cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
RANCANGAN LAMPU INDIKATOR POSISI LANDING GEAR MENGGUNAKAN DISPLAY BERBASIS ARDUINO- UNO Ahmad Dendy Herdiansyah; Yuyun Suprapto; Aulia Regia
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari tugas akhir ini untuk mempermudah taruna dan dosen dalam melakukan pembelajaran teori tentang Landing Gear terutama lampu indikator Landing Gear ketika Retrack dan Extend dan posisi Landing Gear. Alat peraga lampu indikator Landing Gear saat retract dan Extend ini diharapkan mampu sebagai media pembelajaran sehingga penjelasan tentang teori tersebut dapat dipahami dengan lebih mudah.Pada saat pembelajaran teori tentang Landing Gear ini masih belum ada alat peraga sebagai media pembelajaran yang mensimulasikan cara kerja dan posisi dari Landing Gear, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk memudahkan ketika pembelajaran teori tentang Landing Gear sebagai alat peraga media pembelajaran yang mempermudah instruktur / dosen menjelaskan tentang teori Landing Gear. Sistem dari alat peraga tersebut menggunakan Arduino sebagai controller utama alat yang di dukung oleh komponen lain seperti rotary sensor, toggle, switch, motor servo, lampu LED, LCD yang dapat mengindikasikan posisi dari Landing Gear.
PENGARUH KOMPOSISI KATALIS DAN ORIENTASI SERAT WOVEN ROVING SINGLE DAN DOUBLE LAYER TERHADAP SIFAT MATRIK UJI TARIK KOMPOSIT Ahmad Zaki; Ajeng Wulansari; Aulia Regia
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah suatu material rekayasa yang mempunyai sifat ringan dan kuat sering digunakan sebagai konstruksi. Karena sifatnya yang kuat dan ringan material komposit ini dijadikan sebagai struktur dasar paling banyak yang digunakan pada struktur peswat terabang karena ringan dan kuat merupakan syarat utama sebagai teruktur pesawat terbang. Untuk mengetahui kekuatan pada paduan komposit salah satu cara yang dilakukan dengan membuat perbandingan komposisi katalis dengan resin polyester sehingga dapat mengetahui komposisi terbaik untuk material tersebut dan dapat digunakan pada struktur pesawat terbang. Benda uji dibuat dengan presentase katalis terhadap resin polyester dengan komposisi 5%, 10%, dan 15%. Kemudian dijadikan bahan campuran terhadap resin polyester dan untuk penguatnya menggunakan serat fiberglass woven roving dengan variasi orientasi serat satu lapis dan dua lapis. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan hasil komposisi campuran katalis dengan resin polyester untuk mendapatkan sifat kekuatan uji tensile. Pengujian ini menggunakan pengujian kekuatan tensile machine test. Dari hasil dari analisis ini kekuatan tensile strength tertinggi untuk komposit serat fiberglass woven roving dengan komposisi katalis 10% dan orientasi serat double layer dengan memiliki karakteristik tensile strength 5,181 kgf/mm², karna memiliki sifat tidak mudah rapuh dan pengeringannya sempuna.
