cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
rindo.herdianto@pu.go.id
Editorial Address
Jalan Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Permukiman
ISSN : 19074352     EISSN : 23392975     DOI : http://dx.doi.org/10.31815/jp
Core Subject : Engineering,
Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana pendukungnya.
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
Pemanfaatan Semen Portland Slag Untuk Meningkatkan Sifat Mekanik dan Durabilitas Beton Setiati, N. Retno; Halim, Hanna Abdul
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.77-89

Abstract

Berbagai penelitian terkait pembuatan rancangan campuran beton dengan menggunakan limbah slag mengalami perkembangan yang pesat. Dalam perkembangannya, slag yang merupakan produk limbah dapat digunakan sebagai material pembentuk beton (baik sebagai agregat halus, agregat kasar, maupun semen).  Semen slag merupakan jenis semen portland yang memanfaatkan slag dari industri baja sebagai salah satu bahan bakunya. Dalam proses produksinya, semen slag menghasilkan emisi CO2 yang rendah sehingga sangat ramah lingkungan dan layak disebut sebagai jawaban untuk konstruksi yang berkelanjutan (sustainable). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan semen slag terhadap sifat mekanik dan durabilitas beton dengan komposisi yang digunakan sebesar 100% semen slag. Material semen slag yang digunakan terdiri dari  tipe LH (low heat) dan general.  Pembuatan rancangan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2002 (Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal), pengujian sifat mekanik beton mengacu pada SNI 1974-2011 (Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder) dan SNI 4431-2011 (Cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan).  Uji resistivity dan permeabilitas dilakukan untuk mengetahui durabilitas beton.  Dari hasil uji laboratorium diperoleh bahwa terdapat peningkatan kuat tekan, kuat lentur dan durabilitas beton pada umur di atas 56 hari.  Beton dengan penggunaan 100% semen slag tipe LH kuat tekannya lebih besar 15% dari beton konvensional.   Nilai resistivity beton dengan semen slag tipe LH adalah 59 KWcm dan beton konvensional sebesar 14 KWcm, artinya bahwa beton dengan semen slag tipe LH lebih tahan empat kali terhadap laju korosi dari beton konvensional.  Berdasarkan hasil uji permeabilitas,   beton dengan semen slag tipe LH dan general mempunyai nilai permeabilitas dengan kualitas baik dan nilai indeks 2, karena berada dalam rentang KT  (0,01 – 0,1) x 10-16 m2. Sedangkan beton konvensional nilai permeabilitasnya berada dalam kelas normal dengan indeks 3 karena berada dalam rentang KT (0,1 – 1,0) x 10-16 m2.
Aspek Kualitas Rumah Subsidi Pada Program Rumah Murah Berdasarkan Perspektif Penerima Manfaat (Studi Kasus: Perumahan Subsidi Mutiara Hati Semarang) Bramantyo, Bramantyo; Tyas, Wido Prananing; Argyantoro, Arvi
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.1-9

Abstract

Dilatarbelakangi oleh permasalahan kualitas rumah subsidi yang masih menjadi salah satu hambatan utama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh rumah yang layak huni dan terjangkau, maka kajian ini bertujuan untuk menilai aspek kualitas rumah subsidi pada program Rumah Murah berdasarkan perspektif MBR sebagai penerima manfaat program. Kajian ini menggunakan studi kasus pada Perumahan Mutiara Hati di Kota Semarang, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 60 responden, dan dianalisis dengan deskriptif-statistik dan pembobotan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa aspek kualitas rumah subsidi di lokasi studi kasus memperoleh bobot total 1.222 poin yang masuk kategori penilaian “cukup baik”, meski tingkat kepuasan yang didapatkan dari responden hanya 63,65%. Pembelajaran dari studi kasus yang dapat ditarik untuk merepresentasikan kondisi rumah subsidi secara umum pada program Rumah Murah di Indonesia, yaitu mengenai rendahnya kualitas rumah subsidi terkait dengan kondisi fisik bangunan rumah dan kondisi prasarana dasar yang disediakan oleh pengembang, dan masalah keterbatasan suplai rumah subsidi pada pasar perumahan formal akibat minimnya jumlah pengembang swasta yang tertarik untuk membangun rumah subsidi.
Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal di Kota Bogor Susanthi, Dhama; Purwanto, Mohammad Yanuar J.; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Permukiman Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.21-30

