cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
RANCANGAN PENUNJUK WAKTU AUTO RELOAD MENGGUNAKAN GPS DAN RTC DENGAN MODUL WIFI BERBASIS ARDUINO DI POLTEKBANG SURABAYA Okzi Kharisma; Yuyun Suprapto; Ade Irfansyah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.215 KB)

Abstract

Penggunaan waktu yang presisi saat ini masih menggunakan jam atom, jam atom sekarang telah dipasangkan pada satelit GPS dan didistribusikan juga melalui NTP server. Pada penelitian ini akan dibuat jam yang memiliki tiga input yaitu dari GPS,NTP server, dan RTC. Input utama dari jam atom adalah sinyal GPS, NTP server dan RTC berfungsi sebagai host standby yaitu apabila input sinyal GPS hilang maka NTP server dan RTC sebagai back up data. RTC IC DS1307 yang memiliki fungsi sebagai penyimpan waktu dan tanggal. RTC pada rancangan ini bertujuan untuk membuat back up data informasi waktu jika salah satu input mati, sehingga waktu akan auto reload.
PENGARUH TIDAK BEROPERASINYA PAPI (PRECISION APPROACH PATH INDICATOR) TERHADAP PELAYANAN NAVIGASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG NABIRE Moch. Highga Pratama Gunadi; Arnaz Olieve; Supriadi Supriadi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.953 KB)

Abstract

Sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam Annex 14 bab 5 visual approach slope indicator systems pada sub chapter 5.3.5.1 dan UU Penerbangan No 1 tahun 2009, bandar udara haruslah menyediakan PAPI sesuai dengan standard yang telah ditetapkan guna menghindari hal yang tidak diinginkan yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran operasi penerbangan. Tidak beroperasinya PAPI di runway 16 dikarenakan rusaknya instalasi AFL (Airfield Lighting System) yang disebabkan oleh beberapa faktor berpengaruh negatif terhadap pelayanan navigasi penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Nabire, dikarenakan letak geografis bandara berdekatan dengan bukit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengurangi resiko serta meningkatkan tingkat pelayanan, keselamatan, serta efisiensi jalannya arus penerbangan di Perum LPPNPI Cabang Nabire. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data secara observasi, wawancara, studi kepustakaan, dokumentasi, dan kuesioner untuk mengumpulkan data. Hasil dari metode kuesioner menunjukan bahwa 91,7% setuju PAPI yang tidak beroperasi memberikan kendala serta 16,7% setuju faktor ATS di di Perum LPPNPI Cabang Nabire sudah tercapai sudah tercapai. Dari hasil penelitian peneliti didapatkan solusi yaitu perbaikan pada instalasi PAPI tidak akan mengganggu penerbangan, selain itu PAPI juga perlu diperiksa ulang untuk mengetahui kondisi PAPI.
RANCANGAN WIRELESS LCD PROJECTOR BERBASIS RASPBERRY PI MENGGUNAKAN IP ADDRESS Artika Mukti; Totok Warsito; Dhian Supardam
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.28 KB)

