cover
Contact Name
Muhammad Najib Habibie
Contact Email
najib.habibie@gmail.com
Phone
+6285693191211
Journal Mail Official
jurnal.mg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Angkasa 1 No. 2 Kemayoran, Jakarta Pusat 10720
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL METEOROLOGI DAN GEOFISIKA
ISSN : 14113082     EISSN : 25275372     DOI : https://www.doi.org/10.31172/jmg
Core Subject : Science,
Jurnal Meteorologi dan Geofisika (JMG) is a scientific research journal published by the Research and Development Center of the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) as a means to publish research and development achievements in Meteorology, Climatology, Air Quality and Geophysics.
Articles 310 Documents
STUDI GEOFISIKA TERPADU DI LERENG SELATAN G. UNGARAN, JAWA TENGAH, DAN IMPLIKASINYA TERHADAP STRUKTUR PANAS BUMI Eddy Z. Gaffar; Dadan D. Wardhana; Djedi S. Widarto
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 8, No 2 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1981.027 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v8i2.16

Abstract

Sigian geofisika terpadu telah dilakukan di lapangan panasbumi Gedongsongo yang terletak di lereng selatan Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Sigian ini dilakukan untuk memperkirakan sebaran zona konduktif dan atau demagnetisasi di bawah permukaan yang erat kaitannya dengan keberadaan sistem panasbumi Gedongsongo. Peta sebaran harga geomagnet menunjukkan adanya anomali rendah di sekitar Kawah Item sampai lereng timur G. Gedongsongo, serta di sekitar Dusun Darum. Anomali rendah ini diduga berasosiasi dengan zona demagnetisasi atau material panas yang boleh jadi hadir sebagai fluida termal. Model tahanan-jenis hasil inversi 2-D data magnetotelurik menunjukkan adanya anomali rendah (<30 ohm-m) pada kedalaman sekitar 400 m di bawah Kawah Item. Ini diduga berkaitan dengan reservoir panasbumi Gedongsongo. Anomali tahanan-jenis sangat tinggi (>10000 ohm-m) dijumpai berbentuk seperti kerucut parasitik gunungapi yang boleh jadi berfungsi sebagai sumber panas. Hasil penelitian menyimpulkan adanya korelasi positif antara model-model geomagnet dan magnetotelurik, terutama gambaran sebaran zona konduktif atau demagnetisasi tinggi.
SKENARIO TENGGANG WAKTU SST NINO 3.4 TERHADAP CURAH HUJAN UNTUK MENINGKATKAN AKURASI PREDIKSI KALMAN FILTER Restu Tresnawati; Kurnia Endah Komalasari
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 12, No 3 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.425 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v12i3.106

Abstract

Prediksi curah hujan bulanan menggunakan prediktor SST (Sea Surface Temperature) Nino 3.4 harus diketahui apakah secara langsung dalam waktu bersamaan mempengaruhi curah hujan. Pada penelitian ini, skenario tenggang waktu (time lag) diujicobakan untuk meningkatkan akurasi prediksi curah hujan bulanan dengan Kalman Filter. Pada tahap pertama, SST Nino 3.4 pada lag 0, lag 1, lag 2 diprediksi menggunakan ARIMA. Kemudian hasil ini digunakan sebagai salah satu prediktor dalam Kalman Filter. Penelitian diujicobakan terhadap validasi prediksi curah hujan bulanan di daerah Purbalingga selama periode tiga tahun kebelakang (hindcast) 2006, 2007, 2008. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa tenggang waktu diperlukan dalam prediksi. Monthly rainfall forecasting using Sea Surface Temperature (SST) Nino 3.4 as predictor must be known of how directly effect on rainfall. In this paper, time lag scenarios are proposed for increase prediction accurately of Kalman Filter. First, SST Nino 3.4 on lag 0, lag 1, and lag 2 are predicted by ARIMA. Then, this result is used as one of predictor in the Kalman Filter Prediction. This method is attempted for validation of monthly rainfall forecasting in Purbalingga by three-year period (2006,2007,2009) of hind cast. Experimental results show that time lag are needed in Monthly rainfall forecasting.
PENENTUAN GROUND MOTION PREDICTION EQUATIONS (GMPEs) DENGAN METODE EUCLIDEAN DAN LIKELIHOOD UNTUK WILAYAH JAWA TIMUR Supriyanto Rohadi; Rian Mahendra Taruna; Ariska Rudyanto; Damianus Tri Heryanto
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5562.608 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v17i3.357

