cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
EVALUASI PELAKSANAAN CAMBRIDGE INTERNATIONAL PRIMARY PROGRAM DI SEKOLAH TAMAN RAMA DENPASAR BALI Nugroho, Hery
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.265 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Cambridge International Primary Program (CIPP) di Sekolah Taman Rama Denpasar Bali ditinjau dari komponen konteks, input, proses dan produk serta kendala-kendala yang dihadapi dalam  melaksanakan Cambridge International Primary Program (CIPP) di Sekolah Taman Rama Denpasar Bali serta alternatif pemecahannya.Penelitian ini dilaksanakanan di Sekolah Taman Rama Denpasar Bali. Penelitian ini termasuk penelitian evaluasi, yang menunjukkan prosedur dan proses pelaksanaan program. Efektivitas program dievaluasi dengan model CIPP (konteks, input, proses dan produk). Subjek penelitian ini adalah 3 orang dari Yayasan, 1 orang dari Kepala Sekolah, 1 orang dari Wakil Kepala Sekolah, 3 orang penanggung jawab program, 4 orang dari Tata Usaha, 4 orang dari Komite Sekolah, 10 orang dari komponen guru, dan 15 orang dari orang tua siswa Sekolah Taman Rama Denpoasar. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama, lembar observasi dan pencatatan dokumen, dan wawancara sebagai instrumen pendukung. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Untuk menentukan efektivitas pelaksanaan Cambridge International Primary School, skor mentah ditransformasikan ke dalam T-skor kemudian diverifikasi ke dalam prototype Glickman.Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan Cambridge International  Primary School di Sekolah Taman Rama Denpasar tergolong kurang efektif dilihat dari komponen konteks, input, proses dan produk dengan hasil (+ + - -). Artinya; pada komponen konteks efektif, pada komponen input efektif, pada komponen proses tidak efektif, dan pada komponen produk tidak efektif.  Kendala-kendala yang dihadapai sekolah dalam mengimplementasikan program Cambridge International  Primary School di Sekolah Taman Rama Denpasar pada umumnya terletak pada komponen proses dan produk.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pelaksanaan program Cambridge International Primary School di sekolah Taman Rama Denpasar tergolong dalam kategori kurang efektif ditinjau dari komponen konteks, input, proses maupun produk dengan hasil (++--).Bertolak dari hasil penelitian tersebut dapat direkomendasikan: (1) usaha-usaha kearah efektivitas pelaksaaan program Cambridge International Primary School yang baik segera mungkin harus dipelihara dan ditingkatkan  karena memberikan pengaruh positif dalam pengelolaan program sekolah. (2) usaha-usaha peningkatan efektivitas komponen konteks dapat dicapai apabila partisipasi stakeholder dan masyarakat semakin baik. (3) usaha-usaha mempertahankan efektivitas komponen input agar tetap berada pada kategori  efektif dapat diwujudkan apabila rencana pengembangan sekolah (RPS)/rencana kerja sekolah disusun berdasarkan analisis situasi sekolah sehingga visi, misi, tujuan, sasaran dan program sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah. (4) usaha-usaha mempertahankan efektivitas komponen proses agar tetap berada pada kategori efektif dapat direalisasikan apabila yayasan, kepala/wakil kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, komite sekolah stakeholders lainnya mampu menerapkan manajemen sekolah yang baik, yaitu partisipasi, transparansi, akuntabilitas, wawasan kedepan, penegakan hukum, keadilan, demokrasi, prediktif, kepekaan, profesional, efektif dan efisien, dan kepastian jaminan mutu. (5) usaha-usaha meningkatkan efektivitas komponen produk dapat dicapai apabila prestasi akademik dan non akademik dan prestasi lainnya direncanakan sesuai dengan konteks sekolah dan harapan sekolah. (6) upaya-upaya lain yang bisa dilakukan oleh yayasan, kepala/wakil kepala sekolah dan personil sekolah lainnya pada Sekolah Taman Rama Denpasar untuk meminimalisir kendala adalah membuat peraturan dan pedoman tata cara berpartisipasi, menyediakan saran dan saluran komunikasi, melakukan (advokasi, publikasi, transparansi, relasisasi) terhadap stakeholder dan melibatkannya sesuai dengan relevansi, yurisdiksi, kompetensi dan kompatibilitas tujuan yang akan dicapai. (7) bagi peneliti lain yang ingin meneliti permasalahan serupa tentang efektivitas pelaksaaan program Cambridge International Primary School di Sekolah Taman Rama Denpasar disarankan melakukan penelitian yang lebih mendalam sampai komponen outcome sehingga menghasilkan penelitian yang lebih sempurna. 
STRUKTURALISME GENETIK DALAM CERPEN SLUM KARYA HANIF NASHRULLAH Sugianto, Iwan; Huda, Nuril
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.126 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i1.413

