cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
BAHASA KHOTBAH JUMAT DI MASJID ANNUR KABUPATEN MALANG : UPAYA KONSERVASI BAHASA JAWA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA Sakka, Muhammad Rivai
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.115 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1390

Abstract

Hasil analisis data dan pembahasan penelitian mengenai konservasi pelestarian bahasa Jawa dalam khotbah Jumat berbahasa Jawa di Masjid Annur adalah sebagai berikut Pertama, pola retorika dalam khotbah Jumat berbahasa Jawa ditandai dengan adanya pengklarifikasian bagian-bagian dalam khotbah yang terdiri atas bagian pendahuluan, isi materi pokok dan penutup. Kedua, karakteristik penggunaan bahasa Jawa dalam khotbah Jumat berbahasa Jawa di Masjid Annur terdapat 1) berapa ciri atau karakteristik pemakaian bahasa lisan, seperti penggunaan kata sapaan, kalimat perulangan untuk menegaskan sesuatu. 2) adanya campur kode yang berwujud campur kode berbahasa Jawa krama bercampur dengan bahasa Arab dan bahasa Indonesia. 3) adanya strategi komunikasi yang dipergunakan oleh khatib baik berupa kalimat yang menunjukkan bahasa persuasif maupun bersifat argumentatif. Dalam khotbah Jumat bermuatan seruan, ajakan dan harapan. Selain itu jugaterdapat ketidaktepatan dalam penggunaan diksi dan penggunaan ungkapan tradisional. Penelitian tentang khotbah Jumat berbahasa Jawa di masjid Annur merupakan penelitian yang memotret pada pola retorika dan karakteristik penggunaan bahasa Jawa saja. Oleh karena itu penelitian dapat dikembankan pada aspek kebahasaan dengan pendekatan yang berbeda.
MUATAN NASIONALISME PUISI KARYA SASTRAWAN INDONESIA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA GLOBALISASI Ardianto, Ferry
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.464 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1391

Abstract

Era globalisasi menimbulkan krisis identitas nasionalisme di kalangan pelajar. Fenomena ini ditandai dengan banyaknya generasi rsebut terjadi karena kurangnya muda yang kurang menghargai jasa pahlawan. Fenomena tersebut dapat terjadi sebagai bukti kurangnya penanaman nilai karakter pada siswa. Sebagai jenjang pendidikan formal, sekolah harus mampu menanamkan nilai karakter, baik melalui kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan sebagainya. Salah satu cara menanamkan nasionalisme pada kalangan pelajar dapat melalui pembelajaran puisi. Melalui unsur-unsur yang terdapat dalam puisi, siswa dapat meneladani semangat pejuang. Dengan demikian, generasi muda diharapkan lebih cinta tanah air. KATA KUNCI : nasionalisme, puisi, pendidikan karakter
Pemaknaan Pragmatik dalam Teks Meme di Instagram Damayanti, Rini
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.64 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1407

Abstract

AbstrakMeme mulai menjadi tren di kalangan pengguna media sosial. Meme diciptakan melalui proses modifikasi dari citra-citra fotografis yang telah tersedia di media sosial seperti instagram. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemaknaan pragmatik dalam teks meme di instagram. Metode penelitian menggunakan deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini telah ditemukan beberapa pemaknaan dibuatnya meme. Makna meme yang telah ditemukan yakni sebagai media untuk menyapa di waktu tertentu, sebagai media untuk mengucapkan saat peringatan hari besar, sebagai media untuk ucapan selamat ulang tahun, sebagai media untuk mengucapkan rasa empati dan simpati saat mengalami kejadian tertentu.Sedangkan menurut tujuannya, meme memiliki tujuan yakni untuk menyindir, menasehati, mendoakan, mengancam dan menghibur.  Kata Kunci: meme, instagram
Representasi Tokoh Ayah dalam Cerpen Digital “Lakon Hidup” Edisi September 2018; Kajian Aktansial Simanjuntak, Nensy Megawati
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.423 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1428

