cover
Contact Name
Bima Agus Setyawan
Contact Email
lppm@umn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ultimacomm@umn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 20854609     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi diterbitkan dua kali setahun sebagai media informasi karya ilmiah untuk bidang kajian Ilmu Komunikasi dan jurnalistik di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
The Role of New Media in Facilitating Entrepreneurship in Tourism - Case Study: Promoting Komodo Island in East Nusa Tenggara Dessy Kania
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2012): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1544.953 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v4i1.430

Abstract

Tourism is an important of the Indonesia economy as well as a significant soure of the country’s foreign exchange revenues. According to the Center of Data and Information- Ministry of Culture and Tourism, the growth of foreign visitor arrivals to Indonesia has increased rapidly by 9.61 percent since 2010 to present. One of the most potencial tourism destinations is Komodo Island located in East Nusa Tenggara. With the island’s unique qualities, which include of habitat of the Komodo dragons and beautiful and exotic marine life, it is likely to be one of the promising tourism destinations in Indonesia and in the world. In 1986, the island has been declarated as a World Heritage site by UNESCO. The Ministry of Culture and Tourism countinously promotes many of the country’s natural potential in tourism through various media: printed media, television and especially new media. However, there challenges for Indonesian tourism industry in facilitating entrepreneurship skills among the local people in East Nusa Tenggara. According to the Central Boreau of Statistics (2011), East Nusa Tenggara is considered as one of the poorest provinces in Indonesia where the economy is lower than the average, with a high inflation of 15% , and unemployment of 30%. This research is needed to explorefurther the phenomenon behind the above facts, aiming at ex-amining the role of new media in facilitating entrepreneurship in the tourism industry in Komodo Island. The result of this study are expected to provide insights that can help local tourism in East Nusa Tenggara. Keywords: Tourism, Enterpreneurship, New Media
Tradisi Hermeneutika dan Penerapannya dalam Studi Komunikasi R. Masri Sareb Putra
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4 No 1 (2012): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1972.979 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v4i1.431

Abstract

Tradisi  “Hermeneutika” sudah dikenal dalam mitologi Yunani lewat figur Hermes yang dikenal piawai menafsirkan pesan “dunia atas” atau realitas ontologis untuk disampaikan kepada manusia. Kemudian, Hermeneutika dipraktikkan para pakar untuk menemukan makna hakiki sebuah teks alkitab.Sekolah Frankfrut kemudian mengembangkan metode Hermeneutika sebagai cabang filasafat yang mencapai puncaknya pada Gadamar. Akan tetapi, hermeneutika baru menarik perhatian para pakar Amerika pada 1976.Di Indonesia, Hermeneutika belum banyak digunakan untuk studi komunikasi, padahal hermeneutika dapat membongkar makna yang terselubung di balik realtias yang ada di balik teks dan wacana secara radikal.
Menjangkau Pembaca Digital Ninok Leksono; Maria Advenita Gita Elmada
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.574 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i2.807

Abstract

Industri media cetak mengalami banyak perubahan, kalau tidak mau dibilang penurunan, terutama karena hadirnya internet. Media cetak dituntut untuk melakukan inovasi dan pembaruan guna menjamin keberlanjutan industrinya. Hal ini juga dilakukan oleh Harian Kompas dengan melakukan digitalisasi korannya melalui Kompas.id. Tulisan ini mencoba menggambarkan bagaimana Harian Kompas menjawab tantangan era digital melalui Kompas.id, serta transisi digital pada Harian Kompas, melalui sebuah studi kasus. Hasilnya, Kompas.id menjawab beberapa permasalahan era digital, seperti misalnya keterjangkauan. Kualitas informasi yang menjadi ciri khas Harian Kompas pun masih dirasa menjadi kekuatan yang juga akan diterapkan dalam bentuk digitalnya. Meski begitu, Harian Kompas masih perlu memutakhirkan model bisnisnya, serta melakukan pembaruan lainnya agar mampu bertahan di era digital seperti sekarang ini. Kata kunci: koran, digital, digitalisasi
De-Konvergensi Ruang Media di Indonesia Lani Diana
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.922 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i2.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana resistensi kultur, kualitas produk berita, serta beban kerja wartawan memengaruhi perubahan model bisnis media Tempo dari newsroom terkonvergensi menjadi de-convergence. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan jenis dan sifat kualitatif deskriptif. Penelitian ini fokus pada paradigma konstruktivis di mana peneliti berusaha menilik konstruksi sosial yang diciptakan kelompok sosial atas teknologi. Untuk melengkapi bahan, peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yakni wawancara, observasi, dan dokumen. Beberapa teori dan konsep penelitian, di antaranya Social Construction of Technology (SCOT), relevant social group (kelompok sosial yang relevan), interpretative flexibility (fleksibilitas interpretasi), closure and stabilization (penutupan dan stabilisasi), wider context (konteks yang lebih luas), de-convergence, resistensi kultur, serta kualitas produk dan beban kerja wartawan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Tempo tidak lagi menerapkan konvergensi integrated newsroom (newsroom 3.0). Penyebabnya lantaran adanya definisi ulang konsep konvergensi, resistensi kultur, dan bertambahnya beban kerja wartawan yang disertai dengan penurunan kualitas konten. Penurunan kualitas konten pun berdampak pada berkurangnya sirkulasi media cetak. Di sisi lain, pendapatan iklan Majalah Tempo dan Koran Tempo merosot. Hal ini mengindikasikan bahwa konsep konvergensi terintegrasi tidak efektif bagi Tempo untuk mempertahankan bisnis medianya, khususnya media cetak. Untuk mengantisipasi penurunan profit, Tempo memutuskan de-convergence dan mengimplementasikan strategi konvergensi baru. Strategi itu adalah mengembangkan platform digital Majalah Tempo dan Koran Tempo berupa aplikasi. Aplikasi tersebut tak sekadar menawarkan berita yang dikemas dalam format PDF, tetapi juga interaktivitas. Kata Kunci: de-convergence newsroom, konvergensi media, Tempo, social construction of technology.
Pemaknaan Profesi Jurnalis Media Online Tsarina Maharani; Camelia Catharina Pasandaran
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.07 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i2.816