Abstract

Sebagai sebuah karya imajiner fiksi menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan pengarang dalam menghayati berbagai permasalahan dengan penuh kesungguhan yang kemudian diungkapkan kembali melalui sarana fiksi sesuai dengan pandangannya. Pendekatan strukturalisme berusaha meneliti teks sastra dari segi sturktur, dengan melihat komponen-komponen yang membangun dan hubungan antar komponen tersebut. Setelah mendapatkan kesatuaan dan keutuhan teks, lalu dicari hubungannya dengan aspek sosio-budaya yang melatarbelakanginya. Seperti fakta kemanusiaan dan gambaran subjek kolektif.                Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Hal itu digunakan karena peneliti ingin mendeskripsikan fakta kemanusiaan dan subjek kolektif cerpen Slum karya Hanif Nashrullah               Hasil Analisis Strukturalisme Genetik dalam Cerpen Slum Karya Hanif Nashrullah meliputi: 1) Analisis Fakta Kemanusiaan berupa Aktivitas Sosial, Aktivitas Politik, 2) Analisis Subjek Kolektif berupa Status masyarakat kelas bawah, dan Status kelas masyarakat atas.
Bentuk dan Makna Kata Makian di Terminal Purabaya Surabaya Dalam Kajian Sosiolinguistik Jannah, Almaidatul; Widayati, Wahyu; Kusmiyati, Kusmiyati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.512 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.758

Abstract

Manusia pada umumnya berinteraksi untuk membina kerjasama antarsesamanya dalam rangka membentuk, mengembangkan, dan mewarisan kebudayaannya dalam artian yang seluas-luasnya. Bahasa yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari tentunya bukan bahasa formal saja. Begitu juga ketika sedang marah, bahasa yang digunakan cenderung kaku dan juga bermakna konotasi. Penelitian ini perlu dilakukan karena pemakaian kata makian tidak hanya digunakan pada saat marah, tetapi kata makian juga digunakan pada situasi akrab dan santai. Selain itu juga kata makian bertujuan untuk menghina, meremehkan, mengungkapkan kekecewaan, kekaguman/ keheranan dan pujian. Penelitian ini mengacu pada pendekatan kualitatif,  peneliti menggunakan dua metode, yaitu metode simak bebas libat cakap dan metode catat. Dalam penelitian ini merupakan metode yang dilakukan dengan penyimakan yang disejajarkan dengan observasi, memperlihatkan dan mempelajari dengan seksama objek yang diteliti, peneliti menyadap makian dalam satu peristiwa, data makian kemudian di catat dalam kartu data untuk dianalisis. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan ekstralingual. Hasil penelitian warga terminal Purabaya Surabaya kebanyakan menggunakan makian berbentuk kata, hampir tujuh puluh lima persen. Sedangakan yang lima belas persen warga terminal Purabaya Surabaya menggunakan makian berbentuk frase.Kata Kunci: Bentuk dan Makna Makian, Linguistik, Purabaya.
Kajian Dialektologi Bahasa Madura Dialek Bangkalan Dewi, Fitria; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.381 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.759

Abstract

Adanya variasi bahasa yang terdapat di Kecamatan Arosbaya dan Geger serta daerah tersebut memungkinkan untuk pengambilan data dikarenakan daerah tersebut termasuk daerah pesisir dan pegunungan menjadikan faktor adanya suatu dialek. Rumusan masalah yang muncul ialah bagaimana pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan? Dengan tujuan menganalisis pemakaian Bahasa Madura dialek Bangkalan di Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan data mentah berupa ujaran percakapan yang kemudian di transkripsikan ke bentuk tulisan yang berupa kalimat dan kata. Data tersebut diperoleh dari sumber penduduk asli daerah penelitian sesuai dengan criteria sumber data. informan dari penelitian ini peneliti itu sendiri yang di bantu oleh alat perekam suara berupa recorder/handphone. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik rekam, teknik transkripsi data, dan teknik translate data. Selanjutnya, peneliti menganalisis data yang telah dikumpulkan dengan metode analisis data yakni metode padan. Metode ini memiliki teknik dasar sebagai teknik pilah unsur penentu (PUP), sedangkan teknik lanjutannya berupa teknik hubung banding membedakan (HBB). Peneliti juga menggunakan teknik keabsahan data berupa teknik pemeriksaan keabsahan data, yaitu 1) perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, pengamatan; 2) triangulasi; 3) pengecekan sejawat, 4) kecukupan referensial; 5) kajian khusus negative; dan 6) pengecekan anggota.Kata kunci: Dialek Bangkalan, Dialektologi, dan Bahasa Madura
Kajian Interaksionisme Simbolik Kidung Jula Juli pada Pementasan Ludruk Irama Budaya Surabaya Rismahareni, Ayu; Sucipto, Sucipto; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.428 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.760

