cover
Contact Name
Yanyan Bahtiar
Contact Email
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penelitian@poltekkestasikmalaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
MEDIA INFORMASI
ISSN : 20863292     EISSN : 26559900     DOI : -
Core Subject : Health,
Buletin Media Informasi dengan nomor ISSN : 2086-3292 dan ISSN online : 2655-9900 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Unit penelitian Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Buletin Media Informasi diterbitkan 6 bulan sekali berisikan berisikan Artikel kesehatan dari Bidang: Keperawatan, Kebidanan, Keperawatan Gigi,Gizi, Farmasi, Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK).
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
HUBUNGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN PERILAKU EMOTIONAL EATING PADA MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA Dewi Aryanti
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.514

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator dalam kesehatan dan sangat berkaitan dengan kondisi obesitas. Obesitas sangat berkaitan dengan  intake makanan yang berlebih  akibat pengaruh emosi . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara  tingkat kebugaran jasmani dengan  perilaku emotional eating.  Sampel penelitian sebanyak 68  mahasiswa obesitas  di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (17 laki-laki dan 51 perempuan) dilakukan pengukuran  kebugaran jasmani serta perilaku emotional eating.      Kebugaran jasmani diukur dengan metode Balke dan  perilaku emotional eating diukur dengan quisionair  self report Garaulet.  Hubungan  antar variabel diukur dengan uji Spearman Rho. Hasilnya,  sebanyak   100% responden  memiliki tingkat kebugaran jasmani yang sangat kurang dengan rerata VO2 Max 28,09  ml/Kg/menit dengan standar deviasi 3,89  ml/Kg/menit .  Selanjutnya, responden menunjukkan  perilaku emotional eating dengan proporsi emotional eating tinggi  8,8%; emotional eating 73,5%; emotional eating rendah  14,7%; dan tidak emotional eating  sebanyak  2,9%. Setelah dilakukan uji statistik Spearman Rho, variabel tingkat kebugaran jasmani tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku emotional eating (p value=0,745) dengan tingkat korelasi yang rendah (-0,040) dan bersifat negatif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan  tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani dengan perilaku emotional eating dan ada kemungkinan berkorelasi dengan variabel antara yang lain, seperti konsep diri dan status obesitas.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DALAM MEDIA MUELLER HINTON AGAR (MHA) Amalia Desty Nofita
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.355

Abstract

Infeksi yaitu invasi dan pembiakan mikroorganisme di jaringan tubuh, secara  klinis tidak tampak atau timbul cedera selular lokal akibat kompetisi metabolisme, toksin, replikasi intrasel, atau respon antigen-antibodi. Salah satu bakteri yang dapat  menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus.  Bawang merah (Allium cepa L) merupakan salah satu tumbuhan yang mempunyai efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas antibakteri dari ekstrak etanolik bawang merah terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Metode ektraksi bawang merah yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji efektivitas antibakteri ekstrak etanolik bawang merah menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80. Hasil perhitungan efektivitas antibakteri ekstrak etanolik bawang merah konsentrasi 60%, 70% dan 80% secara berturut-turut adalah 39,11% ; 41,91% dan 45,82%, sehingga tergolong masih kurang efektif karena efektivitas antibakterinya kurang dari 50%.
TINGKAT KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH SELAMA PRAKTIK DAN SEBELUM UJIAN PRAKTIK DI LABORATORIUM PADA MAHASISWA TINGKAT 1 PROGRAM STUDI KEPERAWATAN TASIKMALAYA Sofia Februanti; Dudi Hartono
Media Informasi Vol 11, No 1 (2015): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v11i1.32

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa keperawatan adalah ujian praktik di laboratorium. Namun, hal ini dapat menyebabkan kecemasan bagi mahasiswa sebelum melaksanakan ujian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan dan hasil pengukuran tekanan darah mahasiswa tingkat I Program Studi Keperawatan Tasikmalaya selama praktik di laboratorium dan sebelum melaksanakan ujian praktik KDM di laboratorium. Desain yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah sampel 80 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TD systole mahasiswa selama praktik KDM adalah 110.23 s.d. 116.27, diastole mahasiswa selama praktik KDM adalah 73.07 s.d. 76.68. Systole mahasiswa sebelum ujian praktik KDM adalah 114.06 s.d. 119.44, diastole mahasiswa sebelum ujian praktik KDM adalah 74.37 s.d. 78.63. Tingkat kecemasan selama praktik KDM di laboratorium berada pada tingkat kecemasan berat sebanyak 58 orang (72.5 %). Tingkat kecemasan sebelum ujian praktik KDM di laboratorium berada pada tingkat kecemasan berat sebanyak 67 orang (83.75 %). 
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAN FRAKSI ETANOL 70% DAGING BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Definingsih Yuliastuti; Wahyunita Yulia Sari; Dian Islamiyati
Media Informasi Vol 15, No 2 (2019): MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v15i2.391

