cover
Contact Name
Marselius Sampe Tondok
Contact Email
marcelius@staff.ubaya.ac.id
Phone
+622178881112
Journal Mail Official
psikologi@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jl. Margonda Raya, No.100, Depok, Jawa Barat. 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi
Published by Universitas Gunadarma
Jurnal Psikologi (JPUG) accepts manuscripts based on empirical research, both quantitative and qualitative. Priority is given to quantitative research of the multivariate type. Meanwhile, the Jurnal Psikologi also accepts meta-analysis or systematic review manuscripts that have advantages in terms of novelty or unique variables.
Articles 425 Documents
KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS DILIHAT DARI JENIS KELAMIN DAN KECERDASAN EMOSI GURU SEKOLAH LUAR BIASA Mareta Parlina Rachman; Awaluddin Tjalla
Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran guru sebagai pengelola kelas adalah mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Sementara itu, untuk meningkatkan keterampilan keterampilan pengelolaan kelas guru SLB harus memiliki cara mengajar yang efektif, profesional dan memiliki kematangan emosional. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana perbedaan keterampilan pengelolaan kelas dilihat dari jenis kelamin dan kecerdasan emosional guru SLB. Penelitian dilaksanakam di Sekolah Luar Biasa Depok dan Sekolah Luar Biasa Bogor, dengan subjek sebanyak 60 orang, terdiri dari 30 guru laki-laki dan 30 guru perempuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik independent sample t-test. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test pada keterampilan pengelolaan kelas menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam keterampilan pengelolaan kelas antara guru SLB laki-laki dengan guru SLB perempuan. Sedangkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-test pada kecerdasan emosional, diperoleh nilai t sebesar 9,732 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini berarti ada perbedaaan yang signifikan dalam keterampilan pengelolaan kelas antara guru yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi dengan keterampilan pengelolaan kelas guru yang mempunyai kecerdasan emosional rendah.
BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASIONAL, DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN Klara Innata Arishanti
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap 75 karyawan PT. X, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan komitmen organisasional (variabel bebas) terhadap kepuasan kerja (variabel terikat). Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan perhitungan, diketahui pula bahwa rerata skor empirik dari tiap skala yang dibagikan pada subjek menunjukkan bahwa subjek memiliki skor diatas rata-rata pada tiap variabel yang diteliti. Baik budaya organisasi, komitmen organisasional maupun kepuasan kerja dikategorikan cukup tinggi.Kata Kunci: budaya organisasi, komitmen organisasional, kepuasan kerja
WORK STRAIN, ABSENCE, AND INTENTION OF QUITTING JOB - FROM A PERSPECTIVE OF OCCUPATIONAL DIFFERENCE Kirk S. Chang; Teddy Oswari
Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigated how occupations influenced on stress and behaviors at work using questionnaire surveys (N = 613). Four heterogeneous occupations were recruited, including: high school teachers, shop clerks, factory employees and civil servants. Civil servants reported more sources of pressures, shop clerks reported higher levels of work strain, factory employees reported lower occurrence of absence behavior, and high school teachers reported lower intention of quitting job and higher working morale. The differences in stress and work behaviors across four occupations were due to two major factors. First, occupational differences, i.e., uniqueness and culture within the occupation. Second, individual demographics, i.e., marital status, education, job tenure, position rank and age. These individual demographics also offered account of differences in absence behavior, intention of quitting job and low working morale across four occupations. Implications of the findings and suggestion for future research are discussed.
