cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285345477070
Journal Mail Official
jjfoodtech@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Food Technology
ISSN : 26549034     EISSN : 27746054     DOI : https://doi.org/10.37905/jjft
Core Subject : Agriculture,
postharvest process and technology food commodities, food processing food process engineering interaction of machinery and food materials chemical and functional food biochemistry and food microbiology nutrition and health local and industrial food management industrial of food processing food safety food security
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER" : 15 Documents clear
SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS TAHU TERHADAP TEPUNG TERIGU PADA PEMBUATAN BROWNIES KUKUS Mointi, Radika; Engelen, Adnan; -, Nurhafnita
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.23711

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kimia brownies kukus dan menentukan komposisi terbaik antara tepung ampas tahu dan tepung terigu. Produk brownies kukus dihasilkan melalui proses pembuatan tepung dari ampas tahu dan tepung terigu. Metode penelitian yang digunakan ada 2 yaitu pengolahan tepung ampas tahu dan pengolahan brownies kukus tepung ampas tahu. Proses pembuatan tepung ampas tahu diawali dengan pengurangan kadar air dalam ampas tahu dengan cara diperas selanjutnya dikukus ±15 menit. Ampas yang telah dikukus selanjutnya dikeringkan dalam oven dengan suhu ±90°C selama ±7 jam. Setelah kering dihaluskan menggunakan blender kemudian diayak agar mendapatkan hasil yang bagus. Proses pembuatan brownies kukus tepung ampas tahu diawali dengan pengocokkan telur dan gula hingga mengembang. Kemudian tambahkan tepung terigu, tepung ampas tahu, soda kue, vanili, minyak goreng, susu kental manis, dan SP aduk hingga rata. Masukkan adonan kedalam loyang kukusan ukuran 23 × 10 × 10 cm yang telah diolesi margarin. Kukus selama 45 menit dengan suhu 100°C. Analisis yang dilakukan antara lain uji organoleptik (metode hedonik), uji kadar air, uji kadar abu, uji kadar serat, uji kadar gula, dan uji tekstur analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada brownies kukus dengan penambahan tepung ampas tahu mengandung kadar air 25,98%, kadar abu 1.06%, kadar serat 87,66%, dan kadar gula 27,2°Bx.
PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA TILIAYA INSTAN Adiko, Sitti Mutia; Lasindrang, Musrowati; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.16975

Abstract

Tiliaya dalam penelitian ini akan dibuat instan akan mengikuti perkembangan jaman.  Tiliaya instan dibuat dengan menggunakan metode pengeringan oven, dan ditambahkan maltodekstrin sebagai bahan pengisi. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat fisikokimia dan organoleptik tiliaya instan dengan penambahan maltodekstrin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana faktor dalam penelitian adalah konsentrasi maltodekstrin yaitu P0 : 0%, P1 : 5%, P2 : 10%, P3 : 15%. Masing-masing perlakuan akan diulang sebanyak 3 kali. Data analisis dengan uji statistik Analisis Of Variance (ANOVA). Bila terjadi uji nyata (p0,5) pada setiap perlakuan, maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik fisikokimia dan organoleptik tiliaya instan dengan penambahan konsentrasi maltodekstrin yaitu : Kadar air dengan nilai 3,09%-4,47%, Kadar Abu dengan nilai nilai 0,81%-1,16%, Kadar protein dengan nilai 7,11%-11,08%, Kadar lemak dengan nilai 16,99%-18,06%, Karbohidrat dengan nilai 66,31%-70,93%,  Daya serap air dengan nilai 47,92%-66,03%, Waktu rehidrasi dengan nilai 0,58 menit-1,19 menit, Densitas kamba 0,54g/mL-0,70g/mL, Viskositas dengan nilai 327,73mPa.s-924,50mPa.s, dan hasil dari organoleptik yaitu : Warna dengan nilai 5,10-5.23, Aroma dengan nilai 5,10-5,30, Rasa dengan nilai 5,00-5.23, Tekstur dengan nilai 4,93-5,50.
PHYSICOCHEMICAL ANALYSIS OF ANALOG RICE MADE FROM KEPOK BANANA (MUSA PARADISIACA FORMA TYPICAL) FLOUR WITH ADDED OF SAGO STARCH. Hiola, Nur Pratiwi; Tahir, Muh; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.23193

