cover
Contact Name
Msy Rulan Adnindya
Contact Email
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkedokteranunsri@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 26223589     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Sriwijaya Journal of Medicine (SJM) is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculosceletal) and Public Health Medicine. Sriwijaya Journal of Medicine (SMJ) published three times a year (January, April, October).
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 315 Documents
Identifikasi Polimorfisme Titik -1082 Promoter Gen IL-10 pada Penderita Kusta Desi Oktarina; Fifa Argentina; Evi Lusiana; Nia Savitri Tamzil
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.62

Abstract

Kusta merupakan penyakit menahun yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae, yang mengenai kulit dan saraf, yang dapat berakibat pada kecacatan. Interleukin-10 diyakini memainkan peranan penting dalam patogenesis penyakit kusta. Polimorfisme pada promotor gen ini diduga dapat mempengaruhi produksi IL-10, yang kemudian dapat berpengaruh terhadap proses eliminasi mikroba dalam perkembangan penyakit kusta. Salah satu polimorfismeterkait gen IL-10 yang paling sering terjadi adalah polimorfisme titik -1082 pada promotor gen tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi polimorfisme titik -1082 promotor gen interleukin-10 pada penderita kusta yang dirawat di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Polimorfisme titik -1082 promotor gen interleukin-10 diukur dengan metode PCR-RFLP, elektroforesis, dan divisualisasi pada sinar UV. Dari penelitian ini didapatkan distribusi frekuensi genotipe AA sebesar 80%, AG sebesar 14%, dan GG sebesar 6%. Distribusi frekuensi alel A sebesar 87% dan alel Gsebesar 13%. Gambaran genotip wild type lebih banyak ditemukan pada penderita kusta (80%).
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Moringa oleifera dan Ziziphus mauritiana dengan Ekstrak Etanol 96% terhadap Escherichia Coli Eli Sania; Sandy Vitria Kurniawan; Yohanna Angelina
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.63

Abstract

Escherichia coli adalah bakteri normal pada pencernaan bagian bawah manusia, namun jika dalam jumlah di atas normal, E. coli akan menimbulkan berbagai penyakit. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi sehingga diperlukan pengobatan alternatif seperti obat-obatan herbal. Tanaman obat yang sudah banyak dieksplorasi sebagai senyawa antibakterial adalah daun kelor (Moringa oleifera) dan daun bidara (Ziziphus mauritiana). Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan efektivitas antibakteri Moringa oleifera dan Ziziphus mauritiana dengan pelarut etanol 96% terhadap E.coli. Desain penelitian ini menggunakan studi eksperimental in vitro. Moringa oleifera dan Ziziphus mauritiana diekstrak pada 10 konsentrasi yang berbeda. Metode uji yang digunakan adalah difusi cakram pada agar Mueller-Hinton. Kelompok perlakuan yaitu E. coli ATCC 25922, Ciprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif dan cakram yang direndam dalam etanol 96% digunakan sebagai kontrol negatif. Rata–rata zona inhibisi ekstrak daun Moringa oleifera adalah 10 mm,sedangkan ekstrak daun Ziziphus mauritiana menimbulkan rata–rata zona inhibisi sebesar 14 mm. Rata–rata zona inhibisi dari kontrol positif adalah 33 mm. Kontrol negatif tidak memiliki zona inhibisi. Ekstrak daun Moringa oleifera dapat menginhibisi pertumbuhan bakteri E. coli pada konsentrasi 30% dengan zona inhibisi sebesar 7 mm, dan ekstrak daun Ziziphus mauritiana dapat menginhibisi pertumbuhan bakteri E. coli pada konsentrasi 20% dengan zona inhibisi 12 mm. Hal ini membuktikan bahwa Ziziphus mauritiana memiliki kemampuan antibakteri yang lebih efektif daripada Moringa oleifera.
Korelasi Ekspresi CD47 terhadap Faktor-Faktor Klinikopatologi pada Karsinoma Ovarium Fitrianti; Heni Maulani; Aspitriani
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.64

