cover
Contact Name
Imron Amrullah
Contact Email
imron.amrullah@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fonema@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 26213257     EISSN : 26212900     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Dr. Soetomo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ilmiah fonema berisi tulisan yang berasal dari hasil penelitian, kajian atau karya ilmiah di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
LEGENDA PETILASAN SUNAN KALIJAGA DI DESA SUROWITI KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK DENGAN TEORI NILAI BUDAYA saleh, haerus; faizin, afan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.847 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1024

Abstract

Legenda merupakan salah satu tugas bagi generasi muda untuk tanggap dalam melestarikan warisan nenek moyang kita. Warisan yang sangat berharga dan berguna tersebut jangan sampai dilalaikan dan punah begitu saja. Berkaitan dengan ini peneliti tertarik dan berkeinginan untuk meneliti Legenda Petilasan Sunan Kalijaga di Desa Surowiti Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik dengan Teori Nilai Budaya. Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana nilai budaya yang ada dalam legend petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Manfaat penelitian ini ada dua yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Objek penelitian legenda petilasan sunan kalijaga di desa Surowiti kecamatan Panceng kabupaten Gresik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan (1) teknik pengamatan, (2) teknik wawancara, (3) teknik perekaman, (4) teknik simak, (5) teknik pencatatan, (6) teknik transkripsi, dan (7) teknik terjemahan. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Teknik pengolahan data dilakukan dengan (1) pengumpulan data, (2) klasifikasi data, (3) transkripsi data, (4) analisis data, dan (5) membuat kesimpulan dari hasil analisis. Simpulan dari penelitian ini adalah ditemukan nilai budaya dalam legenda petilasan sunan kalijaga sebagai berikut (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; a) Tolong menolong. b) Tidak mendendam. c) Percaya terhadap sesama. d) Saling menghargai. e) Bekerja sama. f) Saling melindungi. g) Hidup rukun. h) Saling mengenal. (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan tuhan; a) Bertaqwa yang meliputi: memeluk ajaran islam, Puasa sunnah, dan Berziarah kubur. (3) Nilai budaya hubungan manusia dengan alam lingkungan yaitu : a) Melestarikan lingkungan. (4) Nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri yaitu : a) mempertahankan diri. Kata Kunci : Nilai Budaya dan Legenda
TINDAK TUTUR DALAM TRADISI NYADRAN (NGLARUNG SESAJI) DI DUSUN KEPETINGAN DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO : KAJIAN PRAGMATIK hutama, marhaendra putra; utami, sri
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.209 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1027

Abstract

Tindak tutur adalah aktivitas berbahasa yang berupa tuturan maupun non-tuturan yang bersifat kontekstual. Dalam penelitian ini menganalisis “Tindak tutur dalam Ritual Nglarung Berkah, di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo”. Pada pengkajian tindak tutur termasuk sub disiplin linguistik yaitu pragmatik. Penelitian ini membahas mengenai tindak tutur ilokusi dan perlokusi . Berdasarkan fokus penelitian tersebut, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis bentuk tindak tutur ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah hasil perekaman ritual Nyadran (Nglarung Sesaji) di desa Sawohan, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik Simak Bebas Libat cakap (SBLC) dengan cara menyimak secara langsung dan juga menyimak melalui rekaman video ritual Nyadran (Nglarung Sesaji) di dusun Kepetingan. Rekaman video digunakan jika dalam proses analisis peneliti memerlukan data yang sahih dan sebagai bukti penelitian. Berdasarkan penganalisisan data ditemukan 5 jenis perlokusi dengan jumlah 105 data. Kelima jenis ilokusi tersebut adalah asertif (40 data), direktif (21 data), komisif (20 data), ekspresif (15 data) dan deklaratif ( 9 data). Selanjutnya perlokusi ditemukan 3 jenis perlokusi yaitu perlokusi membuat penyimak melaukan sesuatu, membuat penyimak memikirkan sesuatu, dan membuat penyimak mempelajari sesuatu.  Kedua  jenis  tindak  tutur  yakni  ilokusi  dan  perlokusi  merupakan  komponen  yang  membangun konstruksi pertuturan di dalam ritual Nyadran (Nglarung Sesaji) di dusun Kepetingandesa Sawohan, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Mengingat ritual tersebut bagi masyarakat desa sangat dijaga dan dipercaya sebagai ritual pembawa berkah bagi sebagian warga Sawohan, maka ritual ini perlu dijaga kelangsungannya karena banyak mengandung nilai budaya dan kearifan lokal. Bentuk nyata menjaga kearifan lokal ini yaitu melalui penelitian ini diharapkan mampu mengenalkan dan mempelajari bagaimana bentuk budaya lokal kepada masyarakat yang belum mengetahui. Kata kunci : tindak tutur, ilokusi, perlokusi, penelitian
KARAKTER TOKOH UTAMA PADA NOVEL ENTROK KARYA OKKY MADASARI (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Prawira, Sophian Djaka
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.048 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i1.1092

