cover
Contact Name
Erina Yatmasari
Contact Email
erina.yatmasari@hangtuah.ac.id
Phone
+628121752228
Journal Mail Official
biomedicina@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Jl. Gadung 1 Kompleks Barat RSPAL dr. Ramelan Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Oceana Biomedicina Journal
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : -     EISSN : 26140519     DOI : https://doi.org/10.30649/obj.v5i1.67
Core Subject : Health, Science,
Oceana Biomedicina Journal is an open access journal of health and medicine.Specifically, the journal focuses on marine medicine, hyperbaric medicine and health, medicine on ships, harbor health, maritime and coastal health, medicolegal studies related to ships, ports and districts, maritime/coastal communities and fishermen, epidemiological aspects of diseases, disabilities and disorders that occur on ships and affect boat workers, ports and maritime zones, coastal areas, fishermen communities and their families, including pharmacological and non-pharmacological prevention and treatment management policies; and miscellanous.
Articles 110 Documents
Extended Spectrum Beta-Lactamase ( ESBL ) Biutifasari, Verna
Oceana Biomedicina Journal Vol 1, No 1 (2018): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.759 KB) | DOI: 10.30649/obj.v1i1.3

Abstract

Antibiotika telah banyak digunakan sekarang ini. Pemakaian antibiotika yang berlebihan dan tidak sesuai dengan klinis dapat menyebabkan terjadinya resistensi terhadap antibiotika tersebutSalah satu antibiotika yang dipakai adalah antibiotika golongan beta-lactam yang bekerja menghambat dinding sel. Pemakaian antibiotika beta-lactam yang tidak sesuai dapat menyebabkan terjadi resistensi terhadap antibiotika tersebut. Resistensi terhadap beta-lactam dapar terjadi di berbagai tingkatan. Salah satu resistensi dapat terjadi adalah  resistensi terhadap extendedspectrum broad lactamase (ESBL)Extended spectrum beta-lactamase adalah enzim yang mempunyai kemampuan dalam menghidrolisis antibiotika golongan penicillin, cephalosporin generasi satu, dua, dan tiga serta golongan monobactam dan menyebabkan resistensi ke seluruh antibiotika tersebut.ESBL banyak dihasilkan oleh Enterobactericeae (terutama Escherichia coli) dan Klebsiella pneumoniae. Enterobacteriaceae mempunyai 3 pola resistensi yang disebabkan broad spectrum beta-lactamase,inhibitor resistant beta-lactamase (derivat TEM) , Cephalosporinase yang berlebihan. ESBL dapat sulit terdeteksi karena ESBL mempunyai perbedaan tingkatan aktifitas terhadap bermacam-macam cephalosporinESBL dapat dideteksi secara clinical microbiology (phenotypic) dan molecular detection (genotypic). Keywords: Antiobiotika, resistensi, ESBL
Analisis Biaya dan Nilai Utilitas Pasien Hemodialisa yang Diberikan Terapi Sevelamer Karbonat Safnurbaiti, Dwi Putri; Andayani, Tri Murti; Irijanto, Fredie
Oceana Biomedicina Journal Vol 1, No 2 (2018): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.894 KB) | DOI: 10.30649/obj.v1i2.12