Abstract

This research aims at finding out the proximate composition, water absorption, and bulk density of analog rice made from kepok banana flour with sago starch addition. This research applies a completely randomized design with a single factor and five treatments, which comprise three repetitions. This research is conducted for two months in the Agricultural product laboratory of Poligon (Politeknik Gorontalo) and at Manado Industrial Research Center. The first stage is the raw material preparation of analog rice, which includes the manufacturing process of kepok banana flour. Techniques of data analysis are the statistical tests of analysis of variance (ANOVA) at the level of α = 5%, and Ms. Excel 2007. Data analysis with significant differences is tested using Duncan's multiple range test (DMRT) method and the SPSS 16.0 application. Findings reveal that analog rice made from kepok banana flour with added of sago starch has a significant effect on water content, dust content, fat content, protein content, carbohydrate content, and water absorption. bulk density that ranges from 4.25-5.47%, 1.92-2.34%, 82.66-79.18%, 1.75-0.89%, 82.36-85.07%, 68-7-76.2%, and 0.5-0.6 g/cm3 respectively.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Jahe Merah (Zingiber officinale Var Rubrum rhizoma) dalam Pembuatan Nugget dengan Bahan Dasar Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Saman, Widya Rahmawaty; Mahaling, Efraim
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.22786

Abstract

Udang merupakan salah satu jenis krustasea dan merupakan salah satu hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, meskipun bagian yang dapat dimakan hanya sekitar 40%, namun rasanya lebih enak dibandingkan dengan daging ikan atau hasil perikanan lainnya. Salah satu jenis udang yang banyak ditemui di pasar atau supermarket adalah udang jenis kaki putih atau biasa disebut dengan nama udang vannamei (Litopenaeus vannamei) yang berasal dari Pantai Pasifik Barat Amerika Latin, dari Peru di bagian selatan hingga Meksiko bagian utara. . Udang vaname mulai masuk ke Indonesia dan resmi dilepasliarkan pada tahun 2001. Udang vaname merupakan salah satu udang yang memiliki nilai ekonomis dan merupakan alternatif jenis udang yang dapat dibudidayakan di Indonesia, selain udang windu (Panaeus monodon) dan udang putih (Panaeus merguensis). Udang vaname relatif mudah untuk dibudidayakan. Hal inilah yang membuat banyak petambak udang di Indonesia menggelutinya selama beberapa tahun terakhir. Tanaman jahe merupakan salah satu bumbu dapur, selain sebagai bahan pembuatan bumbu masakan, secara empiris jahe juga digunakan sebagai komponen berbagai tanaman obat: seperti ramuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengobati peradangan, batuk, luka, dan alergi akibat penyakit. terhadap gigitan serangga. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 1 faktor yaitu konsentrasi ekstrak jahe. Penelitian dilakukan dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi uji TPC dan uji kadar protein. Berdasarkan hasil, nilai TPC terendah terdapat pada nugget udang dengan penambahan ekstrak jahe 15% yaitu 133,33 x 102. Dan kandungan protein tertinggi terdapat pada nugget udang dengan penambahan ekstrak jahe 15% yaitu 19,57%.
Karakteristik sifat fisikokimia bubur bayi instan Berbahan dasar tepung komposit labu Kuning (Cucurbita maxima) dan Tempe Bawole, Miranda; Bait, Yoyanda; Kasim, Rahmiyati
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.16648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan formulasi terbaik bubur bayi instan berbasis tepung komposit labu kuning dan tempe. Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, dimana faktor perlakuan pada penelitian ini terdiri dari 4 taraf perlakuan perbandingan tepung labu kuning (TLK) dan  tepung tempe (TT), sebagai berikut: B1 = TLK 34 gram : TT 91 gram, B2 = TLK 40 gram : TT 85 gram, B3 = TLK 46 gram : TT 79 gram, B4 = TLK 51 gram : TT 74 gram. Data penelitian dilakukan analisis Sidik Ragam (Analysis of Variance) menggunakan aplikasi SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung labu kuning dan tepung tempe tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap waktu rehidrasi dan densitas kamba bubur bayi instan, namun berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, energi total dan vitamin A bubur bayi instan. Formulasi terbaik bubur bayi instan pada penelitian ditunjukkan oleh perlakuan B4 (tepung labu kuning 53 g : tepung tempe 76 g) dengan karakteristik gizi yang dihasilkan terdiri dari waktu rehidrasi 20,72 detik, densitas kamba 3,84 g/ml, kadar air 3,91 %, kadar abu 1,89 %, kadar lemak 14,52 %, kadar protein 23,48 %, kadar karbohidrat 56,2 %, energi total 449,4 kkal, serta Vitamin A 61,25 µg/g.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KERUPUK KERANG DARAH (Anadara granosa) YANG DIFORMULASI TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) Paramata, Fahrudin; Maspeke, Purnama Ningsih; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.10968

