cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
RANCANGAN TRAINER LOGIC GATE SYSTEM SEBAGAI PENUNJANG ALAT PRAKTIKUM DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Ridwan Maulana; Moch Rifai; Kusno
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Basic logic gate , flip-flop, rangkaian counter, dan rangkaian analog to digital merupakan pembelajaran pada mata kuliah Advanced Digital yang ada pada program studi Teknik Pesawat Udara. Untuk meningkatkan pemahaman taruna tentang digital technique perlu dibuat alat praktikum yang memberikan display tentang tampilan sinyal square clock, dan tampilan voltmeter VCC IC. Trainer ini didesain simple agar efisien ketika dibawa oleh instruktur. Pada trainer logic gate terdapat empat desain grafis data sheet basic logic gate yang dapat mempermudah taruna awam memahami basic logic gate, serta menggunakan mini digtal oscilloscope memudahkan taruna dalam menggambarkan pulsa clock pada saat praktikum. Pembuatan alat Trainer Logic Gate System menggunakan enam socket IC agar memudahkan pergantian IC yang akan digunakan pada saat praktikum, IC555 Timer sebagai pembangkit clock-nya, dengan microcontroller STM32F103Cx sebagai controller display lcd graphic, dan tiga output tampilan berupa LED (light emitting diode), Seven Segment, dan lcd graphic. Dengan rancangan alat ini, memudahkan pemahaman taruna ketika praktikum mata kuliah digital technic.
PENGARUH PERUBAHAN DIMENSI SCREEN WIND TUNNEL UNTUK MENGHASILKAN EXTERNAL UNIFORM FLOW Riska Gusni Prasetyanti; Gunawan Sakti; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat akurasi penelitian pada penggunaan alat uji wind tunnel dan salah satu faktor diantaranya adalah uniformity. Aliran udara yang dihasilkan oleh fan memiliki kecepatan yang tidak seragam (uniform). Mengubah desain screen dengan dimensi tertentu dapat menghasilkan aliran seragam dalam kecepatannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan aliran udara outlet dari wind tunnel tipe opened circuit wind tunnel. Perubahan desain screen meliputi ketebalan 4 cm, ukuran pori 2 x 2 cm dan 4 x 4 cm. Screen diuji dengan aliran udara eksternal dengan kecepatan 5 m/s. Pengambilan data uji uniformity dilakukan dengan mengukur kecepatan udara setelah melalui inlet screen pada 9 titik penampang melintang alirannya dan dengan jarak uji pada 30 cm, 60 cm, 90 cm, 120 cm, 150 cm, 180 cm, dan 210 cm. Setelah melaksanakan pengujian, didapatkan hasil bahwa pada jarak 150 cm, 180 cm, dan 210 cm sudah dapat dijumpai keseragaman aliran udara sedangkan screen dengan screen porosity 2 x 2 adalah screen dengan hasil pengukuran paling optimal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa screen dengan ketebalan 4 cm dengan pores 2 x 2 cm akan optimal dalam menghasilkan aliran udara yang seragam pada jarak 150 cm hingga 210 cm.
ANALISA AERODINAMIKA NACA AIRFOIL 0018 DENGAN PENAMBAHAN MAXI WINGLET Rizal Satya Prawira; Setyo Hariyadi Suranto Putro; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa performa aerodinamika suatu penampang Airfoil sangatlah diperlukan untuk menentukan gaya angkat maksimum yang terjadi serta gaya-gaya yang bekerja pada penampang Airfoil seperti Gaya Drag dan Gaya Lift. Namun, untuk menghasilkan gaya lift yang maksimum diperlukan suatu penambahan device pada Airfoil. Winglet adalah salah satu device yang digunakan untuk meningkatkan gaya lift tanpa harus memperlebar angkah dari wingspan (bentangan sayap) pada pesawat. Dalam penelitian ini dibuat 2 jenis Airfoil seri NACA 0018, yang pertama adalah Airfoil simetris diberi penambahan maxi winglet dan tanpa diberi penambahan maxi winglet. Kedua Airfoil tersebut di test dengan menggunakan software ANSYS dengan input kecepatan 20 m/s atau 72 km/h. Untuk mendapatkan performa yang maksimal dari Airfoil ini, diberi variasi sudut serang 0o, 2o, 4o, 6o, 8 o, 10o, 12o, 15o, 16o, 17o, 19 o, 20o dan akan di didapatkan sudut serang yang dapat menghasilkan gaya angkat maksimal. Dari kontur kecepatan dan kontur tekanan yang di dapatkan ANSYS, sepanjang permukaan atas dan permukaan bawah Airfoil di dapatkan nilai rata-ratanya dan kemudian di plot dalam grafik untuk menunjukkan besarnya gaya lift dan gaya drag yang terjadi serta dari distribusi kecepatan dan distribusi angkahure tersebut diperoleh nilai koefisien drag dan koefisien lift. Pada penelitian ini Airfoil dengan maxi winglet memiliki nilai Cl lebih besar daripada tanpa maxi winglet, hal tersebut diakibatkan adanya penundaan munculnya vortex pada tip chord. Nilai koefisien lift paling besar ada pada sudut serang 15 o dimana pada sudut serang tersebut nilai L/D juga paling besar. Berdasarkan penelitian ini winglet maxi terbukti efektif dalam pembetukan lift dan memiliki keuntungan yang signifikan dari nilai L/D yang dihasilkan.