Abstract

Sevelamer karbonat merupakan alternatif lain sebagai terapi pengikat fosfat yang diberikan kepada pasien hemodialisa selain CaCO3. Sevelamer karbonat dapat menurunkan kadar fosfat, mengurangi kejadian kalsifikasi vaskular dan mortalitas yang secara langsung berdampak pada perbaikan kualitas hidup pasien hemodialisa, namun harga sevelamer karbonat lebih mahal dibandingkan dengan CaCO3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya yang diperlukan untuk terapi sevelamer karbonat dan nilai utilitas pasien hemodialisa yang menggunakan terapi sevelamer karbonat di RS UGM Yogyakarta.Penelitian dilakukan secara prospektif selama 8 minggu di RS UGM Yogyakarta pada bulan Oktober-November 2016. Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan “pretest posttest design with control group”. Kelompok eksperimental adalah sevelamer karbonat dan kontrol adalah CaCO3. Pengukuran health related quality of life (HRQOL) pasien hemodialisa salah satunya dengan mengukur utilitas pasien hemodialisa dengan kuesioner EQ-5D-5L pada awal (pre) dan akhir (post) penelitian. Analisis biaya dilihat berdasarkan perspektif rumah sakit dengan menghitung totaldirect medical cost.Jumlah total responden dalam penelitian ini adalah 37 pasien yang terdiri atas 16 pasien kelompok eksperimental dan 21 pasien kelompok kontrol. Rata-rata biaya yang diperlukan pasien hemodialisa dengan sevelamer karbonat untuk menangani kondisi gangguan mineral dan tulang adalah sebesar Rp2.999.188,75±167.920,75 per pasien selama 8 minggu terapi. Nilai utilitas dan skor EQ-5D VAS baseline pasien hemodialisa yang diberikan sevelamer karbonat adalah masing-masing 0,91±0,13 dan 75,93±9,34, dan di akhir penelitian (posttes) terdapat perubahan nilai utilitas dan skor EQ-5D VAS sebesar 0,93±0,08 dan 77,44±11,12. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perubahan nilai utilitas dan skor EQ-5D VAS pasien hemodialisa yang diberikan sevelamer karbonat antara awal (pre) dan akhir penelitian (posttes) adalah menunjukkan tidak berbeda bermakna (p>0,05).Kata Kunci : analisis biaya,EQ-5D-5L, nilai utilitas, hemodialisa,sevelamer karbonat
Prospek Pemanfaatan Biji Pepaya sebagai Biomaterial Pengendali Populasi Tikus Liar melalui Mekanisme Antifertilitas Aritonang, Erfan Andrianto
Oceana Biomedicina Journal Vol 2, No 1 (2019): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.359 KB) | DOI: 10.30649/obj.v2i1.19

Abstract

Tikus liar merupakan satwa liar yang paling sering bersosialisasi dengan masyarakat dan merupakan salah satu vektor serta penyebar penyakit yang beberapa diantaranya bersifat zoonosis. Pengendalian tikus liar sangat penting dilakukan guna mengurangi terjadinya penyakit zoonosis yang diakibatkan oleh hewan tersebut. Metode yang efektif digunakan sebagai pengendali populasi tikus liar adalah melalui mekanisme antifertilitas. Salah satu bahan yang memiliki mekanisme antifertilitas adalah biji pepaya. Kandungan saponin, flavonoid, alkaloid, dan papain pada biji pepaya terbukti memberikan efek infertil pada mencit dan tikus putih, dimana mencit dan tikus putih merupakan hewan yang semarga dengan tikus liar. Hewan yang semarga memiliki susunan anatomi dan fisiologis yang serupa, sehingga pengaruh antifertilitas tersebut menjadi sebuah prospek untuk mengembangkan biji pepaya sebagai biomaterial pengendali populasi tikus liar. Populasi tikus liar yang dihambat akan berdampak pada penurunan angka kejadian zoonosis dalam masyarakat.
HIV Infection: Immunopathogenesis and Risk Factor to Fishermen Budiarti, Retno
Oceana Biomedicina Journal Vol 1, No 1 (2018): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.405 KB) | DOI: 10.30649/obj.v1i1.4

Abstract

Infeksi primer terjadi bila virion HIV dalam darah, semen, atau cairan tubuh lainnya dari seseorang masuk ke dalam sel orang lain melalui fusi yang diperantarai oleh reseptor gp120 atau gp41. Tergantung dari tempat masuknya virus, sel T CD4+ dan monosit di darah, atau sel T CD4+ dan makrofag di jaringan mukosa merupakan sel yang pertama terkena. Sel dendrit di epitel tempat masuknya virus akan menangkap virus kemudian bermigrasi ke kelenjar getah bening. Sel dendrit mengekspresikan protein yang berperan dalam pengikatan envelope HIV, sehingga sel dendrit berperan besar dalam penyebaran HIV ke jaringan limfoid. Di jaringan limfoid, sel dendrit dapat menularkan HIV ke sel T CD4+ melalui kontak langsung antar sel.
Current Therapy of Rheumatoid Arthritis (Recent Therapeutics Policies of Rheumatoid Arthritis part 2) Andisari, Hendrata Erry
Oceana Biomedicina Journal Vol 1, No 2 (2018): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.148 KB) | DOI: 10.30649/obj.v1i2.14

