cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
MODIFIKASI KARAKTERISTIK GAYA AERODINAMIKA PADA TANDEM SILINDER SIRKULER DENGAN PEMASANGAN SILINDER PENGGANGU TIPE I-65o Berlian Setyo; Gunawan Sakti; Didi Hariyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dasar ini berfokus pada upaya penurunan gaya drag sebuah pipa silinder sirkuler dengan penempatan silinder pengganggu pada area upstream. Penurunan gaya drag dilakukan untuk mengurangi pressure drag yang dialami heat exchanger. Simulasi karakteristik silinder utama dan pengganggu dimodelkan secara 2D menggunakan Ansys Fluent® dengan pemodelan transition k-kl-omega. Upaya penurunan gaya drag dilakukan dengan diameter silinder utama D = 60 mm, dengan tipe silinder pengganggu I-65o berukuran d/D = 0.125. Jarak antar titik pusat kedua silinder adalah S/D=1.375 dan Reynold number Re = 4.54 x 104 pada kecepatan U ͚=12 m/s. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini yaitu simulasi menunjukkan karakteristik gaya aerodinamika yang lebih baik yaitu adanya pengurangan koefisien drag ketika silinder utama diberi pengganggu. Parameter ukur yang dianalisis adalah coefficient of pressure, distribusi tekanan di sekitar dinding silinder utama, coefficient of lift, coefficient of drag dan visualisasi kontur kecepatan dan tekanan. Dari simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai nilai perubahan CP pada bilangan Reynold Re= 4.54 x 104 sangat dekat dengan nilai CP simulasi dengan Reynold Re= 5.3 x 104 pada percobaan susunan silinder tandem dengan pengganggu tipe I-65o. Pemasangan silinder pengganggu I-65o mengakibatkan penurunan nilai CD rata-rata menjadi 32% dari nilai awal dan meningkatkan rata-rata CL sebesar 51% dari nilai awal.
RANCANG BANGUN ALAT PERAGA GENERATOR DC DENGAN VARIASI JUMLAH LILITAN KUMPARAN SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN PRAKTIK TARUNA DI ELECTRICAL WORKSHOP POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Cahya Moch. Yusuf Perkasa; Suseno; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generator magnet permanen merupakan generator sinkron yang menggunakan magnet permanen sebagai penghasil fluks magnetik. Generator magnet permanen pada umumnya digunakan sebagai pembangkit energi listrik alternatif dalam skala kecil. Hal ini dikarenakan, kinerja yang dihasilkan generator magnet permanen sangat bergantung pada besarnya kekuatan medan magnet. Untuk mengetahui pengaruh jumlah lilitan kumparan stator terhadap kinerja generator yang berupa tegangan induksi dan daya listrik yang dihasilkan.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Eksperimen dilakukan dengan menguji kinerja generator pada setiap variasi jumlah lilitan kumparan stator. Penelitian ini menggunakan pengaruh jumlah lilitan kumparan stator terhadap generator yang berupa tegangan induksi dan daya listrik keluaran. Dari ketiga variasi sampel kumparan stator. Supaya mengetahuai perbedaan output yang dihasilkan jika lilitan kumparan yang berbeda dihasilkan dari generator di Politeknik Penerbangan Surabaya agar nantinya bisa di realisasikan dan dapat menunjang pembelajaran di Politeknik Penerbangan Surabaya.
RANCANG BANGUN ALAT WATER INJECTION SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Chalidea Ramadhina; Bayu Dwi Cahyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah usaha untuk menambah wawasan para taruna dan taruni Politeknik Penerbangan Surabaya tentang teori piston engine khususnya pada materi water injection maka dibuat alat peraga ataupun simulator untuk mempermudah taruna dan dosen dalam memahami ataupun menjelaskan sistem kerja dari water injection. Dalam penelitian ini, akan menunjukkan bagaimana cara kerja dari alat water injection dengan penambahan elemen pemanas (heater) yang digunakan untuk memanaskan air dalam water tank sehingga diharapkan hasil akhir air berwujud vapor pada saat di spray oleh spray nozzle. Hasil dari penelitian secara eksperimental ini meunjukkan bahwa dalam pengujian alat peraga water injection dengan penambahan heater didapatkan hasil bahwa alat peraga tersebut telah berfungsi namun gagal (fail) dalam menghasilkan air menjadi vapor.