Abstract

Kanker ovarium adalah keganasan ginekologik yang paling mematikan merupakan peringkat keempat di dunia pada kematian wanita penderita kanker. Cluster of differentiation 47 (CD47) merupakan sebuah protein sel permukaan yang terekspresi di banyak sel jinak dan maligna, termasuk karsinoma ovarium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi ekspresi CD47 terhadap faktor-faktor klinikopatologi pada karsinoma ovarium. Penelitian serial kasus dengan populasi penelitian adalah kasus LGSC, HGSC, MC, EC dan CCC yang tersimpan di Departemen/BagianPatologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Oktober 2019. Jumlah sampel 50 kasus, masing-masing sebanyak 10 kasus subtipe histopatologi. Slaid dilakukan pulasanimunohistokimia menggunakan antibodi anti CD47 klon B6H12. Analisis korelasi ekspresi CD47 terhadap usia, stadium klinis dan kadar CA125 dianalisis menggunakan uji Gamma. Analisis korelasi ekspresi CD47 terhadap subtipe histopatologi dan respon kemoterapi menggunakan uji Contingensi. Tidak terdapat korelasi bermakna antara ekspresiCD47 terhadap usia (p=0,130), subtipe histopatologi (p=0,956), stadium klinis FIGO (p=0,459), kadar CA125 (p=0,366) dan respon kemoterapi (p= 0,129). Penelitian ini menemukan bahwa tidak ada korelasi yang bermakna antara ekspresi CD47 yang tinggi dengan faktor-faktor klinikopatologi pada karsinoma ovarium, namun ada kecenderungan semakin tinggi ekspresi CD47 semakin muda kelompok usia, semakin lanjut stadium klinis dan semakin tinggi kadar CA125.
Pengetahuan Penyakit Gout Arthritis Pada Pasien Di Poliklinik Reumatologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang M.Risho Novtriawan Algifari; Surya Darma; Muhammad Reagan
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.65

Abstract

Gout merupakan penyakit dominan pada pria dewasa dan wanita ditemukan sebelum menopause. Gout merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia dengan prevalensi di Amerika Serikat 3,9%, Inggris 2,5%, New Zealand 6,1% dan di Indonesia 7%. Pilar pengobatan penyakit gout ada 2 yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi mencakup edukasi pasien, pengaturan diet dan istirahat sendi. Kurangnya pengetahuan tentang gaya hidup dan hal-hal yang bisa menyebabkan gout menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kejadian arthritis gout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang penyakit gout pada pasien yang berobat di Poliklinik Reumatologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 orang yang memenuhi kriteria inklusi diambil dengan teknik total sampling. Data penelitian didapatkan dari hasil wawancara pasien di Poliklinik Reumatologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode September-November 2019. Hasil penelitian menunjukkan dari 80 pasien, terdapat 21 pasien menderita arthritis gout dan 59 pasien menderita non arthritis gout. Tingkat pengetahuan pasien arthritis gout cukup 52,4% dan baik 47,6% tentang penyakit arthritis gout sedangkan tingkat pengetahuan pasien non arthritis gout kurang 52,5%, cukup 45,8% dan baik 1,7% tentang penyakit arthritis gout. Tingkat pengetahuan pasien arthritis gout tentang penyakit arthritis gout lebih baik daripada pasien non arthritis gout di Poliklinik Reumatologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Hubungan Pola Makan dengan Risiko Terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik pada Remaja Angela Irene; Syifa Alkaf; Eka Febri Zullisetiana; Fatimah Usman; Veny Larasaty
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.66

