cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
ISSN : 1693685X     EISSN : 25802143     DOI : -
Core Subject : Education,
METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
Bahasa Gaul Remaja Indonesia Muhamad Patoni
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.8 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.31

Abstract

Manusia sebagai pengguna bahasa adalahmakhluk yang heterogen. Artinya, manusiabukanlah makhluk yang seragam, tetapi makhlukyang beragam. Fakta tersebut juga yang padaakhirnya membuat bahasa sebagai produk manusiaberagam. Suatu bahasa tidak memiliki satu ragam,tetapi memiliki beberapa ragam. Artinya, dari faktatersebut, tidak ada satu pun bahasa yang tidakbervariasi (Sumarsono, 2011:8).
Halaman Judul dan Daftar Isi Admin .
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 1 (2015): METALINGUA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v13i1.49

Abstract

Halaman Judul dan Daftar Isi
KERANCUAN KALIMAT DALAM TULISAN SISWA SMA 1 SIJUNJUNG Kartika Sari
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 1 (2017): METALINGUA EDISI JUNI 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.434 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i1.154

Abstract

Writing skill involves all language skills that should be learned theoretically.It involves correct reasoning. Some people think that writing is the mostdifficult language skills. Difficulties that are often experienced by students inessay writing are how to manage a good sentence understandable by readers.Preparing a good sentence is not just constructing sentences, but to producea series of sentences that are regular and related to one another. The problemin this research is how the sentence ambiguity in students’ writings of SMA1 sijunjung. This study aims at describing the use of words in Indonesiansentences by the students of SMA 1 Sijunjung. This research uses descriptivemethod with the data sources derived from student’s writings of the school.This study found sentence ambiguity and inappropriate use of conjunctionsin their writing. The sentence ambiguity was due to the unnecessary use ofwords, the absence of the subject, and the inappropriate uses of the word. AbstrakMenulis melibatkan seluruh kemampuan berbahasa yang dipelajari secarateoretis dan melibatkan nalar yang benar. Beberapa orang beranggapan bahwamenulis termasuk keterampilan berbahasa yang paling sulit. Kesulitan yangsering dialami siswa dalam menulis karangan adalah penyusunan kalimat yangbaik agar bisa dipahami oleh pembaca. Penyusunan kalimat yang baik tidakhanya menyusun satu kalimat atau beberapa kalimat yang tidak berhubungan,tetapi menghasilkan rangkaian kalimat yang beraturan dan berhubungan satudengan yang lain. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kerancuankalimat dalam tulisan siswa SMA 1 Sijunjung? Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif dengan sumber data berupa tulisan siswa SMA 1Sijunjung. Kalimat yang rancu dan ketidaktepatan penggunaan konjungtorditemukan dalam tulisan siswa SMA 1 Sijunjung. Kalimat rancu disebabkanoleh kehadiran kata yang tidak diperlukan, ketidakhadiran subjek, dan ketidaktepatanpenggunaan kata.
Penggunaan Bahasa Jawa dalam Tindak Tutur Direktif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Zahra Fizty Febriadina
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 2 (2017): METALINGUA EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.088 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i2.113

Abstract

The objective of this research is to describe (1) Javanese directive utterances inIndonesian Subject in Vocational School; and (2) Javanese uniqueness in directiveutterances in Indonesian Subject in VocationalSchool. The method of the reseachwas qualitative descriptive with sociopragmatic approach. The data includedIndonesian teacher’s utterances which described the form and the uniqueness ofJavanese language in a directive action used in Indonesia Subject learning invocationalschool. The technique applied by recording the method of SBLC. Thetechnique of data analysis used interactive model by Miles and Huberman whichincluded four steps: collecting data, reducing data, analizing data, and verifyingor conclusion drawing. The research showed that the forms of Javanese languagedirective utterances included (1) request; (2) command; and (3) prohibition. Theuniqueness of Javanese language was identified by the use of the words ‘mboten’,‘piye’, ‘le’, ‘ndang’, ‘gah’, and ‘ra isa’. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk bahasa Jawa dalam tindaktutur direktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruandan (2) kekhasan bahasa Jawa dalam tindak tutur direktif dalam pembelajaran BahasaIndonesia di sekolah menengah kejuruan. Metode yang digunakan adalah metodepenelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupatuturan guru Bahasa Indonesia yang mencerminkan bentuk dan kekhasan bahasaJawa dalam tindak direktif yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesiadi SMK. Teknik ini diwujudkan dengan teknik rekam dengan metode SBLC. Teknikanalisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atasempat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan verifikasi ataupenarikan simpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk bahasa Jawa dalamtindak tutur direktif yang ditemukan terdiri atas (1) bentuk permintaan; (2) bentukperintah; (3) bentuk larangan. Kekhasan bahasa Jawa yang digunakan ditandaidengan penggunaan kata mboten, piye, le, ndang, gah, dan ra isa.
REPRESENTASI TKI DI SURAT KABAR INDONESIA: KAJIAN WACANA DAN KOGNISI MELALUI STUDI KORPUS (REPRESENTATION OF INDONESIAN LABOR ON INDONESIAN MEDIA: A DISCOURSE AND COGNITION STUDY THROUGH CORPUS STUDY) Elvi Citraresmana; Rosaria Mita Amalia; Erlina - -
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.321 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.143