Abstract

Pemerintah telah melakukan pembangunan IPAL komunal yang bertujuan untuk memberikan akses sanitasi layak kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dan status keberlanjutan IPAL komunal  di Kota Bogor. Metode yang digunakan yaitu pengamatan kondisi di lapangan, wawancara, dan pengambilan sampel air limbah untuk mengetahui kinerja IPAL. Secara umum kondisi fisik fasilitas IPAL masih cukup baik tetapi kinerjanya belum memenuhi kriteria desain yang diharapkan. Fasilitas tambahan pada beberapa lokasi yaitu biodigester penghasil  gas dan reverse osmosis untuk air minum belum optimal. Kinerja IPAL komunal dipengaruhi karakteristik limbah, volume air limbah yang masuk ke dalam sistem IPAL, dan pengelolaan. Status keberlanjutan IPAL komunal tergolong keberlanjutan sedang. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan IPAL komunal yaitu partisipasi masyarakat dan keberadaan kelompok swadaya masyarakat (KSM).
Kuat Tekan Dan Pelindian Logam Berat Paving Block dari Limbah Bahan Berbahaya Beracun Pengolahan Logam Terkait dengan Standar Nasional Indonesia Sulityowati, Nurul Aini
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.69-79

Abstract

Bentuk fisik limbah B3, yang menyerupai agregat dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat dalam pembuatan paving block. Eksperimen pembuatan mortar dengan 5 komposisi campuran dan 2 persentase limbah pengolahan logam. Pembuatan paving block menggunakan komposisi campuran dengan kuat tekan mortar yang tertinggi.  Kuat tekan mortar dan paving block diuji pada umur 28 hari. Pengujian Toxicity Characteristic Leaching Prosedure atau  TCLP dilakukan pada limbah B3 dan paving block.  Analisis kuat tekan dengan membandingkan standar SNI 03-0691-1996 dan analisis TCLP dengan PP no. 101 tahun 2014. Konsentrasi  zat pencemar logam berat yang terlindi dalam paving block limbah pengolahan logam dapat berkurang atau tetap sama dibandingkan dengan limbah pengolahan logam. Untuk keamanan lingkungan dan kesehatan manusia diperlukan usulan penambahan persyaratan konsentrasi zat pencemar yang terlindi dalam standar paving block atau membuat standar baru mengenai proses penggunaan limbah B3 untuk paving block.
Evaluasi Desain Rencana Induk Kampus UIN Malang Dalam Implementasi Konsep Pembangunan Berkelanjutan Muchlis, Aulia Fikriarini; Larasati, Dewi; Triyadi S., Sugeng
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.10-22

Abstract

Master plan kawasan adalah sebuah rencana induk dalam pengembangan kawasan yang akan memberikan arahan pada rencana detil pengembangan kawasan tersebut. Oleh karena itu, seberapa besar dampak lingkungan akibat pengembangan kawasan juga ditentukan oleh rencana induk pengembangannya, sehingga dalam penyusunannysa, penerapan pendekatan berkelanjutan adalah sebuah keniscayaan. Kampus UIN Malang telah mengusung konsep hijau dalam penyusunan rencana induk  pengembangan kampusnya. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengevaluasi sejauh mana konsep hijau ini telah diterapkan dalam rancangan rencana induk UIN Malang. Metode evaluasi menggunakan rating tool untuk menilai perwujudan kawasan berkelanjutan yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Hasil penilaian menunjukkan bahwa rencana induk tersebut baru mencapai nilai 24 dari total nilai maksimum rating 124. Hasil analisis memperlihatkan belum diterapkannya konsep hijau secara maksimal dalam penyusunan rencana induk kampus UIN Malang. Beberapa rekomendasi disusun berdasarkan pada hasil evaluasi sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan rencana induk kampus UIN Malang. 
Pengaruh Bahan Pengawet Boraks dan Ekstrak Tembakau terhadap Perilaku Rekatan Bambu Laminasi Perekat Polymer Isocyanate Mahawan Sumawa, I Wayan Avend; Awaluddin, Ali; Irawati, Inggar Sheptia
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.104-111

