cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
ISSN : 25488112     EISSN : 26228890     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 923 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT MAGNESIUM TERHADAP SIFAT MEKANIS ALUMUNIUM ALLOY 1100 PADA TEMPERATUR 150℃, 200℃, dan 250℃ Nuruddin Arroniri Ritonga; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan terhadap aluminium alloy pada dunia perindustrian meningkat, terutama pada pembuatan pesawat terbang. Alumunium digunakan karena sifat yang ringan, kuat dengan pencampuran dengan zat lain. Untuk meningkatkan nilai kekerasan alumunium dengan cara penambahan unsur magnesium dengan variasi temperatur yang ditetapkan selama proses pembuatan paduan aluminium yang dihasilkan. Hasil perbandingan nilai uji vickers tertinggi yaitu 32,99 HV pada material campuran magnesium 4% pada suhu heat treatment 250℃ dengan waktu 150 menit. Hasil nilai ketangguhan impact tertinggi yaitu 0,0177 J/mm²pada campuran magnesium 3% pada suhu heat treatment 250℃ dengan waktu 120 menit. Hasil uji tarik menghasilkan nilai modulus elastisitas tertinggi yaitu 211,90 Mpa pada campuran magnesium 3% pada suhu heat treatment 200℃ dengan waktu 120 menit.
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN TOLUENE OCTANE BOOSTER DENGAN BAHAN BAKAR RON 92 TERHADAP DAYA DAN EMISI GAS BUANG PISTON ENGINE 4 STROKE Pribadi Laksono Jati; Binsar Siahaan; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masyarakat berinovasi mengombinasikan bahan bakar Pertamax 92 dengan unsur senyawa untuk menambah angka octane bahan bakar suatu mesin. Salah satunya senyawa toluene. Akan tetapi pencampuran tidak memperhitungkan muatan kandungan di dalamnya dan tidak menggunakan dosis yang jelas dan terukur, hal ini dapat mengakibatkan bahaya bagi mesin dan masyarakat itu sendiri. Oleh karenanya penting dilakukan riset tentang pengaruh peningkatan toluene terhadap kinerja dan emisi gas buang piston engine 4 stroke. Dalam penelitian ini, akan menggunakan alat dynotest dan gas analyze, yang nantinya di bandingkan dengan Pertamax turbo dan Pertamax92 murni. Dari hasil pengujian didapatkan power pada Pertamax 92 yaitu daya sebesar 10,7 HP dan torsi sebesar 25,36 NM. Untuk hasil pengujian Pertamax 92 800 ml dan toluene 200 ml didapatkan power daya sebesar 11,3 HP dan torsi sebesar 26,65 NM daya meningkat sebesar 1,7% dan torsi meningkat 5,08 % dari pertamax 92. Untuk pertamax turbo mendapatkan hasil power tertinggi yaitu power daya sebesar 11,4 HP dan torsi sebesar 26,90 NM selisih daya lebih tinggi 0,88% dan torsi 0,94%. Hasil pengujian menunjukan 20% toluene dan 80% Pertamax 92 dapat meningkatkan angka oktan dari 92 ke 98 naik sebesar 6,5%. Dari hasil pengujian emisi gas buang Pertamax 92 menghasilkan kadar CO sebesar 0,78%. Pertamax 92 dengan toluene menghasilkan CO sebesar 0,57% Pertamax dengan campuran toluene ini dapat menurunkan CO sebesar 26,9%. Senyawa CO2 pada campuran Pertamax 92 dan toluene menurun sebesar 39,8% Untuk gas HC menurun sebesar 977 ppm 64,6 % lebih kecil dari pertamax 92. Pada pertamax turbo gas CO 16,1 % CO2 40% dan HC 53% lebih tinggi kadar gas tersebut dari pertamax 92 campuran dengan toluene.
CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE 25% ETHANOL MESIN PISTON 1 SILINDER TERHADAP PERFORMA DENGAN VARIASI WAKTU PENGAPIAN Rafi Raihannur Rachman; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan dengan energi bahan bakar seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam akan semakin meningkat pada beberapa waktu mendatang. Sedangkan cadangan energi bahan bakar semakin berkurang. Hal ini juga disebabkan oleh tingginnya angka transportasi yang menggunakan bahan bakar. Pada saat ini sudah banyak dikembangkan bahan bakar alternatif dengan tujuan untuk pengganti ataupun bahkan pencampur bahan bakar. Salah satunya adalah etanol yang asalnya bisa didapat pada tumbuhan jagung, gandum, dan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan etanol terhadap daya, torsi, waktu pengapian, performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Dalam melaksakan penelitian ini langkah awal yang diperlukan merupakan bahan bakar, etanol, dan alat untuk memperoleh data menggunakan dynotest. Mesin akan diamati perubahannya pada aspek daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar dengan meggunakan penambahan etanol pada pertalite. Persentase yang digunakan adalah 25%. Pada pengujian variasi waktu pengapian yang dimajukan 1°, 2°, 3°, dan 4° untuk mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna pada campuran bahan bakar 25% etanol 75% pertalite dan dapat disimpulkan pada pengujian ini pengaruh penambahan etanol hanya berefek pada peningkatan daya dan torsi.
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN 50% ETHANOL DENGAN VARIASI IGNITION TIMING PADA PISTON ENGINE 1 CYLINDER Muhammad Rafi Putra Andika; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan energi masih menjadi masalah global dekade ini karena pasokan bahan bakar fosil dan minyak mentah semakin langka atau habis karena tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. Etanol dari jagung, gandum dan tanaman lainnya merupakan bahan bakar alternatif beroktan tinggi yang dapat mendongkrak nilai oktan bahan bakar fosil lainnya. Etanol memaksimalkan kinerja mesin, dan waktu pengapian juga dapat mempengaruhi kinerja mesin secara positif. Penelitian ini membutuhkan alat dinamometer untuk mendapatkan data berupa daya, torsi dan konsumsi bahan bakar pertalite dengan menggunakan campuran etanol 50% beserta perubahan waktu pengapian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran pertalite dan ethanol serta mengubah waktu pengapian dapat menaikkan performa mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Hal ini dibuktikan dari variable terbaik yang di dapat ialah Pertalite 50% : Ethanol 50% +2º BTDC dari waktu standard (25º BTDC) yang menghasilkan torsi sebesar 13,96 N.m, mengalami peningkatan torsi dari ignition timing standard sebesar 0,27 N.m dan menghasilkan daya 9,2 HP dan mengalami peningkatan daya dari ignition timing standard sebesar 8 HP serta memiliki konsumsi bahan bakar terendah yaitu sebesar 0,42 ml/s.
UJI TARIK DAN UJI IMPACT PADA KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA DENGAN VARIASI ARAH SERAT Muhammad Ramdhan; Bambang Junipitoyo; Wasito Utomo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat sabut kelapa merupakan salah satu serat alami yang bisa di manfaatkan sebagai bahan komposit karena tidak menghantarkan arus listrik, tidak menghantarkan panas, kuat, bobot nya yang ringan, ramah lingkungan, dan biaya pembuatannya yang terjangkau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan membandingkan seberapa kuat komposit serat sabut kelapa yang menggunakan serat searah, arah serat anyam, dan serat acak melalui uji tarik dan uji impact. Penelitian dimulai dari bulan November 2021 hingga bulan juli 2022. Pada bulan Agustus 2022 merupakan persiapan dan pelaksanaan ujian tugas akhir. Tempat penelitian ini dilakukan di engine shop prodi Teknik Pesawat Udara AMTO 147D Politeknik Penerbangan