Abstract

Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan gangguan endokrin yang paling umum terjadi pada wanita dengan konsekuensi luas yang memengaruhi setiap aspek kehidupan wanita, dengan angka kejadian SOPK pada remaja kurang lebih 11-26%. Lebih dari 50% pasien SOPK dikaitkan dengan sindrom metabolik termasuk obesitas, resistensi insulin, dan dislipidemia. Penelitian-penelitian terdahulu mengatakan bahwa pola makan memerankan peranan penting sebagai faktor risiko terjadinya SOPK pada remaja. Maka dari itu pengaturan pola makan sangat penting untuk memperbaiki gangguan hormonal dan efek jangka panjang akibat SOPK, sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut mengenai hubungan pola makan dengan risiko terjadinya SOPK pada remaja yang berusia 15-19 tahun di Kota Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong-lintang. Data yang diambil merupakan data primer pada remaja berusia 15-19 tahun di Kota Palembang. Pengambilan data pola makan pada responden dilakukan dengan kuesioner food recall. Perhitungan kalori dan makronutrien menggunakan software nutrisurvey. Diagnosis SOPK ditegakkan dengan temuan dua dari tiga kriteria Rotterdam. Dari total 150 sampel, sebagian besar dengan siklus menstruasi normal, IMT yang overweight/obese, intake kalori, konsumsi karbohidrat, dan lemak yang berlebih, konsumsi protein yang cukup, serta konsumsi serat yang kurang. Terdapat sebanyak 38 sampel (25,3%) dengan kejadian SOPK. Sampel yang mengalami SOPK, sebagian besar dengan IMT yang overweight/obese (p<0,05), intake kalori, konsumsi karbohidrat, protein, lemak yang berlebih (p<0,05), serta konsumsi serat yang kurang (p>0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara intake kalori, konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak yang berlebih, serta konsumsi serat yang kurang dan risiko terjadinya Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) pada remaja yang berusia 15-19 tahun di Kota Palembang.
Sifilis Pada Kehamilan Hari Darmawan; Izazi Hari Purwoko; Mutia Devi
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 1 (2020): Vol 3, No 1, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i1.67

Abstract

Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual disebabkan bakteri Treponema pallidum dapat ditularkan melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan vertikal dari ibu ke janin. Jika perempuan hamil menderita sifilis dapat terjadi infeksi transplasenta ke janin sehingga menyebabkan keguguran, lahir prematur, berat badan lahir rendah, lahir mati, atau sifilis kongenital. Diagnosis sifilis pada kehamilan ditegakkan berdasar anamnesis, manifestasi klinis, pemeriksaanlaboratorik, dan serologik. Skrining pada trimester pertama dengan tes non-treponema seperti rapid plasma reagin(RPR) atau venereal disease research laboratory (VDRL) kombinasi dengan tes treponema seperti treponema pallidum hemagglutination assay (TPHA) merupakan hal penting pada setiap perempuan hamil. Manifestasi klinis sifilis ke janin bergantung pada usia kehamilan dan stadium sifilis maternal serta respons imun janin. Deteksi dini dan terapi adekuat penting untuk mencegah transmisi infeksi sifilis dari ibu ke janin.
The Association between Body Fat Percentage and Incidence of Prehypertension among Medical Student Aliza Shavela; Mariani
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 2 (2020): Vol 3, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i2.68

Abstract

INTRODUCTION. The prevalence of prehypertension in Indonesia is 48,4%. Obesity is one of the risk factors fordeveloping prehypertension. Obesity can be measured using body fat percentage. A high body fat percentage will increasethe level of plasma angiotensinogen, renin, the activity angiotensin-converting enzyme, and aldosterone. These factors contribute to higher blood pressure. This study aims to determine whether there is a significant association between body fat percentage and incidence of prehypertension.METHODS. This study is an analytic study with cross-sectional study approach. Data collection was carried out with a total of 106 respondents aged around 17- 22 years. This researched was conducted from August to September 2019 at the Faculty of Medicine and Health Science of Atma Jaya. The research data were collected through filling out a demographic questionnaire, blood pressure measurement using sphygmomanometer, and body fat percentage measurement using bioelectrical impedance analysis. Bivariate analysis of the association between gender and blood pressure, the association between gender and body fat percentage, and the association of body fat percentage with blood pressure were analyzed using the chi-square method.RESULTS. The bivariate analysis shows that there is a significant association between gender and blood pressure (p=0,001), the association between gender and body fat percentage (p=0,000) and the association between body fat percentage and the incidence of prehypertension (p=0,000) with OR = 3,992CONCLUSION. A high body fat percentage is a risk factor for developing prehypertension.
The Role of Vitamin D and Hepcidin in Pathophysiology of Anaemia in Children with Chronic Kidney Disease Hertanti Indah Lestari
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 2 (2020): Vol 3, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i2.69