RANCANGAN MODIFIKASI ALAT TROLLY DRUM FUEL SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Aldi Yoga Yalasena; Tony Wahyu; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trolly merupakan suatu alat penunjang dalam kegiatan operasional suatu perusahaan.Adapun material dari bahan besi yang lebih tebal dan mempunya kekuatan yang baik. Trolly Fuel Drum alat penunjang untuk menarik dan mendorong drum fuel dari fuel station menuju hangar dengan bantuan tenaga manusia. Pengujian troly fuel di lakukan di hangar Politeknik penerbangan Surabaya. Dengan menggunakan pengujian man Power dan waktu tempuh troly pada jarak 25 meter.Tujuan Pengujian ini membandingkan tingkat efisen waktu dan tenaga yang di keluarkan untuk memindahkan drum fuel. Dari hasil pengujian, maka dapat di bandingkan troly lama dengan jarak 25 meter membutuhkan 3 man power dengan waktu 30 detik, sedangkan alat yang baru membutuhkan 1 man power dengan waktu 25 detik
DESAIN ANTENA MIKROSTRIP CIRCULAR UNTUK SISTEM RADAR ALTIMETER Alvira Nur Aini; Bambang Bagus Harianto; Fiqqih Faizah
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena merupakan salah satu komponen vital dalam suatu pemancar atau penerima. Antena bekerja dengan mentransmisikan dan menerima gelombang elektromagnetik dari dan ke udara. Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang saat ini sering diaplikasikan di beberapa peralatan sebagai salah satu antena alternatif dan inovasi antena dikarenakan proses fabrikasi yang mudah dan murah. Radar altimeter adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur ketinggian atau jarak dari pesawat ke permukaan tanah atau ke permukaan laut. Yang memiliki frekuensi pada 4.2 – 4.3 GHz. Pada penelitian kali ini, penulis akan mencoba untuk mendesain dan menganalisa kinerja antena mikrostrip patch circular menggunakan aplikasi CST Studio Suite 2019 sebagai salah satu bentuk media pembelajaran antena alternatif pada frekuensi 4.2 – 4.3 GHz dan diharapkan memiliki nilai parameter VSWR≤2, dan nilai return loss ≤ 10 dB.
PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP LAJU KOROSI TITANIUM 6AL4V MENGGUNAKAN SENYAWA ASAM SULFAT (H2SO4) Angga Alwihadi; Bayu Dwi Cahyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan titanium sebagai kandidat penyusun struktur dan komponen pesawat terbang yang berhubungan langsung dengan lingkungan korosif memicu terjadinya peristiwa korosi. Korosi merupakan peristiwa degradasi material yang diakibatkan oleh reaksi elektrokimia. Oleh karena itu di perlukan peningkatan kualitas paduan titanium salah satunya dengan proses Heat Treatment, sehingga terbentuk sifat fisis dan mekanis material sesuai dengan yang diharapkan. Spesimen material yang digunakan pada penelitian ini adalah Titanium 6AL4V. Benda uji akan diberikan berbagai perlakuan dengan variasi suhu yang berbeda dalam waktu 120 menit, kemudian dilakukan perendaman kedalam media pengkorosi asam sulfat (H2SO4) dengan konsentrasi 98%. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan struktur mikro serta keterkaitan laju korosi Titanium 6AL4V terhadap larutan asam sulfat. Waktu pengujian dilakukan pada interval 24, 48, 72, 96, dan 120 jam dan diukur menggunakan metode weight loss. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variasi temperatur heat treatment berpengaruh terhadap percepatan laju Titanium 6AL4V. dimana korosi tercepat terjadi pada benda uji tanpa perlakuan heat treatment sebesar 20,6 mpy, sedangkan korosi terkecil dialami spesimen dengan pelakuan panas pada suhu 300oC menyentuh angka 5,1 mpy. kemudian dari perbandingan hasil scanning electron microscope memperlihatkan tidak adanya perubahan susunan mikro pada spesimen sehingga dapat disimpulkan korosi tidak mempengaruhi transformasi struktur mikro
