namely 130 people (67.7%), and the most occupations are self-employed, namely 48 people (25.0%), and from 192 people in the Medan City district pharmacy, the level of community knowledge is in the good category as many as 33 respondents (17.2%), the level of knowledge in the good category is 33 respondents (17.2%). sufficient knowledge category as many as 134 respondents (69.8%), and the level of knowledge is not good category as many as 25 respondents (13%). The conclusion is that the most age is 18-29 years, the most gender is female, the most education is college, and the most occupation is self-employed, and the level of public knowledge of generic drugs and trademarked drugs in pharmacies in Medan Kota District is still in the sufficient category.
THALASSEMIA β MAJOR WITH EXTRAHEPATIC CHOLESTASIS AND CHOLELITHIASIS IN GIRL 11 YEARS 9 MONTHS Nadirah Rasyid Ridha; Yusriwanti Kasri; Setia Budi Salekede; Farid Huzein; Sri Hardiyanti Putri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13586

Abstract

Kolestasis dapat disebabkan oleh gangguan fungsional hepatosit dalam sekresi empedu dan/atau karena obstruksi pada setiap tingkat jalur ekskresi empedu. Pada pasien thalassemia terjadi hemolisis kronis yang berakibat bilirubin tak terkonjugasi akan mengkristal dan akhirnya membentuk batu. Selanjutnya dapat terjadi penumpukan bilirubin disaluran empedu sehingga kemudian menyumbat dan terjadi gangguan pengeluaran bilirubin direk sehingga terjadi kolestasis. Kebaruan penelitian ini adalah meneliti kejadian kasus Thalassemia Mayor Dengan Kolestasis Ekstrhepatis Dan Kolelitiasis Pada Anak Perempuan 11 Tahun 9 Bulan. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kejadian kolesatasis dan kolelitiasis yang terjadi akibat proses hemolisis pada thalassemia β mayor dengan keluhan utama nyeri perut dan ikterus pada seluruh tubuh. Pasien didiagnosis berdasarkan temuan laboratorium yakni peningkatan enzim transaminase, bilirubin direk dan pemeriksaan multislice computerized tomography abdomen dengan kontras. Tatalaksana pasien ini dilakukan endoscopy retrograde cholangiopancreatography dan asam ursodeoksilat disertai terapi thalassemia. Kesimpulan penelitian ini memiliki prognosis yang baik karena respon yang baik. Meskipun kolestasis jarang terjadi pada pasien thalassemia pada anak-anak, dokter anak harus menyadari hal ini dan pengobatan segera harus ditangani.Kata kunci: Thalassemia; Kolestasis ; Kolelitiasis. AbstractCholestasis can be caused by functional impairment of hepatocytes in bile secretion and/or by obstruction at any level of the bile excretory pathway. In patients with thalassemia, chronic hemolysis occurs, which results in unconjugated bilirubin crystallizing and eventually forming stones. Furthermore, there can be a buildup of bilirubin in the bile duct so that it clogs and interferes with the release of direct bilirubin, resulting in cholestasis. The novelty of this study is to examine the incidence of cases of Thalassemia Major with Cholestasis Extrhepatis and Cholelithiasis in 11 Years 9 Months Girls. The purpose of this study is to describe the incidence of cholestasis and cholelithiasis that occur due to the hemolysis process in thalassemia β major with the main complaints of abdominal pain and jaundice throughout the body. The patient was diagnosed based on laboratory findings, namely elevated transaminase enzymes, direct bilirubin, and multislice computerized tomography of the abdomen with contrast examination. The management of this patient was endoscopic retrograde cholangiopancreatography and ursodeoxylic acid, accompanied by thalassemia therapy. Conclusion of this research has a good prognosis because of the good response. Although cholestasis is rare in thalassemia in children, pediatricians should be aware of this and seek immediate treatment.
TINGKAT KESUKAAN DAN UMUR SIMPAN NUGGET IKAN GABUS (CHANNA STRIATA) DENGAN PENAMBAHAN JAGUNG (ZEA MAYS L) Indra Domili
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.9346