Abstract

Pemilihan dan penentuan Ground Motion Prediction Equations (GMPEs) sangat penting untuk perkiraan kerusakan akibat gempabumi pada wilayah yang memiliki zona seismik aktif. Pada penelitian ini 10 model GMPEs diterapkan pada database strong ground motion dari 12 sensor accelerograph. Data yang digunakan terdiri atas gempabumi dengan magnitudo 5 ≤ Mw ≤ 9 dan jarak kurang dari 500 km yang terjadi di sekitar Jawa Timur dari 2009 hingga 2015. Lokasi dan kedalaman gempabumi direlokasi dengan metode Double Difference untuk meningkatkan kualitas database. Tingkat keakuratan GMPEs dihitung menggunakan metode Likelihood (Scherbaum dkk.,2004) dan Euclidean Distance Ranking (Kale dan Akkar, 2012). Penggunaan dari metode ini menghasilkan beberapa GMPE yang bisa digunakan untuk seismic hazard di Jawa Timur. Validasi dilakukan dengan memetakan nilai Peak Ground Acceleration hasil observasi accelerograph pada periode 2015- 2016 ke dalam kurva atenuasi GMPEs yang terpilih.
STUDI AWAL HUBUNGAN GEMPA LAUT DAN GEMPA DARAT SUMATERA DAN SEKITARNYA Listya Dewi Rifai; I Putu Pudja
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.93 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v11i2.74

Abstract

Secara umum, wilayah Sumatera di bagi menjadi dua sumber gempa tektonik, yaitu pada zona subduksi di sepanjang laut dan pada zona-zona sepanjang patahan sistem sesar Sumatera di daratan. Sebagai studi awal untuk melihat interaksi antara kejadian gempa pada kedua daerah tersebut, maka dilakukan pendekatan dengan menganalisa gempa berdasarkan P-axis fokal mekanisme, rentang waktu kejadian, dan jarak dengan mengambil sampel dari data sejumlah gempabumi dirasakan yang pernah terjadi di laut dan di daratan pulau Sumatera selama tahun 2007 sampai 2009. Setelah dilakukan analisa P-axis dari hasil plot fokal mekanisme, jarak, dan selang waktu kejadian, diindikasikan bahwa kejadian gempa di laut mentrigger terjadinya gempa di darat. Didapatkan bahwa sebelum gempa darat 19 Juni 2008 dan 01 Oktober 2009, sejumlah gempa-gempa di lautnya memiliki kelurusan arah P-axis cenderung terhadap gempa di daratan. Generally, Sumatera devided by 2 resources of tectonic earthquake, consist of subduction zone along the sea and subduction along fracture at Sumatera fault system in the land. As the begining study for observe interaction of earthquake from both of earthquake zone, do approximate to analyse the earthquake according P-axis of focal mechanism, stretches of time, and distance with take sample from a number of felt earthquake data that occur in the sea and the land of Sumatera at 2007 - 2009. After analyse P-axis from result of focal mechanism plot, distance, and time range, indicated that earthquake occur in the sea trigger earthquake occur in the land. We found that before earthquake 19 Juny 2008 and 1 October 2009, a number of earthquake in the sea have P-axis direction inclined turned to earthquake in the land.
TEKNIK IDENTIFIKASI POLARITAS DAN KUALITAS IMPULSE PERTAMA GELOMBANG P DAN PENENTUAN MAGNITUDO GEMPABUMI DALAM SISTEM MONITORING GEMPABUMI JISVIEW Januar Arifin; Jimmi Nugraha
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5384.216 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v16i2.275