Abstract

Bambu Petung (Dendrocalamus asper) dengan sifat mekanik yang dapat disejajarkan dengan kayu masih sangat rentan terserang organisme perusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, sifat mekaniknya, pola kerusakan bambu laminasi Petung pasca pengujian mekanik serta metode pengawetan yang efektif terkait dengan retensi pengawet. Penelitian mengacu pada Standar Nasional Indonesia dan American Standard Testing and Material dengan menguji retensi bahan pengawet, sifat fisik (kadar  air dan kerapatan) serta sifat mekanik bambu laminasi (keteguhan geser perekat dan uji lentur) hingga benda uji mencapai pembebanan maksimum (failure). Hasil uji kemudian dibandingkan antara bambu sebelum dan setelah diawetkan yang kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerusakan balok bambu laminasi cenderung mengalami kerusakan geser horizontal pada garis rekatnya (delaminasi). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pengawetan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Penurunan keteguhan geser perekat. 
Kapasitas Rangka Atap Baja Canai Dingin Dengan Berbagai Model Geometris Dalam Memikul Beban Statis Wuryanti, Wahyu
Jurnal Permukiman Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.90-103

Abstract

Tulisan ini menyampaikan kajian eksperimen mengenai perilaku rangka batang baja canai dingin untuk konstruksi atap (kuda-kuda). Sebanyak enam rangka atap skala penuh telah diuji. Tujuan penelitian untuk mengukur kapasitas beban maksimum dan perilaku beban-deformasi. Kajian ini juga untuk mengkaji model kegagalan rangka atap  terhadap kapasitas beban vertikal. Manfaat penelitian ini untuk memberi informasi perbedaan faktual kinerja rangka atap meski didesain untuk tujuan yang sama. Setiap rangka atap didesain untuk bentuk atap pelana dengan bentang, sudut kemiringan dan beban penutup atap yang sama. Setiap perencana diberi kesempatan untuk mengembangkan model geometri rangka atap, jumlah batang, jumlah sambungan dan ukuran profilnya sesuai dengan hasil analisis perhitungannya. Hasil pengujian menunjuukan produk baja canai dingin (BCD) dengan profil baja topi (hat) mempunyai keandalan lebih baik daripada profil C. Titik awal kegagalan rangka atap bervariasi, secara umum kegagalan tekuk lokal pada batang kord atas berdekatan dengan pelat dekat tumpuan (heel plate) atau batang yang diperkaku.
Makna Ruang Sakral pada Tata Ruang Dalam Rumah Panggung Tradisional Bugis Naing, Naidah; Hadi, Abdul Karim; Djamereng, Asdar
Jurnal Permukiman Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.62-72

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan makna nilai kesakralan pada beberapa ruang rumah tradisional Bugis, sebagai pengejawantahan budaya menghuni masyarakat tradisional Bugis. Dari penelitian terdahulu yang telah dikemukaan, penelitian tentang penataan ruang terhadap kesakralan ruang belum pernah dilakukan. Belum adanya penelitian yang mengungkapkan makna ruang rumah Bugis yang merupakan ruang sakral.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan: model Intrisic Case Study Approach dengan sifat penelitian deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik metode Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural Themes).  Hasil penelitian menemukan bahwa aktifitas yang dianggap sakral (suci) pada orang Bugis seperti melahirkan, menikah dan meninggal, harus dilakukan pada ruang yang dapat mewakili keselamatan, keharmonisan dan keseimbangan dengan jagat raya, sehingga penghuni rumah bisa hidup bahagia  dan terhindar dari malapetaka. Hal ini mempengaruhi susunan/penataan dan pemanfaatan ruang pada rumah tradisional Bugis, karena semakin tinggi nilai kesakralan ruang maka letaknya semakin private. Penataan ruang berdasarkan fungsi kesakralan pada rumah Bugis seperti ini tidak ditemukan pada rumah tradisional lainnya.
Faktor Kepuasan Bermukim yang Mempengaruhi Liveability di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Widya, Amelia Tri; Lubis, Rizal Arifin; Kusuma, Hanson Endra; Kusyala, Dibya
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.23-34

