cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
dekon@gunadarma.ac.id
Editorial Address
Jalan Margonda Raya 100, Depok, Jawa Barat
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi
Published by Universitas Gunadarma
ISSN : 02164086     EISSN : 2089807X     DOI : http://dx.doi.org/10.35760/dk.
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal memuat artikel ilmiah hasil penelitian tentang sipil, konstruksi, dan arsitektur, yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Bagian Publikasi Universitas Gunadarma.
Articles 320 Documents
ANALISIS ANGGARAN BIAYA DAN RESOURCE LEVELING UNTUK EFISIENSI PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH MENENGAH UMUM AL-AZHAR DI BUMI SERPONG DAMAI Suprapto, Heri; Kurnniyawan, Dede
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek adalah suatu urutan dan peristiwa yang dirancang dengan baik pada suatupermulaan dan suatu akhir, yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan yangjelas. Proyek disini dalam arti luas, meliputi proyek yang paling sederhana sampaiyang paling kompleks, jenisnya pun sangat beragam dan mencakup segala bidang. Suatuproyek memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang teliti dan baik, sertapemanfaatan suatu proyek agar dapat sesuai dengan kebutuhan yang ada.Suatu proyekdalam pelaksanaannya harus memenuhi 3 kriteria, yaitu biaya proyek, mutupekerjaan dan waktu penyelesaian pekerjaan. Apabila biaya proyek kurang maka akanterjadi banyak hambatan untuk menjalan proyek tersebut, misalnya mutu pekerjaanakan kurang dari standar yang ditentukan, waktu pekerjaan akan terhambat, dansebagainya. Banyak sekali faktor yang harus ditinjau dalam menentukan besarnya biayayang harus disediakan, misalnya jenis– jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam suatuproyek, besarnya biaya atau harga satuan dari suatu kegiatan, besarnya volume suatukegiatan, harga bahan yang dibutuhkan, harga upah pekerja, dan sejenisnya.Tujuan daripenyusunan Tugas Akhir ini adalah mengetahui besarnya anggaran biaya pada proyek,mengetahui kebutuhan sumber daya manusia (mandor dan pekerja) yangdibutuhkan, dan mengetahui durasi atau lamanya waktu untuk pekerjaan yangada.Besarnya anggaran biaya yang dibutuhkan pada proyek pembangunan gedungSekolah Menengah Umum Al-Azhar di Bumi Serpong Damai adalah sebesar Rp.7.533.644.357,-Lamanya waktu pekerjaan pada proyek pembangunan gedungSekolah Menengah Umum Al-Azhar di Bumi Serpong Damai adalah dari tanggal1 November 2006 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2007.
STUDI PERHITUNGAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI DENGAN SISTEM MANAJEMEN KONVENSIONAL DAN SISTEM MANAJEMEN ENGINEERING, PROCUREMENT, AND CONSTRUCTION (EPC) Tenriajeng, Andi Tenrisukki; Hardiyanto, Gatot
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan pekerjaan dan meningkatnya pembiayaan proyek merupakan salah satukesalahan dari manajemen yang kurang baik. Pada umumnya, sistem manajemen proyekkonstruksi yang sering digunakan adalah sistem manajemen Konvensional, dimana seringterdapat banyak kendala pada saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan karena adanya kegiatantumpang tindih pada proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan danmeningkatnya pembiayaan. Selain itu juga ada sistem manajemen Engineering, Procurement,Construction (EPC) yang dapat diaplikasikan pada proyek konstruksi.Untuk membandingkandari kedua sistem manajemen Konvensional dengan manajemen Engineering, Procurement, andConstruction (EPC) dapat dilakukan dengan membandingkan efisiensi terhadap biaya dan waktupada proyek konstruksi.Dari perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa hasildan kesimpulan, yaitu jika ditinjau penjadwalan aktivitas proyek dari tahap desain danengineering, pengadaan barang dan jasa (procurement), dan pelaksanaan (construction) yangdapat disajikan dalam bentuk Gant Chart. Pada penjadwalan aktivitas proyek dengan sistemmanajemen Konvensional menghasilkan durasi proyek untuk tahap desain dan engineeringselama 135 hari kalender, untuk tahap procurement selama 