Abstract

Untuk menunjang akurasi penentuan parameter dan mekanisme sumber gempabumi telah dilakukan pengembangan teknik identifikasi polaritas dan kualitas impuls pertama gelombang P dan digital signal processing dalam sistem monitoring gempabumi JISView. Pelaksanaannya meliputi kajian pendefinisian maupun pengujian metode dan prosedur yang tepat dalam sistem monitoring gempabumi dengan tujuan meningkatkan kemampuan sistem dalam menyajikan informasi dan mekanisme sumber gempabumi secara cepat dan akurat sekaligus memberikan landasan saintifik yang kuat terhadap metode-metode pengolahan data yang digunakan. Uji coba dan validasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keakurasian dan peningkatan performa yang diharapkan.  Pengujian terhadap metode pengolahan sinyal digital menggunakan sampel rekaman data seismik stasiun UGM komponen vertikal (BHZ). Untuk validasi, keluaran sinyal tersebut beserta spektrumnya dibandingkan terhadap sinyal keluaran software DIMAS2003 dan SAC melalui proses serupa. Aspek metode pendeteksian event dan penentuan magnitudo diuji menggunakan rekaman data seismik 10 kejadian gempabumi di Indonesia pada tahun 2014, dengan magnitudo 3,8 hingga 7,3 SR.  Hasil analisa selanjutnya divalidasi dengan parameter gempabumi yang dirilis BMKG, GFZ dan USGS. Hasil pengujian dan validasi metode pengolahan sinyal digital yang terdiri dari mekanisme filtering, restitusi dan replikasi sinyal menunjukkan hasil pengujian yang cukup baik. Hal ini diindikasikan melalui adanya kesesuaian pola sinyal dan spektrum hasil pengolahan yang dibandingkan terhadap hasil keluaran dari proses serupa menggunakan software pengolahan sinyal DIMAS2003 dan SAC. Pengujian dan validasi terhadap metode pendeteksian event otomatis yang mengkombinasikan antara metode STA/LTA dan Akaike Information Criterion (AIC) menunjukkan hasil picking otomatis yang lebih presisi dan handal (robust) dibandingkan dengan menggunakan metode STA/LTA saja pada sistem yang dikembangkan sebelumnya.  The accuracy of the determination of earthquake parameters and the focal mechanism is dependent on the development of polarity identification techniques, the quality of the first impulse of the P wave, and digital signal processing methods used in the earthquake monitoring system JISView. The implementation includes defining and testing the methods and procedures appropriate to the earthquake monitoring system, to improve the system's ability to present earthquake information and focal mechanism quickly and accurately, while providing a strong scientific foundation for the data processing methods used. Tests on the digital signal processing method use a sample of seismic data recorded on the UGM station vertical component (BHZ). For validation, the output signal and its spectrum are compared to the output signal of the SAC software DIMAS2003 through similar processes. Aspects of the detection method of determining the magnitude of the event were tested using seismic data recorded on 10 occurrences of earthquakes in Indonesia in 2014, with a magnitude of 3.8 to 7.3 RS. The results are further validated by the analysis of earthquake parameters that were released from BMKG, GFZ, and USGS with comprising filtering mechanism, restitution, and replication signal shows the test results are good.
STUDI IKLIM PURBA PADA FORMASI TONASA BERDASARKAN FORAMINIFERA PLANKTONIK LINTASAN SUNGAI PALAKKA DAN KARAMA B, SULAWESI SELATAN Meutia Farida; Asri Jaya; Ilham Alimuddin; Safruddim Safruddim; Asmita Ahmad
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 23, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1259.934 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v23i2.839

Abstract

Foraminifera planktonik adalah salah satu proxy dalam penentukan iklim, termasuk iklim purba. Organisme ini memiliki sebaran geografi yang luas, dan beberapa spesies hidup pada kondisi iklim tertentu, sehingga keberadaan fosil ini sangat baik digunakan untuk interpretasi perubahan iklim dari masa ke masa. Formasi Tonasa memiliki sebaran yang luas di Sulawesi Selatan. Formasi ini disusun oleh batuan karbonat yang terbentuk dari mineral karbonat dan organisme laut diantaranya adalah foraminifera, yang dapat merekam kondisi iklim ketika batuan ini terendapkan. Pengambilan data singkapan menggunakan metode Stratigrafi Terukur pada perselingan napal dan batugamping di Barru (Lintasan Sungai Palakka) dan Jeneponto (Lintasan Karama B). Aktivitas selanjutnya adalah preparasi sampel, observasi, identifikasi dan determinasi umur berdasarkan pemunculan awal dan kemunculan akhir spesies. Hasil identifikasi foraminifera planktonik di daerah Barru diperoleh sebanyak 12 spesies: Globigerina senni, Globigerina ampliapertura, Globigerina soldadoensis, Globigerina yeguaensis, Globorotalia centralis, Globorotalia aragonensis, Globorotalia aspensis, Globorotalia bolivariana, Globigerina collactea, Hantkenina dumblei, dan Hantkenina brevispina, Globigerapsis index. Di Karama B sebanyak 6 (enam) spesies: Globigerina ampliapertura, Globigerina yeguaensis, Globorotalia kugleri, Catapsydrax dissimilis, Globorotalia siakensis, Globigerinoides immaturus, dan 1 sub-spesies Globorotalia opima opima. Analisis biostratigrafi Lintasan Sungai Palakka berumur P.9 – P.16 (Eosen Awal – Eosen Akhir), sedangkan Lintasan Karama B, berumur N.1 – N.7 (Oligosen Tengah – Miosen Awal). Hasil studi awal iklim purba menunjukkan bahwa beberapa genus/spesies di daerah Palakka dan Karama B hidup pada kondisi iklim Tropis – Subtropis, Sungai Palakka hangat (warm), sedangkan Karama B (cooling – warm). Berkurangnya variasi genus/spesies pada transisi umur Eosen ke Oligosen diakibatkan oleh perubahan iklim yang signifikan dari hangat ke dingin (cooling).
STUDI SEISMOTEKTONIK SEBAGAI INDIKATOR POTENSI GEMPABUMI DI WILAYAH INDONESIA Supriyanto Rohadi
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.169 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v10i2.40