PENGARUH KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN PEMAAFAN TERHADAP KEPUASAN PENIKAHAN Meta Damariyanti
Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh kesejahteraan psikologis dan pemaafan terhadap kepuasan pernikahan. Sampel penelitian ini adalah suami dan istri berjumlah 80 responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik regresi sederhana dan berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh kesejahteraan psikologis terhadap kepuasan pernikahan, terdapat pengaruh pemaafan terhadap kepuasan pernikahan dan secara bersama-sama pemaafan dan kesejahteraan psikologis memengaruhi kepuasan pernikahan. Kata kunci: pemaafan, kesejahteraan psikologis, kepuasan pernikahan
MENONJOLNYA KATEGORISASI AGAMA DALAM KEMAJEMUKAN MASYARAKAT INDONESIA Rayini Dahesihsari; Juliana Murniati; Hoshael Waluyo Erlan
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan agama sebagai salah satu sumber konflik di dalam masyarakat Indonesiamelatarbelakangi tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah agama merupakan kategoriyang nyata di dalam interaksi sosial masyarakat yang majemuk. Penelitian ini menggunakankombinasi metode kuantitatif dan kualitatif, meliputi survei dan wawancara. Dua ratus tigamahasiswa berasal dari tiga universitas secara sukarela berpartisipasi dalam penelitian ini.Dua universitas mewakili latar belakang agama yang berbeda, yaitu Islam, Kristen,sedangkan sebuah universitas bersifat netral. Hasil survei diolah dengan statistik deskriptif,sedangkan hasil wawancara diolah dengan metode analisa tema. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kategorisasi berbasis agama memang cukup menonjol pada respondenpenelitian dan digunakan sebagai dasar mereka dalam memberikan dukungan kepadakelompoknya. Menonjolnya kategorisasi agama tersebut ternyata tidak terkait dengan afiliasiuniversitas tempat responden berasal. Keterlibatan responden dalam aktivitas keagamaanserta pengalaman interaksi mereka dengan kelompok agama yang berbeda ternyata lebihberperan terhadap penonjolan kategorisasi agama tersebut. Responden yang kaya dalampengalaman kontak dengan kelompok agama lain umumnya memiliki pandangan yang lebihinklusif dan akomodatif terhadap masyarakat di luar kelompok mereka. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kontak yang intensif dengan orang dari kelompok agama yang berbedaakan dapat mengurangi bias negatif dan stereotipe terhadap kelompok agama lain, yangselanjutnya akan membantu terciptanya hubungan yang lebih harmonis antar kelompokagama yang berbeda.AbstractWhile we often found diversity in terms of religion as a source of conflict in our society, thispaper is designed to investigate whether religion background is a salient categorization in asocial interaction among people in our society. To achieve the objective, this research used acombination of quantitative and qualitative methods, including a survey and interviews. Twohundred and three students (all volunteers) from three universities, each of them representingMoslem, Christian and neutral affiliation participated for the study. All the interviews wereexamined through thematic analyses, while statistical procedures used included descriptivestatistics. The finding indicates that categorization based on religion is salient amongparticipants and would highly likely to be used as a basis to support their ingroup. Howeverthe salient of religion categorization is not related to the institution affiliation to a certainreligion where the participants belong to. It is more influenced by the extent to which theparticipants’ involvement in religion activities and their interaction experiences with peoplefrom different religions. Subjects with a rich contact to people from other religion would havea more inclusive and accommodative opinion about their outgroup members. In summary, thisstudy suggests that contact with people from other religion would reduce negative bias andstereotype about outgroup which lead to such a more harmonious relationships among peoplefrom different religion backgrounds.
KECERDASAN SPIRITUAL PADA PERWIRA TINGGI TNI YANG AKAN MENGHADAPI MASA PENSIUN Budi Wahyu Satria; M. Fakhrurrozi
Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa pensiun bagi sebagian individu merupakan salah satu hal yang ditakuti oleh sebagianorang karena berkurangnya berbagai segi kemampuan dan aktivitas yang biasa dimiliki olehindividu tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kecerdasan spiritual padaperwira TNI yang memasuki masa pension. Penelitian ini menggunakan wawancara bersifatterbuka dan terstuktur, dalam penelitian ini peneliti juga mengunakan observasi berstrukturdan non-partisipan. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang PATI TNI AL yang berusia55 tahun dan akan memasuki masa pensiun serta berada dalam tahapan perkembanganyakni periode dewasa madya. Hasil penelitian ini antara lain memperlihatkan bahwakecerdasan spiritual yang tampak pada subjek adalah sikap ramah tamah, kedekatan,keingintahuan, kreativitas, penguasaan diri, dan religinya. Karena subjek memiliki minatuntuk bersosialisasi membuat subjek menjadi orang yang tetap mampu membuka diri danberadaptasi untuk lingkungan baru termasuk orang-orangnya dan aktivitasnya. Selain itudihasilkan pula faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan spiritual yaitu subjek sejakdulu memang selalu ingin melakukan hal-hal yang baik dalam kehidupannya, dan ini tidakberubah meskipun subjek sekarang telah pensiun.AbstractRetirement is one of the uncomfortable moment in life that should be faced by some peoplebecause when it happened a person will lose some of his/her skills and activities. The aim ofthis research is to know the spiritual intelligence in military personnel in facing hisretirement. The research is using open and structured interview, and also structuredobservation and non participant. A 55 years old military personnel who facing his retirementbecome this respondent. The result shows that the respondent has good spiritual intelligencesuch as in hospitality, close to surroundings, has good curiosity, creativity, having good selfcontrol,and religious. Because he is willing to socialize it disclose and adapt him into newsurroundings and activities. Beside that, factors influencing his spiritual intelligence are hiswillingness to do the best and closest to God.