Abstract

Media memanfaatkan perkembangan teknologi dengan membuka platform baru, jurnalisme online. Meski awalnya media online muncul dengan melakukan praktik shovelware, sekadar memindahkan isi cetak ke versi online, belakangan media ini memiliki konten yang berbeda dengan konten cetak. Namun, karakteristik kecepatan dan pendeknya berita kerap membuat media ini dilihat sebagai hasil dari praktik jurnalisme “kelas dua”, di bawah media cetak. Penelitian ini, menggunakan metode interpretative phenomenological analysis (IPA) yang bersifat hermeneutik dan idiografis, berupaya mengeksplorasi pemaknaan jurnalis media online terhadap profesi mereka. Penelitian ini merupakan penelitian dengan paradigma konstruktivis dan pendekatan kualitatif. Empat temuan utama dalam penelitian ini, yang disarikan dari tema-tema yang disampaikan tiap informan, berfokus pada dampak profesi terhadap individu jurnalis, kekuatan dan kelemahan jurnalis media online, serta pembenahan praktik jurnalisme online. Kata Kunci: Jurnalis online, fenomenologi interpretatif, media online
Performa Media, Jurnalisme Empati, dan Jurnalisme Bencana: Kinerja Televisi Indonesia dalam Peliputan Bencana (Kasus Liputan TV One terhadap Hilangnya Air Asia QZ 8501) Ignatius Haryanto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2016): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.026 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v8i1.818

Abstract

Tulisan ini hendak memaparkan telaah terhadap TV One sebagai salah satu televisi berita di Indonesia, apakah ia melakukan kinerjanya sesuai dengan konsep performa media seperti yang dikemukakan oleh McQuail (1992), dan juga konsep jurnalisme empati sebagaimana digagas oleh Ashadi Siregar (2002). Tulisan ini memaparkan tema di atas dengan menggunakan metode studi kasus dan memilih secara khusus liputan TV One atas hilangnya pesawat Air Asia QZ 8501, kemudian dibahas dalam kerangka jurnalisme bencana serta panduan etis yang dirumuskan dalam P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran / Standar Program Siaran). Peristiwa hilangnya pesawatnya Air Asia QZ 8501 pada akhir Desember 2014 menunjukkan TV One, lebih mengutamakan kecepatan penyampaian berita serta menekankan unsur sensasionalisme, ketimbang mempertimbangkan pemberitaan seperti apa yang sebaiknya diterima oleh para penonton. Tulisan ini mencoba menyoroti bagaimana TV One memberitakan tragedi Air Asia tersebut khususnya pada saat tayangan Breaking News mereka di mana TV One memberitakan soal penemuan mayat terapung di lautan beberapa hari setelah kecelakaan terjadi. Kata Kunci: berita televisi, jurnalisme bencana, jurnalisme empati
Proses Gatekeeping Pada Kompas TV Digital Team Veronika Kaban
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.997 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i2.826

