cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Budaya
ISSN : 14104830     EISSN : 25021966     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, cultural phenomena, and other related topics. A manuscript describing society and culture outside Indonesia is expected to be analyzed comparatively with the issues and context in Indonesia. All papers will be reviewed rigorously at least by two referees. JMB is published three times a year, in April, August , and December.
Arjuna Subject : -
Articles 869 Documents
PEREMPUAN MUSLIM FAK-FAK: KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN PROSES PERDAMAIAN Pamungkas, Cahyo
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 11, No 2 (2009)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v11i2.243

Abstract

This paper is adressed to answer how the Papua Moslem Women of Fak-Fak overcome domestic violence. Refering to Marx and Engel, such violence rooted in a domination in the field of economics or in a capitalist mode of production as a continuation of class domination in the history of human being. Based on empirical data, it is found that structural factors such as economic condition contributes to the violence through economic pressures that being faced by poor families. Beside that, cultural factors also is acknowledged to cause violence through modernization, which reduced local cultural values. However, the violence can not be related to the local tradition of Bahamata people of Fak-Fak since the tradition respects and acknowledges the role of Women in their family and structure of tribe. To overcome the violence, some of Moslem women organization has campaigned and socialized of anti-domestic violence issues although it is still artificial.
Prospek Kampung Naga Menjadi Desa Adat Illiyani, Maulida
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.797 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v20i1.588

Abstract

Abstrak Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya. Salah satunya dikaitkan dengan gerakan pemertahanan cara hidup tradisional yang seringkali dianggap “tidak sesuai” dengan mayoritas masyarakat. Disisi lain, Indonesia adalah negara hukum yang harus dijamin eksistensinya dengan kepastian. Kampung Naga adalah sekumpulan warga yang hingga saat ini masih mempertahankan cara hidup tradisionalnya. Salah satunya adalah dengan tidak memperkenankan benda-benda modern untuk masuk wilayahnya seperti listrik dan kompor gas. Melihat fakta tersebut, kemudian muncul pertanyaan, Bagaimana Kampung Naga mampu bertahan dengan pilihan tradisionalnya tersebut ditengah perubahan zaman? Dan bagaimana prospek Kampung Naga untuk menjadi desa adat? Tulisan ini dibuat dengan mengkombinasikan antara literatur dan wawancara. Kuncen sebagai tetua adat menjelaskan bahwa benturan dengan berbagai macam era tidak bisa dihindari. Sehingga muncul slogan bahwa warga Kampung Naga “Berfikir Intelektual, Berwawasan Global, Namun Tetap Melangkah Lokal”. Pilihan ini semakin kuat eksistensinya, karena pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempersilahkan dengan tidak meng-intervensi Kampung Naga melalui kebijakan yang bertentangan dengan kearifan lokal Kampung Naga. Namun prospek Kampung Naga menjadi desa adat sebagaimana yang ditetapkan oleh UU Desa mengandung beberapa hambatan. Jumlah warga Kampung Naga adalah 305 jiwa, masih sangat jauh dari standar minimal jumlah penduduk dalam pembentukan desa baru di wilayah Jawa yaitu 6000 jiwa.
PENGARUH KEBERADAAN MAKAM KIAI MUZAKIR TERHADAP KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, DEMAK Wati, Diah Ismoyo
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 15, No 1 (2013)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.84 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v15i1.145

Abstract

Environmental problem is a global problem that must be looked for the best solution, immediately. During these remedies, this solution from the technical side, ignore the socio-cultural conditions, but still lefting many problems. The cases in Bedono, environmental problems can be solved through the magical event with the presence of the shrine Kiai Muzakir. This tomb was able to give effect to the environmental awareness Bedono villagers, Sayung, Demak. The existence of the shrine that shows the ecological wisdom. Development of environmental management based on a critical assessment of ecological wisdom has the advantage would be more appropriate to the cultural and ecological conditions of the environment. Keywords: problem, environment, effect, tomb, Kiai Muzakir, Bedono.
LIVING IN EXILE: THE INDONESIAN POLITICAL VICTIMS IN THE NETHERLANDS Mudzakkir, Amin
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.067 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v17i2.282

Abstract

This paper discusses the experience of Indonesian exiles in the Netherlands. Presented in a chronological order from their departure to foreign countries until the post-Suharto era. This paper shows a strong interaction between international and domestic political battles as the context of their origin. Organized based on interviews and observations of the Indonesian exiles in the Netherlands, in addition to related literature review, this paper points out the effort by the exiles to maintain their nasionalist commitment by creating a counter narrative to Indonesian historiography that neglected them. Keywords: 1965 tragedy, exile, citizenship, nationalism
Pale Karang di Tablasufa Imron, Masyhuri
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 1, No.2 (1998)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.843 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v1i2.709