Surabaya. Pembuatan spesimen. Pembuatan spesimen komposit dengan serat sabut kelapa, dengan menggunakan resin polyester 157 dan katalis, menggunakan perbandingan serat 10% dan matriks 90% dengan menggunakan standar benda uji komposit ASTM D638-1 dan ASTM A370. Berdasarkan hasil pengujian tarik yang telah dilakukan pada ketiga variasi arah serat komposit tersebut dapat diketahui bahwa komposit dengan nilai tegangan tarik tertinggi di dapat oleh arah serat anyam dengan nilai rata rata tegangan 25,54 N/MM2 dan komposit dengan nilai rata rata regangan tertinggi di dapatkan oleh arah serat searah dengan nilai rata rata regangan 2,91% lalu pada pengujian impact komposit nilai tenaga patah dengan hasil tertinggi di dapatkan oleh komposit yang menggunakan arah serat acak dengan nilai rata rata tenaga patah 0,29 Joule/MM2.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM PADA SIFAT MEKANIS ALLUMUNIUM ALLOY 1100 MENGGUNAKAN VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU 120 MENIT AGING Ridwan Rifki Riyadi; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material dasar allumunium alloy sering dimanfaatkan pada industri penerbangan sebagai bahan struktur pesawat terbang karena mempunyai sifat ringan dan kekuatannya mudah dibentuk, untuk memperoleh sifat mekanis yang baik pada alumunium, perlu ditambahkan beberapa paduan. Dengan variasi aging dan temperatur dapat meningkatkan sifat mekanis dari alumunium alloy 1100. Pengujian dilakukan dengan cara melebur alumunium alloy 1100 kemudian dengan pencampuran kandungan kimia untuk kandungan magnesium setelah itu dilakukan variasi aging dan temperatur. Setelah dilakukan aging dan variasi temperatur dilakukan uji Tarik, uji kekerasan Vickers, dan uji Impact dari alumunium alloy 1100.  Hasil akhir yang dicapai dari penelitian ini yaitu pada pengujian Tarik didapat hasil tertinggi pada campuran zat magnesium (Mg) 5% dengan suhu 350℃ serta 120 menit aging dengan nilai 345,69 MPa. Penambahan zat magnesium juga meningkatkan sifat mekanis dari segi ketangguhan dan kekerasan material, terlebih dilakukannya proses aging pada material. Pada pengujian Vickers didapat nilai kekerasan rata-rata tertinggi pada campuran magnesium 5% suhu 350℃ dengan nilai 34,01 HVN. Lalu pada uji impact diperoleh nilai ketangguhan tertinggi pada campuran magnesium 4% dengan suhu 350℃ dengan nilai 0,0131 J/mm².
PENGARUH KERJA SAMA TERHADAP KINERJA PRAKTIK TARUNA PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK MESIN PISTON DI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA Muhamad Rizal Septiyan Pratama; Suyatmo; Dewi Ratna Sari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik Pesawat mempelajari dasar-dasar cara merawat pesawat secara teoritis, yang mencakup penjelasan tentang tindakan pencegahan keselamatan pesawat & workshop, praktik workshop, dan prosedur perawatan. Untuk mendukung pengetahuan dasar perawatan pesawat dan memberikan pengetahuan dalam memperoleh lisensi dasar A1 (Airframe dan Powerplant), A3 (Piston Engine) dan A4 (Turbin Engine). Untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang cara perawatan pesawat untuk menunjang ilmu dan praktek di bidang sistem pesawat terbang. Pada saat taruna Politeknik Penerbangan Surabaya melaksanakan praktik kerja sama memerlukan kerjasama tim yang baik yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang ideal. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner untuk mengetahui bagaimana pengaruh kerja sama terhadap kinerja praktik taruna program studi Teknik Pesawat Udara saat melaksanakan praktik pada pembelajaran mesin piston. Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis membuktikan memanfaatkan uji validitas dengan strategi person correlation dan uji reliabilitas menggunakan rumus cronbach alpha untuk mendapatkan data yang reliabel. Hasil uji data yang dilakukan, terdapat koefisien korelasi, hubungan kerjasama berpengaruh signifikan.