Abstract

Artikel ini berjudul “Representasi TKI di Media Surat Kabar Indonesia: Kajian Wacana dan Kognisi melalui Studi Korpus”. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengamati bagaimana TKI direpresentasikan dalam media surat kabar Indonesia melalui pendekatan Wacana dan Kognisi dengan pengumpulan data menggunakan metode korpus. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Discourse and Cognition yang diajukan oleh Graesser and Millis (dalam Van Dijk, 2009), dan Analisis Wacana Teks Media yang ditulis oleh Eriyanto (2001). Sumber data adalah 10 surat kabar nasional daring. Metode penelitian digunakan metode korpus linguistik dengan menggunakan software Antconc. Data yang terjaring adalah sebanyak 2949 kata dengan frekuensi tertinggi adalah pemerintah yang terkait dengan TKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah direpresentasikan secara negatif baik melalui tataran inferensi maupun strategi wacana sementara TKI direpresentasikan secara positif sebagai pihak yang lemah dan menjadi korban.  
TINDAK TUTUR PADA TEKS “INDONESIA RAYA” KARYA W.R.SUPRATMAN (SPEECH ACT ON NATIONAL ANTHEM TEXT “INDONESIA RAYA” BY W.R. SUPRATMAN) Rissari Yayuk
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.01 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.207

Abstract

AbstrakTeks Indonesia Raya karya W.R. Supratman merupakan lagu kebangsaan Indonesia yang dinyanyikan untuk pertama kalinya sebelum kemerdekaan terjadi. Terdapat  tuturan pengarang mengenai bangsa dan negaranya agar merdeka dan bahagia. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaiman wujud fungsi tindak tutur pada teks Indonesia Raya karya  W.R. Supratman dan termasuk dalam klasifikasi tindak tutur apakah fungsi tersebut,Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan wujud fungsi tindak tutur pada teks Indonesia Raya karya  W.R. Supratman dan klasifikasi tindak tutur berdasarkan fungsi tersebut. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif.Metode pengumpulan data adalah kepustakaan dengan teknk  catat.Teknik analisis data adalah baca simak Langkah kerja analisis data adalah pengumpulan data, mengidentifikai, mengklasifikasi, analisis dan pennyajian. Hasil analisis disajikan dengan kata-kata biasa.Waktu pengambilan data  bulan Maret  2018. Teks Indonesia Raya dikutip dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id › Kesenian. Dasar teori yang digunakan adalah pragmatik. Hasil pembahasan Fungsi tindak tutur pada teks Indonesia Raya, karya W.R. Supratman ini terdiri atas fungsi menyatakan, fungsi menyuruh, fungsi berjanji, fungsi pujian, fungsi opini, dan fungsi penyebutan. Keenam fungsi ini tercakup dalam empar klasifikasi tindak tutur. Pertama. Tindak tutur representatif atau asertif dalam teks Indonesia Raya karya W.R.Supratman meliputi fungsi tindak tutur pernyataan, penyebutan, dan opini. Kedua.Tindak tutur imperatif. Tindak tutur imperatif dalam teks ini meliputi fungsi tindak tutur suruhan. Ketiga.Tindak tutur ekspresif. Tindak tutur ini  meliputi fungsi tindak tutur pujian. Keempat. Tindak tutur komisif .Tindak tutur ini meliputi fungsi berjanji.Kesimpulandari penelitian ini yaitu Teks Indonesia Raya karya W.R. Supratman memilkii  memiliki  makna dan maksud tertulis dari penutur  yang secara pragmatik terwujud dalam  fungsi dan klasifikasi tindak tutur. 
THE POLITENESS PRINCIPLES IN LIVE INTERVIEW OF KOMPAS TV'S PROGRAM "KOMPAS PETANG" WITH THE GOVERNOR OF DKI JAKARTA) Irfariati .
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 2 (2015): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.074 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v13i2.4