Abstract

Nugget adalah salah satu produk makanan siap saji yang banyak di gemari oleh anak-anak maupun orang dewasa. Bahan dasar pembuatan nugget belum beragam serta pengolahan yang dilakukan oleh masyarakat  belum optimal sehingga perlu adanya penganekaragaman dari segi bahan maupun olahan nugget. Ikan gabus menjadi suatu produk sumber protein hewani yang memiliki nilai gizi dan albumin tinggi serta jagung yang mengandung serat dan indeks glikemik rendah.Jenis Penelitian :  penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam formula (F1; 100:0, F2; 90:10, F3; 85:15, F4; 80:20, F5; 75:25 dan F6; 70:30), Umur simpan diperoleh menggunakan metode konvensional dengan penyimpanan pada suhu ruang 25ºC, suhu refrigator 5ºC,  dan suhu freezer minus 10ºC. Menggunakan panelis semi terlatih sebanyak 30 orang. Analisis data uji tingkat kesukaan dianalisis menggunakan uji friedman test. Hasil Penelitian: Tingkat Kesukaan Nugget tertinggi pada formula F4 (20%) dengan perbandingan ikan gabus dan jagung 80:20. Setelah dilakukan penyimpanan pada suhu ruang maka dapat diketahui umur simpan nugget bertahan kurang dari 1 hari, suhu refrigator umur simpan nugget kurang dari 12 hari dan pada suhu freezer umur simpan lebih dari 3 bulan.Kesimpulan : Penambahan jagung  dapat mempengaruhi tingkat kesukaan pannelis pada nugget. Umur simpan nugget dapat bertahan lama dengan penyimpanan pada freezer. Diharapkan nugget ikan gabus dengan penambahan jagung dapat dijadikan olahan sehat bagi masyarakat dimana memiliki nilai gizi protein dan serat yang tinggi.
FAKTOR RESIKO PENULARAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA KELOMPOK LELAKI SEKS LELAKI {LSL} Irwan irwan; Moh. Rivai Nakoe
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i1.10313

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal, anal dan oral. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Faktor apa yang berhubungan dengan perilaku kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) terhadap penularan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Lelaki Seks Lelaki (LSL) terhadap penularan infeksi menular seksual.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi terdiri dari seluruh kelompok LSL yang berjumlah 148 orang, sampel penelitian berjumlah 30 orang. Teknik analisis data menggunakan uji Fisher Exact dan Kolmogorov Smirnov.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi terhadap penularan infeksi menular seksual (P=0,007), tidak ada hubungan perilaku pemeliharaan organ reproduksi terhadap deteksi dini kanker serviks (P=0,586), ada hubungan perilaku seksual berisiko terhadap penularan infeksi menular seksual (p=0,005). Disarankan kelompok LSL memberikan informasi bahwa dalam melakukan hubungan seksual hendaknya memakai kondom dan mau melakukan tes kesehatan di klinik IMS atau VCT secara rutin, kemudian klinik IMS melakukan screening setiap bulan agar para kelompok LSL mau memeriksakan kesehatannya di klinik secara rutin. 
GAMBARAN KUALITAS FISIK UDARA DAN IDENTIFIKASI JAMUR UDARA DI CV MUFIDAH STORE KOTA GORONTALO Sri yulinda datau; Irwan irwan; Nurayini S Lalu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v4i2.7735

Abstract

Abstrak Udara merupakan campuran gas yang sangat penting yang di butuhkan oleh manusia, tetapi dapat berbahaya bagi kehidupan manusia terutama terpapar oleh udara yang telah terkontaminasi. Dari beberapa tempat yang memiliki tingkat kontaminasi udara dalam  ruangan tertinggi salah satunya adalah pusat perbelanjaan yang dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme atau patogen. CV. Mufidah Store merupakan pusat perbelanjaan yang ramai di kunjungi oleh berbagai kalangan dan memiliki ruangan yang sangat luas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat kualitas fisik udara serta mengetahui keberadaan jamur udara yang terdapat di ruang perbelanjaan dengan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penlitian ini telah dilakukan pada juni 2020. Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik udara yaitu suhu ruangan berada pada 300C dan kelembapan udara yaitu 65,28% dan terdapat 2.876,814 CFU/m3 jumlah koloni jamur dalam ruangan perbelanjaan dan terdapat 13 isolat jamur yaitu jamur Cladosporium sp, Paecilomyces sp., Asperigillus niger, Asperigillus Fumigatus, Asperigillus sp., Rhizopus sp., Mucor sp., Neurospora sp., Saccharomyces sp., Cryptococcus sp., Candida sp. 1, Candida sp. 2, Rhodoturula sp. 
OBEDIENCE FACTOR FOR OFFICERS TO WASH THEIR HANDS IN HEALTH FACILITIES Nasrun Pakaya; Febriyanti Umar; Agus Ishak; Wirda Y. Dulahu
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.14031