Abstract

Proyektor adalah salah satu media pembelajaran di kampus Politeknik Penerbangan Surabaya yang digunakan untuk menampilkan materi pembelajaran. Tujuan perancangan ini adalah untuk menjadikan media proyektor yang sudah ada dapat terkoneksi secara lebih mudah sebagai sarana penunjang media pembelajaran. Rancangan ini dibuat dengan menggantikan fungsi kabel sebagai penghubung antara end device ke proyektor menjadi secara wireless. Perangkat ini menggunakan Raspberry Pi sebagai akses poin dan sebagai command-processing. Diperlukan software VNC Viewer untuk dapat mengakses Raspberry sehingga dapat bekerja secara remote dari PC Client. Kelebihan teknologi ini adalah mengeliminasi penggunaan kabel, yang dapat mengganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari 2 pengguna saat bersamaan. Tujuan akhir yang dicapai adalah proses proyeksi dapat dilakukan secara otomatis pada semua device dan diakses oleh siapapun dalam ruangan tanpa menggunakan kabel sehingga menunjang kegiatan pembelajaran taruna Politeknik Penerbangan Surabaya.
KAJIANMANAJEMEN TRANSPORTASI ANGKUTAN LAUT DENGAN ANGKUTAN UDARA PENUMPANG KELAS EKONOMI (TRAYEK/RUTE MEDAN – JAKARTA DAN JAKARTA – MAKASSAR) Imam Sadjiono; M. Yusuf; Titis Ari Wibowo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.016 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan ,dimana terdapat kuranglebih 17.500 pulau didalamnya, dan untuk menghubungkanpulauyang dibatasi oleh wilayah perairan , maka peran angkutanlautdanangkutan udara memegang peranan penting. Untuk mengetahui secara kongrit peranan angkutan laut dan angkutan udara, peneliti mengangkat judul KAJIAN MANAJEMEN TRANSPORTASI ANGKUTAN LAUT DENGAN ANGKUTAN UDARA PENUMPANG KELAS EKONOMI TRAYEK /RUTE MEDAN-JAKARTA DAN JAKARTA MAKASSAR dengan masalah antara lain: permintaan angkutan laut menurun dan angkutan udara meningkat dan stabil, tarif angkutan laut penumpang kelas ekonomi relative besarnya tidak berbeda dengan angkutan udara, singkronisasi kebijakan pemerintah dalam pengembangan angkutan laut dan angkutan udara belum optimal. Dalam menelaah permasalahan tersebut diatas perlu dilakukan Pengkajian antara lain : permintaan dan penawaran , jumlah kapasitas angkut yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan yang terbatas, komponen tarif ( tarif dasar tarif batas atas, tarif refrensi) yang diijinkan pemerintah untuk diberlakukan oleh perusahaan kepada pengguna jasa angkutan, kompensasi yang diberikan berupa PSO (Publik Service Obligatin ) kepada pengusaha angkutan, dalam hal ini PT. Pelni yang ditugasi Pemerintah untuk melaksanakan /melayani trayek-trayek wilayah terpencil / daerah tertinggal, belum optimal Pemerintah agar lebih focus mensuport PT Pelni dengan memberikan PSO yang sesuai dengan kebutuhan, agar dapat memberikan pelayanan dan fasilitas yang memadai diatas kapal. Peranan angkutan laut dan angkutan udara penumpang kelas ekonomi sangat penting dalam mobilitas penumpang dengan segala Macam kebutuhannya , baik kebutuhan dagang, bisnis, perjalanan Dinas , wisata, keluarga dan lain-lain. Salah satu kunci dalam menjalankan usaha angkutan baik angkutan laut maupun angkutan Udara adalah tarif angkutan .Tarif angkutan ditetapkan oleh Pemerintah dengan memperhitungkan biaya pokok atas dasar tarif Dasar dan tarif batas atas terhadap biaya produksi perpenumpang /permil/km. Tarif batas atas angkutan laut yang ditetapkan oleh pemerintah masih jauh besarnya dari biaya pokok. Sedangkan angkutan udara batas atas berdasarkan full costing. Selisih inilah yang ditanggung pemerintah dengan skema PSO (Publik Service Obligation). Dengan kebutuhan PSO harus selalu dipenuhi oleh pemerintah untukmempertahankan eksistensi usaha dan peningkatan pelayanan yang dapat mendukung program pemerintah mengenai poros maritim dan tol laut.
EVALUASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ENGINE GROUND RUN PADA ENGINE PT6A TRAINER SEBAGAI SARANA PRAKTEK DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Muchammad Nur Ichwan Maulana; Cholik Setijono
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.847 KB)