Abstract

Pele karang is a rule for marine resources management practiced by community in Tablasufa, Kemcatan Depapre, Jayapura. The rule is related by ownership of marine area claimed by this community. When pele karang is applied no body may exploitate marine resources in that area, within about one year. Closing and opening of pele karang is done by ondoafi Appaseray and Demane. Pele karang is useful for marine resources conservation, because not exploited in the long periode. Socially pele karang is also useful, because it can help to fulfil the needs of the members of that community.
A BLEND OF LOCAL AND SCRIPTURAL LAWS? (A CASE STUDY ON DISPUTE SETTLEMENT OF THE GAYOS OF INDONESIA AND THE TAUSUG OF THE SOUTHERN PHILIPPINES) Masnun, Leolita
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.678 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v8i1.179

Abstract

Artikel ini mengkaji praktek penyelesaian konflik personal pada masyarakat yang hidup di dalam sistem hukum yang majemuk. Diskusi difokuskan pada dua masyarakat Muslim yang berasal dari wilayah Negara, wilayah geografis dan budaya yang berbeda, yaitu masyarakat Gayo (Indonesia) dan masyarakat Tausug (Philipina). Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimana aturan-aturan hukum keagamaan, kondisi sosial-politik, dan tradisi budaya saling jalin berkelindan di dalam membentuk konsep masyarakat tentang hukum, dan bagaimana manifestasi konsep tersebut pada penyelesaian konflik. Melalui pendekatan praksis (diskursus) dapat dilihat bahwa agama sebagai realitas sosial bukanlah sebuah entitas yang tunggal, seragam, apalagi monolitik. Analisis memperlihatkan bahwa amalgamasi antara ketiga sistem nilai yang berbeda akan menghasilkan variasi pada artikulasi hukum dan juga praktik penyelesaian konflik di antara masyarakat Muslim. Data diperoleh dari penelusuran literature dan dianalisa dengan menggunakan metoda analisa naratif. Kata Kunci: Gayo, Tausug, conflict resolution
PENERAPAN PROGRAM MINAPOLITAN PERIKANAN TANGKAP DALAM MEMBERDAYAKAN NELAYAN KECIL DI KABUPATEN SUKABUMI Imron, Masyhuri
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.791 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v18i2.414

Abstract

Minapolitan is marines and fisheries development concept based on area economic management emphasizing on fisheries comodities. Minapolitan program intends to increase qualified fisheries production as well as community income. This paper aims to describe the implementation of Minapolitan program in Sukabumi regency; whether the program has already directed to empower small fishermen. The result shows that the activities of Minapolitan program are unfocused. Everything related to fisheries issues, even those unrelated ones, are considered as a part of Minapolitan program. The implementation of Minapolitan program undertaken by local governments and coastal development program are no different. Both capital and fishing equipment support for small fishermen has not been directed to increase the production of qualified comodities. The empowerment of small fisheries in Minapolitan program has not been interconnected with the purpose of Minapolitan program in this area, namely the increasing of four higher grade fish comodities, including Tuna, Tongkol, Cakalang and Layur. Keywords: Minapolitan, Catching Fisheries, Empowerment, Small Fishermen. Minapolitan merupakan konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis manajemen ekonomi kawasan, dengan komoditas unggulan berupa perikanan. Program Minapolitan dimaksudkan untuk meningkatkan produksi perikanan unggulan, sekaligus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Tulisan ini untuk melihat penerapan program Minapolitan di Kabupaten Sukabumi, apakah sudah diarahkan untuk memberdayakan nelayan kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan di dalam program Minapolitan di Sukabumi belum fokus. Semua yang terkait dengan masalah perikanan dianggap sebagai bagian dari program Minapolitan, bahkan program yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah perikanan tangkap. Jadi tidak ada perbedaan antara program Minapolitan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan program pembangunan pesisir. Program bantuan permodalan dan peralatan tangkap untuk nelayan kecil belum diarahkan untuk mendukung peningkatan produksi komoditas unggulan. Dengan demikian, pemberdayaan nelayan kecil di dalam program Minapolitan masih terlepas dari tujuan program Minapolitan di daerah ini, yaitu meningkatkan produksi empat jenis komoditas ikan unggulan, yaitu Tuna, Tongkol, Cakalang dan Layur. Kata kunci: Minapolitan, Perikanan Tangkap, Pemberdayaan, Nelayan Kecil.
REFLEKSI TENTANG KONSEP KEBUDAYAAN: SEBUAH CATATAN AUTOETNOGRAFI Novianti, Kurnia
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol 15, No 2 (2013)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.644 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v15i2.38

Abstract

This paper is a reflection of a concept that becomes a central concern in the study of anthropology, namely culture. The concept of culture is interesting to be debated because the author assumes that the meaning of culture is rich and highly dependent on the paradigm of the person or group of people, who interpret it. By using the memory of life experiences and supported by every day observation as the data, the author aims to understand what culture is. Nevertheless, the life trajectories that are still being experienced today still leave the question about the culture itself. Keywords: life experience, reflection, culture, autoethnography
Etika Media dalam Kultur New Technology (Mengkaji Etika Internet versus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) windarsih, ana windarsih; Choiriyati, Wahyuni
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 2 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.022 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i2.763

