cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
KETABAHAN HATI PADA PEKERJA REMAJA PERANTAU Flendyna Adhi Nastalia
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahapan remaja mulai dimiliki beberapa minat seperti, minat rekreasi, bersantai, bepergian ketika liburan, menonton film dan berpesta. Hal itu dapat dilakukan apabila orang tua kaya. Lain halnya dengan remaja yang status ekonomi rendah dan harus bekerja demi melangsungkan kehidupan mereka. Banyak remaja dari pedesaan merantau ke kota untuk bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ketabahan pekerja remaja perantau, serta mengetahui faktor-faktor yang dapat membuat remaja perantau memiliki ketabahan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur karena pertanyaan yang diajukan dapat bersifat fleksibel dan tidak menyimpang dari tujuan wawancara yang telah ditetapkan. Digunakan juga teknik observasi yaitu teknik observasi bukan partisipan karena hanya mengamati fenomena yang ada. Subjek penelitian berjumlah dua (2) orang dengan karakteristik remaja wanita berusia 12-20 tahun. Hasil menunjukkan bahwa ketabahan yang dimiliki oleh subjek pertama dan subjek kedua tinggi. Ketabahan terlihat dari kemampuan kedua subjek mengontrol kondisi saat mereka menghadapi masalah saat bekerja. Mereka juga memiliki komitmen pada saat menyelesaikan pekerjaan serta menganggap kondisi saat ini sebagai tantangan yang harus dilewati. Terdapat perbedaan antara subjek pertama dan subjek kedua pada komponen kontrol mengenai kebosanan yang sering dirasakan subjek. Faktor yang memengaruhi ketabahan adalahi keluarga yang mendukung, pola asuh, masalah keluarga, tugas subjek di rumah, kesulitan di sekolah, orang tua telah meninggal, orang tua tiri, subjek diasuh oleh kedua orang tua, pengalaman kerja, keberhasilan bagi subjek, mengikuti perlombaan, subjek mendapat kekerasan, dan berkomunikasi dengan teman-teman.Kata Kunci: ketabahan, remaja, perantau, keluarga
KECERDASAN EMOSI DAN AGRESIVITAS PADA REMAJA AKHIR Fauza Qurrotu Aini; S.R. Retno Pudjiati Azhar
Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jika seorang remaja akhir mempunyai kecerdasan pada dimensi emosionalnya, maka ia akanmampu mengendalikan reaksi atau perilakunya, termasuk dalam mengontrol agresivitasnya.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kecerdasan emosi danagresivitas pada remaja akhir, hubungan antara kecerdasan emosi dengan agresivitas,pengaruh dari dimensi-dimensi kecerdasan emosi terhadap agresivitas, serta sebagai analisatambahan ingin memperoleh gambaran mengenai perbedaan kecerdasan emosi danagresivitas pada remaja akhir laki-laki dan perempuan. Penelitian ini melibatkan 92 orangremaja akhir pria dan wanita berusia 16-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan hubungannegatif antara kecerdasan emosi dengan agresivitas pada remaja akhir. Ditemukan juga adapengaruh dimensi-dimensi kecerdasan emosi terhadap agresivitas, namun hanya dimensiempati, kesadaran diri dan kontrol diri yang mempunyai pengaruh terbesar dalammengontrol agresivitas. Sementara itu, dimensi motivasi diri dan keterampilan sosialmempunyai pengaruh kecil terhadap agresivitas. Dari analisa lainnya diketahui pulaperbedaan kecerdasan emosi dan agresivitas pada remaja akhir laki-laki dengan perempuan .AbstractIf late adolescence has a good emotional intelligence, he/she will be able to control his/herreactions or behavior, including the aggression. The aim of this research is to gaindescription about emotional intelligence and aggresion in late adolescence, the correlation ofemotional intelligence and aggresion, the contribution of emotional intelligene dimensions toaggression, and the difference of emotional intelligence and aggresion in late adolescence.The participants of this research are 92 male and female late adolescents from 16-18 yearsold. The result shows negative correlations between emotional intelligence and aggresion inmale and female late adolescents. The other findings are only emphaty, self-awareness, andself-controll that have good impact on controlling the aggression. It reratas, the otherdimensions such as self-motivation and social skills only have small impact in controllingaggression. Furthermore, there is differentiation between male and female late adolescents inemotional intelligence and aggresion.
PENYUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI, DESKRIPSI JABATAN DAN SPESIFIKASI JABATAN RESTAURANT RUMAH MAKAN CIBIUK DEPOK Annur Husnul Khotimah
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kuliner yang sedang terjadi mendorong pertumbuhan restaurant dan menimbulkan kesadaran pihak manajemen restaurant Rumah Makan Asli Cibiuk Cabang Margonda Depok untuk meningkatkan pelayanan kepada customer, dengan mengembangkan pengetahuan para karyawan dalam melakukan tugas-tugasnya sehingga para karyawan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Hal ini menjadi lebih penting bagi Divisi Service Operational yang selalu menghadapi customer. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam pengembangan karyawan adalah menyusun Deskripsi Jabatan dan Spesifikasi Jabatan. Sedangkan sebagai sebuah organisasi, keberadaan suatu Struktur Organisasi akan lebih memudahkan setiap personnel dalam memahami dan menggambarkan hirarki, alur kerja dan wewenang dalam organisasi. Deskripsi Jabatan dan Spesifikasi Jabatan yang disusun menggunakan teori Schuller dan Miner. Berdasarkan jenisnya, penelitian ini termasuk dalam penelitian terapan dengan pendekatan kualitatif. Adapun tahapan yang dilakukan adalah melakukan penyusunan Struktur Organisasi dan persiapan penelitian yang dilakukan yaitu dengan melakukan identifikasi pekerjaan, pengumpulan data dan klarifikasi data, untuk menghasilkan Deskripsi Jabatan dan Spesifikasi Jabatan melalui wawancara dan pengamatan.  Kata kunci: Restaurant; Divisi Service Operational; Struktur Organisasi, Deskripsi Jabatan, Spesifikasi Jabatan
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN INFORMASI SEKSUAL PADA REMAJA Sri Lestari; Suparno Suparno; Yudhi Satria Restu
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diinspirasi oleh peningkatan perilaku seksual dalam berpacaran dan faktasemakin mudahnya akses pornografi bagi anak. Tujuan studi adalah mengidentifikasikebutuhan akan informasi seksualitas pada remaja. Guna mendapatkan pemahaman yangkomprehensif dilakukan survei terhadap 530 remaja yang berusia 11-18 tahun, terdiri dari261 laki-laki dan 269 perempuan. Data dianalisis secara deskriptif denganmengkategorisasikan respon dari partisipan. Temuan menunjukkan bahwa remaja inginmengetahui tentang enam hal yakni perilaku seksual, hubungan seksual, makna sekssebenarnya, sistem reproduksi, dan problem seksual.AbstractThis research was inspired by the increasing of adolescent’s sexual behavior in courtship andthe fact that pornography recently more accessible to children. The purpose of this study is toidentify the needs of adolescent for sexual information. In order to gain an understanding ofthe needs of adolescents in a comprehensive manner, survey was conducted to gather data.Around 530 adolescents from 11- 18 years old participated to the survey, which consisted of261 male students and 269 female students. The data collected analyzed descriptively, bycategorizing responses from participants. The findings show that adolescents want to knowabout sexuality including six categories of topic, that are sexual behavior, intercourse, thetrue meaning of sex, reproductive system, psychosexual and sexual problem.