DESAIN AERODINAMIKA FLAP PADA AIRFOIL NACA 2410 DALAM BERBAGAI ANGLE OF ATTACK Cicilia Prima Normaningtyas Yunara; Suseno; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik aerodinamika merupakan dalam hal aplikasi aerodinamis, ini sangat penting yang ditujukan untuk mendapatkan bentuk benda yang aerodinamis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan permodelan dan simulasi perilaku aerodinamika airfoil NACA 2410 yang dilengkapi dengan flap menggunakan software Ansys 18.2 – CFD. Dalam proses simulasi akan dilakukan dengan variasi pada berbagai sudut serang. Permodelan NACA 2410 diambil dari software designFoil kemudian menyesuaikan ukuran dan panjang chord airfoil pada Autocad kemudian desain akan di eksport ke solidwork untuk penambahan desain flap serta pengaturan sudut serang. Selanjutnya akan disimulasikan pada software Ansys dengan pengaturan berbagai kondisi batas airfoil. Variasi yang digunakan adalah dengan sudut serang 00 sampai dengan 450. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sudut serang akan diikuti dengan meningkatnya koefisien lift dan koefisien drag. Namun pada airfoil NACA 2410 dengan flap menghasilkan koefisien lift dan koefisien drag yang lebih tinggi dibanding dengan airfoil tanpa flap.
RANCANG BANGUN PENAMPUNG BESI POTONG PADA HACKSAWING MACHINE UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI SERTA KESELAMATAN KERJA PERSONAL DI HANGGAR POLTEKBANG SURABAYA Darico Rizky Amarullah; Tony Wahyu Adyanto; Ajeng Wulansari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Hacksawing mechine yang berada di welding shop sebagai sarana praktikum untuk para Taruna memiliki potensi kecelakaan kerja berupa potongan besi yang jatuh tidak terarah dalam kondisi suhu tinggi. Penelitian ini berupa rancang bangun modifikasi hacksawing mechine berupa penampung besi potong yang merupakan wadah untuk menampung jatuhnya hasil potong cylinder saat setelah proses hacksaw. Selain itu, penambahan dromus atau cairan coolant pada penampung besi potong untuk mempercepatkan proses pendinginan hasil potong silinder besi. Konsep rancang bangun alat ini adalah alat penampung besi potong tersebut berbentuk balok dengan dimensi 15,5 x 13,5 x 7 cm dan dilengkapi clamp dibagian bawah sebagai penjepit dan penahan agar tidak jatuh. Selain itu alat penampung potongan besi potong ini juga sebagai tempat pendingin, karena diberi cairan pendingin berupa dromus dengan volume maksimal sebesar setengah dari volume balok tersebut. Dengan bentuk dan dimensi demikian, potongan besi dapat terjatuh tepat dan suhu akan segera turun dan siap untuk digunakan keperluan lainnya. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa alat ini membantu pekerjaan pengguna hacksawing machine dalam mengurangi potensi bahaya kecelakaan kerja akibat potongan cylinder yang jatuh tidak terarah dan memiliki suhu yang tinggi. Modifikasi tersebut dapat diaplikasikan pada hacksawing machine di hanggar Politeknik Penerbangan Surabaya.
