cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024): February" : 8 Documents clear
Uji Kandungan Formalin dan Boraks pada sampel Ikan Asin Taupik, Muhammad; Isa, Ishak; Ramadani Putri Papeo, Dizky; Kasim, Sesha Ramadhani
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.27260

Abstract

Salted fish is a well-known dish in Indonesia. Nationally, salted fish is one of the important fishery products, with almost 65% of fishery products being processed and preserved through salting. Formalin is a solution of 30- 50% formaldehyde gas (CH2O), commonly used for embalming, disinfecting, and as an antiseptic, as well as in plastics, antifreeze, paper, carpet, textile, construction materials, paint, and furniture industries. Borax is a chemical compound known as sodium tetraborate (Na2B4O7 10 Hâ‚‚O). Borax or boric acid is usually used in making detergents and antiseptics. The purpose of this research is to identify the presence of formalin and borax in salted fish and to determine the levels of formalin and borax in salted fish. This research employed qualitative analysis, using the permanganate, citric acid, and chromotropic acid methods for formalin detection. Turmeric paper, flame test, and AgNO3 precipitation methods were used for borax detection. Meanwhile, the quantitative analysis was conducted using the UV-Vis Spectrophotometry method. Based on the qualitative research results, all four samples tested negative for formalin, while one sample tested positive for borax. Consequently, the sample that tested positive for borax underwent quantitative analysis, revealing a borax level of 0,0975 g/kg in sample B.
PEMBUATAN NANO KITOSAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE GELASI IONIK Guge, Sri Rahmawati; Lukum, Astin; kunusa, wiwin rewini
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.21843

Abstract

Sry Rahmawaty s. Guge. 2023. “Pembuatan Nano Kitosan Dengan Meggunakan Metode Gelasi Ionik”. Skripsi Program Studi S1-Kimia, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Pembimbing I Prof, Dr. AstinLukum, M.Si. dan Pembimbing II Wiwin Rewini Kunusa, S.Pd, M.Si. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sifat fisik nano kitosan yang dihasilkan. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan nano kitosan dengan menggunakan metode gelasi ionik serta uji marflogi menggunakan Scaning Electron Microscopy (SEM) . Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembuatan nano kitosan dengan menggunakan metode gelasi ionik dengan perlakuan ± 2 jam dapat mendistribuskan ukuran partikel yang lebih homogen dengan pengaruh alat menggunakan magnetic stirrer, konsentrasi TPP, surfaktan dan waktu yang sesuai menunjukkan bahwa kerutan pada partikel semakin berkurang dengan ukuran partikel 278-350 nm.
KINETIKA REAKSI HIDROLISIS PATI DARI BIJI DURIAN (Durio Zibethinus Murr) DAN BIJI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus Lamk) MENGGUNAKAN KATALISATOR ASAM ASETAT (CH3COOH ). Yulianti, Yulianti; Suleman, Nita; Paputungan, Mardjan; Alio, La
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.17094

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari laju konversi hidrolisis pati dari biji durian (Durio zibethinus murr) dan biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) menjadi glukosa. Pada hidrolisis menggunakan analisis kuantitatif dengan metode luff schoorl dengan bantuan katalisator asam asetat (CH3COOH) pada berbagai variasi suhu yaitu 70,80,90oC dan waktu 1,2,3,4,5, dan 6 jam. Hasil penelitan menunjukkan bahwa orde reaksi hidrolisis pati menjadi glukosa adalah orde I, hal ini didukung dengan analisis k yang relatf konstan pada suhu 70,80,90oC dan waktu 6 jam pada pati biji durian yaitu krata-rata = 0,0117 jam-1, dari data ini kadar pati yang didapatkan pada biji durian adalah 68,61% dengan konversi 3,48% glukosa dan pada biji nangka krata-rata = 0,0100 jam-1 dengan kadar pati 79,01% dengan konversi 3,36% glukosa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa laju konversi hidrolisis pati menjadi glukosa adalah r = k[pati]1. Kata kunci: Glukosa, pati biji durian, pati biji nangka, laju konversi.
ANALISIS KANDUNGAN UNSUR KALSIUM (CA) DAN KALIUM (K) SERTA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI SEDIMEN DANAU LIMBOTO Giu, Fitri Ani; Musa, Weni J.A; Bialangi, Nurhayati; Isa, Ishak; Mohamad, Erni; Kunusa, Wiwin Rewini
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.14694

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Kalsium (Ca) dan Kalium (K) pada sedimen menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (AAS ). Pupuk organik menggunakan metode Kualitatif pada sedimen danau Limboto. Berdasarkan hasil penelitian uji kualitatif didapatkan kandungan unsur kalsium dan kalium pada sedimen dan uji kuantitatif kadar (Ca) 6,16%, 6,16% dan 5,73% dan Kalium (K) 0,10%, 0,09% dan 0,08% yang memenuhi standar kebutuhan tanaman. dan berdasarkan hasil pengujian kuantitatif di dapatkan pupuk organik dari Sedimen danau limboto mengandung kalsium dan tidak mengandung Kalium hal ini disebabkan pereaksi yang digunakan sudah teroksidasi Kata kunci : Danau Limboto, Sedimen, Pupuk Organik, Kalsium, Kalium, AAS.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Batang Katang-katang (Ipomoea Pes-Caprae) dan Uji Aktivitas Antioksidan Salimi, Yuszda K; R Tulie, Wina Zulviana; Bialangi, Nurhayati; Ischak, Netty Ino
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.17493