145 hari kalender, dan pada tahapconstruction selama 450 hari kalender, sedangkan dengan sistem manajemen Engineering,Procurement, and Construction (EPC) menghasilkan durasi proyek untk tahap desain danengineering selama 73 hari kalender, untuk tahap procurement selama 37 hari kalender, danpada tahap construction selama 418 hari kalender. Jika dilihat pada kalkulasi perhitunganpenjadwalan dengan Micosoft Project 2007, durasi yang didapatkan dengan ManajemenKonvensional adalah 735 hari kalender, sedangkan dengan Manajemen Engineering,Procurement, and Construction (EPC) adalah 528 hari kalender. Sedangkan jika ditinjau dariTotal Anggaran Biaya (RAB) untuk pekerjaan struktur dengan manajemen Konvensional sebesarRp. 20.802.289.015,68, dan pada manajemen Engineering, Procurement, and Construction(EPC) sebesar Rp. 20.696.132.086,83. Dengan demikian proyek konstruksi yang menggunakanManajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dapat mempunyai efisiensiterhadap biaya, yaitu sebesar Rp. 106.156.928,90. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwasistem manajemen yang paling efektif dan efisien yang dapat diaplikasikan pada proyekkonstruksi adalah sistem manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
VIRTUAL REALITY TECHNOLOGY APPLICATION FOR CONSERVATION ARCHITECTURE BUILDING Bahar, Yudi Nugraha
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of visualization and simulation technology through the Virtual-Reality (VR) is now very advanced in terms of quality of output (graphics, sound, touch), the ease, efficiency and user psychology equipment. Problems tend to arise in the development of advanced systems as early innovation in particular to the disciplines of architecture. This paper discusses the use of VR in the field of architecture, especially with regard to the preservation of historical heritage or digital preservation and conservation. So far many of the reconstruction of buildings and historical district tend to be made in 2D or video display and it is considered to be quite informative in terms of the generated virtual environment. But it is limited in terms of interaction and visualization with details and full-scale immersive quality that can only be provided by VR technology. VR allows heritage sites reconstructed with highly accurate, 3D models, interactive and real-time can be presented. Finally look so real that will facilitate feedback from anyone in particular building stakeholders. Keywords : Architecture, Conservation, Virtual-Reality
STUDI TENTANG ‘LEVEL OF DETAIL’ (LOD) MODEL RUANG KOTA VIRTUAL SEBAGAI FAKTOR PENENTU KEMUDAHAN BERNAVIGASI Felasari, S.; Priyanto, Oc. Cahyono
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menampilkan wajah dan kondisi kota dalam suatu ruang virtual memiliki tantangan tersendiri.Keterbatasan dalam mengandalkan panca inderanya ketika bergerak dalam ruang virtual akanmempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengenali ruang kota dan mengidentifikasielemen-elemen yang ada di dalamnya seperti area, jalan, bangunan dan elemen-elemen lain.Oleh karena itu membangun sebuah ruang kota virtual yang mudah dikenali lebih pentingdibandingkan mempresentasikan ruang kota virtual yang mendekati kenyataan. Membangunsebuah ruang kota virtual yang ‘recognisable’ bagi penggunanya ditentukan oleh bagaimanaruang kota itu dipresentasikan. Dalam hal ini, tingkat detil modelnya akan turut menentukangambaran kota yang ‘legible’ (mudah dikenali) dan ‘identifiable’ (mudah diidentifikasi).Penelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa tingkat detil (LOD) yang dibutuhkan untukmembangun atau memodelkan sebuah ruang kota virtual sehingga pengguna dengan mudahmengenali ruang kotanya dan bergerak di dalamnya. Selain itu penelitian ini juga dimaksudkanuntuk mengidentifikasi elemen-elemen apa saja yang dijadikan sebagai acuan visual untukbernavigasi dalam ruang virtual. Penelitian menunjukkan bahwa Level of Detail (LOD) modelruang kota virtual yang semakin tinggi mempengaruhi kemudahan pengamat bernavigasi. Selainitu kemampuan identifikasi juga