Abstract

In patients with Chronic Kidney Disease (CKD), renal function in maintaining the homeostasis of various metabolic systems of the body is impaired, one of which is the production of erythropoietin hormones. Anaemia is a frequent complication of the CKD and contributes to the increased morbidity and mortality of the patients. Diagnosis or treatment of anaemia in PGK is still a challenge due to multifactorial. Hepcidin, a peptide that has been known as an acute-phase protein, plays a vital role in the regulation of iron metabolism. Hepcidin is known to correlate with ferritin, a parameter of anaemia screening which is commonly examined during this time. In addition to the role of pathophysiology anaemia in CKD, hepcidin is currently widely researched because it is suspected to contribute also to the pathophysiology of bone mineral disorders in PGK. Current research shows that the concentration of vitamin D is inversely proportional to the concentration of hepcidin and is positively associated with the concentration of haemoglobin and iron. The latest report invitro and in vivo support the existence of the interaction between vitamin D and anaemia in patients with PGK through the role of hepcidin.Keywords: anemia, hepcidins, vitamin D, erythropoietin, chronic renal insufficiency.
Association between Body Image and Self Esteem Among Senior High School Female Students Michael; Prihadi; Dharmady Agus
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 2 (2020): Vol 3, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i2.70

Abstract

Introduction. Many teenagers experience dissatisfaction with changes in body shape. Mismatched the reality of actual body shape and ideal body image perception triggers negative body image perception, which can cause a decrease in selfesteem. In terms of gender, women's self-esteem levels tend to be lower compared to men. Methods. This study was an observational analytic study with a cross-sectional approach, taken at Fons Vitae I Senior High School with stratified random sampling. The body image was measured by using Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34), and self-esteem was measured by using the Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) questionnaire. Data are analyzed using chi-square. Results. The total respondents were 109 female students. In univariate analysis, there were 13.8% female students who had dissatisfaction with her body image and 86.2% female students who had satisfaction with her body image. Female students with low self-esteem were 19.3%, and high self-esteem was 80.7%. The bivariate analysis shows that there is a significant association between body image and the level of self-esteem among Senior High School female students (p = 0.039) with OR = 3.511. Conclusion. There is a significant association between body image and level of self-esteem.
Relationship between Degree of Radiological Disability and Degree of Pain in Osteoarthritis at Southeast Sulawesi Muhammad Rustam; Agussalim Ali; Iis Ainu Rahma; La Ode Alifariki
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 3 No. 2 (2020): Vol 3, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/sjm.v3i2.71

Abstract

Introduction. Osteoarthritis (OA) is a degenerative disease with slow progressive which has a characteristic pathological sign of joint deterioration as a result of biochemical, metabolic, physiological, and pathological changes. Pain is a complaint that is generally felt by people with osteoarthritis and has a different degree in each patient. The purpose of this study determines the correlation between radiological abnormalities staging and pain level with osteoarthritic of the knee joint of Kendari general hospital. Methods. This research is an observational analytic study with cross-sectional approach. Thirty-seven samples were acquired through total sampling. Data were analyzed using the Spearman correlation test (p-value <0,05). Result. The univariate analysis shows that most patients have a moderate radiological abnormality that was 12 (32.43%), and most of the patient have severe pain level that was19 (51.35%). Based on the bivariate statistical test, a positive correlation was obtained between radiological abnormalities staging and pain level with osteoarthritis of knee joint with p=0,000 and r=0,831. Conclusion. There was a significant correlation between radiological abnormalities staging and pain level with osteoarthritis of the knee joint of Kendari general hospital.

Filter by Year

2018 2025