Abstract

Therapy in RA has undergone many advances today and in line with knowledge of the pathogenesis of RA, the current therapeutic goal is to alter the journey and control the activity of RA disease. Several groups of drugs have been used in RA therapy including non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), conventional disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) as well as biological agents (bDMARD), glucocorticoids and anti-pain medicines. In recent years, the development of biological agents that have specific targets for inflammatory mediators such as interleukin (IL) -1, IL-6 and Tumor Necrosis Factor (TNF) suggests a potent therapeutic effect on RA. In this article will be presented the latest biological agents as the latest therapy on RA. Keywords : conventional DMARDs, biological agents
Analisis Kalsium (Ca) pada Ikan Petek dan Mujair dengan Metode Kompleksometri Adriani, Azmalina; Fauziah, Fauziah; Saputra, Riki
Oceana Biomedicina Journal Vol 2, No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.861 KB) | DOI: 10.30649/obj.v2i2.30

Abstract

Fish is one ofthe example of a comestibles that contains a lot of protein and minerals, one of which is calcium. Calcium functions for the body's metabolism in the bone and tooth formation. Petek and Mujair fish contain calcium that is needed by the human body. The purpose of this study was to determine the levels of calcium contained in Petek and Mujair fish. The sampling was done by purposive sampling, which the sample used was obtained by the market in the Peunayong Banda Aceh. This research used complexometry methods. The samples of Petek and Mujair fish that had been cleared were titrated using Na2-EDTA as the titrator. The result showed that Petek and Mujair fish had different calcium levels where the calcium levels in Petek fish reach an average of 0.853% and the calcium levels in Mujair fish reach an average of 0.616%. Petek fish had higher calcium levels than Mujair fish, it was caused by their habit, where Petek fish was sea fish that contained fat, vitamins and minerals, while Mujair fish was freshwater fish that contained carbohydrates and proteins.Keywords: Calcium, Petek fish, Mujair fish, Kompleksometry. 
Pengaruh Pemberian Terapi Oksigen Hiperbarik 2,4 ATA Terhadap Kadar C-Reactive Protein (CRP) Darah Mencit Model Rheumatoid Arthritis Tamara, Thalia; Andisari, Hendrata Erry; Mudjiono, Totot
Oceana Biomedicina Journal Vol 2, No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.83 KB) | DOI: 10.30649/obj.v2i2.33

Abstract

Latar Belakang: Artritis Rheumatoid/ Rheumatoid Arthritis (RA) adalah suatu penyakit autoimun dengan prevalensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Angka kematian RA terus meningkat dalam 1 dekade terakhir akibat belum ditemukannya pencegahan dan terapi yang efektif. Terapi oksigen hiperbarik bisa menjadi terapi adjuvant untuk penderita Rheumathoid Arhtritis.Tujuan: Penelitian ini menggunakan Terapi Oksigen Hiperbarik untuk mengurangi reaksi inflamasi pada penderita Rheumatoid Arthritis.Metode: Sampel yang digunakan adalah Mice BALB/C jantan sebanyak 16 ekor yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 1) kelompok mencit yang diinduksi menjadi model Rheumatoid Arthritis, 2) kelompok hewan coba yang diinduksi menjadi model Rheumatoid Arthritis dan diberikan terapi HBO 2,4 ATA 3x30 menit selama 10 hari berturut-turut. Pada hari ke-59 dilakukan pemeriksaan C-Reactive Protein menggunakan metode ELISA.Hasil: Hasil rerata kadar C-Reactive Protein antara 2 kelompok yaitu, kelompok mencit model RA yang tidak diterapi HBO memiliki rerata kadar CRP 0.204 Pg/ml, sedangkan kelompok mencit model RA yang diterapi HBO memiliki rerata kadar CRP 0.113 Pg/ml.Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi oksigen hiperbarik terhadap kadar C-Reactive Protein darah mencit model rheumatoid arthritis.Kata kunci: Rheumatoid Arthritis, Terapi Oksigen Hiperbarik, C-Reactive Protein
Dental Calculus as The Unique Calcified Oral Ecosystem A Review Article Pranata, Natallia
Oceana Biomedicina Journal Vol 2, No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.507 KB) | DOI: 10.30649/obj.v2i2.28