Abstract

Engine Ground Run merupakan salah satu kegiatan praktek mata kuliah Gas Turbine Engine pada Program Studi Teknik Pesawat Udara. Pada praktek ini diharapkan Taruna dapat menerapkannya ketika telah memasuki dunia pekerjaan, terutama untuk menjadi seorang Run Up Man. Pada tanggal 21 Februari 2018, terjadi sebuah insiden yaitu engine PT6A trainer bergerak sendiri yang disebabkan rantai/tie-down yang mengikat engine PT6A trainer terputus, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) engine ground run pada engine PT6A trainer yang ada di Politeknik Penerbangan Surabaya. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan Peraturan Menteri Nomor PER/21/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Pembuatan Standar Operasional Prosedur, Merpati Quality Assurance Work InstructionDoc. No: 002-0730, PT6A-27/34 Series Turboprop Training Manual. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi, kuisioner dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) baru yang terdapat bahasa indonesia dan bahasa inggris untuk memudahkan pengguna dalam kegiatan praktekengine ground run. Serta memberi penjelasan secara berurutan, mendetail,dan mudah dipahami.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PERWIRA MESIN KAPAL ATT-III MENGGUNAKAN ANALISIS KESENJANGAN Imam Fachruddin; Laila Puspitasari A; Nafi Almuzani; Titis Ariwibowo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.792 KB)

Abstract

Indonesia memiliki peran penting dalam industri maritim dunia, terutama mengisi kebutuhan pelaut untuk segmen pasar nasional dan internasional. Banyaknya pelaut Indonesia jika tidak diimbangi dengan kompetensi maka penyerapan pelaut Indonesia ke kapal di dalam negeri dan luar negeri akan rendah. Kompetensi manusia dapat diketahui oleh orang yang melihat dan menilai kegiatan mereka. Dengan membandingkan antara persepsi dan harapan, kita dapat mengetahui bahwa ada kesenjangan dalam mencapai suatu tujuan. Penelitian ini mengkaji tentang analisis kesenjangan antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal untuk ATT-III pada tahun 2017. Dari hasil penelitian, tingkat kesesuaian antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal untuk kompetensi permesinan kapal sebesar 78,92%, kompetensi elektronika, listrik, dan sistem control sebesar 77,69%, kompetensi perawatan dan perbaikan permesinan kapal sebesar 77,97%, pengendalian pengoperasian kapal sebesar 77,34% dan softskill sebesar 80,92%. Lebih lanjut, Kesenjangan antara persepsi dan harapan kompetensi perwira mesin kapal adalah negatif.
ANALISA KAPASITAS APRON TERHADAP PEMBERIAN PELAYANAN LALU LINTAS PENERBANGAN DI BANDAR UDARA DOUW ATURURE NABIRE Amanda P F Sembiring; Yuni Saptandari; Wasito Utomo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.518 KB)

Abstract

Bandar Udara Douw Aturure Nabire merupakan Bandar udara yang memiliki kepadatan traffic hingga 70 pergerakan tiap harinya, dengan traffic yang cukup tinggi Bandar Udara Douw Aturure Nabire hanya memiliki satu apron yang digunakan secara maksimal dan menyebabkan kepadatan terjadi di apron. Kapasitas apron di Bandar Udara Douw Aturure Nabire yang tidak memenuhi standar mengakibatkan adanya hambatan dan gangguan kepada petugas ATC dalam memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas apron dalam kaitannya dengan pemberian pelayanan lalu lintas penerbangan pada unit ATC di Bandar Udara Douw Aturure. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Annex 11 Air Traffic Services, Doc 4444/501 Air Traffic Management, Annex 14 Aerodrome, Annex 9 Facilitation, Doc 9157-AN/901 Aerodrome Design Manual, dan SKEP/77/VI/2005 Wilayah apron secara keseluruhan seharusnya mampu untuk mengatasi traffic dengan cepat dan efisien serta bisa mengantisipasi traffic yang maksimum. Hasil dari penelitian tersebut diketahui bahwa perlu untuk memaksimalkan penggunaan apron, perluasan apron, serta pemberlakuan slot time dengan disertai koordinasi yang erat antara Unit ATC dengan Unit Marshaller dan diharapkan dapat mengurangi permasalahan yang terjadi serta dapat meminimalisir keterlambatan pesawat, khususnya pada saat jam sibuk. Peneliti berharap agar hasil penelitian ini bisa bermanfaat guna meningkatkan pelayanan lalu lintas udara yang aman, nyaman, teratur, dan efisien di Bandar Udara Douw Aturure Nabire.
ANALISIS HUMAN FACTOR UNTUK MENGURANGI MASALAH PADA PERAWATAN PESAWAT UDARA Mochammad Jamaluddin Al-Fadli; Tony Wahyu Adyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.904 KB)