PENGARUH VARIASI SUHU DAN WAKTU HEAT TREATMENT TERHADAP STRUKTUR ALUMUNIUM 1100 DENGAN MEDIA PENDINGIN MINYAK NABATI Deny Nur Setiawan; Bayu Dwi Cahyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 1100 digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai bagian pesawat dikarenakan memiliki ratio, strength serta weight yang relative tinggi. Perbaikan kualitas almagam aluminium 1100 ini bisa dicapai dengan memperlakukan panas (heat treatment). Agas bisa menaikkan kualitas aluminium 1100 tersebut dilakukan proses perlakuan panas (heat treatment), agar menghasilkan aluminium 1100 yang dibutuhkan sebagai bahan pembuatan fuel tank, cowlings, dan oil tank pada pesawat terbang. Pemberian perlakuan panas ini diberikan untuk menghasilkan produk yang sesuai sebagai bahan untuk aplikasi fuel tank, cowlings, dan oil tank pada pesawat. Perlakuan panas ini terdiri dari proses, solution treatment, quenching dan natural aging. Benda uji atau specimen diperlakukan panas atau heat treatment dengan suhu 100˚C, 200˚C & 300˚C serta waktu tahan selama 30 menit, 50 menit, dan 100 menit. Setelah itu benda uji diberi perlakuan quenching menggunakan media minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sifat mekanik benda uji sebelum diperlakukan aging dan sesudah diperlakukan aging. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan pengujian kekerasan vickers, dan pengujian foto struktur mikro. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa pemberian perlakuan heat treatment serta quenching pada aluminium 1100, diperoleh nilai kekerasan tertinggi pada suhu 200oC dengan waktu tahan 100 menit sebesar 44,80 HV.
PENGARUH PERUBAHAN KETEBALAN BALL BEARING TERHADAP PERFORMANCE TURBIN ANGIN SAVONIUS Dharma Weda Perdana; Gunawan Sakti; Ajeng Wulansari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya teknologi saat ini membuat penggunaan engine semakin banyak. Untuk mencegah maupun mengurangi polusi setiap harinya, perlu dilakukan penentuan komponen engine agar dapat lebih efisien dalam pembakaran, salah satunya adalah bearing. Pada kali ini, dilakukan penelitian terkait pengaruh ketebalan ball bearing terhadap putaran poros turbin angin yang dilaksanakan dengan menempatkan bearing pada sebuah turbin angin sumbu vertikal bertipe Savonius selanjutnya diputar dengan udara eksternal yang berasal dari exhaust wind tunnel dengan kecepatan udaranya 5m/s. Untuk pengukuran dilakukan menggunakan torque transducer tipe M425 dengan torque tolerance 0-10 Nm dan sample rate 1 sampai 4000 sps. Selain itu, M425 dapat mengatasi perpindahan parallel 0.18 mm dan deviasi sudut 0.06°. Dalam penelitian kali ini, dilihat bagaimana pengaruh ketebalan sebuah ball bearing terhadap performa putaran poros turbin savonius yaitu berupa daya, torsi, dan RPM. Hasi dalam penelitian ini adalah RPM tertinggi yaitu 323 RPM, torsi tertinggi yaitu 0,0568 Nm, daya tertinggi yaitu 0,842 Watt, juga Cp dan Cm yaitu 0,115 dan 0,242.
RANCANGAN ANTENNA DIPOLE PENERIMA ADSB DENGAN FREKUENSI 1090 MHZ UNTUK RTL SDR DI PESAWAT MENGGUNAKAN SOFTWARE SIMULASI CST STUDIO SUITE 2019 Dhimas Eko Prasetyo; Bambang Bagus Harianto; Fiqqih Faizah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(ADS-B) adalah teknologi pengawasan yang digunakan di udara navigasi. Teknologi ini dapat melihat informasi di bentuk alamat pesawat ICAO 24 bit, ident atau squawk, lintang,ketinggian, kebangsaan,kecepatan, bujur,trek dan menuju. Masalah pembangunan saat ini hanya bisa dilakukan dengan aplikasi berbasis web Flight Radar24, jadi itu membutuhkan koneksi internet untuk beroperasi. Untuk mengatasi ini.Masalahnya, diperlukan perangkat keras yang bisa menerima sinyal ADS-B dengan frekuensi 1090MHz dan dapat menerjemahkannya menjadi informasi. RTL-SDR R820T2 adalah perangkat keras berbasis perangkat lunak yang dapat menerima file berbagai sinyal dari 25 MHz - 1700MHz. Untuk memaksimalkan penerimaan sinyal, omnidirectional tambahan antena mampu menerima sinyal dari semua petunjuk arah. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah untuk terbang langsung tanpa koneksi internet. Pada penelitian ini didesain antena Dipole penerima ADSB yang beroperasi pada frekuensi kerja 1090 MHz dengan menggunakan perangkat lunak CST Studio Suite 2019 sebagai salah satu bentuk media pembelajaran antena alternatif pada frekuensi 1090 MHz dan diharapkan memiliki nilai parameter VSWR≤2, dan nilai return loss ≤ 10 dB.