Abstract

ABSTRAK. Karya sastra berasal dari masyarakat dan memang selayaknya dikembalikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat sastra. Novel merupakan bentuk karya sastra. Entrok adalah novel pertama Okky Madasari yang berkisah tentang perempuan Jawa yang berjuang di rezim Suharto. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) Mendeskripsikan karakter tokoh utama pada novel Entrok karya Okky Madasari. (2) Menemukan latar belakang perubahan karakter pada tokoh utama novel “Entrok” karya Okky Madasari. Sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian ini sebagai berikut: Tipe Karakter Marni adalah karakter Sanguine yang memiliki ciri-ciri sifat dan perilaku sebagai berikut; Perasaannya penuh harapan; Suka Menolong; Ramah dan Periang; Banyak Berbicara; Memiliki Rasa Optimis; Berkemauan Keras; Ego; Religius; Berkemauan Keras; Baik Hati; Dermawan. Sedangkan latar belakang faktor yang mempengaruhi berubahnya Marni adalah sebagai berikut; pertama, faktor diri sendiri yang meliputi; a) Stress; b) Naluri; c) Simpati; dan kedua faktor lingkungan meliputi; a) Politik; b) Ekonomi; c) Keamanan.Kata Kunci : Karakter, Novel, Entrok, dan Psikologi
Teknik Menyusun Karya Tulis Ilmiah di SMA Katolik St. Albertus Malang Saputra, Ardi Wina
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.536 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1175

Abstract

Karyailmiah merupakan karya tulis atau bentuk lainnya yang telah diakui dalam bidang ilmu pengetahuan. Jenjang pendidikan tingkat SMA mendapatkan materi menulis karya ilmiah. SMA Katolik St. Albertus Malang menugaskan siswa siswinya untuk melakukan praktik penulisan karya ilmiah. Penelitian ini membahas tentang teknik menyusun karya tulis ilmiah di SMA Katolik St. Albertus Malang dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah partisipatoris karena peneliti ikut aktif dalam membimbing siswa ketika berproses. Hasil penelitian ini adalah guru dan siswa harus mencermati gaya peulisan, langkah penulisan, proses menulis, hingga menerbitkan hasil penelitian siswa.
Jargon dalam Jual Beli Di Pasar Sapi (Studi Komunikasi Transaksi) Subhan, Roni
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.436 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1176

Abstract

Transaksi jual-beli di pasar sapi merupakan suatu kegiatan yang menentukan harga jual sapi. Penggunaan bahasa transaksi jual-beli dilakukan dengan menggunakan jargon yang bersifat rahasia. Jargon tersebut hanya diketahui oleh sesama pedagang sapi dan hanya digunakan di pasar sapi saat melakukan transaksi. Makalah ini menyajikan bentuk dan penggunaan jargon dalam transaksijual beli. Tujuannya untuk mengetahui bentuk dan penggunaan jargon yang digunakan dalam transaksi jual-beli. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar jargon yang digunakan merupakan kata dari bahasa daerah setempat dan sebagian lagi dipengaruhi oleh bahasa asing. Kata Kunci: Pasar sapi, transaksi jual-beli, jargon. 
Mantra Bandung Bondowoso Sebagai Tindak Tutur Nugraha, Frenky Icksan
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.999 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1177