Abstract

Perkembangan urbanisasi yang pesat mendorong Indonesia untuk membangun kota yang layak huni atau “liveable city” sebagai agenda pembangunan jangka panjang. “Liveable city” dapat diwujudkan dengan mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan bermukim dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Dengan menggunakan pendekatan “grounded theory”, kuesioner didistribusikan secara langsung maupun daring dengan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dipengaruhi oleh sembilan faktor fisik dan non-fisik. Kepuasan cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik yaitu kemudahan aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum dan faktor non-fisik yaitu hubungan sosial dan keterikatan tempat. Sementara itu ketidakpuasan penduduk cenderung dipengaruhi oleh faktor fisik ketidaksehatan lingkungan, ketidaktersediaan infrastruktur, dan masalah kepemilikan rumah serta faktor non-fisik yaitu perilaku penduduk yang apatis dan pesimis. Dengan demikian, pembangunan menuju “liveability” direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek fisik maupun non-fisik. Penelitian ini berguna untuk pemerintah sebagai acuan prioritas pembangunan menuju keberlanjutan.
Pemahaman Masyarakat Mengenai Bencana Di Lingkungan Kampung Kota Di Yogyakarta Damanik, Imelda Irmawati; Setiawan, Bakti; Roychansyah, Muhammad Sani; Usman, Sunyoto
Jurnal Permukiman Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2019.14.35-44

Abstract

Kampung kota merupakan bagian kota di Indonesia yang tumbuh spontan dan organik. Fungsi utamanya adalah permukiman, yang tumbuh mengisi ruang-ruang kota secara informal dari pusat hingga ke wilayah tepi kota. Namun istilah kampung tidak hanya memberikan gambaran mengenai permukiman, tetapi ikut di dalamnya serangkaian simbol-simbol yang menggambarkan kemiskinan, kepadatan, kekumuhan dan keterbatasan. Kondisi kampung kota yang erat dengan kemiskinan, kepadatan, kekumuhan dan keterbatasan infrastruktur menjadi aspek yang membentuk kerentanan pada kota, sebab kemungkinan jika terjadi bencana, maka kerugian yang kemungkinan terjadi lebih besar jika penduduknya kurang memahami kebencanaan dan tinggal di kondisi lingkungan padat. Namun dalam kenyataannya, kampung kota tumbuh dari waktu ke waktu dan tetap bertahan dari bencana yang terjadi hingga. Hal ini menjadi menarik karena di tengah kekurangan dan keterbatasan, kampung kota memiliki daya tahan tersendiri. Kemampuan untuk bertahan ini merupakan bagian dari ketangguhan kota. Hal ini harus digali lebih dalam lagi karena kampung kota adalah elemen pembentuk kota Yogyakarta dan  menjadi perhatian semua pihak, terlebih pada proses perencanaan wilayah dan pelaksanaan pembangunan kota. Penelitian ini mengeksplorasi informasi dan pengetahuan kebencanaan masyarakat kampung kota Yogyakarta secara kuantitatif. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data apa dan bagaimana bencana yang terjadi di kampung kota. Dari hasil penelitian akan diperoleh pengetahuan masyarakat kampung kota mengenai kebencanaan, sumber pengetahuan kebencanaan dan kemampuan mitigasi. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penyusunan program mitigasi yang lebih terukur sehingga lebih dapat dipahami oleh masyarakat kampung kota, yang pada akhirnya diharapkan  dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun ketangguhan lokal.