RANCANG BANGUN TROLLEY BOX UNTUK PERANGKAT PENGISIAN FLUIDA PADA SHOCK ABSORBER Rizki Mashuda; Binsar Siahaan; Nyaris Pambudiyatno
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan terutama dalam ilmu penerbangan, penerimaan materi pada mata kuliah aircraft landing gear terutama pada praktik shock absorber pada pesawat terbang sulit di pahami, terlebih saat praktek pengisian fluida pada shock absorber pengisian fluida pada shock absorber yang mengalami kebocoran namun alat peraga pengisian fluida yang sudah ada sering di lakukan secara konvensional yaitu dengan cara diangkat dengan tenaga manusia ,namun cara angkut ini memiliki kekuranganya itu memerlukan tenaga besar dan memperlukan waktu lama. Pembuatan rancang bangun trolley box untuk pengisian fluida pada shock absorber ini menggunakan dua jenis pump pengisian fluida yaitu manual dan elektrik pump. Metode penelitian yang digunakan yaitu “pengembangan”. Di dasarkan pada pengembangan penelitian sebelumnya yang membuat rancangan alat simulator shock absorber dengan dua jenis pump pengisian fluida tidak menggunakan trolley box. Berdasarkan hasil dari uji rancang bangun trolley box untuk perangkat pengisian fluida pada shock absorber lebih efisien dalam waktu, dengan adanya roda fleksibel pada trolley box alat pengisian fluida lebih praktis dan tidak memerlukan tenaga besar.
RANCANG BANGUN ALAT MAIN ROTOR BLADE TRACKING FLAG AND POLE Rohman Nukky Darmawan; Bayu Dwi Cahyo; Aulia Regia
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taruna teknik pesawat udara di poltekbang Surabaya khususnya kelas helikopter terdapat materi tracking and balancing. Ketika pelaksanaan praktek tracking and balancing alat yang dimiliki sangat terbatas, Poltekbang Surabaya hanya memiliki alat dyna track, sedangkan agar taruna lebih dalam memahami materi tracking and balancing harus mengetahui macam macam alat tracking. Tujuan penelitian ini adalah membuat alat penunjang proses pembelajaran taruna pada saat praktek tracking and balancing. Metode penelitian rancangan alat ini menggunakan flag and pole yang diletakkan di samping atau di depan helikopter dengan blade tip yang sudah diberi kapur warna. Dalam pembuatan alat ini menggunakan pipa besi, teteron cotton dan rubber sebagai handgrip. Penggunaan alat ini dengan cara memegang alat tracking flag and pole dan memutar main rotor blade dengan blade tip yang sudah diberi kapur warna, hasil goresan yang dihasilkan oleh blade tip yang mengenai flag akan menandakan apakah main rotor blade harus diatur ulang atau tidak. Hasil dari rancangan alat main rotor blade tracking flag and pole ini hanya mampu mengetahui apakah jarak pada setiap main rotor blade tip sudah sejajar atau belum, dan juga untuk membantu proses pembelajaran khususnya praktek tracking and balancing taruna Politeknik Penerbangan Surabaya.
RANCANG BANGUN SIMULATOR STALL WARNING PADA PESAWAT SEBAGAI SARANA PRAKTIK DI LINGKUNGAN KAMPUS POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Septiyan Dwi Azhari; Rudi Fikus Prihanto; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stall warning system adalah sistem yang berfungsi sebagai peringatan kepada pilot apabila pesawat dalam kondisi stall. Stall ialah kondisi saat pesawat kehilangan daya angkat yang diakibatkan oleh beberapa hal, meningkatnya sudut serang (Angle of Attack) yang melibihi batas dari critical point adalah salah satunya. Pada pesawat sipil sangat dibutuhkan sistem stall warning system. Dalam perbanan, flight instrument yang memiliki peran penting yaitu stall warning system.
RANCANG BANGUN SIMULATOR STARTING SYSTEM BOEING 737-200 DI HANGGAR POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Sigma Yuriza Daffandy; Rudi Fikus Prihanto; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tugas akhir dengan judul RANCANG BANGUN SIMULATOR STARTING SYSTEM BOEING 737-200 DI HANGGAR POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA bertujuan untuk membantu taruna teknik pesawat udara untuk memahami kinerja starting system juga memudahkan pembelajaran dengan gambaran realistis dengan bantuan indikator pada rancangan ini. Starting system merupakan sebuah sistem yang melibatkan komponen – komponen yang secara kompleks untuk menyalakan engine. Fungsi dari pemahaman starting system salah satunya yaitu untuk memahami prosedur serta urutan pada saat engine kondisi mati hingga engine dalam kondisi menyala.
