cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan
Published by STKIP PGRI Tulungagung
ISSN : 24770523     EISSN : 26139820     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, e-issn; 2613-9820, issn cetak; 2477-0523 mengundang para ilmuwan untuk mempublikasikan karya ilmiah berupa penelitian atau makalah yang dibuat dalam bentuk artikel berkaitan dengan isu-isu politik, sosial, hukum, kebudayaan dan perekonomian warga negara berdasarkan pancasila. Kewarganegaraan diperlakukan sebagai konsep strategis dalam analisis Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan diterbitkan setiap bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Penerapan Pendidikan Moral Dalam Membentuk Perilaku Siswa (Studi Kasus Smk Sore Tulungagung) Lalilatul Mufidah
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v3i1.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bentuk pendidikan moral dalam membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung, (2) untuk mengetahui sikap dan partisipasi guru dalam pembentukan moral membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung, (3) untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan moral dalam membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang digunakan berasal dari para informan,hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian membawa perolehan kesimpulan bahwa (1) Bentuk pendidikan moral dalam membentuk perilaku siswa di SMK Sore Tulungagung terdiri dari berbagi bentuk kegiatan yang dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu: dalam belajar mengajar guru menyisipkan untuk mebentuk sikap atau perilaku yang baik seperti siswa diajak untuk disiplin, tanggung jawab, bekerja keras, tolong-menolong dan sebagainya, kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan pada mata pelajaran pkn saja tetapi untuk semua mata pelajaran. Kegitan-kegiatan non formal seperti OSIS, PKS, hari-hari besar keagamaan, rutinan istighosah pada hari jumat. Hal tersebut dapat membentuk perilaku siswa yang baik. (2) Sikap dan partisipasi siswa sangat antusias hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang sangat mendapat dukungan oleh para guru untuk menerapkan pendidikan moral SMK Sore Tulungagung, antara lain upacara bendera, kegiatan osis, pks, dan pada setiap mata pelajaranya siswa selalu disisipkan karakter yang membangun sikap dan nilai karakter minimal harus baik (3) Penerapan dalam Membentuk Perilaku Siswa di SMK Sore Tulungagung dilakukan berbagai macam kegiatan baik secara formal dan non formal.
Analisis Pelaksanaan Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi Danang Prasetyo
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v5i2.1104

Abstract

This study aims to determine (1) the policy of implementing the Pancasila Education course in Higher Education, (2) the Pancasila Education teaching material, (3) the supporting resources of the Pancasila Education course, (4) The solution to the implementation of the Pancasila Education course. The study and analysis of Pancasila education in Higher Education is done by emphasizing on three important aspects that have not been much of concern to researchers, observers, and educators. First, the policy aspects related to Pancasila education in Higher Education which undergo various phases of change both through legislative policies, ministerial regulations, and institutional policies carried out by Universities in Indonesia. Second, the teaching material or material aspects used by the lecturers of Pancasila Education courses. Third, aspects of teaching resources or lecturers who teach Pancasila Education courses. The approach taken in this study emphasizes the approach to library research. The method of collecting data is obtained through an inventory of data or documents, then examines data or documents in the form of product policies, legislation, books, scientific journals, newspaper articles, and documents relating to the topic of this study. The results of this study indicate that (1) the Pancasila Education policy in Higher Education must be strengthened again by strengthening the teaching capacity of Pancasila education, and monitoring the consistency of policies applied in each tertiary institution is carried out regularly, (2) standardizing teaching material materials nationally because At present there are many cases of misunderstanding and interpretation of the Pancasila, (3) there needs to be special rules or standardization relating to the recruitment of lecturers of Pancasila Education courses in Higher Education. Keywords:  policy, pancasila education, higher education
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PKn MATERI GLOBALISASI SISWA KELAS IV SEMESTER II MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW SD NEGERI 09 NGUNUT KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Ninik Puspitaningtyas
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/ppkn.v2i2.339