Abstract

Distribusi aktivitas kegempaan di suatu wilayah dapat diketahuni melalui  analisis parameter seismotektonik menggunakan relasi Gutenberg-Richter, analisis ini mampu memberikan informasi penting terkait dengan usaha mitigasi bencana gempabumi. Pada penelitian ini, analisis parameter seismotektonik menggunakan data relokasi gempabumi dari katalog EHB (1964-2005) dan katalog BMKG (2006-2008). Wilayah penelitian meliputi wilayah kegempaan, dengan batas 10° LS - 8° LU dan 92° BT -142° BT, yaitu meliputi wilayah Indonesia dan sekitarnya. Perhitungan parameter seismotektonik menggunakan metode maksimum likelihood dengan software ZMAP. Dari analisis data diperoleh bahwa distribusii spatial nilai-a berkisar  4,0 – 12,1 dan distribusi nilai-b berkisar antara 0,6 – 1,8, sedangkan periode ulang gempabumi Mw 6,5 berkisar 4 – 12 tahun. Pola distribusi  nilai-b yang tinggi bersesuaian dengan nilai-a yang tinggi pula, sedangkan periode ulang gempa pendek di wilayah tersebut. Earthquake activity distribution can be inferred from analyzing seismo-tectonic parameter in its region by using Gutenberg-Richter relation. This analysis result important information for earthquake mitigation. This research analyze earthquake relocation data from EHB catalogue (1964-2005) and BMKG catalogue (2006-2008). Area of interest is Indonesia region and its vicinity,  10° S - 8° N dan 92° E -142° W. Maximum likelyhood method to computating of these parameter by using ZMAP software. The b-value relating the number of large to small earthquakes of indonesia region is estimated to be 0,6 – 1,8. From the spatial variability of b-value show that some region with low value have a larger risk of relatively big earthquake. Some region which have higher a-value usually are very active seismicity region. Return periode of relatively big eartquake (M=6,5) are about 2 – 12 years. Temporal variability of b-value show that have decrease before a large earhtquake, but need more ressearh to be used this value as a earhtquake precursor.
ANALISIS SPASIAL INDEKS KEKERINGAN KABUPATEN INDRAMAYU Muhamad Iid Mujtahiddin
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.65 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v15i2.179

Abstract

Analisa spasial indek kekeringan di wilayah Kabupaten Indramayu dilakukan dengan menggunakan 13 pos hujan yang tersebar di wilayah Kabupaten Indramayu selama periode 30 tahun dari tahun 1980 hingga 2009. Penghitungan neraca air dilakukan dengan menggunakan metode Thornthwaite-Matter. Hasil analisa indeks kekeringan menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Indramayu mengalami kekeringan dimulai dari bulan April hingga November dengan tingkat kekeringan kategori berat mengalami puncaknya pada bulan September sebesar 86%.  Dari analisa spasial indeks kekeringan, pada bulan Juli hingga Oktober secara keseluruhan wilayah kabupaten Indramayu mengalami kekeringan tingkat berat. Wilayah di kabupaten Indramayu yang mengalami kekeringan lebih cepat terjadi di sekitar wilayah Bulak dan Losarang. Hasil penelitian ini menjadi rekomendasi dalam melakukan antisipasi dan mitigasi kekeringan di wilayah kabupaten Indramayu terkait Indramayu sebagai kabupaten penghasil padi terbesar pertama di Provinsi Jawa Barat. Analisa kekeringan dalam penelitian ini merupakan analisa kekeringan secara meteorologis yaitu pendekatan kekeringan yang berdasarkan pada data curah hujan dan evaporasi, belum memperhitungkan secara agronomis. Spatial analysis of drought index at Indramayu using 13 (thirteen) rain gauge scattered of district Indramayu during the period 30 years from 1980 to 2009 has conducted. The water balance calculation was done with the Thornthwaite-Matter method. Drought index analysis results indicated that Indramayu experiencing drought starting from April to November with a severe level drought index experienced its peak in September by 86%. From the spatial analysis of drought index, from July to October, its district Indramayu relatively experiencing a rate of severe drought. Bulak and Losarang region was experienced faster drought. This research recommended in anticipation and mitigation of drought since Indramayu is the first largest rice-producing region in West Java Province. Analysis of drought in this research is an analysis of meteorological drought based on rainfall data and evaporation, not taking into agronomically.
PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM DI PERMUKAAN PADA WILAYAH DKI JAKARTA MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIK Tio Azhar Prakoso Setiadi; Arif Rachman Hakim; Rian Mahendra Taruna; Supriyanto Rohadi; Pupung Susilanto
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 21, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.584 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v21i2.593