PENGARUH ELEMEN MAGNESIUM TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 1100 DENGAN PERUBAHAN SUHU DAN WAKTU AGING Roy Pratama Suwanto; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan aluminium banyak digunakan sebagai bahan utama struktur pesawat karena ringan dan mudah dibentuk, tetapi paduan aluminium 1100 juga mudah rapuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan beberapa paduan untuk mendapatkan sifat mekanik aluminium yang baik. Paduan aluminium yang tepat diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik aluminium alloy 1100. Percobaan dilakukan dengan cara melebur paduan aluminium 1100 dan menambahkan campuran bahan kimia berupa unsur magnesium dan waktu penuaan atau aging serta perubahan suhu. Penambahan unsur magnesium dapat mengoptimalkan sifat mekanik paduan aluminium 1100. Sifat mekanik aluminium kemudian dianalisis salah satunya dengan menguji kekerasan vickers, kekuatan impak dan kekuatan tarik material. Hasil akhir dari penelitian ini adalah uji vickers dengan rata-rata kekerasan tertinggi sebesar 32.467 HVN pada paduan magnesium 5% dengan temperatur 200℃ dan waktu aging 120 menit. Pada pengujian impak yang bersangkutan diperoleh durabilitas tertinggi yaitu 0,0180 HI dalam 0% magnesium atau paduan aluminium murni. Hasil tertinggi diperoleh pada uji tarik sebesar 35,55 Mpa pada paduan magnesium 3% dalam temperatur 200℃ dengan waktu aging 60 menit.
RANCANGAN PEMBUATAN SPECIAL TOOL GRINDING VALVE SEATS UNTUK PISTON ENGINE LYCOMING IO-360 Achmad Sholehhudin; Suseno; Bambang Junipitoyo
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya menyediakan piston engine pesawat sebagai alat penunjang pembelajaran. Maka dari itu diperlukan beberapa special tool yang efisien sehingga alat lebih mudah digunakan dan dipahami oleh para taruna untuk pelaksanaan praktek salah satunya yaitu grinding valve seats, di hangar Politeknik Penerbangan Surabaya masih belum ada alat yang dapat digunakan untuk pelaksanaan grinding valve seatsnya. Tujuan dalam experiment ini adalah merancang special tool yang digunakan untuk melakukan grinding valve atau biasa disebut dengan skir klep pada intake valve dan exhaust valve. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk penelitiannya karena menjelaskan tentang beberapa tahapan mengenai rancangan pembuatan dan juga pengujian alat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah special tool grinding valve seat satu arah putaran yang disertai tumbukan. Untuk membandingkan hasil grinding valve yang baik dan lamanya waktu penyekiran, maka variasi putaran motor yang digunakan adalah 500 RPM, 750 RPM, dan juga 1000 RPM. Dari experiment ini menghasilkan special tool grinding valve seats. Untuk hasil pengujian yang didapat dari penelitian ini adalah semakin besar kecepatan putar motor maka semakin besar pula hasil pemakanan atau pengikisan valve seat nya. Hasil penyekiran terbaik yaitu tidak terjadinya kebocoran dan pengikisan paling sedikit yang terdapat pada kecepatan putaran motor 500 RPM.
PENGARUH PENCAMPURAN BAHAN BAKAR PERTAMAX DAN LOW ETHANOL DENGAN VARIASI PISTON PADA ENGINE SATU CYLINDER Tsalby Syayid Kunuzis Lail Haitamy; Ajeng Wulansari; Sukahir
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun ke depan, kebutuhan dunia akan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas akan meningkat. Apalagi cadangan bahan bakar fosil semakin menipis. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya kendaraan bermotor yang tersedia. Penciptaan energi terbarukan dan alternatif saat ini merupakan langkah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Etanol merupakan salah satu sumber bahan bakar alternatif yang berasal dari tumbuhan atau tumbuhan. Oktan tinggi yang ditemukan dalam etanol dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar atau sebagai bahan bakar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan etanol terhadap horsepower, torsi, dan penghematan bahan bakar mesin. Untuk melakukan penelitian ini diperlukan bahan bakar, etanol, varian piston yang dimodifikasi dan instrumen untuk melakukan pengujian dan pengumpulan data yaitu Dynotest. Perubahan mesin akan terlihat dari segi tenaga, torsi dan konsumsi bahan bakar dengan penambahan ethanol dan pertamax pada piston varian modifikasi. Rasio pencampuran etanol yang rendah adalah 5%, 10%, 15%, 20%. Hasil akhir penelitian untuk daya(hp), dan torsi(Nm), didapat pada saat menggunakan piston variasi dengan kompresi rasio 10,1:1 dengan daya tertinggi 9,0 HP, torsi tertinggi 22,17Nm, dan efisiensi bahan bakar terbaik didapat pada saat menggunakan piston standart dengan kompresi rasio 9,4:1 diangka 0,27 ml/s.