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimotivasi oleh fakta bahwa mantra Bondowoso masih digunakan dalam seni bela diri. Mantra sebenarnya menjadi "Yang Lain" bagi pembaca. Ketika seseorang menghadapi kesulitan, dia segera membaca mantra, dan di luar rasio, kulit dan tulang dari orang yang berlatih mantra sangat keras seperti baja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah "Bagaimana analisis mantra Bondowoso terhadap tindak tutur?". Tujuannya adalah untuk menganalisis mantra Bondowoso dalam tindak tutur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang sesuai dengan tujuan yang dinyatakan dan berusaha untuk mencapai dalam penelitian ini, penelitian kualitatif selalu bersifat deskriptif, artinya data dianalisis dan hasilnya berbentuk deskripsi numerik suatu fenomena atau koefisien hubungan antar variabel, pengumpulan data dalam bentuk kata-kata dan bukan angka. Aminuddin, 1990: 23) Komunikasi tidak hanya simbol, kata atau kalimat, tetapi akan lebih tepat jika disebut produk atau hasil lambang, kata atau frasa dalam bentuk perilaku tindak tutur. pembaca mantra Bondowoso .Tindak-tafsirkan tindakan ilokusi pendokusi pembaca mantra perlokusi dan rasa percaya diri.Kata kunci: mantra, tindak tutur mantra, pengaruh mantra. 
Etika, Estetika, dan Religiusitas Legenda Dalam Cerita Jokotole dan Dewi Ratnadi Ibadiyah, Istiqamatul; Imayah, Imayah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.302 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1239

Abstract

Abstrak. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif karena pendekatan ini mendefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data diskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori nilai. Dalam penelitian ini ada beberapa temuan hasil analis, yaitu: Pertama, sebagai Nilai etika, aspek yang ditemukan berupa sikap ibu terhadap anaknya, supaya anaknya memiliki Akhlak, memberi hadiah kepada ibunya sebagai bentuk penghormatan, tetap mengahargai pemberian dari seorang raja, sifat seseorang yang tidak mau berbagi mengakibatkan berdampak pada desa tersebut kekurangan air; Kedua, Nilai estetika, aspek yang ditemukan berupa seorang perempuan melahirkan tanpa mengeluarkan darah dan tidak mengeluarkan ari-ari, anak yang kreatif, berkat kepintarannya diberi hadiah seorang putri raja, berkat kesabarannya selama ini, keajaiban datang  dalam hidup, Dewi Ratnadi berubah menjadi cantik dan sudah tidak cacat lagi, sumber air yang dibuat kencing Dewi Ratnadi dipercaya dapat membuat sembuh semua penyakit kulit, setiap tongkat yang ditancapkan mengeluarkan air dan mnejadi sumber mata air, sumber mata air di Omben dipercaya dapat membuat kulit bersih dan cantik; Ketiga, Nilai agama, Aspek yang di temukan berupa pernah putus asa karena berbeda dengan saudara lainnya dan doa yang dikabulkan oleh Allah. Kata Kunci; Etika, Estetika, Religiusitas 
Model Diskusi pada Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Widayati, Wahyu; Martono, Boedi; Mardiana, Ninik
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.266 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1240