Abstract

AbstrakSastra digital merupakan sastra yang melibatkan pelaku, persepsi, dan teknologi sebagai komponen utama. Salah satu sastra digital yang saat ini sedang trend adalah cerpen digital. Cerpen digital dikemas dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah aplikasi digital. Aplikasi digital yang fokus menyajikan cerpen setiap bulannya adalah aplikasi yang dimiliki oleh Kompas dengan nama “Lakon Hidup”. Dalam lakon hidup berbagai tema tersaji. Penelitian ini mengangkat tema “Ayah” sebagai zona untuk pengambila data. Penelitian ini fokus pada representasi tokoh “Ayah” dalam cerpen digital “Lakon Hidup” Edisi September 2018. Peneliitan ini menggunakan kajian aktansial milik Greimas sebagai pisau untuk membedah struktur aktansial dan fungsional dalam teks cerpen digital yang terdapat pada aplikasi digital “Lakon Hidup”.  Melalui sistem penyeleksian data berdasarkan tema “Ayah” maka ditemukan tiga buah cerpen yang mengangkat Ayah sebagai bahan dalam cerita. Representasi tokoh Ayah akan disajikan dalam skema aktansial dan struktur fungsional yang sesuai dengan teori Greimas. Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat perbedaan representasi tokoh Ayah. Tokoh Ayah pada setiap cerpen yang bertemakan “Ayah” menyajikan pola pikir seorang ayah yang berbeda-beda. Masing-masing tokoh Ayah menempati posisi tertentu dalam struktur aktansial. Namun dibalik perbedaan tersebut terdapat persamaan yakni ketiga tokoh Ayah dalam tiga cerpen yang bertemakan “Ayah” sama-sama memiliki sebuah motif dalam peran yang mereka mainkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh Ayah dalam ketiga cerpen memainkan peran yang variatif. Kedudukan peran yang mereka mainkan sangat jelas pada struktur aktansial yang disajikan dalam bentuk skema. Peran tersebut semuanya bernilai positif.Kata kunci: cerpen digital, ayah, dan aktansial.
Strategi Kesantunan Berbahasa dalam Talk Show Q&A dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP Indrayanti, Tri; Rini, Rika Amalia Puspita
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.485 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1501

Abstract

ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan strategi kesopanan Brown dan Levinson dalam talkshow tanya jawab dan menjelaskan relevansi strategi kesopanan-bahasa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah. Teori yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam penelitian ini adalah teori Brown dan Levinson. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk strategi kesopanan Brown dan Levinson yang terjadi dalam talkshow tanya jawab pada bulan Agustus 2018 terdiri dari strategi kesopanan pertama Brown dan Levinson, yaitu tanpa strategi yang ditemukan yang mencakup pidato tanpa strategi. Strategi kedua kesopanan coklat dan strategi kesopanan positif Levinson ditemukan untuk memperhatikan pidato lawan, membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati, mengintensifkan perhatian lawan dengan mendramatisasi fakta, mengintensifkan menggunakan penanda identitas kelompok, meminta persetujuan dengan topik umum atau mengulangi sebagian atau semua, menghindari perselisihan dengan berpura-pura setuju, menggunakan lelucon, mengekspresikan pemahaman tentang keinginan pembicara, memberikan penawaran atau janji, menunjukkan optimisme, melibatkan pembicara dalam kegiatan, memberikan pertanyaan meminta persetujuan, memberikan hadiah. Di mana strategi kesopanan negatif ditemukan menjadi pesimistis, meminimalkan paksaan, dan meminta maaf. Akhirnya, strategi Off Record ditemukan yang dimasukkan dalam strategi. Relevansi hasil penelitian dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas IX 3.9-4.10.
Persepsi Peserta Didik Terhadap Kekerasan Verbal oleh Guru di SMP se-Kota Madiun Wijayanti, Wenny; Djokowidodo, Agustinus
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.574 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1715