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PKn materi globalisasi yang menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa juga masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn. Guru sering memberikan pembelajaran PKn dalam bentuk ceramah, dan tanya jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. Berdasarkan masalah yang peneliti hadapai didalam proses pembelajaran PKn yang tidak aktif, maka peneliti berusaha mencarikan model pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Adapun metode pembelajaran yang dianggap mampu untuk meningkatkan keaktifan siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Jenis penelitian tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah classroom action research (PTK). Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester II SD Negeri 09 Ngunut. Waktu yang digunakan dalam melakukan penelitian tindakan ini adalah pada semester genap tahun pelajaran 2014/ 2015. Setelah dilakukannya perbaikan pembelajaran selama 2 siklus dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran jingsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada siklus I nilai rata- rata yang diperoleh siswa adalah 71 dengan tingkat ketuntasan belajar 68%. Hasil ini kemudian mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada siklus II. Pada siklus II nilai rata- rata yang diperoleh siswa adalah 81 dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 89%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, disampikan saran untuk meningkatkan pemahaman siswa guru hendaknya selalu menginovasi dan mengembangkan kreativitas yang dimilikinya berkaitan dengan pemilihan metode dan alat peraga yang tepat. Sehingga pembelajaran yang diadakan dapat menyenangkan, tidak menoton, dan tidak membosankan bagi siswa sehingga hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai
Internalisasi Nilai Nasionalisme Mahasiswa Melalui Organisasi Ekstra Kampus (Deskriptif pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesian Cabang Tulungagung) Dwi Fajar Mufti
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i2.1004

Abstract

Mahasiswa merupakan garda terdepan dari suatu bangsa yang harus me­miliki nilai-nilai nasionalisme yang tertanam didalam jiwanya namun saat ini mu­lailah luntur rasa itu. PMII salah satu organisasi eksra kampus yang memiliki jiwa nasionalisme lebih didalam dirinya, kemudian bagaimana peran PMII dalam mengembangkan nilai nasionalisme pada mahasiswa. Dari situ peneliti mengambil penelitian dengan “Internalisasi Nilai Nasionalisme Mahasiswa Melalui Orga­nisasi Ekstra Kampus (Deskriptif pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Tulungagung)”. Pendekatan yang dilalukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuali­tatif dengan menggunakan metode studi deskriptif pada organisasi ekstra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Tulungagung. Dalam pengum­pulan data peneliti menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil analisis menunjuknan bahwa peran PMII dalam internalisasi nilai-nilai nasionalisme dengan cara melalui kegiata-kegiatan yang telah dipakemkan dalam organisasi, melalui pengkaderan dan kegiatan sosial. Dalam pengkaderan PMII menanamkan nilai nasionalisme terlebih dahulu didalam sebuah materi pokok dan didalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya yang dijadikan acuan dalam pergerakan. Dalam kegiatan sosial dengan eksis melaksanakan kegiatan-kegiatan hari nasional dalam berbagai bentuk kegiatan dengan membawa simbul-simbul kebangsaan. Dan upaya dalam mengatasi kendalanya yaitu sesalu komitmen dalam mengajak bergabung dalam kegiatan PMII.
IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME DI SDN KARANGANYAR GUNUNG 02, CANDISARI, SEMARANG, JAWA TENGAH Dyah Indraswati; Deni Sutisna
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

This study aims to determine the implementation of the cultivation of nationalism values and the obstacles faced by schools. This research is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in January 2020 at SDN Karanganyar Gunung 02, Candisari, Semarang, Central Java. The subjects of this research were class V teachers. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The research instruments used were interview guidelines, observation guidelines, and documentation guidelines. The data validity test was done by triangulation of techniques and triangulation of sources. Technique triangulation is done by checking the data using different techniques at the same source. Source triangulation is done by checking data on different sources. The data analysis technique used includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that SDN Karanganyar Gunung 02 had implemented the implementation of the value of nationalism in learning activities through exemplary and inserting character values into the subject matter being taught. SDN Karanganyar also implements the values of nationalism outside of learning activities such as extracurricular activities. The obstacle in planting the values of nationalism is that teachers still find it difficult to integrate the values of nationalism in the lesson plans but in practice, it has been done. The second obstacle is the difficulty in adapting the curriculum to local wisdom. The implication of this research is as a reference for educators to see the challenges and obstacles in the implementation of planting the values of nationalism so that it can be used to improve aspects that are not yet optimal.Keywords: implementation; the value of nationalism; resistance
Penggunaan Tunjangan Profesi Pendidik Dalam Peningkatan Kinerja Guru di SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Tahun Akademik 2014/2015 Agus Syamsudin
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v1i1.1036

Abstract

Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Maka program sertifikasi guru dapat berfungsi ganda, yakni sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.Kata kunci: Tunjangan profesi Pendidik, Kinerja, Guru
Peran Guru Sebagai Pembimbing Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Pancasila Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pakel Tulungagung Tahun Ajaran 2016-2017 Pinda Alrois Ariska
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v4i1.995