STUDI EKSPERIMEN PENAMBAHAN OCTANE BOOSTER PADA BAHAN BAKAR PREMIUM TERHADAP EMISI GAS BUANG PISTON ENGINE Anggie Izurhadi; Bambang Junipitoyo; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara adalah faktor penting dalam kehidupan, namun diera modern sejalan dengan perkembangan pembangunan pusat industri serta berkembangnya transportasi telah menyebabkan kualitas udara mengalami perubahan. Dari yang mulanya segar kini kering dan kotor akibat dari terjadinya pencemaran udara karena kendaraan transportasi. Maka tampak dengan jelas ada hal yang harus mendapakan perhatian yang serius yaitu uji emisi yang harus dilakukan secara berkala pada kendaraan. Namun masih banyak orang yang belum mengerti betul tentang pencampuran premium dengan zat aditif guna untuk memenuhi kebutuhan nilai octane bahan bakar suatu engine. oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan octane booster terhadap emisi gas buang piston engine. Dalam penelitian ini, akan dilihat bagaimana pengaruh octane booster berbahan MMT terhadap emisi gas buang yang dihasilkan oleh piston engine 4-stroke 155cc compression ratio 10,5 : 1 dengan menggunakan gas analyzer. Dari hasil pengujian diketahui bahwa bahan bakar dengan campuran octane booster terbukti dapat menyempurnakan pembakaran di dalam engine. Hal ini terbukti dari hasil emisi HC dan CO yang menurun yang juga sejalan dengan meningkatnya kadar CO2.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS DAN LARUTAN ASAM CLORIDA TERHADAP LAJU KOROSI ALUMUNIUM 1100 Anis Muhammad Rizal; Suyatmo; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi ialah suatu kejadian alam, dimana logam mengalami kerusakan yang ditimbulkan oleh reaksi kimia maupun elektrokimia akibatnya logam mengalami perubahan struktur dan kekuatan alumunium. korosi dalam struktur pesawat merupakan hal yang fatal jika diabaikan dan bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kecelakaan pesawat terbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas dan larutan asam clorida terhadap laju korosi alumunium 1100.Pengujian yang dilakukan dengan cara Aluminum Alloy 1100 menggunakan heat treatment pada suhu 150°C dengan waktu 120 menit kemudian quenching menggunakan air. Setelah dilakukan heat treatment dan quenching Aluminum Alloy 1100 di rendam pada media korosi asam clorida. Metode yang digunakan adalah metode weight loss dan elektrokimia.Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 4 sampel. Dari hasil penelitian menunjukkan Alumunium 1100 dengan tidak mendapatkan perlakuan panas mendapatkan hasil bahwa semakin lama waktu perendaman semakin cepat laju korosi alumunium tersebut,dimana terdapat peningkatan laju korosi secara signifikan pada waktu 192 jam, sementara dari 48 sampai 168 jam terjadi peningkatan laju korosi akan tetapi tidak terlalu signifikan. Pada Alumunium 1100 dengan mendapatkan perlakuan panas mendapatkan hasil bahwa semakin lama waktu perendaman semakin cepat laju korosi alumunium tersebut,dimana terdapat peningkatan laju korosi secara signifikan pada waktu 192 jam,sementara dari 48 sampai 168 jam terjadi peningkatan laju korosi akan tetapi tidak terlalu signifikan. Berdasarkan nilai akhir dari perhitungan laju korosi untuk material alumunium 1100 yang menggunakan perlakuan panas dan tidak menggunakan perlakuan panas alumunium 1100 bahwa alumunium yang mendapatkan perlakuan panas hasil laju korosi lebih rendah dibandingkan dengan spesimen yang tidak mendapatkan perlakuan panas.Sedangkan larutan asam clorida menyebabkan adanya perubahan struktur yang menyebabkan terbentuknya korosi pada Allumunium 1100. Jenis korosi yang terbentuk pada alumunium 1100 dengan perlakuan panas mengalami Intergranular Corrosion sedangkan yang tanpa perlakuan panas mengalami Pitting Corrosion. Perlakuan panas yang diberikan pada alumunium 1100 mempengaruhi laju korosi pada alumunium 1100 yang dilarutkan pada larutan asam clorida.
PEMBUATAN SIMULATOR FUEL SYSTEM BOEING 737-200 DENGAN VISUALISASI ALIRAN FUEL DI HANGGAR POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Anjas Maulana Iswanto; Lady Silk Moonlight; Suseno
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat udara membutuhkan suplai bahan bakar yang stabil pada saat melakukan penerbangan. Bahan bakar ini digunakan oleh mesin pesawat untuk menghasilkan daya dorong, maka diperlukannya system pendistribusian bahan bakar. Fuel system merupakan suatu sistem penting pada pesawat terbang yang digunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari tank menuju engine. Kegagalan pada fuel system dapat menyebabkan masalah yang serius bahkan fatal pada pesawat. Tujuan pembuatan alat kali ini agar mempermudah para taruna untuk memahami materi dengan efisien. Tank dan pipa pada simulator akan dibuat dari bahan akrilik agar dapat melihat proses aliran fluida. Simulator ini diberikan system pengontrol menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 untuk mengatur buka tutup solenoid, dan sebagai display fuel indicator.