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran bentuk tuturan yang mengarah pada kekerasan verbal sudah sering ditemukan. Dampak kekerasan verbal bukan menjadi sesuatu yang tak perlu diperhitungkan. Meskipun kekerasan verbal tidak berdampak pada kerusakan fisik, tetapi berakibat pada luka psikis bagi korbannya. Oleh karena itu diharapkan dalam kegiatan pembelajaran tidak terjadi kekerasan baik itu kekerasan verbal maupun kekerasan fisik. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik, mendeskripsikan faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan verbal, dan dampak yang diakibatkan oleh tindakan kekerasan verbal oleh guru terhadap peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan data penelitian ini berupa angket. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat diketahui bahwa bentuk kekerasan verbal yang dilakukan oleh guru bermacam-macam antara lain mengancam, memarahi, mengumpat, memaki, dan sebagainya. Faktor yang mempengaruhi kekerasan verbal tersebut berasal dari peserta didik dan guru, Faktor peserta didik yang paling banyak mempengaruhi terjadinya kekerasan verbal dalam pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Baca-Tulis dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas 3 UPTD SDN Tlokoh 3 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan Subarjo, Subarjo; Sayadi, Sayadi
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.501 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1744

Abstract

Pendidikan bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk berbicara bahasa Indonesia yang baik. Namun dalam kegiatan belajar membaca-menulis, siswa masih memiliki banyak kesulitan dalam beberapa aspek, seperti kemampuan membaca yang menghubungkan tulisan, menulis terus menerus, kebersihan dan kerapian penulisan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan media pembelajaran sehingga minat dan antusiasme siswa dalam belajar menjadi kurang diperhatikan. Tampaknya, penggunaan media gambar dapat menarik minat dan antusiasme siswa sehingga ide dan ide siswa muncul dalam proses pembelajaran. Ini bisa dilihat dari sebelum dan sesudah penggunaan media gambar di UPTD SDN Tlokoh 3 Bangkalan. Sebelum menggunakan gambar media, nilai siswa yang memenuhi kriteria hanya 55%. Sedangkan setelah menggunakan gambar media nilai siswa mendapat hingga 95%. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini dikatakan telah berhasil meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas 3 di UPTD di SDN Tlokoh 3 Bangkalan. Gambar media dapat merangsang minat dan antusiasme siswa sehingga mereka datang dengan ide dan ide dalam membaca dan menulis. Jenis penelitian ini adalah tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah 37 siswa kelas 3 dengan rincian 20 siswa dan 17 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media gambar dapat meningkatkan keterampilan literasi siswa kelas 3.
Kritik Sosial atas Rezim Orde Baru dalam Kumpulan Cerpen "Penembak Misterius" karya Seno Gumira Ajidarma Akbar, Syekhfani Alif
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.756 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1804

Abstract

Sastra Indonesia memiliki karya sastra yang kaya akan tema kritik sosial. Salah satunya adalah kumpulan cerita pendek Penembak Misterius karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kritik sosial terhadap rezim Orde Baru dalam kumpulan cerita pendek Penembak Misterius karya Seno Gumira Ajidarma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, digunakan untuk menemukan makna teks dengan memanfaatkan pendekatan sosiologis sastra. Dari hasil analisis terdapat beberapa temuan yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Penembak Misterius yang berkaitan dengan kondisi selama Orde Baru. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, dalam kumpulan cerita pendek Penembak Misterius, ada kritik atas rezim Orde Baru yang dapat dilihat melalui tokoh-tokoh Penembak, Sarman, Sawitri, Rambo, Sukab, dan Asih. Ini bisa dilihat dari interaksi dan dialog antar tokoh. Kedua, peneliti menemukan masalah yang berkaitan dengan kritik sosial yaitu Kritik terhadap Modernitas, Kritik terhadap Pembunuhan, Penculikan dan Penembakan, Kritik terhadap Kekuasaan Otoriter, Kritik terhadap Politik Bahasa, dan Kritik pada Kemiskinan. Ketiga, dari aspek sosiologis, ditemukan bahwa ada makna sosiologis yang dapat digunakan sebagai solusi untuk masalah sosial.
Sinkretisme dalam Serat Centhini Jilid I Karya Sri Susuhanan Pakubuwana V Pramulia, Pana
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.108 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1812