diperoleh dengan peningkatan LOD. Tuntutan spesifikasi teknisyang tinggi dan berbiaya mahal dapat dihindari dengan penerapan LOD pada sebagian modelyang dianggap mampu menjadi acuan visual serta disesuaikan dengan tujuan model VR dibuat.AbstractPresenting the image of the city in virtual world is very challenging. Since users can only be relyon their senses in a very limited condition when moving in virtual city, it will influece the user’sability to recognise the virtual space and to identify its physical forms such as district, pathways,building, etc. Therefore developing a recognisable virtual city is more important than presentinga realistic city. The level of detail (LOD) of such models is one among many factors which influencehow recognisable of such virtual city. This eventually will determine city imageswhether it is legible or identifiable. This research intends to determine the level of detail (LOD)of models for developing virtual city so that users are able to recognise the city space and movewithin ea-sily. The research also intended to identify some physical elements which often be usedby users as visual references to navigate in the virtual city. The result shows that the higher theLOD of models the easier the users to navigate in the virtual city. The increase of LOD has alsoin-tensified user’s capability of identification. Technical assertion in terms of high specificationequipment and high cost can be avoided by applying the higher LOD in some models which areused most by the users as visual references as well as should beadjusted to the purposes of virtualcity being modeled.Keywords : Level of Detail (LOD), virtual city, navigation
CITRA PUSAT KOTA DEPOK BERDASARKAN PETA KOGNITIF PENGAMAT Tohjiwa, Agus Dharma
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi elemen citra kota yang membentuk pusatKota Depok berdasarkan kognisi pengamat. Lokasi penelitian adalah Jalan MargondaRaya sebagai jalan protokol pada pusat kota Depok. Penggalian informasi dan datadidasarkan atas respons dari stimulus ikonis, grafis, dan verbal. Analisis datamenggunakan analisis kesamaan isi dan deskriptif. Hasil penelitian berdasarkan petakognitif pengamat menunjukkan bahwa penanda kota Depok adalah Margo City dandistrik terbanyak diketahui responden adalah kawasan terminal. Untuk simpul yangpaling banyak tergambar adalah persimpangan Jl. Margonda – Jl. Juanda, jalur adalahjalan Juanda, dan ruas kota Depok adalah batas Gapura selamat datang. Bagian dari Jl.Margonda yang paling baik secara visual menurut responden adalah kawasan MargoCity. Sebaliknya, bagian yang paling buruk secara visual adalah daerah terminal.Orientasi kawasan yang terkuat saat ini adalah Margo City. Depok dipersepsikan olehresponden sebagai kota pendidikan dan kota perdagangan. Mayoritas responden banggadengan kota Depok karena masih diasosiasikan sebagai kota pendidikan.AbstractThe objective of this research is to identify city image elements that form imagibility(ability to deliver impression) in Depok based on observers’s cognition. Location of thisresearch is Jl. Margonda Raya as the main street of Depok downtown. The exploration ofinformation and data is based on the response of iconic, graphical, and verbalstimulation. Data analysis employs content and descriptive analysis. Research resultbased on cognitive map of observer shows that penanda of Depok is Margo City anddistrik that is known well by the respondents is bus terminal area. Node that most drawnis intersection of Jl. Margonda - Jl. Juanda, path is Jl. Juanda, and edge of Depok isboundary of welcomes gate. Part of Jl. Margonda which is visually best lookingaccording to the respondents is Margo City area. On the contrary, visually worst lookingis terminal area. The strongest orientation area is Margocity. Depok is perceived by therespondents as education and commercial city. Majority of respondents are proud ofDepok because it is still be associated as an education city.Keywords : image, city, Depok, map, cognitive
OVERVIEWPIPA BERTEKANAN UNTUK ELEMEN STRUKTUR Wibowo, Hardi; Yanuarti, Y. A.