Abstract

Peran penting guru, yang merupakan tenaga pengajar  pada lembaga pendidikan sangatlah nyata, sehingga dapat dikatakan bahwa posisi guru tidak dapat digantikan oleh siapapun. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peran guru dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran perkembangannya sangat pesat. Dari hasil penelitian ini peranan guru dalam meningkatkan nilai-nilai pancasila bagi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pakel tahun ajaran 2016-2017 adalah baik. Peranan guru dalam meningkatkan nilai-nilai pancasila bagi siswa SMA Negeri 1 Pakel adalah cukup baik, secara umum dapat disimpulkan bahwa peranan guru dalam meningkatkan nilai-nilai pancasila pada siswa SMA Negeri 1 Pakel Tahun ajaran 2016-2017 adalah baik. Dengan kata lain bahwa guru telah mengaplikasikan peranannya dengan baik dalam meningkatkan nilai-nilai pancasila pada siswa SMA Negeri 1 Pakel Kabupaten Tulungagung Tahun ajaran 2016-2017.
Pengaruh Faktor Religiusitas Terhadap Perilaku Kenakalan Remaja di Lingkungan Masyarakat Muhamad Taufik; Pandu Hyangsewu; Isni Nur Azizah
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v6i1.1637

Abstract

Dasar penulisan artikel ini diawali dari banyaknya kasus kenakalan remaja yang sedang marak-maraknya terjadi di lingkungan masyarakat yang pastinya sangat meresahkan dan membahayakan serta harus segera dicari solusinya. Kenakalan remaja yang terjadi acap kali disangkut pautkan dengan faktor internal remaja yaitu nilai religiusitas yang tertanam dalam dirinya. Menurut beberapa opini menyatakan bahwa semakin rendah tingkat religiusitas seorang remaja  maka semakin mudah pula ia terjerumus melakukan kenakalan remaja seperti merokok, mencuri, tawuran, geng motor, seks bebas dan lain sebagainya. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dan kontrol diri dengan kecenderungan seorang remaja untuk melakukan kenakalan remaja. Urgensinya ialah dengan harapan untuk menyadarkan remaja agar tidak melakukan kegiatan menyimpang seperti yang sedang marak terjadi dengan senantiasa menanamkan nilai-nilai religiusitas diri agar terhindar dari perilaku menyimpang yang merugikan diri kita sendiri dan masyarakat. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena dirasa sangat relevan dengan fenomena kenakalan remaja saat ini dan relevan dengan kajian sosiologi agama. Metode yang digunakan ialah menggunakan metode polling melalui fitur instagram stories serta literature review/metode kajian literatur.  Metode kajian literatur menggunakan 10 artikel jurnal terakreditasi kemudian dianalisis sehingga ditemukan benang merah antara relevansi religiusitas dengan kenakalan remaja. Temuan empiris yang dilakukan dengan menganalisis 10 jurnal tersebut menunjukkan bahwa tingkat religiusitas seorang remaja mempengaruhi perilaku mereka untuk melakukan kenakalan walaupun presentasenya berbeda-beda. Faktor religiusitas diri seorang remaja selalu menjadi salah satu faktor dalam terjadinya kenakalan remaja. Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja untuk melakukan kenakalan remaja yaitu pola asuh orang tua, teman sepermainan dan lingkungan sosialnya
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa SD Lutfi Lutfi; Nasaruddin Nasaruddin; Kurniati Kurniati
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Kurangnya perhatian orang tua kepada anak akan memberikan pengaruh kepada perkembangan dan prestasi belajar anak. Pola asuh orang tua adalah interaksi antara orang tua dan anak.
PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN PENANAMAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA GENERASI MUDA Risma Yuliana Saputri; Fatma Ulfatun Najicha
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jr.v9i1.4082

Abstract

Globalization is a very common phenomenon. With globalization, the exchange of information flows from various countries occurs so quickly, people really benefit from this. However, the growing epidemic will also have a negative impact on Indonesia, namely the waning sense of nationalism and patriotism among the people, especially the younger generation. With existing technological advances, various digital platforms such as social media can be misused by the younger generation, which of course has a negative effect on their behavior. Thus, indirectly globalization can result in the erosion of Pancasila values in the younger generation because of deviant behavior, in the form of crime, immorality, and various other negative behaviors. In this case, the values of Pancasila need to be re-instilled so that Pancasila can be maintained as the identity of the nation. This study aims to provide information about the form of Pancasila implementation and the importance of strengthening Pancasila values in social life in order to improve the personality of the younger generation in Indonesia in the era of globalization. This research method uses literature study by reading and seeking information from books, journals, and other literature study sources that are relevant to the subject matter to be discussed.