Abstract

KOMPAS TV's live interview with the DKI Jakarta's Governor Basuki TjahajaPurnama on "Kompas Petang" had provoked many reactions from the people.The use of repulsive, offensive, harsh, ill-mannered, and invective words agitatedthe society for it was harmful and the negative impact was ravaging to the childrenand juveniles. And above all, it was the governor himself, who was supposedlysetting good examples to the society, speaking such a scourging language. Thiswriting aims to describe the politeness principles of pragmatics violated by thegovernor in the interview using descriptive and qualitative method. The resultshows that the governor had violated the pragmatic principles of politeness andthe maxims within, namely tact maxim, generosity maxim, approbation maxim,modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim.
NOMINALIZATION STRATEGIES OF EXCLUSION REPRESENTED ON THE HEADLINES OF THE JAKARTA POST IN THE CASE OF FEUD OF KPK VS POLRI PART II: A STUDY OF CDA Muhammad Rayhan Bustam
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.423 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.26

Abstract

KPK (Corruption Eradication Commission) and Polri (Indonesian National Police) aretwo agencies that have the authority to handle the corruption perpetrators in Indonesia.The second feud between the two attracts Indonesian people's attention once again.Such widely reported feud caught my interest in analyzing the headlines published onThe Jakarta Post of August to October 2012's editions. The aim of this writing is todiscover the use of nominalization strategies of exclusion in representing the socialactors on The Jakarta Post headlines. The Critical Discourse Analysis method ofTheo van Leeuwen's is used to show how parties and actors (individual or group) arepresented on the news, especially the process of nominalization strategies of exclusion.The results show that the process occurred mostly on Polri. Such exclusion was intendedto focus readers' attention on the other actor (victim), namely KPK.
97 STRUKTUR DAN PENGEMBANGAN BERITA UTAMA SURAT KABAR BERBAHASA INDONESIA M Abdul Khak
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 1 (2014): METALINGUA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.633 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i1.43

Abstract

PENELITIAN tentang bahasa media massa berbahasa Indonesia sudah banyak dilakukansebelumnya. Namun, masih banyak aspek yang belum diteliti, salah satunya adalah aspekstruktur berita utama (hard news). Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah strukturdan pengembangan teks berita utama surat kabar berbahasa Indonesia. Metode yangdigunakan adalah metode deskriptif-sinkronis sehingga dapat mendeskripsikan sifat-sifatdan ciri-ciri bahasa secara alamiah dan dapat menghasilkan pemerian data bahasa yangfaktual, tuntas, dan lengkap. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yang berikut.Struktur berita utama terdiri atas tajuk (headlines), intro (teras), dan tubuh berita.Hubungan antara tajuk dan intro menghasilkan empat jenis hubungan: (1) hubunganpertentangan, (2) hubungan penambahan, (3) hubungan sebab-akibat, dan (4) hubungansecara makrostruktur. Hasil analisis terhadap tajuk menunjukkan bahwa ada empat carayang dilakukan penulis untuk menarik pembaca, yaitu (1) pemakaian kata-kata emosional,(2) pemakaian kata-kata signifikansi, (3) pemakaian kata-kata dramatis, dan (4) pemakaiankata-kata bermarkah. Pengembangan tajuk dan intro yang menjadi tubuh berita dilakukanmelalui enam cara, yaitu (1) deskripsi/elaborasi, (2) sebab-akibat, (3) pembenaran/pemberian bukti-bukti, (4) pendapat ahli/otoritas, (5) pengulangan, dan (6) kontekstualisasi.
Teori Relevansi; Komunikasi dan Kognisi Agus Wijiyanto
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 1 (2015): METALINGUA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.091 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v13i1.60

Abstract

Bahasa memiliki peranan penting bagikehidupan manusia. Bahasa mempunyaipengaruh-pengaruh yang luar biasa dan termasukdari apa yang membedakan manusia daribinatang, tetapi bahasa tidak mempunyai tempatdalam program pendidikan kita atau dalamspekulasi-spekulasi dari para ahli filsafat kita(Bloomfield, 1995, hlm. 1). Oleh karena itu,persoalan-persoalan bahasa perlu untukdibicarakan.

Page 10 of 21 | Total Record : 205