cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, MOTIVASI KERJA, BUDAYA ORGANISASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI Betty Yuliani Silalahi
Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah, oleh sebab itu manusia memiliki kebutuhan hidup yang beragam, seperti kebutuhan akan sandang, pangan dan papan, serta ada kebutuhan akan hubungan antar pribadi, rasa aman, status. Kebutuhan inilah yang menyebabkan manusia dituntut untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Manusia bekerja membutuhkan motivasi kerja untuk menghasilkan suatu karya yang dapat membangun perusahaan dan akan memiliki efek positif pada dirinya sendiri sehingga tujuan bersama tercapai. Adanya Pemimpin yang dapat memotivasi karyawan dalam suatu perusahaan dan memberikan suatu perubahan yang menguntungkan banyak pihak. Dalam memotivasi karyawan, dibutuhkan pemimpin transformasional yang dapat membawa perubahan yang baik, mengetahui kebutuhan bawahannya serta dapat menanamkan dan memperkuat aspek-aspek budaya organisasi yang dikembangkan oleh perusahaan sehingga akan menumbuhkan komitmen organisasi pada karyawan.
KEPRIBADIAN, KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, DAN PERILAKU KEWARGAORGANISASIAN Nuraida Syahril; MM. Nilam Widyarini
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kewargaorganisasian atau organizational citizenship behavior (OCB) adalah perilaku anggota perusahaan yang melebihi gambaran peranan yang diharapkan perusahaan, merupakan hal yang penting bagi efektivitas perusahaan. Mengingat pentingnya OCB maka perlu diidentifikasi faktor apa saja yang dapat menentukan tingkat OCB karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepribadian (berdasarkan konsep kepribadian lima besar) dan kepemimpinan transformasional terhadap OCB. Penelitian dilakukan terhadap 61 karyawan sebuah perusahaan minyak nasional Area Jambi Region Sumatera. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket dan uji hipotesis dilakukan dengan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional dan kepribadian yang terdiri dari extraversión, agreeableness, emotional stability, conscientiousness, openness to experience, secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap OCB sebesar 48.3%.Kata Kunci: kepribadian, kepemimpinan transformasional, perilaku kewargaorganisasian
KECERDASAN EMOSI DAN KOMITMEN PEKERJAAN DOSEN DI JAMBI Iskandar Iskandar
Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecerdasan emosi terhadap komitmen pekerjaan dosen Perguruan Tinggi Indonesia di Provinsi Jambi. Penelitian survey yang menggunakan satu set instrumen dengan sampel penelitian sebanyak 265 orang dosen dipilih dengan teknik stratified random sampling dari 3 perguruan tinggi di Provinsi Jambi. Analisis data menggunakan program SPSS. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa kecerdasan emosi memberi sumbangan secara signifikan sebesar 54.40% kepada komitmen pekerjaan dosen perguruan tinggi Indonesia di Provinsi Jambi.
KONTRIBUSI WORK-FAMILY CONFLICT DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA Ratna Maharani Hapsari
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan kerja merupakan suatu kondisi yang mampu memengaruhi banyak hal pada diri karyawan. Karyawan yang merasakan kepuasan dalam bekerja cenderung akan bekerja lebih baik dan lebih termotivasi dan cenderung dapat  mengatasi konflik dalam keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk melihat seberapa besar kontribusi work-family conflict terhadap kepuasan kerja, seberapa besar kontribusi motivasi kerja terhadap kepuasan kerja dan seberapa besar kontribusi work-family conflict dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja. Sampel penelitian ini adalah 40 orang karyawan yang sudah menikah. Untuk mengukur work-family conflict digunakan skala yang diadaptasi dari Carlson (dalam Herst, 2003), selanjutnya untuk mengukur motivasi kerja digunakan skala motivasi kerja yang diadaptasi dari Hasibuan (2001) dan untuk mengukur skala kepuasan kerja digunakan skala yang diadaptasi dari Herzberg (dalam Rangga, 2011). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa work-family conflict tidak berkontribusi pada kepuasan kerja. motivasi kerja memberikan kontribusi sebesar 42,6% dan kontribusi work-family conflict dan motivasi kerja secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 42% terhadap kepuasan kerja. Kata Kunci: Work-family conflict, Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja
KECENDERUNGAN TIPE CINTA EROS DAN LUDUS SERTA ORIENTASI SOSIOSEKSUAL GLOBAL PADA PRIA HETEROSEKSUAL LAJANG Wahyu Rahardjo
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pria adalah figur yang lekat dengan perilaku seks yang permisif. Pria juga cenderung engganlama menjalin relasi seks dengan komitmen. Relasi seks tanpa komitmen bisa dilakukan olehpria yang sudah memiliki kekasih maupun yang belum memiliki kekasih. Penelitian inibertujuan untuk melihat keterkaitan antara kecenderungan tipe cinta eros dan ludus danorientasi sosioseksual global pada pria heteroseksual lajang. Partisipan dalam penelitian iniadalah 45 orang pria heteroseksual lajang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapasejarah seks partisipan seperti usia hubungan seks pertama sekali, usia berpacaran pertamasekali, dengan siapa hubungan seks pertama sekali dilakukan, dengan siapa hubungan sekspaling sering dilakukan, dan status berpacaran memiliki keterkaitan dengan kecenderungantipe cinta eros dan ludus, serta orientasi sosioseksual global pada pria. Sementara itu, tipecinta eros dan ludus secara bersama-sama berkontribusi terhadap orientasi sosioseksualglobal, di mana kontribusi seks sedikit lebih besar dibandingkan keengganan untukberkomitmen.AbstractMen is figure related to permissive sexual behavior. Men also performs close tendency tohave sexual relation without commitment. This sexual relation without commitment is possibleshowing by both single or not single men. The aim of this research is to measure therelationship between the tendency of eros and ludus type of love and global sociosexualorientation in single heterosexual men. The participants if this research is 45 singleheterosexual men. The result shows that men sexual history such as age of first intercourse,age of first dating, with whom man did his first intercourse, with whom man did hisintercourse most, and dating status have correlation with the tendency of eros and ludus typeof love, and global sociosexual orientation in single heterosexual men. Furthermore, thetendency of eros and ludus type of love also contributing in global sociosexual orientation, inwhich sex contributes stronger than the unwillingness for having relation with commitment.
PERAN KOMPETENSI EMOSI TERHADAP KOMPETENSI KEPEMIMPINAN Arie Arumwardhani
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi Indonesia dituntut untuk benar-benar siap menghadapi persaingandan pencapaian prestasi yang maksimal, terutama dari pengembangan sumber dayamanusia. Untuk itu perlu adanya kepemimpinan yang kompeten dalam mengelola organisasiyang mampu menghadapi persaingan pasar dunia. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui peran kompetensi emosi terhadap kompetensi kepemimpinan dalam mencapaivisi dan misi organisasi pada badan usaha milik negara khususnya PT Jasa Marga(Persero). Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan PT Jasa Marga (Persero)setingkat manajer madya sejumlah 75 orang dengan tingkat pendidikan mulai diplomasampai dengan Strata 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi emosiberpengaruh terhadap kompetensi kepemimpinan. Hasil pada pengembangan hipotesisadalah manajemen diri, dan keterampilan sosial berpengaruh terhadap keterampilanmanajerial; kesadaran diri, dan kesadaran sosial berpengaruh terhadap keterampilankonseptual, sedangkan komponen-komponen pada kompetensi emosi tidak berpengaruhterhadap keterampilan humanistis.AbstractIn this globalization era, Indonesia is demanded to be ready to enter the competitive area andgaining the achievement optimally, especially in the human resource development. Toachieve that goal, the leadership competence is a must. A leader should capable to managethe organization perfectly. The aim of this study is to measure the effect of emotionalcompetence of corporation leader towards the leadership competence in achieving theorganization vision and mission. This research is a case study with PT Jasa Marga(Persero) leaders. The participants of this study are 75 leaders with educational backgroundstarting from diploma to doctoral degree. The result shows that emotional competence has aninfluence to leadership competence. More ever, it is also shown that self-management andsocial competence influence managerial skill, self-awareness. Further, social awarenessinfluences conceptual skill, and the other components in emotional competence has noinfluence to humanistic skill.