Abstract

Ipomoea pes-caprae merupakan obat tradisional yang termasuk dalam family Convollvulaceae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan pada ekstrak Ipomoea pes-caprae. Batang Ipomoea pes-caprae diekstraksi menggunakan metode maserasi dan dilakukan uji fitokimia. Hasil fitokimia ekstrak metanol menunjukkan adanya senyawa flavonoid, tanin, dan steroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh dari Ipomoea pes-caprae berupa kristal amorf. Hasil fitokimia isolat positif mengandung senyawa flavonoid hal ini didukung dengan hasil identifikasi senyawa menggunakan spektrofotometri UV-Vis menghasilkan pita I dan II masing-masing dengan panjang gelombang 257 nm 274 nm. Spektrum IR menghasilkan gugus fungsi ulur O-H pada daerah bilangan gelombang 3195 cm-1. Uluran C-H pada daerah bilangan gelombang 2922 cm-1 dan 2851 cm-1. Uluran C=O muncul pada daerah bilangan gelombang 1716 cm-1. Tekuk C-C streching pada daerah bilangan gelombang 1459 cm-1. Hasil UV-Vis dan IR diduga isolat adalah senyawa flavonoid. Aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak metanol menunjukkan nilai IC50 sebesar 302,85 ppm yang tergolong dalam kategori lemah.
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETIL ASETAT DARI BATANG Terminalia mantaly SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI Yun, Yenny Febriani; Zahra, Nurul Sausan; Nurhadianti, Adilfi Risma; Aisyah, Lilis Siti; Sujono, Hernandi; Purbaya, Sari; Agustini, Dewi Meliati
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.21970

Abstract

Terminalia merupakan salah satu genus pohon besar dalam keluarga Combretaceae. Salah satu spesies dari genus Terminalia yaitu Terminalia mantaly. Memiliki kandungan senyawa kimia yang terdiri dari tanin, flavonoid, terpenoid, lignan, fenol, glikosida, dan poliol yang sering digunakan sebagai obat-obatan. Terminalia memiliki 250 spesies dan 41 spesies yang baru dikaji, 2 diantaranya berasal dari spesies T.mantaly. Pada bagian batang T.mantaly terdapat senyawa yang bersifat semi polar dan belum banyak dieksplorasi maka penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat murni dari ekstrak etil asetat batang ketapang kencana T.mantaly dan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat murni ekstrak etil asetat batang ketapang kencana T.mantaly. Metode penelitian ini menggunakan true experiment, dimana isolasi pada penelitian ini dilakukan dengan berbagai metode kromatografi. Struktur kimia diidentifikasi berdasarkan 1H-NMR, 13C-NMR, Spektrum FTIR dan massa. Berdasarkan hasil analisis spektroskopi NMR dapat diprediksi bahwa senyawa yang diperoleh dari hasil isolasi ekstrak etil asetat batang ketapang kencana T.mantaly yaitu Stigmasterol.
Penetapan Kadar Tanin dan Etanol pada Kombucha Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Fitriana, Adita Silvia; Rahmawati, Nur
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.24783

Abstract

Bunga telang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan alkaloid yang terbukti dapat menghasilkan beberapa efek farmakologis sehingga dapat bermanfaat untuk Kesehatan. Pemanfaatan bunga telang saat ini terbatas pada bentuk seduhan atau rebusan sehingga perlu dilakukan diversifikasi, salah satunya yaitu dalam bentuk kombucha. Kandungan kimia kombucha sangat dipengaruhi oleh lama waktu dan suhu fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan tanin dan etanol pada kombucha bunga telang dengan lama waktu fermentasi 3, 6, 9, 12, dan 15 hari pada suhu ruang. Penentuan kadar tanin dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan reagen Follin-Ciocalteu dan penentuan kadar etanol dengan metode piknometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tannin dan etanol mengalami perubahan selama waktu fermentasi. Kadar tanin tertinggi yaitu pada fermentasi hari ke-12 dengan kadar 2,48%. Kadar etanol kombucha bunga telang yang memenuhi persyaratan kehalalan dari MUI (
Analisis Indikator Kimia dan Fisika Air Untuk Menentukan Kualitas Air di Sub Daerah Aliran Sungai Biyonga Provinsi Gorontalo Dunggio, Iswan; Musa, Weni JA; Iyabu, Hendri
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.21465

Abstract

This study aims to determine the environmental quality in Biyonga Sub Watershed based on chemical and physical water quality characteristics. The research was conducted for 3 months in 3 parts of Biyonga sub-watershed area in Gorontalo Regency. Water quality was measured directly in the field and in the laboratory. Sampling was carried out in the upstream, middle and downstream areas of the Biyonga sub-watershed. Parameters tested were temperature, pH, TSS, BOD, COD, DO, nitrate, total nitrogen and total coliform. The results of the analysis in the upstream part of the Biyonga sub-watershed in the village of Tapalulo (point 1) showed that the COD and BOD parameters did not meet the standard requirements. Furthermore, in the middle part of Biyonga village (point 2) and in the downstream part of Biyonga sub-watershed, the TSS, COD, BOD and DO parameters are above the quality standards or do not meet the water quality standards. The accumulation of agricultural activities, domestic activities and small industries producing liquid wastes are the main causes of the lower water quality in the downstream part of the Biyonga sub-watershed. Based on the results of chemical and physical water tests, the water sources in the middle and lower reaches of the Biyonga River cannot be used as freswater sources

Page 1 of 1 | Total Record : 8