Abstract

Perkembangan sistem komunikasi yang masif, khususnya internet menjadi bagian terpenting dalam berbagai bidang kehidupan termasuk ekonomi maupun politik. Di pihak lain perkembangan teknologi baru, termasuk televisi digital, juga menawarkan perubahan besar di bidang komunikasi massa. Istilah media konvergen kemudian digunakan dalam arti bergabungnya layanan yang dahulu terpisah, termasuk internet, televisi, kabel dan telepon. Salah satu penyebab terjadinya media konvergen adalah persoalan teknik, karena lebih banyak isi media dimasukkan dalam format digital dalam bentuk bit. Namun kemajuan teknologi tidak lepas dari implikasi etis. Pemerintah telah menyadari dampak destruktifnya, salah satunya dengan sigap mengatur pemanfaatan sumber internet sebagai media baru dengan sebuah piranti lunak yang mampu memblokir situs amoral. Dalam level praktis penegakan etika terhadap isi media interaktif ini harus terus dikaji agar tidak menjadi sebuah adagium kebijakan tanpa tindakan. Kajian etika media dalam hal ini menjadi arena yang terlibat membangun wacana baru dalam perspektif komunikasi massa agar internet menjadi rujukan yang konstruktif bagi masyarakat.
SIKEREI DALAM CERITA: PENELUSURAN IDENTITAS BUDAYA MENTAWAI SIKEREI IN THE STORY: TRACING MENTAWAI CULTURAL IDENTITY Nur, Mahmudah
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2019)
Publisher : P2KK LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.374 KB) | DOI: 10.14203/jmb.v21i1.535

Abstract

Tulisan ini menyajikan nilai-nilai pendidikan agama dalam cerita rakyat daerah Mentawai, yakni mengenai Sikerei sebuah mitos yang dianggap menjadi salah satu ikon dari suku Mentawai. Dengan menggunakan pendekatan folklore (folk: kebudayaan dan masyarakat; lore: cerita), maka kajian ini menyajikan terlebih dahulu deskripsi tentang kebudayaan Mentawai dan cerita rakyatnya sebagai latar belakang, lalu menganalisis cerita yang menjadi fokus pembahasan dengan tetap menghubungkannya dengan latar belakang kebudayaannya. Kajian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pendidikan agama yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut merupakan sebuah gambaran ketaatan orang Mentawai terhadap kepercayaannya. Punen menjadi salah satu media untuk memberikan persembahan kepada roh dan jiwa agar setiap segala sesuatu yang mereka perbuat mendapatkan kebaikan nantinya. Sedangkan ?sikerei? (dukun/perantara) yang menjadi pemimpin upacara dan perantara yang menghubungkan antara dunia nyata dan dunia gaib. Selain itu, Konsep harmonis dan rukun menurut mereka juga tergambarkan dalam kedua cerita tersebut. Ketika mereka sudah berdamai dengan dunia lain yang diisi oleh roh dan jiwa, maka mereka juga akan berdamai dengan orang-orang di sekelilingnya. Uma menjadi tempat benteng yang kuat bagi mereka untuk menjaga batasan-batasan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Secara garis besar ?arat Sabulungan? menjadi sebuah kitab tak tertulis bagi orang Mentawai untuk menjaga keberlangsungan kehidupan mereka dengan lingkungan alam, lingkungan sosial dan lingkungan kebudayaan.

Filter by Year

1997 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 3 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 3 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2021) Vol. 22 No. 3 (2020) Vol. 22 No. 2 (2020) Vol. 22 No. 1 (2020) Vol. 21 No. 3 (2019) Vol. 21 No. 2 (2019) Vol. 21 No. 1 (2019) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol. 20 No. 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol. 20 No. 2 (2018) Vol. 20 No. 1 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 3 (2017) Vol. 19 No. 3 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol. 19 No. 2 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol. 19 No. 1 (2017) Vol. 18 No. 3 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol. 18 No. 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol. 18 No. 1 (2016) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol. 17 No. 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol. 17 No. 1 (2015) Vol 16, No 3 (2014) Vol. 16 No. 3 (2014) Vol. 16 No. 2 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol. 16 No. 1 (2014) Vol. 15 No. 3 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol. 15 No. 2 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol. 15 No. 1 (2013) Vol. 14 No. 3 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol. 14 No. 2 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol. 14 No. 1 (2012) Vol 13, No 2 (2011) Vol. 13 No. 2 (2011) Vol. 13 No. 1 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol. 12 No. 3 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol. 12 No. 2 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol. 12 No. 1 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol. 11 No. 2 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol. 11 No. 1 (2009) Vol. 10 No. 2 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol. 10 No. 1 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2007) Vol. 9 No. 1 (2007) Vol. 8 No. 2 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol. 8 No. 1 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 2 (2005) Vol. 7 No. 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol. 7 No. 1 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 2 (2004) Vol. 6 No. 2 (2004) Vol. 6 No. 1 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 2 (2003) Vol. 5 No. 2 (2003) Vol. 5 No. 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 3, No.1 (2000) Vol 3, No.1 (2000) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.2 (1999) Vol 2, No.1 (1998) Vol 2, No.1 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.2 (1998) Vol 1, No.1 (1997) Vol 1, No.1 (1997) More Issue