CONTRIBUTION OF ASSERTIVE BEHAVIOR TOWARD EMPLOYEE’S SELF-ESTEEM Ratna Maharani Hapsari; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employee is one the most important element in a company. Each company has its own target and it’s easier to reach the target when company has good employees. Employee with good quality can be known for those who has high self-esteem, and to get higher self-esteem, employee must have assertive behavior as an important characteristic. The aim of this study is know the contribution of assertive behavior to self-esteem in employee. Participants of this study is 105 employee and this study uses quantitative approach. Simple regression shows F score around 53.159 (p < 0.01). The result tells us about the contribution of assertive behavior to self-esteem in employee. R2 score shows that the contribution of assertive behavior to self-esteem is about 34%, which means the rest contribution is considered from the other factors.Keywords: assertive behavior, self-esteem, employee
KONSEP DIRI REMAJA AWAL PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS Ajeng Furida Citra; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi konsep diri remajaawal yang mengalami obesitas, dan juga faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitaspada remaja awal. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi.Subjek penelitian terdiri dari tiga orang yang memiliki karakteristik perempuan, berusiaantara 10-14 tahun, obesitas dan bersekolah di bangku SD atau SMP. Berdasarkanwawancara dan observasi yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa subjek pertama danketiga memiliki konsep diri positif meskipun mengalami obesitas. Subjek kedua memilikikonsep diri negatif. Penyebab terjadinya obesitas pada subjek pertama adalah faktoreksternal yaitu pola makan yang berlebihan sementara subjek kedua dan ketiga sudahmengalami obesitas sejak kecil dan obesitas yang dialami lebih disebabkan faktor genetik.Pada subjek kedua faktor genetik ini juga ditambah oleh kurangnya aktivitas fisik subjek.Sementara pada subjek ketiga selain karena faktor genetik, subjek juga memiliki pola makanyang berlebihan dan juga kurangnya aktivitas fisik subjek serta kebiasaan subjek yang seringmengalihkan diri pada makanan jika sedang merasa kesal.AbstractThe aim of this reseach is to identify factors influencing self-concept in early adolescenscewith obesity and factors influencing the obesity. This is a descriptive reaserch usingqualitative approach. Interview and observation is using for the data collecting. Theparticipants of this research are three people with characteristics such as woman with agerange between 10-14 years old and student at elementary school or junior high school. Theresult shows that the first and third participants have positive self-concept even though theyobese, but the second participant has negative self-concept. The cause of obesity for the firstparticipant is external factor such as excessive eating behavior, but the second and thirdparticipants because of genetic factor. It was getting problematic because of the eatingbehavior showed by the participants.
WORK SATISFACTION INFLUENCE TOWARD EMPLOYEE PROSPERITY Rini Indryawati; Widiyarsih Widiyarsih
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work satisfaction has an effect to employee wealthy at PT. Nagaraja Lestari in taking the policy and to motivate employee to enhancing the work performance in giving wages, salary, incentives, job promotion and employee healthy. This research is using qualitative approach and using observation and interview as tool research. Data collecting is in naration, description, story, written and unwritten documents. When employee has higher work satisfaction they will psychological wealthy fullfilness.Key words: work satisfaction, job performance
PENERAPAN ANALISIS KELAS LATEN UNTUK MENGEKSPLORASI TIPOLOGI KEPRIBADIAN Wahyu Widhiarso
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi tipologi individu berdasarkan respons mereka pada alat ukur kini memungkinkandilakukan sejalan dengan munculnya teknik-teknik mutakhir di bidang psikometri. Salah satunyaadalah analisis kelas laten. Penelitian ini menerapkan teknik tersebut untuk mengeksplorasiadanya tipologi unik individu pada konstruk kepribadian lima faktor. Respons individu (N=397)pada skala kepribadian hasil adaptasi dari BFI-44 dapat dimodelkan menjadi 2 dan 3 kelas.Faktor emosi stabil menghasilkan 2 kelas sedangkan faktor ekstraversi, keramahan, ketelitian danketerbukaan menghasilkan 3 kelas. Perbandingan profil antar kelas pada tiap faktor kepribadianmenunjukkan adanya tipe-tipe unik individu. Tipe tersebut antara lain tipe aktif bicara pada faktorekstraversi, tipe keramahan dingin pada keramahan, tipe ketelitian tidak terorganisasi pada faktorketelitian dan tipe imajinatif pada faktor keterbukaan. Adanya tipe-tipe unik ini menunjukkanbahwa antar indikator pengukuran kepribadian lima faktor pada responden dengan tipe unik tidakmemiliki ekuivalensi ukur. Tidak ekuivalennya antar indikator terlihat dari hanya indikatortertentu saja yang melekat pada individu. Hal ini berbeda dengan konstruk psikologi yang idealyaitu semua indikator melekat pada individu secara berjenjang. Dari besar, sedang hingga kecil.Tiap tipe unik individu ini didiskusikan lebih lanjut di pembahasan.Kata Kunci: Analisis kelas laten, Tipologi individu, Kepribadian lima faktor