cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
EFEKTIVITAS TERAPI PEMAAFAN DENGAN MODEL PROSES DARI ENRIGHT UNTUK MEMBANTU REMAJA KORBAN PERCERAIAN DALAM MEMAAFKAN ORANG TUA Kristina Martha; Ni Made Taganing Kurniati
Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i1.2070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas terapi pemaafan (forgiveness) model Enright dengan empat tahap dalam proses pemaafan, yaitu uncovering, decision, work, deepening untuk memfasilitasi pemaafan terhadap orang tua pada remaja korban perceraian. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan embedded concurrent mixed methods merupakan merupakan metode campuran yang menerapkan satu tahap pengumpulan data data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang remaja perempuan, berusia 20 tahun dan memiliki orang tua yang telah bercerai dan berjumlah satu orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kerja, lembar observasi dan skala yang terdiri dari Skala Decesion Forgiveness Scale (DFS), Skala Transgression Related Interpersonal Motivations (TRIM) dan Emotional Forgiveness Scale (EFS). Penelitian ini menghasilkan modul terapi pemaafaan model proses dari Enright disusun berdasarkan empat tahapan. Terapi pemaafan yang dilakukan dalam penelitian ini juga terbukti efektif diberikan pada remaja korban perceraian orang tua guna memaafkan orang tuanya. Hal ini dapat dilihat dari adanya pergerakan kondisi dari subjek penelitian sebelum dan setelah pemberian intervensi. Berdasarkan jurnal harian (homework) yang dicatatkan subjek juga menunjukkan emosi atau respon negatif cenderung menurun dan lebih banyak muncul emosi atau respon positif yang lebih tinggi. Hasil pre-test dan post-test juga memperlihatkan adanya pergerakan skor ke arah yang lebih baik.
PERSEPSI SENSE OF HUMOR DOSEN DAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS X Tsanas Nabillah Sulistiyadi; Indah Mulyani
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i2.2438

Abstract

Motivasi belajar sangat penting dimiliki oleh semua mahasiswa untuk menunjang prestasi akademik. Berdasarkan hasil wawancara dengan tiga orang mahasiswa diketahui bahwa motivasi belajar yang meningkat dapat membuat mahasiswa betah berada di kelas dan membuat mahasiswa lebih fokus serta bersemangat saat menerima mata kuliah yang di sampaikan oleh dosen yang bersangkutan. Ada banyak cara untuk meningkatkan motivasi belajar seseorang agar bisa meningkat, salah satunya berasal dari dosen yang mengajar mahasiswa. Mahasiswa menginginkan dosen yang saat sedang mengajar memasukkan humor, sehingga bisa menjadi suatu cara untuk mencairkan suasana atau bisa membuat suasana agar tidak terlalu tegang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik hubungan persepsi sense of humor dosen dengan motivasi belajar pada mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis terhadap 238 responden yang didapatkan melalui teknik incidental sampling, diketahui bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dengan nilai sangat signifikansi sebesar 0.000 (p < .01). Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara persepsi sense of humor dosen dengan motivasi belajar pada mahasiswa hal ini terlihat pada hasil pearson correlation sebesar 0.235.
PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA GURU BERSTATUS PNS DAN HONORER Chairani Meiza
Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebahagiaan pada guru berstatus PNS dan honorer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data sampel dilakukan dengan menggunakan skala kebahagiaan. Sampel penelitian ini adalah guru PNS dan honorer di Jakarta Timur sebanyak 50 untuk guru PNS dan 50 untuk guru honorer sehingga berjumlah 100 responden dengan teknik puposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan teknik independent sample t-test. Hasil nilai dari independent sample t-test yang diperoleh mean difference sebesar -0,800 dengan taraf nilai signifikansi sebesar 0,692 (p > 0,01), dan t hitung sebesar -0,397 yang artinya hipotesis dalam penelitian ini ditolak, sehingga tidak ada perbedaan kebahagiaan pada guru berstatus PNS dan guru honorer.      Kata Kunci: Kebahagiaan, Status guru PNS, Status guru honorer
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASIWA Dian Fitri
Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi mahasiswa dalam berbicara di depan umum dalam lingkup akademis telah menjadi tuntutan yang sewajarnya guna menyiapkan mahasiswa memiliki daya saing yang tinggi dan sebagai bekal kehidupan bermasyarakat. Namun adakalanya beberapa mahasiswa cenderung mengalami kecemasan berbicara di depan umum. Kecemasan ini menghasilkan pengaruh yang negatif pada diri mahasiswa, salah satunya dalam bidang akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas CBT (Cognitive Behavior Therapy) untuk menurunkan kecemasan berbicara di depan umum pada subjek sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi. Penelitian ini merupakan penelitian yang berbentuk single-case experimental, dengan desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang mahasiswa yang mengalami kecemasan ketika berbicara di depan umum seperti pada saat presentasi. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan SUD (Subjective Unit Disturbance). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CBT dapat menurunkan tingkat kecemasan yang dialami subjek. Hal tersebut dapat dilihat dari pengukuran tingkat kecemasan subjek dari skor SUD saat pre-test 40%-80%, intervensi 35%-50%, dan setelah intervensi semakin menurun dan stabil pada angka 10%. Adanya perubahan pikiran yang realistis – positif, perubahan perilaku, perasaan yang tenang bahkan subjek berani dan percaya diri ketika berbicara di depan umum dan perubahan skor SUD dari hasil pengukuran observasi, wawancara, self report, SUD menunjukkan bahwa subjek mampu berhadapan dengan situasi berbicara di depan umum. Kata Kunci : Cognitive Behavior Therapy, Kecemasan Berbicara Di Depan Umum, Mahasiswa
EMPATI DAN PERILAKU PROSOSIAL PADA MAHASISWA PENGGUNA KERETA REL LISTRIK Tika Lestari Permana; Anugriaty Indah Asmarany; Maizar Saputra
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i1.1911