KECENDERUNGAN PERILAKU AVOIDANCE PADA ANAK YANG MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Misbawaty Susy Suardy; Praesti Sedjo
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasandalam rumah tangga yang dialami subjek, bagaimana perilaku avoidance pada subjekyang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan faktor penyebab perilakuavoidance pada subjek. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan penelitian studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian iniadalah seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang mengalami kekerasan dalamrumah tangga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakanmetode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek telahmengalami beberapa bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh orangtuanya.Kekerasan yang dialami subjek berupa pengabaian pemenuhan kebutuhan anak,kekerasan verbal-emosional, dan juga kekerasan fisik. Perilaku avoidance pada subjekdisebabkan karena adanya faktor kekerasan/penolakan dari orangtua dan temansebayanya (peer group). Perilaku avoidancenya dapat dilihat dari beberapa dimensiseperti tingkah laku subjek yang kelihatan (behavioral appearance), perilakuinterpersonalnya (Interpersonal conduct), persepsi dirinya (self-perception), ekspresiafektifnya (affective expression), model kognitifnya (cognitive style), serta mekanismepertahanan dasarnya (primary defense mechanism).AbstractThe purpose of this study is to determine the forms of domestic violence experienced bythe subjects, avoidance behavior subjects who experience domestic violence and thecauses avoidance behavior. In this study, the authors use qualitative methods with casestudy research approach. The subjects in this study was a 7-year-old girl whoexperienced domestic violence. Researcher use interview and observation method. Theresults showed that the subjects had experiencing some form of violence by parents.Violence experienced subjects in the form of neglect needs of children, verbal abuse,emotional, and physical violence. Avoidance behavior on the subject due to the violencefactor and rejection from parents and peers (peer group). Avoidance behavior subjectscan be viewed from several dimensions, such as behavioral appearance, interpersonalconduct, self-perception, affective expression, cognitive style, and the primary defensemechanism
PRIVACY ON UNIVERSITY STUDENT IN ASRAMA ADVENT INDONESIA UNIVERSITY (UNAI) BANDUNG DORMITORY: A CASE STUDY Nelly Dumauli Pardede; Hendro Prabowo
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It’s easy to find different hostel based on facility and environment. There is choice a house with a few rooms and single washroom, single kitchen, and single living room. But mostly is in hostel type, a big building with many rooms. We can find different type of room in big building, such as a room furnish with washroom, or few rooms with single washroom, or even many rooms in the same level with single washroom. Student living there comes from different race and culture. To be convenient, every occupant is accused to adapt suitably with others and its environment. The main problem of living in hostel is privacy matter. To be capable to help someone with privacy problem, we need to know “the intended privacy for student and privacy mechanism in a hostel.” With that information, it’s expected that hostel owner capable to build a better one so that occupants feel convenient to be living inside. The objective of this research is to explore privacy problem and behavior mechanism among University of Indonesia Advent students. Method which was used is qualitative method with case study approach. The steps performed on this case study were interview, observation, behavior map, and documentation. Result shows that subject didn’t manifest privacy problem because he/she has experienced of living in the same environment since secondary school. In this case, subject performed privacy mechanism in forms of verbal behavior, cultural and territorial. Key words: privacy, hostel
INGATAN SEJARAH DAN FIGUR PEMIMPIN PADA PRIBUMI ‘JAWA’ DAN NON PRIBUMI ‘TIONGHOA’ Idhamsyah Eka Putra; Thomas Satriyanto; Eko A. Meinarno
Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya menyelidiki ingatan sejarah Indonesia dan figur pemimpin pada etnis mayoritas pribumi Jawa dan etnis non-pribumi Tionghoa. Di dalam proses sejarahnya, Indonesia telah membentuk konstruksi sosial atas dua perbedaan identitas (pribumi dan non-pribumi) yang dapat menciptakan sentimen negatif antar identitas dan mendorong representasi makna, ingatan sejarah, dan karakter pemimpin yang berbeda. Saat kebijakan-kebijakan berbau diskriminasi dicabut pasca tahun 2002, toleransi dan interaksi antar kelompok tersebut meningkat. Diduga interaksi itu turut mempengaruhi pola ingatan akan sejarah keindonesiaan dan figur pemimpin. Guna membuktikan argumen tersebut, etnis Jawa sebagai perwakilan identitas pribumi dan merupakan etnis mayoritas serta etnis Tionghoa sebagai kelompok non-pribumi dijadikan sebagai subjek penelitian. Pertanyaan dalam bentuk asosiasi kata dan kuesioner dalam bentuk pertanyaan terbuka disebarkan pada 558 partisipan (Jawa= 61.5%, Tionghoa= 38.5%) berusia 15-40 tahun (M= 20.96). Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut etnis Tionghoa peristiwa sejarah hari raya kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan reformasi 1998 sebagai peristiwa sejarah yang paling penting. Sementara itu, menurut etnis Jawa peristiwa sejarah 17 Agustus 1945 dan G 30 S sebagai peristiwa sejarah yang paling penting. Tiga tokoh yang paling diingat menurut kedua kelompok adalah Soekarno, Gus Dur, dan Soeharto yang menjelaskan representasi sosial akan figur pemimpin secara hegemonik ada pada sosok presiden. Di pihak lain, temuan mengenai ingatan sejarah menjelaskan bahwa tidak hanya peristiwa politik, namun peristiwa traumatik juga menjadi pusat ingatan sejarah dan figur pemimpin bagi etnis Tionghoa dan etnis Jawa.Kata Kunci: Ingatan sejarah, Peristiwa sejarah, Pemimpin, Representasi sosial, Identitas sosial
STRESS ON COLLEGE STUDENTS WHO DO MERANTAU Mahargyantari Purwani Dewi
Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merantau is activity when someone is leaving his/her residence area to the other are that far from his/her residence area. Many college students is far from their residence area for study. In their daily activities, there are many problems that have to be faced because the differentiation of their own culture and at the end it creates stress. The aim of this study is to gain the description about stres that felt by the college students who go far from their own residence area for study. Participant of this study is a female college student. The result shows that stress symptoms happened to the participant area sleep problem, mood problem, and skin problem. The academic stressors are transportation problem, adaptation problem, the task from lecturers, and the use of college facilities. The family problems are about health and her little boy. The economic stressor is about living alowences. And, the environmental stresso are about socialization and adaptation problems in the neighbourhood. Key words: stress, merantau, college students
LAHIRNYA NILAI-NILAI, KETERAMPILAN HIDUP, DAN KARAKTER ANAK MELALUI PROSES MENYUSUI Wattimena, Inge; Prasetyo, Eli; Wulandari, Ina Titi Sri
Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program pemerintah dalam tumbuh kembang anak berhubungan dengan pendidikan dan pengembangan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi nilai-nilai, keterampilan hidup,dan karakter yang lahir pada awal kehidupan anak melalui proses menyusui. Metode penelitian adalah metode kualitatif, yang dilakukan melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh ibu menyusui. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima nilai-nilai (budi baik, dekat, bersama, stimulasi, dan respek), empat keterampilan hidup (mandiri, adaptasi, komunikasi, dan efikasi-diri), dan enam karakter (bijaksana, berani, kasih sayang, percaya diri, syukur, dan gembira) yang lahir melalui proses tersebut. Hasil ini dapat digunakan pada program-program Promosi Kesehatan dan Pendidikan Anak Usia Dini dalam usaha membentuk anak bangsa yang sehat dan berkarakter kuat sejak awal kehidupan.Kata Kunci: Menyusui, Nilai-nilai, Keterampilan hidup, Karakter
ALTRUISME PADA RELAWAN PEREMPUAN YANG MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI YAYASAN ANAK JALANAN BINA INSAN MANDIRI Khoirun Nisfil Laila; Anugriaty Indah Asmarany
Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran altruisme pada relawan perempuan yang mengajar anak berkebutuhan khusus di yayasan anak jalanan Bina Insan Mandiri dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan altruisme pada relawan perempuan yang mengajar anak berkebutuhan khusus di yayasan anak jalanan Bina Insan Mandiri. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif berbentuk studi kasus. Peneliti juga menggunakan teknik wawancara dengan pedoman wawancara terbuka dan melakukan observasi non partisipan. Subjek penelitian adalah seorang perempuan berusia 48 tahun yang mengabdikan dirinya sebagai seorang relawan di Yayasan Bina Insan Mandiri, dan satu informan perempuan. Hasil penelitian ini adalah subjek memberikan ilmu, motivasi waktu dan ketrampilan pada anak berkebutuhan khusus untuk menunjang kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus yang berada di yayasan anak jalanan Bina Insan Mandiri karena adanya orang yang membutuhkan bantuannya dan ada yang ada yang bisa di beri bantuan. Subjek berbagi dengan anak-anak berkebutuhan khusus karena subjek meyakini bahwasanya rejeki yang dimiliki oleh subjek bukan sepenuhnya haknya. Sedangkan faktor yang menyebabkan subjek menjadi relawan adalah karena adanya keinginan dalam diri subjek untuk selalu menebar kebaikan kepada orang yang membutuhkan sehingga memunculkan kepuasan pada diri subjek setelahnya.  Kata kunci: Altruisme, Relawan, Perempuan, Anak berkebutuhan khusus

Page 11 of 43 | Total Record : 425