Abstract

Abstrak: Terkadang memberikan latihan tentang PTK (Rutinitas Kelas) untuk guru tidak efektif dan memberikan output jauh dari target yang ditentukan. Metode konvensional yang hanya memberikan narasi kepada beberapa guru gagal. Itu terlihat dari output guru yang tidak bisa melakukan penelitian aksi. Penelitian ini ingin mengetahui keefektifan metode diskusi yang digunakan untuk melaksanakan penelitian tindakan. Hasil dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kemampuan guru di SDN Sukolilo 250 Surabaya dapat terus meningkat dengan metode diskusi untuk whorkshop penelitian tindakan.Kata kunci: metode diskusi, penelitian tindakan, guru.
Serat Sasmitarasa (Kajian Semiotik) Sugianto, Iwan; Haerussaleh, Haerussaleh
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.476 KB) | DOI: 10.25139/fn.v1i2.1246

Abstract

Serat sebagai salah satu ragam puisi Jawa klasik yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia karena mempunyai makna yang tinggi. Dalam setiap sastra juga terdapat simbol-simbol atau tanda yang terdapat dalam semiotik.Semiotik mencakup simbol, tanda, serta kontruksi makna dimana menurut penelitian, simbol merupakan kategori atas tanda-tanda arbitrer dan konvensional. Semiotik memiliki tiga bagian yakni, ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Sêrat Sasmitarasa sedangkan data diperoleh dari aspek aspek semiotik berupa indeks, ikon dan simbol yang terdapat pada Sêrat Sasmitarasa. Teknik analisis deskriptif memanfaatkan cara penafsiran dengan menyajikan data tentang sasmita dalam bentuk deskripsi. Dalam pembahasan analisis ikon diperoleh bicara keliru tanpa sebab, disebut: tingkah buruk pada petanda orang yang akan mendapakan kesusahan, hati bergetar tanpa sebab, disebut: rintangan hati pada petanda orang yang akan mendapakan kesusahan, dan badan tidak tenteram tanpa sebab, disebut: badan sakit pada petanda orang yang akan mendapatkan kesusahan. Pada analisis Indeks terdapat tertawa melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan, nafsu melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan, dan kantuk melebihi batas pada petanda orang yang mendapat kemarahan Tuhan. Sedangkan pada analisis simbol terdapat air mata keluar tanpa sebab, disebut: tangisan pada pertanda orang akan mendapatkan kesusahan dan tercium bau busuk tanpa sebab, disebut: bau yang buruk pada pertanda orang akan mendapatkan kesusahan. Simpulan dari penelitian ini adalah Ikon yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang mirip objek yang diwakilinya.Indeks yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang menunjukan hubungan kausal (sebab akibat) antara penanda dan petandanya dan Simbol yang dalam naskah Serat Sasmitarasa adalah tanda yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan alamiah antara penanda dan petandanya.Kata Kunci: semiotik, serat, sasmitarasa
Meningkatkan Pemahaman Terhadap Makna Puisi dengan Teknik Parafrase Siswa Klas VIII-J SMP Negeri 21 Surabaya Anwar, Shoim; Peristiwaningsing, Diah
Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : FKIP - Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.216 KB) | DOI: 10.25139/fn.v2i1.1292

Abstract

ABSTRAKUntuk mengungkapkan makna teks puisi (unsur batin) dapat dilakukan dengan teknik parafrase, yaitu menguraikan kembali isi puisi dengan kata-kata yang berbeda. Kemampuan siswa SMP Negeri 21 Surabaya, khususnya kelas VIII-J pada semester gasal 2018/2018,  dalam memahami teks puisi pada prasiklus  adalah 69,40 dari Kriteria Ketuntasan Minimal  (KKM) yang ditetapkan 76.  Setelah dilakukan tindakan pada siklus pertama, secara komulatif rata-rata kemampuan siswa mencapai skor 77,75 dengan kreteria hasil belajar baik. Pada siklus kedua, secara komulatif rata-rata kemampuan siswa  dalam memparafrase teks puisi mencapai skor 85,7 dengan kreteria hasil belajar baik.  Siswa yang prestasinya  di atas KKM adalah  38 siswa  (95%). Pada siklus kedua siswa yang mencapai skor  90 ke atas (baik sekali) sebanyak 13 siswa (32,5%).           Kata kunci: pemahaman, puisi, teknik parafrase   Â