RANCANG BANGUN MODEL 3D PADA ENGINE TURBOSHAFT ALLISON 250 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Aufar Nubli; Suyatmo; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri dengan pesatnya perkambangan teknologi pada abad 21, yang mana masifnya digitalisasi dalam bidang pendidikan sehingga membuat pelajar lebih di mudahkan dalam berbagai hal untuk memenehuhi kebutuhan pelajaran. Seperti pengenalan engine aircraft secara digitalisasi, tampilan yang lebih modern tentu akan lebih membuat penyajian gambar kepada para pelajar lebih tertarik untuk belajar tentang konten yang di berikan. Serta bertujuan untuk membuat aplikasi serta menjadi referensi bahan peraga dalam pembelajaran. Langkah pertama yang diambil dalam penelitan ini adalah menganalisis kebutuhan kebutuhan saat melakukan pemodelan 3D. Tujuan dari analisis kebutuhan yaitu untuk mempelajari karakteristik program yang ingin dibuat. Pemahaman unjuk kerja, informasi, domain, tingkah laku, dan antar-muka yang diperlukan Pressman (2002). Analisis kebutuhan untuk pembuatan perangkat lunak ini dibutuhkan analisis kebutuhan perangkat keras untuk membangun perangkat lunak dam analisis kebutuhan perangkat lunak untuk membangun perangkat keras. Kemudian dilakukan desain model secara 2 dimensi maupun 3 dimensi, lalu dilakukan penambahan warna serta material pada model 3 dimensi, lalu proses pengkodean terhadap model agar bisa digerakan, dan yang terkakhir adalah tahap pengujian fungsionalitas aplikasi. Tahap pengujian fungsionalitas aplikasi ini dilakukan agar kondisi input dari aplikasi telah bekerja sebagaimana yang diharapkan Pengujian yang dilaksanakan pada aplikasi ini yaitu menggunakan metode Black Box Testing. Pada tahap black box testing dilakukan pengujian hanya memeriksa fungsional dari perangkat lunak dan memperhatikan hasil eksekusi melalui data uji. Dan simpulan pengujian menyatakan bahwa aplikasi dapat menampilkan output button secara benar sesuai dengan input yang diberikan, yaitu menampilkan transparansi model 3d, perputaran pada model, perpindahan lokasi komponen, suara starting engine, dan keluar dari halaman utama.
PENGARUH SUDUT TEKUK (CANT) WINGLET MENGGUNAKAN AIRFOIL NACA 2215 PADA AERODINAMIKA PESAWAT TERBANG Bagas Aji Abdi; Bayu Dwi Cahyo; Lady Silk Moonlight
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Airfoil Adalah sebuah struktur pada pesawat terbang yang digunakan menentukan performa aerodinamika. Kinerja Airfoil pesawat terbang ditentukan oleh nilai dari coefficient lift (CL) dan coefficient drag (CD). Terdapat perbedaan tekanan udara pada bagian permukaan atas dan bawah airfoil untuk mendapatkan gaya angkat. Maka dibuatnya winglet dengan sudut tertentu guna untuk mengatur aliran udara pada airfoil tersebut. Tujuan penelitian yang menganalisis sudut tekuk winglet ini terhadap performa aerodinamika sayap pesawat, dengan variasi sudut tekuk winglet yang akan digunakan yaitu 00, 300, 450. Sehingga hasil peneitian tersebut dapat membandingkan ketika memakai winglet dan tidak memakai winglet yang mampu menambah performa aerodinamika tetapi harus mendapat nilai CL/CD yang sesuai terlebih dahulu.