Abstract

Masyarakat Jawa memiliki budaya yang kuat, sehingga berpengaruh terhadap eksistensi agama yang dipeluk masyarakatnya, termasuk Islam. Agama Islam yang diperagakan masyarakat Jawa berbeda dari negara asalnya (Arab), karena pelaksanaan Islam di Jawa dipadukan dengan budaya (Hindhu-Budha) dan tradisi yang sudah ada turun temurun. Sebagian besar masyarakat Jawa pemeluk Islam, hingga saat ini masih melakukan tradisi nyekar, nyadran, selamatan, sedekah bumi, larung sesaji, dan sebagainya. Perayaan tradisi tersebut dilaksanakan berdasarkan perpaduan antara budaya Jawa dengan ajaran Islam. Maksudnya, ritual tradisi menggunakan budaya Jawa, sedangkan doa-doa yang digunakan menggunakan tata cara Islam. Hal itulah yang dinamakan sinkretisme. Sinkretisme merupakan aliran perpaduan dari beberapa paham untuk mencari keserasian dan keseimbangan. Sinkretisme antara budaya Jawa dengan Islam tergambar jelas dalam Serat Centini yang disusun Sri Susuhunan Pakubuwana V. Dalam Serat Centini Jilid I diceritakan terjadinya kontak dari berbagai budaya. Akibatnya, menghasilkan perpaduan antar budaya yang berbeda. Selain itu, Serat Centhini Jilid I juga menceritakan tokoh-tokoh Islam menggunakan metode kultural untuk berupaya mencari keselarasan (harmonisasi) dengan ajaran-ajaran peninggalan dari khazanah Jawa, yaitu animisme, dinamisme, Budha, dan Hindu. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sinkretisme yang terjadi di Jawa dalam Serat Centhini Jilid I.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Siswa Kelas 7D SMP Negeri 2 Gedangan Sidoarjo melalui Penerapan Model BARBER Rizkia, Ana Putri
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.37 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i2.1895

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil refleksi pertama, dapat diketahui bahwa keterampilan menulis cerita siswa di kelas tujuh-D SMPN 2 Gedangan Sidoarjo rendah. Rata-rata skor keterampilan siswa dalam menulis cerita adalah 68,85 dan pencapaian skor standar adalah 51,42%. Munculnya masalah-masalah tersebut disebabkan oleh (1) siswa tidak mampu menghasilkan ide atau konsep dalam penulisan cerita, (2) siswa tidak mampu menulis cerita secara harmonis, (3) siswa belum mampu menulis cerita dengan menggunakan kalimat yang bagus. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan model seri gambar. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan menulis cerita siswa di kelas tujuh SMPN 2 Gedangan Sidoarjo melalui penerapan model seri gambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII D SMPN 2 Gedangan Sidoarjo pada semester ganjil tahun akademik 2013/2014. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes menulis, angket, dan observasi yang dianalisis dengan teknik deskriptif dan statistik deskriptif. Berdasarkan analisis data pada siklus pertama, dapat diketahui bahwa rata-rata skor dalam keterampilan menulis cerita adalah 78,60 dan pencapaian skor standar adalah 71,42%. Rata-rata keterampilan menulis cerita pada siklus kedua adalah 83,74 dan pencapaian skor terstandarisasi adalah 91,42%. Antara kondisi pertama dalam siklus pertama, ada peningkatan rata-rata penulisan cerita. Itu 9,75 dan pencapaian skor standar adalah 20%. Antara siklus pertama dan siklus kedua, terjadi peningkatan rata-rata keterampilan menulis cerita sebesar 5,15 dan peningkatan pencapaian skor terstandarisasi adalah 20%. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa model seri gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita siswa di kelas tujuh-D SMPN 2 Gedangan Sidoarjo. Kata kunci: keterampilan menulis cerita, model seri gambarÂ