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dan uji organoleptik dari kerupuk kerang darah yang diformulasi dengan tepung daun kelor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilaksanakn selama 2 bulan, dimana tahapan pertama yaitu pembuatan kerupuk kerang darah yang diformulasi tepung daun kelor. Serta pengujian Fisikokimia dan Organoleptik. Data dianalisis dengan uji statistic Analisis Of Variance (ANOVA) perbedaan nyata antara perlakuan, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil yang diperoleh yaitu dengan nilai Kadar air 9,50%-7,79%, Kadar Abu 2,5%-3,53%, Protein 6,62%-8,6%, Lemak 0,63%-1,67%, Kemekaran 1 79,43%-199,04%, Daya Serap Minyak 4,4%-4,8%, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap warna berkisar antara 6,53-4,43 (suka-netral), Aroma 5,93-5,5 (agak suka), Rasa 5,97-5,67 (agak suka), Tekstur 6,4-6,27 (suka), Overall 6,37-5,87 (suka-agak suka).Kata kunci : Kerupuk, Kerang Darah, Tepung Daun Kelor, Proksimat
THE MAKING PROCESS AND ORGANOLEPTIC TEST OF GREEN SPINACH FLAVOR WET NOODLES Unusa, Sri Oyin; Modjo, Ardiyanto Saleh; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.23866

Abstract

A study was conducted to understand the process of making green spinach noodles at K.U.B SRI REZEKI. Experimentation was the method employed in this activity. The preparation of raw materials is the initial stage in producing flavorful green spinach noodles, followed by sorting, washing, grinding, sifting flour, blending ingredients, milling, and finally, packaging. Results from organoleptic tests indicated that in taste evaluation, the panelists favored the 30:5 ratio in green spinach noodles. For color assessment, the highest average score was achieved at the 30:3 ratio, and in texture evaluation, the highest average score was also found at the 30:3 ratio. This differs from the other two ratios, namely 30:5 and 30:2.Keywords: Wet noodles, flavor, green spinach.
Karakteristik Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Es Krim Nenas (Ananas Comosus) dengan Penambahan Pati Jagung Ketan (Zea Mays Ceratina) Termodifikasi Nento, Siti Mariyani; Limonu, Marleni; Ahmad, Lisna
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.17115