Abstract

Kereta rel listrik (KRL) adalah jenis transportasi yang banyak diminati masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa menggunakan KRL karena harganya terjangkau, di dalam KRL sering terlihat perilaku prososial pada orang umumya termasuk mahasiswa seperti memberikan tempat duduk kepada ibu hamil, membawa balita dan penyandang disabilitas, perilaku prososial berhubungan dengan empati yang ada pada setiap individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan empati dengan perilaku prososial pada mahasiswa pengguna KRL. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Partisipan penelitian ini adalah 100 mahasiswa pengguna KRL. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan korelasi Pearson dapat diketahui bahwa hipotesis diterima dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.702 (p < .01) yang berarti terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara empati dengan perilaku prososial pada mahasiswa pengguna KRL. Arah hubungan positif artinya menunjukkan bahwa, semakin tinggi empati maka semakin tinggi perilaku prososial pada mahasiswa pengguna KRL.
CITRA TUBUH DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA MAHASISWA PENGGUNA KOSMETIK WARDAH Aisyiah Girindra; Hally Weliangan; Yudit Oktaria K. Pardede
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i2.2259

Abstract

Kosmetik seringkali dianggap membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri. Salah satu kosmetik yang cukup populer digunakan oleh wanita adalah Wardah. Wanita yang memakai kosmetik merasa bahwa dirinya menjadi lebih cantik. Namun demikian, pada dasarnya citra tubuh menentukan apakah seseorang percaya diri atau tidak dengan keadaan tubuhnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur apakah ada korelasi citra tubuh dan kepercayaan diri pada mahasiswi pengguna kosmetik Wardah. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswi pengguna kosmetik Wardah sebanyak 70 orang. Di dalam penelitian ini skala yang digunakan adalah skala citra tubuh dan kepercayaan diri. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara citra tubuh dan kepercayaan diri pada mahasiswi pengguna kosmetik Wardah.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA AKHIR YANG HAMIL DI LUAR NIKAH Fitri Ardianti; Muhammad Fakhrurrozi; Aski Marissa
Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan di luar nikah menimbulkan permasalahan yang mengarahkan pada situasi sulit dan menekan, seperti pandangan negatif dari masyarakat dan menimbulkan konflik dalam keluarga. Dalam hal ini berpengaruh pada psychological well-being remaja yang hamil di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta hal-hal lain yang mempengaruhi psychological well-being pada remaja akhir yang hamil di luar nikah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus dengan metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi. Penelitian ini menggunakan satu orang subjek wanita yang hamil di luar nikah pada saat  remaja dalam rentang waktu usia 19-21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki psychological well-being dari beberapa aspek seperti penerimaan diri dalam menerima kondisinya ketika hamil di luar nikah, pertumbuhan pribadi yang selalu memperbaharui pengetahuannya, mempunyai hubungan positif dengan orang lain, memiliki tujuan hidup dan keterarahan dalam mempersiapkan masa depan, serta memiliki kemandirian baik dalam kehidupan berumah tangga. Hal-hal lain yang mempengaruhi psychological well-being pada remaja akhir yang hamil di luar nikah adalah evaluasi pengalaman hidup dengan menjadikan peristiwa di masa lalu sebagai pembelajaran untuk kehidupan di masa depan dan dukungan sosial seperti dukungan dalam bentuk motivasi dari keluarga.       Kata Kunci:Kehamilan di luar nikah, Remaja akhir, Psychological well-being
PENGARUH EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN SPIRITUALITY AT WORK PADA ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PERAWAT RUMAH SAKIT Ananda Avavidya; Djangkung Karyantoro
Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  menyebabkan  peningkatan kesadaran akan kesehatan sehingga masyarakat semakin kritis dalam menerima pelayanan kesehatan yang menimbulkan persaingan antar rumah sakit dalam memberikan  pelayanan dan fasilitas kesehatan. Persaingan meliputi tenaga medis dalam pelayanan kesehatan yaitu perawat, sehingga timbul tuntutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui tugas ekstra diluar tugas pokok yang dilakukan secara sukarela yang disebut dengan organzational citizenship behavior. Untuk dapat melakukan tugas secara sukarela dibutuhkan suasana hati yang positif, pemahaman terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain yang dinamakan dengan Emotional Inteligence. Hal-hal mendukung lainnya yaitu, kesamaan nilai dengan pekerjaan, makna kerja, serta rasa keterhubungan dengan semua yang terkait dalam proses pekerjaan, termasuk keterhubungan dengan kekuatan yang melebih batas kemampuan manusia yang disebut dengan spirirtuality at work. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi emotional intelligence dan spirituality at work terhadap organizational citizenship behavior pada perawat rumah sakit. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Hasil analisis ditemukan yaitu  terdapat pengaruh  yang signifikan dari emotional intelligence terhadap organizational citizenship pada perawat sebesar 44,8%, dan terdapat pengaruh yang signifikan dari spirituality at work terhadap organizational citizenship behavior pada perawat sebesar 44,8%, dan terdapat kontribusi yang signifikan antara emotional intelligence dan spirituality at work secara bersama-sama  terhadap organizational citizenship behavior sebesar 54,5%. Kata Kunci: Emotional Intelligence, Organizational Citizenship Behavior, Perawat Rumah Sakit, Spirituality at Work
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA ANAK JALANAN DI WILAYAH DEPOK Lutfiyah, Nurul
Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada anak jalanan di wilayah Depok.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Pengambilan data sampel dilakukan dengan menggunakan penyebaran kuesioner mengenai dukungan sosial dengan subjective well-being. Sampel penelitian ini adalah anak-anak jalanan di kota Depok dengan jumlah 70 orang. Pengujian hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi dari Pearson. Teknik sampling yang digunakan penelitian ini adalah purposive sampling dan accidental sampling yaitu pengambilan  sampel yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan juga kebetulan dijumpai. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diketahui hasil koefisiensi korelasi antara dukungan sosial dengan kepuasan hidup sebesar 0,176 dengan taraf signifikansi 0,025 (p<0,05) sedangkan pada dukungan sosial dengan afek positif sebesar 0,247 dengan taraf signifikansi sebesar 0,020 (p<0,05) kemudian pada dukungan sosial dengan afek negatif sebesar-0,185 dengan taraf signifikansi 0,177 (p>0,05) Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan hidup dan afek positif diterima sedangkan hubungan antara dukungan sosial dengan afek negatif ditolak pada anak jalanan diwilayah Depok. Hasil penelitian deskripsi subjek menunjukkan bahwa dukungan sosial terhadap kepuasan hidup dan afek positif tinggi, sementara itu afek negatif yang dimiliki sedang. Kata Kunci: anak jalanan, dukungan sosial, subjective well-being
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN BURNOUT PADA KARYAWAN RUMAH SAKIT Rabiatul Adawiyah; Jacobus Belida Blikololong
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2018.v11i2.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kelelahan kerja pada karyawan rumah sakit di tangerang. Sampel dalam penelitian ini adalah dokter, perawat, bidan, farmasi, dan laboratorium. Subjek yang diperoleh sebanyak 75. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner langsung kepada subjek yang berada di RSUD Kota Tangerang dan RDUS Kabupaten Tangerang. Teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data adalah korelasi product moment person. Hasil analisis adalah r =  -0.601 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p <0.05). Hipotesis yang diajukan diterima artinya terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan kelelahan kerja pada karyawan rumah sakit di Tangerang. Hal ini berarti semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kelelahan kerja pada karyawan rumah sakit.

Page 2 of 43 | Total Record : 425