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa CNG, pipa LNG, pipa penstock adalah beberapa contoh elemen struktur pada bidang tekniksipil yang menggunakkan teknologi pipa bertekanan tinggi. Sebenarnya, teknologi pipabertekanan tinggi mempunyai beberapa keunggulan meskipun itu diguna-kan untuk elemenstruktur utama sebuah bangunan. Terutama, teknologi pipa bertekanan tinggi dapat digunakansebagai elemen struktur terutama elemen strtuktur yang harus mengalami gaya tekan. Denganmenggunakan teknologi semacam ini, pengaruh tekuk bisa terkurangi. Tulisan ini akanmemberikan sebuah overview dan beberapa pembahas-an umum tentang kemungkinan darisebuah pipa bertekanan tinggi untuk digunakan sebagai elemen struktur utama yang harusmenanggung gaya tekan dan gaya momen.AbstractCNG pipe, LNG pipe, penstock pipe were some examples of structural element in the civilengineering that used high pressured pipe as its element. Actually, high pressures pipe technologyhas many advantages event it is used as main structure. Especially, high pressures pipetechnology can be used as a structure element that has to support compression force. By using thiskind of technology, buckling effect can be reduced. This paper will be giving an overview andmany general considerations about possibility of high pressured pipe to be used as mainstructural element that have to support compression force and moment force.
DESKRIPSI TIPOLOGI DAN PENDEKATAN PERANCANGAN MASJID MODERN DI DUNIA Utaberta, Nangkula
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini akan berusaha melakukan dokumentasi, mengklasifikasikan dan menjelaskanberbagai pendekatan dan metode perancangan yang digunakan pada perancanganmasjid modern di berbagai negara di dunia. Kajiannya dilakukan dengan melakukancontent analysis atau kajian pustaka dan literatur terhadap pelbagai pendekatanperancangan masjid modern tersebut. Pembahasan paper ini akan terdiri daripendekatan revivalisme, pendekatan metafor, pendekatan geometri, pendekatanstrukturalisme dan pendekatan regionalisme. Masjid yang dijadikan obyek kajian sendiriberkisar antara masjid yang dibangun pada tahun 1950 sampai tahun 2000-an. Kajianini membahas dengan detail dan lengkap pengklasifikasian dan pengelompokan berbagaimasjid modern tersebut berdasarkan karakter dan pendekatan yang dimiliki di masadepan.AbstractThis paper tries to document, classify and explain different type of approaches and designmethods which were used to design mosques in different part of countries all over theworld. The research was done by doing content analysis and literature review to differenttype of modern mosque design in the world. The discussion will consist of revivalism,metafora, geometry, structuralism and regionalist approaches as some of the designreference for Mosque design in the world. Mosques that become an object for this studywas built from 1950 up to 2000. This paper discuss deeper and more detail in classifyingand grouping modern mosque for future studies based on their character andapproaches. 
PERENCANAAN PENANGANAN DAERAH GENANGAN STUDI KASUS: KECAMATAN KEBON JERUK JAKARTA BARAT Handayani, Tri
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProvinsi DKI Jakarta apabila dimusim penghujan senantiasa mengalami banjir dangenangan air dibeberapa wilayahnya, dalam kegiatan ini bertujuan untuk membuatperencanaan atau strategi penanganan daerah genangan khususnya dikecamatan KebonJeruk yang terdiri dari 7 kelurahan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptifdengan menggunakan SWOT dan metode kuantitatif dengan menggunakan Sofware AHPdan data yang digunakan terdiri atas 14 variabel.. Kegiatan ini menghasilkan strategiyang akan digunakan dalam penangann daerah genangan yang dapat dijadikan referensioleh pemerintah kota administrasi Jakarta Barat.AbstractA province of the the city in the rainy everlastingly experienced severe flooding inseveral the area, and a puddle in this event is aimed to make regional planning orstrategies for handling the puddles especially dikecamatan kebon jeruk consisting ofseven villages. The method is applicable in a method of descriptive by the use of SWOTand methods of quantitative by using sofware AHP and the data used consists of 14variable. This event produce a strategy to be used as a reference by by the Government ofWest Jakarta.
