cover
Contact Name
Veronika Nugraheni Sri Lestari
Contact Email
venugra@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.ep@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Develop
ISSN : 25801767     EISSN : -     DOI : -
Develop merupakan Jurnal Ilmiah yang berisi penelitian dari semua akedemisi khususnya Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Dr Soetomo Surabaya. Develop dikelola oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr Soetomo Surabaya, yang akan terbit 2 kali dalam 1 tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
FENOMENA KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DI PULAU KALIMANTAN PADA TAHUN 2014 – 2023 Sodik, Jamzani; Saputri, Isnaini
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11614

Abstract

Kelimpahan sumber daya alam sering dianggap sebagai pendorong penting pembangunan ekonomi regional. Namun, literatur ekonomi pembangunan menyoroti sebuah paradoks yang dikenal sebagai Kutukan Sumber Daya Alam, di mana wilayah yang kaya akan sumber daya alam mungkin mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat karena ketergantungan yang berlebihan pada industri ekstraktif dan diversifikasi ekonomi yang lemah. Meskipun fenomena ini telah banyak diteliti di tingkat lintas negara, bukti empiris di tingkat subnasional, khususnya di wilayah kaya sumber daya di negara berkembang, masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelimpahan sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi regional di lima provinsi Pulau Kalimantan, Indonesia, selama periode 2014–2023. Untuk mengukur besarnya Kutukan Sumber Daya Alam, studi ini menggunakan Indeks Kutukan Sumber Daya Regional (RRCI), dilengkapi dengan Indeks Ketergantungan Sumber Daya Alam (NRDI) dan Indeks Pembangunan Berkelanjutan Regional (RSDI). Selanjutnya, analisis regresi data panel digunakan untuk menguji dampak beberapa determinan terhadap Produk Domestik Bruto Regional (PDB), termasuk PDB awal, dana bagi hasil pertambangan (DBH), investasi domestik (PMDN), dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi-provinsi dengan ketergantungan yang lebih tinggi pada sumber daya pertambangan cenderung menunjukkan indikasi yang lebih kuat terhadap Kutukan Sumber Daya Alam. Kalimantan Tengah mencatat nilai RRCI tertinggi (0,73), disertai dengan nilai NRDI dan RSDI yang relatif tinggi. Namun, hasil regresi menunjukkan bahwa dana bagi hasil pertambangan dan minyak dan gas memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDB. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat ketergantungan sumber daya yang kuat, bukti secara keseluruhan tidak mendukung adanya Kutukan Sumber Daya Alam di Kalimantan selama periode penelitian. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris baru tentang Kutukan Sumber Daya Alam di tingkat provinsi di Indonesia, dengan mengintegrasikan ketergantungan sumber daya, transfer fiskal, dan indikator pembangunan manusia dalam kerangka pertumbuhan ekonomi regional.
PENGARUH REFORMASI ANGGARAN, PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS ANGGARAN (STUDI KASUS PADA PEMERINTAH KABUPATEN TOBA) H. Tambunan, Bonifasius; Christian Sipayung, Rizki; Dolok Saribu , Ardin
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11617

Abstract

Kualitas anggaran daerah menjadi isu strategis dalam pengelolaan keuangan publik seiring tuntutan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas belanja pemerintah. Meskipun berbagai reformasi penganggaran telah diterapkan, praktik penyusunan anggaran di tingkat daerah masih menghadapi tantangan berupa lemahnya perencanaan berbasis kinerja, keterbatasan partisipasi aparatur, serta mekanisme pengendalian internal yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Reformasi Anggaran, Partisipasi Penyusunan Anggaran, dan Pengendalian Internal terhadap Kualitas Anggaran pada pemerintah daerah di kawasan Danau Toba. Lingkup penelitian mencakup tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba, dengan responden terdiri atas kepala OPD, sekretaris OPD, dan kepala bagian program. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel hanya menjelaskan 6% variasi kualitas anggaran (Adjusted R² = 0,060). Secara parsial, hanya Partisipasi Penyusunan Anggaran yang berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Anggaran (p = 0,048), sementara Reformasi Anggaran dan Pengendalian Internal tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas anggaran lebih ditentukan oleh keterlibatan substantif aparatur dalam proses penganggaran dibandingkan perubahan prosedural atau mekanisme pengendalian formal semata.
Paradigma Baru dalam Penelitian Kualitatif: Pergeseran dari Pengalaman Verbal menuju Cyberfenomenologi dalam Dunia Kehidupan Digital Rofiah, Chusnul; Winda Mulia, Teodora
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11618