Abstract

Mencuci tangan merupakan salah satu pencegahan terjadinya penyebaran kontaminasi silang. Terdapat faktor yang menyebabkan petugas kesehatan tidak patuh terhadap prosedur mencuci tangan sehingga dapat menyebabkan infeksi silang terjadi. Kebaruan penelitian ini adalah meneliti kepatuhan petugas melakukan cuci tangan di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mensintesis bukti-bukti literature tentang faktor budaya kerja, sarana dan prasarana terhadap pelaksanaan  hand hygiene. Kajian dalam pencarian literature menggunakan tekhnik kajian Litterature Review. Dimana Literature Review ini menggunakan beberapa jurnal penelitian yang relevan dengan Faktor Budaya Kerja, Faktor Fasilitas dapat mempengaruhi pelaksanaan Hand Hygiene di ruang perawatan yang diakses dari basis data berbahasa Inggris dan Indonesia (Pencarian menggunakan PICOT Framework di database: Ebscho, Sciencedirect, Pubmed, Proquest dan Google Scholar) yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai tahun 2020. Hasil literature menunjukkan faktor yang mempengaruhi budaya kerja terdiri dari supervisi kepala ruangan dan tipe kepemimpinan, sedangkan fasilitas kerja terdiri dari media poster, cairan antiseptic yang selalu tersedia serta tempat cuci tangan yang mudah dijangkau. Kesimpulan penelitian ini adalah fasilitas cuci tangan, ketersediaan antiseptik dan ksetersediaan tempat cuci tangan yang mudah dijangkau faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan petugas dalam melakukan cuci tangan.  Kata kunci: Cuci Tangan; Fasilitas; Petugas Kesehatan. Abstrac Hand washing is one way to prevent the spread of cross-contamination. There are factors that cause health workers to not comply with hand washing procedures so that cross-infection can occur. The novelty of this study was to examine the compliance factor of officers doing hand washing in health facilities, literature review. The purpose of this study was to analyze and synthesize evidence/literature on the factors of work culture, facilities and infrastructure for the implementation of hand hygiene. The study in the literature search used a literature review used several research journal that were relevant to work culture factors, facility factor could affect the implementation of hand hygiene in the treatment room which were accessed from English and Indonesian Language databases (Search method using PICOT Framework in databases: Ebscho, Sciencedirect, Pubmed, Proquest and Google Schola) published  from 2015 to 2020. Literature results show that the factors that influence the work culture consist of supervision of the head of the room and the type of leadership, while the work facilities consist of poster media, antiseptic liquid which is always available and an easily accessible handwashing area. The conclusion of this research is hand washing facilities, the availability of antiseptics and the availability of hand washing facilities that are easily accessible are factors that can increase the compliance of officers in washing hands.
THE DIFFERENCES OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING IN REVIEW OF WORKING AND NOT WORKING PARENTING PATTERNS AT THE HEALTH CENTER OF KABILA BONE Sunarto Kadir; Irwan Irwan; Dwi Juliani Mertosono
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v5i3.13777

Abstract

ASI eksklusif adalah air susu ibu (ASI) yang diberikan kepada bayi dari lahir sampai berusia enam bulan tanpa makanan tambahan lain. Kebaruan penelitian ini adalah meneliti terkait perbedaan pemberian asi ekslusif di tinjau dari pola asuh ibu bekerja dan tidak bekerja. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Perbedaan ASI Ekslusif di Tinjau dari Pola Asuh Ibu Bekerja dan tidak Bekerja di Puskesmas Kabila Bone. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Deskriptif . Sampel dalam penelitian ini yaitu semua populasi ibu yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ASI Eksklusif  yaitu 69 (67,0)%, dan yang paling sedikit yaitu 34 (33,0)%. Pola asuh Ibu bekerja dan tidak bekerja yaitu Ibu bekerja 61 (59,2)% dan ibu tidak bekerja 42 (40,8)%. Perbedaan Pola Asuh Ibu Bekerja dan Bukan Bekerja Terhadap Pemberian ASI Eksklusif dari ibu Bekerja memberikan ASI berjumlah 11 (10,7) dan tidak memberikan ASI 50 (48,5), Sedangkan tidak bekerja yang memberikan ASI berjumlah 23 (22,3)% dan tidak memberikan ASI 19 (18,4)%. Simpulan Adanya perbedaan antara pola asuh ibu Bekerja dan ibu tidak bekerja terhadap pemberian ASI Eksklusif.Kata Kunci: ASI Eksklusif; Pola asuh; Ibu bekerja dan tidak bekerja.AbstractExclusive breastfeeding is mother's milk (ASI) given to babies from birth to six months of age without any other additional food. The novelty of this study is to examine the differences in exclusive breastfeeding in terms of the parenting patterns of working and non-working mothers. The purpose of the study was to determine the difference between exclusive breastfeeding in terms of parenting patterns for working and non-working mothers at the Kabila Bone Health Center. This research uses descriptive research method. The sample in this study is all the population of mothers who have toddlers. The sampling technique in this research is Total Sampling. The results showed that exclusive breastfeeding was 69 (67.0%), and the least was 34 (33.0)%. Parenting patterns of working and non-working mothers are working mothers 61 (59.2)% and mothers not working 42 (40.8)%. Differences in Parenting Patterns of Working and Non-Working Mothers on Exclusive Breastfeeding of working mothers giving breast milk amounted to 11 (10.7) and did not give breast milk 50 (48.5), while those who did not work gave breast milk amounted to 23 (22.3)% and not giving breast milk 19 (18.4)%. Conclusion There is a difference between the parenting pattern of working mothers and non-working mothers towards exclusive breastfeeding.
ANTIBACTERIAL EFFECTIVENESS OF BANANA FRUIT EXTRACT (MUSA PARADISIACA CV. AWAK) AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS AND PROPIONIBACTERIUM ACNE BACTERIA WITH DISC DEFUSION METHOD hardiansyah siregar; Linda Chiuman; Ermi Girsang
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v6i2.14494

