cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Jl. Dr. Junjunan No. 236 Bandung-40174
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan
ISSN : 16934415     EISSN : 25278851     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geologi Kelautan (JGK), merupakan jurnal ilmiah di bidang Ilmu Kebumian yang berkaitan dengan geologi kelautan yang diterbitkan secara elektronik (e-ISSN: 2527-8851) dan cetak (ISSN: 1693-4415) serta berkala sebanyak 2 kali dalam setahun (Juni dan Nopember) oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2003)" : 4 Documents clear
KECEPATAN PENGANGKATAN PULAU BUTON DAN JEJAK PERUBAHANMUKA AIR LAUT DI ZAMAN KUARTER Prijantono Astjario; D.A. Siregar
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.502 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.2.2003.96

Abstract

Beberapa indikasi menunjukan adanya jejak muka laut cukup tinggi di zaman Kuarter, ketinggiannya mencapai ±250 meter diatas muka laut masa kini, ditemukan pada kawasan pantai Tira hingga Tanjung Labokeh, Buton bagian selatan. Jejak tersebut terrekam pada permukaan terumbu karang yang membentuk undak laut di kawasan pantai Buton Selatan. Tujuh buah hasil pentarikhkan Radiokarbon memberikan tiga contoh berumur 1500 hingga 3000 tahun dan contoh terumbu karang lainnya berumur lebih tua dari 40.000 tahun sebelum saat ini. Runtunan data Radiokarbon secara garis besar menunjukan kesesuaian dengan perubahan muka laut pada zaman Kuarter yang telah di prakirakan oleh teori astronomi perubahan cuaca masa lalu. Jika dibandingkan data Radiokarvbon dengan data urutan undak laut menunjukan bahwa rata-rata aktivitas tektonik pengangkatan dikawasan pantai Tira hingga Tanjung Labokeh adalah 0,7 = 0,8 mm/tahun. Pengangkatan rata-rata Pulau Buton tampak lebih cepat dari Pulau Muna akibat adanya sesar aktiv diantara kedua pulau tersebut. Several indicators of a slightly higher Quaternary sea-level, reaching about ± 250 meters above the present situation have been found along the coastas of Tira to Cape Labokeh. South Buton. They are corrals in growth position on the surface of reef platform of South Buton. Seven Radiocarbbon datings have provided ages of three samplewsa are 1500 to 3000 and the other four samples are more older than 40.000 years BP. The Radiochronological data are thus broadly consistent with the timing of sea-level fluctuations predicted by the astronomical theory of paleoclimates. Comparision with the data from terraces sequences and from Radiocarbon dating records indicates that the average tectonic uplift rate at Tira and Cape Labokeh, South Buton is on the order of 0,7 – 0.8 mm / years. The uplift rate of Buton is more faster than Muna because of the active fault in between.
STRATIGRAFI SEISMIK LAUT DANGKAL PERAIRAN CELUKANBWANG, BALI UTARA Nyoman Astawa; Wayan Lugra
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.337 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.2.2003.97

Abstract

Suvai seismik laut sepanjang pantai dan lepas pantai Celukanbawang Bali Utara dimaksudkan untuk mendapatkan data rekaman seismik guna menerangkan kondisi geologi daerah telitian. Berdasarkan pendekatan stratigrafi seismik, rekaman data seismik menunjukkan bahwa di daerah telitian terdapat 2 (dua) runtunan seismik, yaitu runtunan A dan B. Runtunan A diduga merupakan batuan volkanik sedangkan runtunan B diduga merupakan batuan sedimen yang diendapkan dalam lingkungan energi cukup kuat. Pada daerah slope break banyak dijumpai diapir, dan struktur geologi yang berkembang di daerah telitian adalah sesar normal. The marine seismic survey along the coast and offshore of Celukanbawang, North Bali, was directed to obtained seismic records to explain the geological condition of the study area. On the basis of seismic stratigraphy approach, the seismic records indicate that in the study area presence 2 (two) seismic sequences, those are sequence A and B. Sequence A is suggested as a volcanic rocks while sequence B is suggested as sedimentary rocks deposited within strong energy environment. At the slope break area the diapers were found, and the geological structures develope in the study area are normal faults.
PELUANG PENGEMBANGAN WILAYAH PESISIR PANTAI SUMBAWA BARAT, NUSA TENGGARA BARAT DITINJAU DARI ASPEK KARAKTERISTIK DAN GEJALA PERUBAHAN GARIS PANTAI Wayan Lugra; Abdul Wahib; Yudi Darlan; Rina Zuraida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.218 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.2.2003.94