Abstract

Pepaya merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidaya oleh petani Indonesia dan menjadi sumber asupan buah-buahan. Buah pepaya dalam bentuk ekstrak dan fraksi sering dimanfaatkan khususnya dalam bidang kosmetika. Kandungan kimia yang terkandung dalam buah pepaya bertanggungjawab dalam memberikan aktivitas kosmetologi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa yang terdapat dalam ekstrak dan fraksi etanol 70% daging buah pepaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian dilakukan dengan membuat ekstrak dan fraksi kemudian hasilnya diuji secara kualitatif kandungan senyawa kimianya. Berdasarkan penelitian ekstrak etanol 70% daging buah pepaya mengandung vitamin C, polifenol, flavonoid dan steroid sedangkan fraksi etanol daging buah pepaya mengandung vitamin c, polifenol dan flavonoid. Hasil tersebut dapat dijadikan dasar untuk penelitian selanjutnya membuat sediaan tabir surya.
PENGEMBANGAN SOSIS NABATI BERBAHAN DASAR AMPAS TAHU DAN JANTUNG PISANG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN DAN SERAT Priyo Sulistiyono; Hendi Hendarman
Media Informasi Vol 13, No 1 (2017): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v13i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sifat organoleptik, kandungan protein dan serat serta daya terima sosis nabatipadaanak balita. Jenis penelitian adalah eksperimen, desain  uji organoleptik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah panelis sebanyak 25 orang. Analisis proksimat dan kadar serat. Uji daya terima pada anak balita sebanyak 42 balita yang terdiri dari 21 balita perlakuan dan 21 balita kontrol, diambil dengan sistematik random sampling setelah dilakukan penapisan sampel. Sosis nabati 0 dan 15% memiliki rerata nilai organoleptik tertinggi. Kandungan protein sosis nabati tertinggi ada pada sosis nabati 0% mencapai 4,4%, sedikit lebih rendah dari protein sosis ayam komersial (so-nice) yang mencapai 6,6%. Kandungan serat kasar sosis nabati-15% mencapai 7,7% lebih tinggi 2,1% dibandingkan sosis komersial. Sosis nabati memiliki keunggulan lain yaitu harga yang lebih murah. Daya terima anak pada sosis nabati sedikit lebih baik (85,7%) dibandingan sosis komersial. Hasil uji Mann Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan daya terima yang signifikan antara kedua jenis sosis (p=0,95). Penerimaan sosis nabati-15% memiliki penerimaan yang melebihi tingkat penerimaan minimal 75%. Sosis nabati adalah  produk makanan yang dapat diterima oleh anak balita.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PEDIATRIK DENGAN DIARE AKUT DI RUANG RAWAT INAP ANAK Moch Bahtiar Anshory
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.407

Abstract

Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari. Sebanyak 40-60% peresepan antibiotik di Indonesia tidak tepat indikasi, dimana pasien sebenarnya tidak mengalami infeksi akibat bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko resistensi dan menyebabkan peningkatan biaya pengobatan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik dengan diare akut di ruang rawat inap RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan analisis data dilakukan secara kualitatif berdasarkan Modul Penggunaan Obat Rasional untuk menilai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak diare akut. Hasil penelitian ini menunjukan pasien yang paling banyak menderita diare akut adalah jenis kelamin laki-laki 31 orang (54,39%), penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Cefotaxim (66,66%) dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah injeksi (72,62%).Kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien pediatrik dengan diare akut berdasarkan kriteria tepat indikasi (98,2%), tepat obat (98,2%), tepat dosis (93%), tepat pasien (100%), tepat waktu pemberian (98,2%) dan tepat cara pemberian (100%).
QUALITY ANALYSIS OF HEALTH SERVICES IN PUSKESMAS X BASED ON IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS METHOD Mustara Mustara
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.495

Abstract

Community Health Centers is one of the leading units in providing health services to the community. Along with the increasing demands of the community for quality health services, the accredited Community Health Centers must always improve the quality of its services. This study aims to find out how the quality of health services is seen in terms of service aspects, staff attitudes, and room conditions and attributes that are considered important by patients to improved. This research is a quantitative descriptive method to the Importance Performance Analysis approach. The study population was registered patients and utilizing health services provided by the X Community Health Center. The sample in this study used a quota sampling technique with 101 respondents. Data collection instruments using a questionnaire. The analysis used is the suitability of performance with its importance to all attributes, then the attributes described in the quadrant Importance Performance Analysis. The results showed the service variables, staff attitudes, and room conditions were categorized according to the expectations of their level of importance. Puskesmas need to encourage officers to be empathetic towards patients who will seek treatment, provide answers to any questions asked, have a patient waiting room equipped with a seat, have a clean corner room, and have a clean and non-slippery floor.
KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN LIMA BENAR PEMBERIAN OBAT Marisa Junianti Manik
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.395