STUDI POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PESISIR Tahrir, Ruswandi
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 10, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sumberdaya alam Provinsi Jawa Barat cukup melimpah, baik di kawasan daratmaupun laut. Potensi sumberdaya alam tersebut dapat dikelompokkan ke dalam potensisumberdaya alam yang dapat pulih, tidak dapat pulih, dan jasa lingkungan. Studi inibertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan wilayah pesisir di KabupatenIndramayu dan Kabupaten Ciamis. Untuk mencapai tujuan tersebut telah digunakananalisis ASWOT yang merupakan gabungan metode analisis AHP dengan SWOT.Melalui SWOT akan diperoleh faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadikekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pembangunan wilayah pesisir danlaut di masa mendatang. Melalui AHP akan diperoleh keputusan-keputusan mengenaiprioritas pembangunan sektor ekonomi. Dari hasil analisis ASWOT diperoleh keputusanbahwa pembangunan wilayah pesisir tidak tepat lagi dilakukan secara ego sektoral,karena hal ini akan membawa dampak terhadap ketimpangan pendapatan yang semakinlebar. Berdasarkan analisis pakar, prioritas utama pembangunan wilayah pesisir diKabupaten Indramayu adalah sektor perikanan dan minyak dan gas bumi, sedangkan diKabupaten Ciamis adalah sektor perikanan dan pariwisata. Dari hasil analisis ini,secara eksplisit terlihat bahwa pembangunan sektor perikanan tetap menjadi salah satuleading sector untuk wilayah pesisir. Dalam rangka mengembangkan sektor tersebut diKabupaten Indramayu perlu diperhatikan faktor-faktor kekuatan dan peluang sepertipotensi tempat pemasaran hasil-hasil perikanan domestik dan ekspor, serta optimalisasipemanfataan potensi sumber daya pesisir yang masih sangat besar. Faktor kelemahandan ancaman yang perlu diantisipasi adalah muara sungai, dan berubahnya orientasigenerasi muda yang lebih memilih pekerjaan lain daripada menjadi nelayan. DiKabupaten Ciamis faktor kekuatan dan peluang yang paling besar dalam pengembangansektor perikanan adalah potensi sumberdaya ikan di wilayah ZEEI yang masih belumdimanfaatkan optimal. Namun demikian, beberapa kelemahan yang perlu diperhatikandan diantisipasi ancamannya adalah lemahnya kualitas SDM, tidak adanya prasaranadan sarana perikanan yang memadai, serta masih banyaknya pencurian ikan di wilayahZEEI.
PENGELOMPOKKAN TENAGA AHLI PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI BERDASARKAN KEMAMPUAN “SOFT” DAN KEMAMPUAN ”HARD” DALAM TAHAPAN PENYELESAIAN PROYEK Setiawan, Theresita Herni; Soekiman, Anton
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu proyek datang dari sekumpulan orang yang terorganisir dengan baik dan menggunakan alat dan ilmu yang tepat dan cocok saat menangani suatu proyek. Sangat penting bagi manajer proyek untuk mengerti tentang karakteristik proyek, sehingga sebuah tim proyek yang melibatkan sumber daya manusia dengan teknik dan keahliannya dapat dibentuk dan diisi oleh perangkat manajemen proyek untuk mencapai suatu target performansi proyek. Salah satu isu yang menarik untuk diteliti lebih lanjut adalah mengenai pengelompokkan para tenaga ahli pelaksanaan proyek konstruksi proyek sesuai dengan aspek bidang kemampuan “soft” dan aspek bidang kemampuan “hard” yang dimilikinya pada tahapan penyelesaian suatu konstruksi. Penelitian ini menggunakan 143 data responden tenaga ahli pelaksanaan proyek konstruksi. Dan dengan menggunakan metode analisis Cluster menghasilkan 5 cluster dengan tinjauan aspek kemampuan “soft” manajemen diri dan manajemen relasi, serta kemampuan “hard” yang terdiri dari lima kategori hasil analisis faktor yaitu prelimanaries (pekerjaan pendahuluan), perencanaan, pengawasan, koordinasi, dan teknologi baru.

Page 8 of 32 | Total Record : 320