Abstract

Perkembangan pemanfaatan daerah pesisir pantai Sumbawa Barat sejak 7 tahun terakhir menjadi sangat pesat baik sebagai daerah hunian, pertambakan, budidaya laut maupun sebagai daerah tujuan wisata. Bagian utara daerah telitian yaitu daerah Labuan Tano sampai Labuan Sepakek, Kecamatan Seteluk, berkembang pesat sebagai lahan pertambakan, sedangkan di bagian tengah yaitu di Teluk Taliwang Kecamatan Taliwang, pesisir dan laut dimanfaatkan untuk budidaya laut (kerang mutiara) yang diusahakan secara modern. Di bagian selatan yang berkembang sebagai kota wisata adalah Desa Maluk, Kecamatan Jereweh. Perkembangan Desa Maluk ini tidak disertai oleh daya dukung lingkungan dan perencanaan yang terpadu sehingga cepat atau lambat akan membawa dampak lingkungan yang negatif,baik di pesisir maupun di laut. Beberapa daerah yang direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata pantai dan laut adalah bagian selatan Labuan Sepakek, Lb. Balat, Teluk Kertasari, Teluk Benette, Teluk Jelenga dan Maluk, sedangkan Labuan Tentong, dan bagian utara Tg. Kertasari cocok untuk dikembangkan sebagai tempat budidaya tambak dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Since the last 7 years, the developing use of the coastal area of West Sumbawa very rapidly increase as the fishponds, sea estates and tourism objects. The northern part of the study area, from Labuan Tano to Labuan Sepakek Kecamatan Seteluk rapidly develope as the fishpond areas, while in Taliwang Bay Kecamatan Taliwang, the coastal and sea are used for sea estate by using modern technology. The southern part of the study area, developes as a tourism city at Desa Maluk, Kecamatan Jereweh. The developing of Desa Maluk is not supported by the environmental carrying capacity and the integrated programme, therefor soon or latter it will bring the bed environmental impacts on the coastal or sea areas. Some areas that recommended to be developed as the tourism objects, are the southern part of Labuan Sepakek, Labuan Balad, Kertasari Bay, Bennette Bay, Jelenga Bay and Maluk, while Labuan Tetong in the northern part of Kertasari Bay is suitable to be developed for fishponds estate with a sustainable environmental consideration.
KETERKAITAN UNSUR TANAH JARANG TERHADAP MINERAL BERAT ILMENIT DAN RUTIL PERAIRAN PANTAI GUNDI, BANGKA BARAT Noor C.D. Aryanto; Joni Widodo; Purnomo Raharjo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.481 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.2.2003.95

Abstract

Berdasarkan hasil analisa unsur terhadap 7 contoh sedimen permukaan dasar laut di Perairan Pantai Gundi, Bangka Barat, yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode Inductively Coupled Plasma (ICP) dapat diketahui konsentrasi kandungan unsur Niobium (Nb) dan unsur Tantalum (Ta). Selain itu dilakukan pula analisa mineral berat dengan menggunakan larutan pemisah bromoform (BJ 2,83) terhadap 15 contoh. Konsentrasi kandungan unsur jarang seperti Niobium dapat mencerminkan keberadaan mineral berat ekonomis, yaitu mineral berat yang resisten terhadap pelapukan dan mengandung unsur Titanium (Ti), seperti mineral Ilmenit (FeTiO3) dan rutil (TiO2). Juga dapat dibuktikan, di daerah selidikan bahwa keberadaan unsur Niobium dan Tantalum di alam hampir dapat dipastikan selalu berasosiasi. Di daerah selidikan asosiasi ini berupa mineral columbite-tantalite (Fe,Mn)Nb2O6-(Fe,Mn)Ta2O6 dan pyrochlore (Na, Ca, Ce…)2 Nb2O6F. Selain itu masih dengan memperhatikan asosiasi kedua unsur ini dapat diketahui pula asal batuan sumber dari sedimen-sedimen dimana mineral tersebut terakumulasi, karena asosiasi antara unsur Niobium dan Tantalum merupakan penciri untuk daerah pegmatis. Based on element analysis of 7 surface sediment samples from Gundi Waters, Western Bangka by using Inductively Coupled Plasm (ICP), the content of rare element Niobium (Nb) and Tantalum (Ta) can be identified. On the other hand heavy mineral analysis with float-sink method using bromoform as separator liquid has been applied for 15 samples. Based on observations the concentration of Niobium (Nb) element reflects the present of heavy minerals consisted of Titanium (Ti) element, such as Ilmenit (FeTiO2) and Rutil (TiO2). It is can also be proved that in the investigated area Niobium (Nb) and Tantalum (Ta) elements are occure in association. In the study area, this association shows as columbite-tantalite (Fe,Mn)Nb2O6-(Fe,Mn)Ta2O6 and pyrochlore (Na, Ca, Ce…)2 Nb2O6F minerals. Moreover, based on this association, it can be recognized the source rocks of the sediment where the minerals accumulate as association of these two elements are specific for pegmatic area.

Page 1 of 1 | Total Record : 4