Abstract

ABSTRAKKulit pisang awak (Musa paradisiaca cv. Awak) diklasifikasikan dalam famili Musaceae (suku pisang-pisangan) dengan kandungan flavinoid dan saponin yang tinggi. Kebaruan Penelitian ini dimaksudkan guna membuktikan hasil kinerja atas antibakteri fraksi n-heksan yang terkandung dalam kulit pisang awak dengan Staphylococcus aureus dan propinibacterium acne dengan memanfaatkan bahan pelarut etanol 96% dalam pengekstrakannya. Percobaan penelitian efektifitas dilakukan dengan metode defusi cakram, serta pengujian skrining Fitokimia Percobaan eksperimental ini tergolong percobaan uji yang akan dilaksanakan di laboratorium mikrobiologi fakultas Prima Indonesia, Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 hingga November 2021. Sebelum dilakukan percobaan inti, peneliti mengadakan studi lapangan guna mengetahui permasalahan yang terjadi di lingkungan dengan melakukan diskusi bersama dosen pembimbing. konsentrasi 25%, 50% dan 100%. Zona hambat yang terdiri dari tinggi kerendah yaitu konsentrasi 75%, 50%, 100%, 25%. Ekstrak fraksi n-heksan ekstrak limbah kulit pisang awak digunakan memberikan adanya kenaikan rata-rata diameter zona hambat pada semua kepokusanya dari konsentrasi 25% lalu menumbulkan penurunan aktifitas pada konsentrasi 100% sebab saat konsentrasi ini memerlukan mekanisme yang sama seperti senyawa yang bertanggung jawab untuk antibakteri, sehingga terbentuknya penurunan aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol kulit pisang awak  tidak efektif sebagai antibakteri Staphylococcus aureus dan propionibacterium acne.Kata kunci : Pisang awak; pisang kepok; Staphylococcus aureus dan propinibacterium acne; difusi cakram.ABSTRACKBanana skin body (Musa paradisiaca cv. You) is classified in the Musaceae family (banana’s) with a high content of flavinoids and saponins. Novelty This study is intended to prove the performance of antibacterial n-hexane fraction contained in banana peel crew with Staphylococcus aureus and propinibacterium acne by utilizing 96% ethanol solvent in the extraction. Effectiveness research experiment conducted by disc defusion method, as well as phytochemical screening testing this experimental experiment is classified as a test experiment to be carried out at the Microbiology Laboratory of the Faculty of Prima Indonesia, Medan. This study was conducted from October 2021 to November 2021. Before the core experiment, the researcher conducted a field study to determine the problems that occur in the environment by conducting discussions with the supervisor. concentration of 25%, 50% and 100%. Inhibition zone consisting of high kerendah IE concentration 75%, 50%, 100%, 25%. N-hexane fraction extract banana peel waste extract crew used to provide an increase in the average diameter of the inhibition zone in all to the focus concentration of 25% and then led to a decrease in activity at a concentration of 100% because when this concentration requires the same mechanism as the compounds responsible for antibacterial, resulting in a decrease in antibacterial activity. Ethanol extract of banana peel crew ineffective as antibacterial Staphylococcus aureus and propionibacterium acne.Key words : Banana crew; banana kapok; Staphylococcus aureus; and propionibacterium acne; disc diffusion

Page 7 of 17 | Total Record : 164


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 9, No 3 (2025): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 9, No 2 (2025): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 4 (2024): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 8, No 2 (2024): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 8, No 1 (2024): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 7, No 1 (2023): JANUARI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 3 (2022): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 6, No 2 (2022): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT Vol 6, No 1 (2022): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 5, No 2 (2021): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 5, No 1 (2021): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 4, No 2 (2020): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 3, No 2 (2019): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU Vol 3, No 1 (2019): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI Vol 1, No 1 (2019): April Vol 2, No 2 (2018): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI More Issue