Abstract

Es krim merupakan jenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara membekukan tepung es krim atau dengan menambahkan campuran susu, lemak nabati ataupun hewani. Es krim mengandung protein, lemak, vitamin, karbohidrat serta mineral.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pati jagung ketan termodifikasi croslingking terhadap karakteistik fisikokimia es krim nenas (Ananas comosus). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan variasi konsentrasi penambahan pati jagung ketan termodifikasi yaitu (P0) 0% (Control), (P1) 2%, (P2) 4%, (P) 6%. Data analisis dengan uji statistic Analisis Of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi Pati Jagung Ketan termodifikasi pada es krim menghasilkan Overrun dengan nilai 10,17-13,98%, Waktu leleh dengan nilai 45,67-60,10 menit, Kadar Serat dengan nilai 0,38-0,96%, dan  kadar lemak dengan nilai 12,01-13,40%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi organoleptik rata-rata panelis menyukai produk es krim nenas dengan penambahan pati jagung ketan termodifikasi dengan perlakuan  (4,5% Pati jagung ketan termodifikasi) terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur
KARAKTRISTIK FISIKOKIMA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK JAGUNG MANIS ( Zea mays saccarata linn ) INSTAN YANG DI FORMULASI DENGAN EKSTRAK JAHE ( Zingiber officinale rose ) Mohi, Supriadi; Liputo, Siti Aisa; Maspeke, Purnama Ningsih
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.10970

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktvitas antioksidan, karakteristik fisikokimia dan organoleptik minuman serbuk instan jagung manis dan jahe. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu tahap pertama pembuatan ekstrak jagung manis dan jahe, tahap kedua pembuatan minuman serbuk instan jagung manis dan jahe dengan 3 perlakuan, dan tahap ketiga dianalisa sensori dan fisiko kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air minuman serbuk jagung manis berkisar antara 1,62-1,97%, kadar abu minuman serbuk jagung manis berkisar antara 1,31-1,57%, serta aktivitas antioksidan minuman serbuk jagung manis berkisar antara 48,74-7,59%, Waktu larut yang dihasilkan berkisar antara 10,37-19,43 detik, Tingkat kesukaan panelis terhadap warna berkisar antara skala 5,37-6,03, tingkat kesukaan panelis terdapa aroma berkisar antara skala 5,33- 6,03, tingkat kesukaan panelis terhadap rasa berkisar antara 5,00-6,30, dan tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur berkisar antara skala 5,70-6,23.
PENGARUH PERBANDINGAN BUBUK KOPI ARABIKA (Coffea arabica) TORAJA DENGAN BUBUK BIJI PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP KADAR AIR, pH, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KARAKTERISTIK SENSORIS, DAN WARNA KOPI ., Claraneth; ., Yuliani; Prabowo, Sulistyo
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.17616

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan bubuk kopi arabika toraja dan bubuk biji pepaya (ATBP) terhadap kadar air, pH, aktivitas antioksidan, karakteristik sensoris, serta warna kopi bubuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 perlakuan perbandingan bubuk biji kopi arabika toraja dan bubuk biji pepaya  (ATBP) yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 masing –masing dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan sidik ragam (One Way Anova). Data yang menunjukkan perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf 1%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, pH, aktivitas antioksidan, warna, dan karakteristik sensoris. Pengaruh nyata terlihat pada parameter uji kadar air, pH, aktivitas antioksidan, organoleptik, serta warna dari kopi bubuk yang dihasilkan. Semakin  tinggi penambahan biji pepaya maka nilai kadar air dan pH dari kopi bubuk yang dihasilkan semakin tinggi..Perlakuan terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan dari kopi yang dihasilkan adalah pada perlakuan tanpa penambahan biji pepaya  P0 (100:0) dengan  rata – rata  nilai IC50 64,74 ppm (kuat), kopi dengan penambahan biji pepaya menghasilkan kopi bubuk dengan aktivitas antioksidan yang lemah. Analisis warna menunjukkan adanya peningkatan  nilai kecerahan (L*) dan nilai kekuningan (b*) dengan penurunan pada nilai kemerahan (a*) pada setiap perlakuan. Perlakuan terbaik berdasarkan uji hedonik dan mutu hedonik adalah perlakuan P0 (100:0) dan P1 (75:25)

Page 1 of 2 | Total Record : 15