Abstract

Perkembangan pesat lingkungan yang dimediasi secara digital mendorong peninjauan kritis terhadap fondasi epistemik inkuiri kualitatif. Ketika pengalaman manusia semakin bersifat hibrid, terdistribusi, dan terstruktur oleh teknologi, kerangka interpretatif yang dibangun di atas asumsi kehadiran langsung dan ko-presensi menghadapi keterbatasan analitis yang semakin nyata. Artikel konseptual ini berupaya menjawab tiga pertanyaan utama: (1) bagaimana inkuiri kualitatif berevolusi sebagai respons terhadap perubahan kondisi realitas sosial; (2) ketegangan metodologis apa yang muncul ketika pengalaman hidup semakin dimediasi secara digital; dan (3) bagaimana tradisi fenomenologis dapat diperluas untuk mempertahankan kedalaman interpretatif dalam konteks pascadigital. Dengan bertumpu pada perdebatan kontemporer mengenai ketelitian kualitatif, pluralitas metodologis, visual turn, serta penelitian yang terbenam dalam lingkungan digital, artikel ini mengembangkan analisis konseptual integratif untuk menelusuri lintasan epistemik metode kualitatif. Analisis menunjukkan bahwa transformasi metodologis bukanlah inovasi yang terpisah, melainkan mencerminkan rekonfigurasi yang lebih luas dalam cara subjektivitas dibentuk dan ditafsirkan. Pendekatan yang ada semakin menghadapi tantangan dalam menangkap dunia-kehidupan yang dimediasi teknologi, di mana kehadiran bersifat hibrid dan makna muncul melalui lingkungan yang terhubung secara jejaring. Untuk menjembatani kesenjangan interpretatif tersebut, cyberfenomenologi diajukan sebagai perluasan fenomenologis yang mampu berinteraksi dengan pengalaman yang dimediasi secara digital sekaligus mempertahankan komitmen teoretis yang selama ini mendefinisikan keilmuan kualitatif. Alih-alih diposisikan sebagai disrupsi metodologis, cyberfenomenologi ditempatkan dalam gerakan yang lebih luas menuju paradigma interpretatif pascadigital. Artikel ini memberikan tiga kontribusi utama: mengonseptualisasikan evolusi inkuiri kualitatif sebagai transisi epistemik, memperluas analisis fenomenologis ke dalam realitas yang terstruktur teknologi, serta merumuskan implikasi bagi penelitian masa depan terkait kerja lapangan yang terdistribusi, refleksivitas yang diperluas, dan interpretasi multimodal. Secara keseluruhan, temuan konseptual ini menawarkan kerangka untuk memahami mengapa metode kualitatif perlu terus berevolusi seiring dengan transformasi cara manusia mengalami dunia sosial
Branding Lokal Berbasis Kearifan Budaya Membangun Resonansi Merek dan Dampaknya terhadap Daya Saing Ekonomi Regional di Jawa Timur sutarmin, sutarmin; budiarti, wiwik; sugiyanto, sugiyanto; Kurniawan, Taufik
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11619

Abstract

Globalisasi memicu paradoks pasar di mana konsumen kini lebih mencari identitas autentik berbasis lokalitas. Namun, kekayaan budaya Jawa Timur sering kali hanya menjadi artefak historis daripada aset strategis branding. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi mekanisme transformasi kearifan budaya menjadi resonansi merek dan dampaknya terhadap daya saing ekonomi regional di Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif-interpretif dengan logika induktif, penelitian ini menerapkan strategi studi kasus jamak pada Batik Aroma Teraphy (Madura), Batik Bambu Mujur (Lumajang), dan Gerabah Dinoyo (Malang). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik merek, pakar, serta konsumen. Analisis dilakukan menggunakan model analisis tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi kearifan lokal membangun resonansi merek melalui tiga mekanisme: (1) Inovasi Budaya, yakni dekonstruksi tradisi menjadi solusi fungsional-sensorik seperti batik aromaterapi dan estetika minimalis; (2) Konstruksi Identitas, melalui "Self-Identity Congruity" yang menciptakan cultural capital dan loyalitas premium di mata konsumen ; serta (3) Koneksi Geografis, menggunakan filosofi lokal (misal: Pring Sedapur) yang selaras dengan nilai keberlanjutan global. Dampak ekonomi regional termanifestasi dalam efek multiplier berupa revitalisasi rantai pasok lokal, spesialisasi tenaga kerja, dan penguatan place branding. Penelitian menyimpulkan bahwa daya saing regional Jawa Timur bertumpu pada keseimbangan antara integritas warisan budaya dan inovasi pasar. Model ini memvalidasi Resource-Based View (RBV) di mana keunikan budaya yang bersifat path-dependent menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang resilien.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DALAM LAYANAN PENDIDIKAN PUBLIK Adhania, Lhery; Aldo Aly Yusra, Ahmad
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11626

Abstract

Implementasi kebijakan akademik dalam suatu layanan pendidikan merupakan bagian dari implementasi suatu program yang dirumuskan oleh pemerintah. Kebijakan akademik layanan pendidikan dalam hal ini adalah layanan pendidikan tinggi berupa layanan akademik dalam pelaksanaan proses akademik perkuliahan pada suatu perguruan tinggi. Perkembangan dan berjalannya waktu menuntut banyak perubahan dalam layanan akademik pendidikan. Transformasi digital menjadi salah satu upaya dalam peningkatan layanan akademik pendidikan di perguruan tinggi dengan menggunakan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Penelitian ini dimotivasi oleh kesenjangan antara kebijakan digitalisasi akademik dan implementasi praktisnya, yang dipengaruhi oleh faktor teknis, struktural, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) layanan pendidikan publik dalam lembaga pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di Universitas Lumajang, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan universitas, dosen, staf administrasi, dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen kepemimpinan, kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, dan komunikasi antar unit berperan sebagai faktor pendukung utama. Sementara itu, konektivitas internet yang terbatas, kesenjangan literasi digital antar aktor, dan kekakuan birokrasi muncul sebagai faktor penghambat utama. Terdapat strategi penanganan dan harapan pengembangan SIAKAD di Universitas Lumajang. Penelitian ini berkontribusi pada perspektif sosioteknik tentang implementasi kebijakan pendidikan digital dan memberikan wawasan praktis untuk memperkuat tata kelola akademik yang inklusif dan berkelanjutan berdasarkan sistem informasi.