THE GENDER, POLITIC ISSUE, AND POLITICAL PARTIES ROLE FACTOR ON FEMALE CANDIDATE ELECTION Hamdi Muluk
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to know the probability for female candidates for having support from femalevoters than male candidates, the effect of gender role idelogy and level of gender group identity to thesupport for female candidates, and between the four independen varibles, which one that would be thebest predictor for female candidates for 2004 general election. The result shows that there is nodifferences of probability between male and female candidates to be choosen by female voters and thereis no differences also in gender role idelogy and gender group identification for voting the male andfemale candidates. Then, this research also shows that female voters behavior can’t be predicted by thosevariables. The suggestion for the next research is to fix the way sampel is being collected, get morefocused on male participants, enhance other variables such as gender stereotype and involving thecognitive process in voting behavior.Key words: gender, identification
EFEKTIVITAS TERAPI PERILAKU EMOSI RASIONAL DALAM MENGURANGI KEYAKINAN TIDAK RASIONAL DAN TEKANAN Hally Weliangan
Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sering terjadi dalam kehidupan perkawinan, danyang menjadi korban pada umumnya adalah ibu rumah tangga. KDRT dapat menimbulkanberbagai gangguan fisik maupun psikologis seperti sakit akibat tekanan. Salah satupendekatan dalam mengelola tekanan, adalah Terapi Perilaku Emosi Rasional (TPER).Penelitian yang mengunakan TPER, dalam mengurangi keyakinan tidak rasional, telahbanyak dilakukan dan menunjukkan hasil yang positif, Namun penelitian mengenai efektivitasTPER dalam mengurangi tekanan pada wanita yang mengalami KDRT tampak masih jarangdilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripiskan KDRT, tekanan, keyakinan tidakrasional, efektifitas terapi perilaku emosi rasional dalam menurunkan keyakinan tidakrasional. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan tidak rasional subjek cenderung berkurang.Subjek menyadari bahwa pikiran negatifnya berpengaruh pada emosi dan perilaku danselanjutnya berusaha menantang pikiran negatif dengan berbicara sendiri. Hal ini terlihatpada pengaruhnya terhadap menurunnya gejala tekanan fisik, kognitif, emosi, dan hubunganinterpersonal cenderung membaik. Ditemukan juga bahwa terapi TPER mengindikasikandapat menurunkan intensitas KDRT.AbstractDomestic Violence (domestic violence) often occurs in marriage, and generally the victimsare housewives. The abuse may lead to various physical and psychological disturbances suchas stress caused by pressure. One approach in managing stress is a Rational EmotionalBehavior Therapy (REBT). Research that uses REBT in reducing the irrational beliefs hasbeen widely performed and showed positive results. However REBT research on effectivenessin reducing pressure on women who suffered from domestic violence seemed still rare. Thepurpose of this study is to describe domestic violence, depression, irrational beliefs, andrational emotion behavior therapy effectiveness in reducing irrational beliefs. This researchwas conducted using a qualitative approach with case studies. Results showed that subjectirrational beliefs tend to diminish. Subject realizes that negative thoughts affect emotions andbehavior and then trying to challenge the negative thoughts by talking to her self. This attemptis successfully decrease symptoms of physical distress, cognitive, emotional, andinterpersonal relationships. Also found that intensive REBT therapy can reduce domesticviolence.
SELF-DISCLOSURE CONTRIBUTION ON EARLY-ADULT MALE MARITAL SATISFACTION Quroyzhin Kartika Rini; Retnaningsih Retnaningsih
Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage and family life is very important for human being because from them, he/she will shape his/her own life, and from the family he/she learns to interact with surroundings. Each person wants to have a one-ina-lifetime-happines-marriage. One of the criteria that affect marriage is the marital satisfaction. Thus, self-disclosure is mentioned as one thing that affecting marital communication to make a real marital satisfaction. In daily life, women has better self-disclosure than men to articulate the feelings verbally. This facts is important to be known because men is more honest and open about himself in make a marital communication to have more marital satisfaction with his wife. The aim of this study is to know the contribution of self-disclosure to marital satisfaction in men. The results shows that self-disclosure has contribution around 56,9%, and the rest are another factors such as the equalitarian, sex, social life, region, and income. Beside that, the participants of this study has high score in marital satisfaction, and moderate score in self-disclosure.Key words: marital satisfaction, self-disclosure, men
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENCAPAIAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI Reni Diah Kusumawati; Syntha Noviyana; Rr. Dharma Tintri Edi Raras
Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat pertama dalam proses pembelajaran dan pendidikan seorang anak adalah keluarga,dimana pola asuh orang tua dapat mendorong motivasi belajar dan minat belajar anak terhadapprestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh motivasi belajar, minat belajar,dan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan dalam Indek PrestasiKumulatif (IPK). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Strata Satu Jurusan AkuntansiUniversitas Gunadarma, dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 217 responden. Datadikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa secara keseluruhan motivasi belajar, minat belajar, dan pola asuh orang tuaberpengaruh terhadap IPK mahasiswa.Kata Kunci: Motivasi belajar, Minat belajar, Pola asuh orang tua, IPK