Abstract

The prevalence of periodontal disease in Indonesians is very high, which is around 95%, and 70% of these values occur above 30 years or the adult age group. There is controversy about whether dental calculus is an etiological factor in periodontal disease, or is it just a predisposing factor. Dental Calculus is a calcified oral ecosystem or dental plaque, can accumulate on supragingival or subgingival. Plaque is a bacterial biofilm complex on the tooth surface, including pathogenic microorganisms that invade periodontal tissue. Periodontal disease is the result of interactions between pathogens and the host immune system. Damage to periodontal tissue can occur if the pathogenicity of the microflora is more dominant in the immune response. In calcified conditions, these microorganisms lose their pathogenicity. The dental calculus is one form of the body's defense mechanism against pathogens. But the accumulation of dental calculus, with its rough surface, is a predisposing factor for plaque accumulation. The oral ecosystem trapping on the unique calcified material which are called dental calculus.
Utilization of Mesenchymal Stem Cells in Therapy in the Oral Cavity Sugiaman, Vinna Kurniawati
Oceana Biomedicina Journal Vol 2, No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.513 KB) | DOI: 10.30649/obj.v2i2.29

Abstract

Terapi dengan memanfaatkan sel punca belakangan ini dianggap menjadi terobosan ilmiah untuk dunia kedokteran dan kedokteran gigi, serta dianggap sebagai senjata penting dalam memerangi berbagai macam penyakit. Sel punca mesenkimal merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk memperbaharui dirinya sendiri, bersifat multipoten, mampu berdiferensiasi dan berproliferasi, serta bersifat immunosupresif, sehingga dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki dan meregenerasi berbagai jaringan melalui terapi regenerative.Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan gambaran singkat mengenai berbagai sumber sel punca dan temuan terbaru serta implikasinya untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut melalui regenerasi berbagai jaringan di rongga mulut. Pemanfaatan sel punca mesenkimal di bidang kedokteran gigi dianggap bahwa era baru kedokteran gigi sedang dimulai dan diharapkan dapat merubah paradigma dalam melakukan perawatan terhadap penyakit di rongga mulut. Sel punca mesenkimal dapat diisolasi dari berbagai jaringan yang dapat digunakan dalam terapi regenerative melalui teknologi rekayasa jaringan untuk memperbaiki dan meregenerasi jaringan di rongga mulut. Pada pemanfaatan teknologi ini, diperlukan sel punca, regulator, dan matriks sebagai kerangka yang dapat memfasilitasi sel untuk melekat, berdiferensiasi, berproliferasi, membentukan matriks, dan meningkatkan interaksi spesifik antar sel.Simpulan, sel punca mesenkimal dapat dimanfaatkan dalam terapi regenerative di rongga mulut untuk memperbaki dan meregenerasi jaringan yang rusak melalui teknologi rekayasa jaringan. Kata kunci: sel punca mesenkimal; terapi regenerative; teknologi rekayasa jaringan 
Characteristics of The Patients with Low Back Pain in The Medical Rehabilitation Clinic, Dr. Ramelan Naval Hospital Surabaya Wijayaningrum, Lena; Setianingsih, Herin; Rahayu, Agustin Silfi
Oceana Biomedicina Journal Vol 2, No 2 (2019): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.685 KB) | DOI: 10.30649/obj.v2i2.32

Abstract

Background : The total number of visits of patients with complaints of low back pain in the Medical Rehabilitation Subdepartment of dr. Ramelan Naval Hospital Surabaya from January to November 2018 was 38.7% of all visits. Low back pain is a symptom, not a disease, which is defined as pain between the edge of the ribs and the gluteus fold which can be caused by a variety of causes. It is important to know how the characteristics of LBP sufferers.Material and Methods : This study was a descriptive study, Medical records from the LBP population in July to September 2018 are used, at the Dr. Ramelan Hospital RSAL Medical Rehabilitation Clinic, with sample criteria: There are main symptoms of pain or other unpleasant feelings in the lower spine and surrounding areas. Results : 152 data were analyzed from July to September 2018, patients with pain complaints were (86.84%). The data obtained showed patients with hypertensive comorbidities 30, Diabetes Mellitus 26, and Osteoarthritis 20.Conclusion : Characteristics of patients diagnosed with Low Back Pain (LBP) at the RSAL Medical Rehabilitation Clinic Dr. Ramelan Surabaya is aged 51-60 years, many suffer from women, 80 percent complain of pain, accompanied by hypertensive comorbidities, Diabetes Melitus and Osteoarthritis. Keywords : Low back pain (LBP), pain, comorbidities

Page 2 of 11 | Total Record : 110