UJI TARIK DAN UJI IMPACT PADA KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA DENGAN ALKALISASI DAN NON ALKALISASI Abel Gavrila; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keprihatinan terhadap pemanfaatan akan limbah serat dapat diwujudkan dengan membuat komposit. Namun, serat alam memiliki beberapa keterbatasan tertentu. Penelitian ini membahas karakteristik komposit serat sabut kelapa dari sisa buah kelapa dengan variasi arah serat untuk mengetahui kekuatan tarik dan impak. Langkah awal dalam pembuatan material komposit sabut ini adalah dengan menggunakan cetakan kaca berukuran 22 x 17 x 0,4 cm dan 10 x 6 x 1 cm. Serabut kelapa yang akan dibuat komposit dilakukan perlakuan alkali dengan menggunakan NaOH sebesar 5% dan 10% dari pelarut air. Dengan menggunakan jenis resin polyester jenis 157 dan katalis metyl etyl keton peroksida atau biasa disebut MEKPO. Perbandingan matrik dan serat 90%:10% dengan menggunakan standar benda uji komposit mengacu pada ASTM D638-1 dan ASTM A370. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan terhadap komposit, maka dalam pengujian tarik didapatkan hasil sebagai berikut, komposit dengan perlakuan alkalisasi 5% mendapatkan nilai tegangan rata rata yang paling tinggi namun tidak pada regangan rata rata, dimana hasil tertingginya diperoleh pada spesimen dengan perlakuan alkalisasi 10%. Lalu untuk pengujian impak didapatkan hasil sebagai berikut, komposit yang dibuat dengan perlakuan alkalisasi 5% mendapatkan tenaga patah rata rata dan keuletan rata rata yang paling tinggi lalu spesimen yang mendapat tenaga patah rata rata dan keuletan rata rata terendah adalah spesimen dengan perlakuan alkalisasi 0%.
RANCANGAN PEMBUATAN PORTABLE WAIST AND THIGH TOOLBAG SEBAGAI SARANA PENUNJANG PRAKTEK GUNA MENINGKATKAN SAFETY DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Achmad Rizky Junaidi; Yuyun Suprapto; Aulia Regia
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancangan Portable Waist and Thigh Toolbag ini bertujuan sebagai penunjang media pembelajaran agar taruna tidak lalai, tidak lupa dalam meletakan Tools setelah digunakan dan juga diharapkan dapat meningkatkan Safety dan menghindari kehilangan Tools saat praktek. Metode penelitian rancangan alat ini meggunakan bahan cordura yang ditambahkan magnet, fastener tape, clip buckle belt, pita scotlight, dan benang fosfor sebagai tambahan dan Safety jika digunakan. Hasil dari rancangan ini diharapkan dapat memudahkan taruna membawa dan menyimpan Tools dalam jumlah yang banyak saat praktek, mengaplikasikan ide agar taruna tidak lalai dan tidak lupa dalam meletakan Tools yang digunakan untuk praktek, meningkatkan Safety dan menghindari kehilangan Tools.
PENGARUH PENAMBAHAN GRAFIT TERHADAP UJI MEKANIS ALUMINIUM DARI LIMBAH PISTON BEKAS Aditya Putra Lusianto; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan aluminium cukup berkembang pesat pada industri otomotif terlebih pada industri pesawat terbang. Hal ini menimbulkan berbagai upaya untuk meningkatkan sifat aluminium diantaranya dengan dilakukan daur ulang limbah aluminium dan menambahkan campuran non logam yang akan menghasilkan metal matriks composit melaui senyawa penguat berbahan grafit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat perubahan sifat mekanis aluminium yang ditambahkan penguat grafit. Bahan penelitian aluminium dengan penguat yang diperoleh dari peleburan aluminium dari limbah piston bekas dan ditambahkan partikel grafit sebanyak 0%, 2%, 4% dari berat total aluminium yang dilebur. Setelah dilakukan pengecoran hasil peleburan aluminium grafit di cetak pada cetakan logam selanjutnya dibentuk menjadi spesimen uji mekanis. Kemudian bahan di heat treatment dengan suhu yang bervariasi diantaranya 150°C, 200°C, dan 250°C pada waktu aging selama 60 menit, 90 menit, dan 120 menit setelah itu didinginkan dengan memakai air. Pengujian Kekerasan Vickers dilakukan dengan proses pemotongan benda uji dengan ukuran panjang 30 mm, lebar 30 mm dan tebal 10 mm selanjutnya permukaan spesimen dihaluskan. Pengujian kekuatan impak dengan spesimen uji berukuran panjang 55 mm, lebar 10 mm dan tebal 10 mm, dalam takikan 2 mm, jari-jari 0,25 mm serta sudut takikan 45°. Hasil dari penelitian ini nilai kekerasan tertinggi didapatkan nilai sebesar 50,82 HV 5/10 dengan variasi grafit sebesar 4% dengan perlakuan panas pada suhu 250°C selama waktu tahan 120 menit. Pada pengujian impak hasil ketangguhan impak tertinggi terjadi pada paduan 4% grafit dengan perlakuan panas pada suhu 250°C dengan nilai impak sebesar 5,39 Joule/mm2.