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memegang peranan penting dalam keamanan pasien terutama pada pemberian obat. Terdapat prinsip benar pemberian obat yang harus diterapkan untuk mencegah kesalahan dalam pemberian obat. Kepatuhan perawat sangat diperlukan dalam menerapkan prinsip pemberian obat sesuai dengan Standar Prosedur Operasional rumah sakit untuk menjamin keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan perawat dalam penerapan lima benar pemberian obat di ruang rawat inap di satu rumah sakit swasta di Indonesia Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap. Sampel sebanyak 17 orang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist observasi dan teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan penelitian ini dilakukan selama bulan Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan 12 perawat tidak patuh (70,59%) dalam penerapan prinsip lima benar pemberian obat. Benar pasien terdapat 12 perawat tidak patuh (70,59%). Benar obat terdapat 17 perawat patuh (100%). Benar dosis terdapat sembilan perawat (52,95%) tidak patuh. Benar waktu terdapat 10 perawat patuh (58,82%). Benar cara pemberian terdapat 16 perawat patuh (94,11%). Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mencari faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip benar pemberian obat.Kata Kunci : Kepatuhan, Perawat, Prinsip lima benar, Pemberian obat
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “A” 26 TAHUN 4 HARI POST SC DENGAN BENDUNGAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2020 Gina Siti Sadiah
Media Informasi Vol 17, No 2 (2021): Media Informasi Volume 17 No 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i2.565

Abstract

Bendungan ASI merupakan salah satu masalah pada masa nifas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tahun 2013 di Amerika Serikat persentase perempuan menyusui mengalami bendungan ASI rata-rata mencapai 87,05% atau sebanyak 8.242 ibu nifas dari 12.765 orang. Komplikasi pada saat persalinan yang dapat memicu terjadinya bendungan ASI adalah pada persalinan seksio sesaria, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya bendungan pada payudara karena ASI tidak langsung di berikan . Tujuan umum penelitian ini mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. “A” 26 Tahun 4 Hari Post SC dengan Bendungan ASI di wilayah Desa Cilolohan Kecamatan Tanjungjaya Kab. Tasikmalaya. Tujuan khususnya mengetahui gambaran kondisi ibu dengan masalah bendungan ASI, mengetahui factor- factor yang mempengaruhi serta penatalaksanaan terjadinya bendungan ASI.  Metode yang digunakan dengan metode studi kasus (case study) yaitu mengambil satu kasus ibu nifas hari keempat dengan bendungan ASI dan penatalaksanaan yang di berikan pada klien melalui manajemen kebidanan 7 langkah varney dengan metode SOAP. Sedangkan teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara data primer melaui wawancara, observasi, pemeriksaan dan data sekunder diperoleh dari rekam medis dan buku KIA. Hasil penelitian di dapatkan bahwa banyak ibu nifas post SC yang mengalami terjadinya bendungan ASI, tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan. Upaya yang dilakukan pada ibu untuk mengatasi bendungan ASI dengan cara melakukan perawatan payudara (breast care), teknik menyusui yang baik dan benar, kompres gel aloe vera untuk mengurangi pembengkakan.
THE INFLUENCE OF MORINGA OLEIFERA FINE POWDER FUNCTION ON HB LEVEL PREGNANT WOMEN TRIMESTER III WITH ANEMIA IN THE WORKING AREA OF MANGUNREJA HEALTH CENTER KAB. TASIKMALAYA Santi Yuliastuti; Herni Kurnia
Media Informasi Vol 17, No 2 (2021): Media Informasi Volume 17 No 2 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i2.783

Abstract

Anemia that occurs during pregnancy is one of the big problems that occur in developing countries, including Indonesia. Iron deficiency anemia in the mother can increase growth and development of the fetus during pregnancy as well as thereafter. An estimated 41.8% of pregnant women are saved from anemic world, lower than they should be due to iron deficiency. One of the government's policies to increase the nutritional needs of pregnant women is with the help of iron supplements. One of the herbs that can improve the nutrition of pregnant women and Hb levels is Moringa leaves. Moringa leaves contain vitamin A, vitamin B, vitamin C, calcium, iron, and protein in very high amounts that are easily digested by the human body. The purpose of this study was to study the comparison of Moringa oleifera leaf powder to hemoglobin levels in third trimester pregnant women with anemia. Research designs Quasi-experimental studies using unequal control group designs. This research was conducted in the Work Area of Mangunreja Public Health Center in Tasikmalaya City in 2019. The sample was taken by purposive sampling and the sample size was 36 respondents, 18 control groups and 18 regulatory groups. The results of the study, in the control group wolcoxon test results, the value of p = 0.602 0.05 while in the group treated the Wilcoxon test results, the value of p = 0.003 0.05, thus using flour Moringa oleifera powder. hemoglobin levels of third trimester pregnant women with anemia.Keywords: Anemia, Pregnant Women, Moringa leaf powder