Abstract

Data dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tahun 2016, penyebab kecelakaan transportasi udara di Indonesia kira-kira 75-80%, faktor utamanya adalah defisiensi kinerja manusia. Besarnya prosentase penyebab kecelakaan transportasi udara di Indonesia disebabkan oleh faktor manusia yang tidak diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dikarenakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum memakai metode khusus dalam menganalisis kecelakaan terkait faktor manusia. Ada beberapa metode untuk menganalisis faktor manusia dan perannya dalam aktivitas aeronautika antara lain Human Erros, SHELL Model, dan Dirty Dozen. Kebutuhan sistem untuk faktor manusia ditentukan oleh dampaknya pada dua bidang utama: efisiensi sistem dan kondisi fisik teknisi pesawat udara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kesalahan perawatan pesawat udara yang disebabkan oleh human error dan kasus minor event yang dilakukan oleh personil perawatan pesawat udara.
PENGARUH FAKTOR DEMOGRAFIS TERKAIT DENGAN STRATEGI BELAJAR BAHASA Laila Rochmawati; Aris Wijanarko; Fatmawati Fatmawati; Meita Maharani Sukma
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.833 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, jurusan dan latar belakang pendidikan masing-masing taruna. Uji korelasi Pearson product moment digunakan untuk menentukan apakah ada pengaruh strategi belajar bahasa terhadap usia, jenis kelamin, jurusan dan latar belakang pendidikan masing-masing taruna. Hasil korelasi Pearson product moment mengungkapkan bahwa gender adalah satu-satunya faktor demografik yang secara signifikan berkorelasi dengan strategi pembelajaran pembelajar. Faktor-faktor lain secara signifikan tidak berkorelasi antara penggunaan strategi pembelajaran dan faktor demografi seperti usia, besar dan latar belakang pengetahuan. Hubungan antara strategi pembelajaran siswa dan jenis kelamin ditemukan positif signifikan 0,002 (sig <.005), penggunaan strategi pembelajaran yang terkait dengan jenis kelamin secara signifikan berkorelasi. Lebih lanjut, secara spesifik menunjukkan bahwa kecuali strategi kompensasi semua strategi memiliki keterkaitan dengan gender.
ANALISA I NTERFERENS FREKUENSI RADIO AMATIR DALAM KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTASN SYARIF KASIM II PEKANBARU Jentayu Dimas Setiyadi; Putu Agus Valguna; Bambang Wasito
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.431 KB)

Abstract

Bandar udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru merupakan homebase bagi 2 skuadron tempur yang setiap harinya melakukan kegiatan latihan terbang. Disamping itu juga terdapat maskapai komersial seperti Garuda Indonesia, Lion Air dan Citilink. Dengan beragam kegiatan penerbangan tersebut petugas Air Traffic Controller dituntut berkerja secara professional dalam memberikan instruksi maupun informasi bagi penerbang. Namun dalam penerapannya kurang optimal dikarenakan adanya gangguan interferensi frekuensi oleh frekuensi radio amatir. Deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menafsirkan fakta atau data, pengumpulan data didapat dari observasi, wawancara, angket/kuisioner, dan dokumentasi serta disusun ke dalam teks yang diperluas. Hasil penelitian menunjukan bahwa gangguan frekuensi radio amatir mempengaruhi pemberian pelayanan lalu lintas udara, sehingga dalam pemberian pelayanan lalu lintas udara kurang maksimal dan menyebabkan tidak efisien dalam pemberian informasi dan instruksi dari Air Traffic Control ke pilot.

Page 11 of 93 | Total Record : 923