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis interaksionisme simbolik pada kidung Jula Juli. Adapun yang termasuk dalam interaksionisme simbolik adalah (1) konsep pikiran, (2) konsep diri, (3) hubungan antara individu dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interaksionisme simbolik yang terdapat pada kidung Jula Juli yang dibawakan saat pementasan Ludruk. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga dalam hasil penelitian dipaparkan konsep pikiran, konsep diri, dan hubungan antara individu dengan masyarakat berdasarkan teori George Herbert Mead. Hasil penelitian ini diharapkan memberi manfaat pemahaman dan menjadi bahan pengembangan yang lebih baik terhadap kajian interaksionisme simbolik yang ada di masyarakat melalui kesenian. Bermanfaat di bidang kesenian yaitu membantu dalam pengenalan kesenian khususnya Ludruk sebagai budaya daerah yang harus dilestarikan. Hasil penelitian ini adalah konsep pikiran yang terdiri atas indikator aksi meliputi pengabdian, sikap, dan tuntutan. Indikator reaksi meliputi penolakan dan peneriman. Konsep diri yang dipengaruhi oleh faktor peran orang tua, faktor sosial, dan faktor belajar. Serta hubungan individu dengan masyarakat yang terdiri dari indikator kerukunan dan taat norma. Kata Kunci : kesenian, kidung, interaksionisme simbolik
Diksi Dan Gaya Bahasa pada Naskah Pidato Presiden Soekarno Hardianto, Musa; Widayati, Wahyu; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.028 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.761

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada pidato Presiden Soekarno. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Sumber data berupa dokumen berupa pidato Presiden Soekarno. , yaitu: (1) reduksi data; (2) penyajian data; (3) menarik kesimpulan. Hasil yang didapat adalah jenis diksi dan gaya bahasa yang terjadi dalam pidato Presiden Soekarno. Pilihan kata-kata dan gaya bahasa dalam iklan kampanye digunakan untuk menarik pendengar / simpati masyarakat untuk mewujudkan gagasan kebangsaan. Dalam penelitian ini, diksi yang paling banyak digunakan adalah kata abstrak dan kata konkret. Ini karena dalam pidato Presiden Soekarno banyak yang mengungkapkan program, visi, misi berupa gagasan atau gagasan yang menjadi indikator kata abstrak Sedangkan penggunaan kata-kata konkret terjadi karena dalam teks pidato juga menyampaikan fakta-fakta di bentuk benda yang diamati. Gaya bahasa yang terkandung dalam naskah pidato berdasarkan pilihan kata meliputi gaya bahasa formal, gaya bahasa tidak resmi, dan gaya percakapan bahasa. Gaya bahasa berbasis nada mencakup gaya sederhana, gaya mulia dan kuat.Kata kunci: Kamus, Gaya Bahasa, naskah pidato
Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Usia 4-5 Tahun Markus, Nengsih; Kusmiyati, Kusmiyati; Sucipto, Sucipto
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.822 KB) | DOI: 10.25139/fn.v4i2.762

Abstract

Bahasa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, manusia membutuhkan bahasa sebagai media. Dengan kata lain, bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat dalam bentuk simbol suara yang dihasilkan oleh alat ucapan manusia untuk menyampaikan atau menerima pesan, gagasan, gagasan dan informasi. Berbicara tidak lepas dari kosakata. Kosakata adalah bagian penting dari bahasa tersebut. Penguasaan kosakata dapat mempengaruhi kemampuan bahasa seseorang. Demikian juga, kemampuan seseorang untuk menggunakan dan belajar bahasa dipengaruhi banyak oleh kosa kata yang dimiliki anak tersebut. Permasalahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana menguasai kelas bahasa Indonesia yang dikuasai anak usia 4-5 tahun di TK Kasih Ibu Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah: Jelaskan penguasaan kelas kata bahasa Indonesia yang dikontrol oleh anak usia 4-5 tahun di TK Kasih Ibu Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau Barat. Penelitian ini memiliki manfaat, yaitu (1) hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengguna bahasa, terutama penggunaan tingkat bahasa daerah dan bahkan tingkat nasional. (2) dapat bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar penguasaan kosakata di TK khususnya penguasaan bahasa Indonesia dan merupakan bentuk usaha untuk memperluas pengetahuan dan wawasan tentang bahasa khususnya bahasa kosa kata anak.Kata kunci: Penguasaan kosakata, bahasa indonesia, usia anak 4-5 tahun
KAJIAN FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL KEINDAHAN DAN KESEDIHAN KARYA YASUNARI KAWABATA Andharu, Devito; Widayati, Wahyu
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.709 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.965