Abstract

Gempa bumi Banten berkekuatan 6,2 Mw pada tanggal 23 Januari 2018 menarik perhatian para ahli tentang pentingnya pengetahuan mengenai percepatan tanah maksimum dan spektra percepatan di permukaan untuk wilayah DKI Jakarta. Hasil PGAM, SMS, dan SM1 memegang peranan penting dalam peraturan desain seismik. wilayah DKI Jakarta. Hasil PGAM, SMS, dan SM1 memegang peranan penting dalam peraturan desain seismik. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan PGAM, SMS, dan SM1 untuk wilayah DKI Jakarta menggunakan Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). Data yang digunakan adalah katalog gempa bumi BMKG, ISC, dan USGS dari tahun 1900 – 2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PGAM untuk untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di wilayah DKI Jakarta bervariasi dari 0,35 – 0,5 g. Sementara itu nilai SMS, dan SM1 untuk untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di wilayah DKI Jakarta bervariasi dari 0,65 – 1g dan 0,8 – 1g. Nilai PGAM, SMS, dan SM1 relatif lebih tinggi di wilayah Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Barat, dan Kota Jakarta Utara.  The Mw 6.2 Banten earthquake on January 23, 2018, draws researchers’ attention to the importance of information about Peak Ground Acceleration and spectral acceleration on the surface for the DKI Jakarta area. The results of PGAM, SMS, and SM1 play an important role in the rules of seismic design. The purpose of this study was to determine PGAM, SMS, and SM1 for the DKI Jakarta area using Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA). The data used are the earthquake catalog BMKG, ISC, and USGS from 1900 - 2018. The analysis shows that the value of PGAM for DKI Jakarta varies from 0.35 – 0.5 g. Meanwhile, the value of SMS, and SM1 varies from 0.50 - 0.1 g and 0.8 - 1 g. The values of PGAM, SMS, and SM1 are relatively higher in the area of South Jakarta City, West Jakarta City, and North Jakarta City. 
Penentuan Posisi Hiposenter Gempabumi dengan Menggunakan Metoda Guided Grid Search dan Model Struktur Kecepatan Tiga Dimensi Hendro Nugroho; Sri Widiyantoro; Gunawan Ibrahim
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.792 KB) | DOI: 10.31172/jmg.v8i1.3

Abstract

Salah satu penelitian ilmu kebumian yang perlu dilakukan untuk membantu upaya mitigasi bencana gempabumi adalah menentukan pusat gempa dengan presisi tinggi. Dalam hal ini ketelitian sangat diperlukan oleh karena adanya heterogenitas materi bumi yang dilewati gelombang gempa dari hiposenter ke stasiun pencatat. Oleh karena itu dengan bantuan model geotomografi (model struktur 3D kecepatan rambat gelombang gempa) diharapkan akan dapat diperoleh posisi sumber gempa yang lebih baik. Untuk studi ini daerah penelitian yang diambil adalah Jawa dan sekitarnya, yaitu : 7° LS - 11° LS dan 105° BT - 114° BT. Data yang digunakan adalah waktu tiba gelombang P dari seismogram yang direkam pada seismograf broadband di Indonesia. Penentuan hiposenter menggunakan metoda guided grid search dengan model kecepatan 3D untuk busur Sunda. Hasil penentuan hiposenter gempa dengan pendekatan ini memberikan tingkat kesalahan yang lebih kecil dibandingkan dengan jika digunakan model kecepatan 1D.