Abstract

Reuters menunjukkan penonton televisi dibeberapa negara di United Kingdom dan Amerika mengalami penurunan 3- 4 persen pertahun sejak tahun 2012. Sementara data dari hasil suvei dari Aasosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 bahwa angka pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta penduduk. Meningkat dari data sebelumnya yaitu ditahun 2014 hanya sejumlah 88 juta penduduk yang terpapar internet. Sementara alasan utama masyarakat mengkases internet adalah memperbarui informasi yaitu 25,3 %. Kebangkitan berita digital membuat perubahan yang mendasar bagaimana cara masyarakat mengkonsumsi berita dan bagimana berita diproduksi, konsekuensinya kita harus mencari cara baru melihat bagaimana kita mempelajari produksi berita. (Pearson dan Kosicki, 2016) Penelitian menggunakan Metode Studi Kasus ini, ingin melihat proses gatekeeping yang dilakukan tim digital Kompas TV. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan awal bagaimana konsep gatekeeping pada platform sebelumnya diterapkan pada redaksi digital. Proses wawancara dilakukan pada tiga orang bagian dari tim digital Kompas TV. Serta observasi dilakukan pada empat platform digital milik Kompas TV yaitu YouTube, Facebook, Instagram dan Twitter. Proses pemilihan konten pada digital platform Kompas TV masih banyak dipengaruhi oleh redaksi Kompas TV. Hal ini karena dominasi konten memang berasal dari hasil penayangan sejumlah program Kompas TV. Meski begitu tayangan yang berasal dari redaksi diperlakukan terlebih dahulu mengikuti karakteristik digital platform yang ada. Perlakuan seperti memotong beberapa tayangan berdasarkan cerita yang menarik atau berdasarkan durasi. Karena beberapa platform seperti Instragram yang tidak dapat menayangkan video panjang. Atau mempertimbangkan karakteristik penonton yang gemar menyaksikan video pendek Kata Kunci : Digital, Gatekeeping, KompasTV
Strategi Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Bengkulu Di Kelurahan Malabero Hetty Kurniawaty; Meiselina Irmayanti; Rasiana Saragih
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 1 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7088.926 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i1.874

Abstract

This study aims to find out the socialization strategy of JKN BPJS (state run healthcare security agency) Bengkulu in Malabero. Using qualitative research approach, the data were collected from in-depth interviews. The results shows that BPJS Health Bengkulu has done some steps of socialization strategy. It includes determining the focus of socialization, paying attention to segmentation of target audience, formation method, and selection of socialization channel. Direct socialization has been seen in the implementation of seminars, discussions, group communication, and services carried out by BPJS Health officials. In addition to seminars, discussions, presentations and two-way communication were also seen at both the BPJS Health office and at the BPJS Center in the hospital, communication via satellite and so on. There is also indirect socialization conducted by using mass media, such as advertisement in Bengkulu People's newspaper, Bengkulu Express newspaper, RRI radio, PRO 2 FM radio, TV Bengkulu, ESA TV, and BE TV. They also spread the information through media banners, posters, pamphlets, leaflets, and banners. Key Words: Strategy, socialization, BPJS, target audience, media, social security system
Urgensi Komunikasi dalam Pengembangan Organisasi Modern Fabianus Fensi
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 1 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3142.693 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i1.875

Abstract

Modern organization requires a participatory model of communication which provides the room for the involvement of all organizational components. Role hierarchy is required, but it aims to smoothen the flow of information distribution within the organization. Weak standards of organizational communication often cause conflict in an organization. Conflicts can occur between members and organizations, between members within the organization, or between organizations and members. Therefore, conflict resolution mechanisms that win the common interest are needed. Superiors and subordinates are the organizational devices of the channeling or communications actors within the organization so that the organization mechanism runs according to mutual agreement within the organization. No conflicts have no way out. The importance for an organization is to negotiate egalitarian to win the common interest as the vision and mission of the organization. Keywords: Conflict, communication, negotiation, organization
Representasi Perempuan dalam Media di Indonesia Danang Trijayanto
Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 1 (2017): ULTIMACOMM
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3090.103 KB) | DOI: 10.31937/ultimacomm.v9i1.876

Abstract

Women in the media become one of the objects of media culture. The meaning of women is visualized through various commodities of media industry products, such as films, video clips, and television commercials. Data of popular culture in cultural studies show women are often positioned lower than men in a patriarchal culture. This study discusses how women are marginalized in three pop music clips entitled 'terlalu cinta’, 'puisi' and 'merindunya'. The method used in this study is critical discourse analysis using critical semiotics. Images and other visual elements were used to examine the portrayal of women in Indonesia’s social structure. In the media culture especially, in the popular music video clips in Indonesia, there are several meanings emerged, such as women need men in terms of daily activities and in terms of sexual needs. The room setting in the video clip indicates that the woman desperately needs a man for her biological needs. The other portrayal shows women need men for social status. The room setting and the male partner shows a picture of a need for an established social status. Men who look neat and situated in a luxurious environment symbolizes his part of the upper class members. Women are also figured as the ones who rely on men. Keywords: representation, women, media, discourse, critical

Page 6 of 23 | Total Record : 222