Abstract

The Purpose of this research are  to describe a feminism in Keindahan dan Kesedihan Novel by Yasunari Kawabata. This research is a qualitative descriptive. The object is psychoanalysis from Keindahan dan Kesedihan, novel by Yasunari Kawabata.  Data collected by using close reading technic: read, scan, and quote. Data validity use triangulation technic. Data analized by semiotic mode of reading. Analysis result is shown in terms of feminism, the role of Otoko and Keiko is the main character in Keindahan dan Kesedihan novel that she is a s lesbian. Lesbian is an example of the uprising at the radical feminism. But after reviewing the whole of Keindahan dan Kesedihan novel be able to conclude that the figures of Otoko are not included in radical feminism. Otoko chose to become lesbian with Keiko after the she met with the students painted Keiko. Otoko choice of life lived as a lesbian is to keep the sacred vision in maintaining its love for Oki. In contrast to Otoko, Keiko chose to become lesbians based on hate with  men. Keiko found men always give the suffering of women.  Keywords :Feminism, Novel
PERGELARAN WAYANG KULIT SEBAGAI MEDIA PENANAMAN KARAKTER ANAK Pramulia, Pana
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.974 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1020

Abstract

Salah satu sastra lisan yang paling populer di masyarakat Jawa adalah pergelaran wayang kulit. Lakon wayang kulit Jawa diambil dari epik India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang kulit juga menjadi tuntunan bagi masyarakat yang menonton. Maksudnya, wayang bukan sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi, penyuluhan dan pendidikan. Maka, pergelaran wayang kulit dapat dijadikan wahana penanaman karakter yang memuat moral, etika, dan nilai-nilai adi luhung. Untuk memahami dan menemukan moral, etika, dan nilai-nilai adi luhung pergelaran wayang kulit dibutuhkan teori yang relevan. Penelitian ini akan menggunakan teori hukum epik Axel Olrix dan menggunakan objek pergelaran wayang kulit lakon Laire Semar dengan dalang Ki. Purbo Asmoro. Hukum Epik Axel Olrix tersebut mempunyai dua belas hukum yang akan digunakan untuk menganalisis. Akan tetapi, dalam penelitian ini Hukum Epik Axel Olrix yang diambil hanya tiga poin yang berkaitan dengan penanaman karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi untuk memahami keterkaitan antara moral dan nilai-nilai di masyarakat dengan yang digambarkan pada pergelaran wayang kulit. Kata Kunci: Pergelaran Wayang Kulit, Hukum Epik Axel Olrix, Karakter Anak.
Problematika Lingkungan Hidup dalam Syair Lagu Populer Indonesia (Studi Ekologi Sastra) wati, setyo
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.642 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1022

Abstract

Kata kunci: lingkungan hidup, ekologi sastra, syair, lagu populerPenelitian dengan judul Problematika Lingkungan Hidup dalam Syair Lagu Populer Indonesia (Studi Ekologi Sastra)  ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan hidup yang disebabkan oleh perilaku manusia dalam syair lagu populer Indonesia.Dengan berpijak pada teori ekologi sastra, pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Data penelitiannya adalah kata, kelompok kata, serta kalimat yang terdapat dalam syair atau lirik lagu populer Indonesia yang terkait dengan lingkungan hidup. Data tersebut bersumber pada syair lagu  yang dilantunkan sekitar tahun 1980 hingga 2015 dan dinyanyikan oleh Iwan Fals, Gombloh, Naif, The Rollies, Slank, Riff, Ully Sigar Rusady, Rita Rubby Hatland, Kotak, Nugie, dan Ebiet G.Ade.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan klasifikasi; sedangan penganalisisan data dilakukan dengan teknik interpretasi, eksplanasi, dan deskripsi.Hasil yang diperoleh dari serangkaian penelitian ini berupa temuan adanya problematika  kerusakan lingkungan hidup dalam syair alau lirik  lagu populer Indonesia yang disebabkan oleh perilaku manusia. Syair atau lirik terkait hal tersebut disampaikan melalui lima kategori, yaitu pernyataan, sindiran, kritikan, himbauan, dan renungan.