RANCANG BANGUN DAN MONORING SUDUT ELEVASI LAMPU PRECISION APPROACH LIGHT (PALS) BERBASIS RASPBERRY PI SEBAGAI MEDIA SIMULASI PEMBELAJARAN Dini Khairun Nisa; Kustori; Darmadji
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Approach Lighting System (ALS) atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan “Sistem Lampu Ancang” adalah salah satu peralatan bantu pendaratan visual yang berfungsi memberikan informasi atau panduan secara visual kepada penerbang mengenai arah menuju landasan pacu (runway) pada saat terakhir akan mendarat (final approach). Approach Lighting System (ALS) merupakan konfigurasi susunan lampu – lampu yang terpasang simetris dari ujung perpanjangan landas pacu pada approach area sampai dengan ambang landas pacu (threshold). Metode penelitian dengan melakukan observasi Approach Lighting System (ALS) pada On The Job Training (OJT) di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, serta mengacu pada pedoman masa On The Job Training Annex 14 2018–Aerodrome dan dokumen Direktoral Jendral Perhubungan Udara tahun 2004 tentang Manual Of Standart Aerodrome (MOS), Tahun 2012 tentang Petunjuk dan Tata Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil, dan KP 2 Tahun 2013 Tentang Kriteria Penempatan dan Utilitas Bandar Udara. Hasil Penelitian akan memudahkan teknisi melakukan pengawasan/monitoring dan menambah keandalan Approach Lighting System (ALS) hingga 90% dengan menambah fitur monitoring ketika terjadi perubahan sudut yang melebihi 60 ataupun di bawah 50, sehingga kepresisian sudut Approach Lighting System (ALS) tetap terjaga demi keselamatan dan kelancaran pendaratan pesawat.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH PENGGUNAAN RECTANGULAR VORTEX GENERATOR SUSUNAN COUNTER-ROTATING PADA AIRFOIL NACA 0012 DENGAN SMOKE GENERATOR Diyon Pratama; Setyo Hariyadi Suranto Putro; Suyatmo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat bisa terbang karena bentuk dari sayap pesawat yang sedikit melengkung disebut Airfoil. Airfoil hingga saat ini masih terus digunakan oleh pesawat jaman sekarang, namun terus didesain untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah penemuan dari Wright bersaudara, pengembangan teknologi pesawat terus dilakukan Untuk bisa terbang, pesawat terdapat 4 gaya, yaitu (1) Gaya Angkat (Lift) yang mengangkat agar pesawat ke atas, (2) Gaya Gravitasi, yang menghasilkan berat dan agar pesawat tetap di ground, (3) Gaya Hambat (Drag) menghambat pesawat bergerak kedepan, dan (4) Gaya Dorong (Thrust) menghasilkan gaya dorong kedepan. Dalam penelitian ini melaksanakan eksperimen aerodinamika. Yaitu dengan menggunakan wind tunnel . Dengan menggunakan smoke pada wind tunnel dan percepatan kipas terhadap smoke. Dan mengubah beberapa sudut pada airfoil tersebut. Kita dapat membandingkan atau menganalisa airfoil pada NACA 0012. Hasil eksperimen didapatkan performansi aerodinamika dan fenomena airflow disekitar airfoil. Hal ini dikarenakan pada eksperimen ini akan terdapat diferensial pada airfoil yang ditambahkan generator vortex, dan yang tidak menggunakan generator vortex. Airfoil yang ditambahkan vortex generator, sudut pemisahnya lebih kecil dibandingkan dengan airfoil yang tidak ditambahkan vortex generator.