cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
ISSN : 1693685X     EISSN : 25802143     DOI : -
Core Subject : Education,
METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT DALAM TULISAN GURU SD (INEFFECTIVE SENTENCE IN ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS’ WRITINGS) Prima Hariyanto
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.092 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.117

Abstract

Untuk dapat menyampaikan pesan atau berita dengan tepat, diperlukan sarana komunikasi yang efektif. Dalam komunikasi tulis, keberadaan kalimat efektif mutlak diperlukan. Untuk memenuhi tuntutan karier, guru juga disyaratkan menghasilkan tulisan sehingga harus memiliki kemampuan untuk menulis dengan menggunakan kalimat efektif agar tulisannya mudah dipahami dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Makalah ini membahas ketidakefektifan kalimat dalam tulisan guru SD di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah. Tujuan penulisan makalah ini adalah mendeskripsikan persentase kalimat tidak efektif dan menjabarkan penyebab ketidakefektifannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif yang dikombinasikan dengan metode kuantitatif. Teori yang digunakan adalah Alwi (2003), Arifin dan Tasai (1989), serta Mustakim (1994). Berdasarkan analisis, diketahui bahwa 45,17% kalimat yang digunakan merupakan kalimat efektif dan 54,83% kalimat tidak efektif. Berdasarkan sintesis ketiga teori di atas, ditemukan lima belas penyebab ketidakefektifan kalimat dalam data.
PEMBELAJARAN DENGAN PENGALAMAN LANGSUNG DAN EFIKASI DIRI MAHASISWA DALAM MENULIS KARYA ILMIAH (STUDENTS’ ACADEMIC WRITING SKILLS AND SELF EFFICACY THROUGH EXPERIENTIAL LEARNING) Hery Yanto The; NFN Latifah
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.763 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.279

Abstract

Experiential learning is a powerful way to address the learning of academic writing skills. By relecting upon the experience of hands-on writing practices, students acquire new skills and make these skills become the part of their personal development. This mixed-method study describes the STAB Kertarajasa’s students learning of academic writing using experiential learning technique in the Indonesian Language Course. This study also tests the prediction that students’ self-eficacy in writing academic papers changed after they completed the course. Kolb’s theory of experiential learning and Bandura’s theory of self-eficacy are used to provide model for analyzing the indings. This result found that the prediction turns out to be correct, students’ self-eficacy in writing academic papers changed after they completed the course. Students were becoming more conident as they got more experiences and hands-on practices in writing academic papers.AbstrakKeterampilan menulis karya ilmiah dapat dikuasai oleh mahasiswa dengan pembelajaran melalui pengalaman langsung. Dengan melakukan releksi terhadap pengalaman praktik menulis, mahasiswa memperoleh keterampilan baru dan menjadikan keterampilan tersebut sebagai bagian dari perkembangan pribadi mereka. Penelitian dengan pendekatan metode gabungan ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pendapat mahasiswa STAB Kertarajasa mengenai kegiatan belajar menulis karya ilmiah dengan pengalaman langsung pada mata kuliah bahasa Indonesia dan (2) membuktikan hipotesis adanya perubahan eikasi diri dalam menulis karya ilmiah setelah menempuh kuliah. Konsep Kolb mengenai pembelajaran melalui pengalaman langsung dan konsep Bandura mengenai eikasi diri dijadikan sebagai landasan teori utama untuk menganalisis temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami perubahan eikasi diri setelah menempuh kuliah. Mahasiswa merasa lebih yakin akan kemampuannya dalam menulis karya ilmiah setelah menjalani latihan-latihan melalui pengalaman langsung selama perkuliahan.
SUFFIX –IS AND –IK AND ITS PROBLEMATICS IN INDONESIAN LANGUAGE Umi Kulsum
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 2 (2015): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.89 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v13i2.10

Abstract

ALTHOUGH suffix –is and –ik are not genuinely Indonesian suffixes they are quiteproductive suffixes. They are very interesting to observe since they vary in forms,functions, and meanings compared to other suffixes. Another problem is thatpeople use both suffixes as if they were interchangeable while the media seem touse them arbitrarily. It needs to be noticed and taken care of especially onderivatives containing either of both suffixes with the same meaning. Anotherproblem to solve is the entries containing the suffixes in Kamus Besar BahasaIndonesia. This writing aims to describe suffixes –is and –ik within the derivativesaccording to their forms, functions, meanings, formulas, and their problematicusing descriptive method and referential equivalence in analyzing the data. Datawere taken from mass media such as Kompas, Pikiran Rakyat, Koran Tempo,and tabloid Nakita. The conclusions were (1) there were six variations of rootverbs that could be followed by the suffix –is and –ik, (2) suffix –is had morevariations in terms of function and meaning than that of suffix –ik. Suffix –is hadfour functions of noun determiner and two functions as adjective determiner,meanwhile suffix –ik only had two functions of meaning determiner; (3) therewere three derivation formulas involving suffix –is and –ik; (4) the problematicconcerning suffix –is and –ik can be classified into four categories.
ASOSIASI PORNOGRAFI PADA LIRIK LAGU CAMPURSARI Ali Kusno
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 1 (2015): METALINGUA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.659 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v13i1.50

Abstract

SEBAGIAN lagu-lagu campursari dicekal oleh KPID Jawa Tengah karena berasosiasipornografi. Asosiasi pornografi merupakan pertautan dalam diri seseorang setelahmelihat atau mendengar suatu objek sehingga mengarahkan ingatan pada hal-hal yangdapat membangkitkan berahi seksual seseorang. Tujuan penelitian ini adalahmendeskripsikan karakteristik lirik lagu campursari yang berasosiasi pornografi. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Analisiswacana dalam penelitian ini menggunakan tiga pendekatan, yakni semantik, pragmatik,dan semiotik. Dalam pengumpulan data digunakan data lagu campursari yang termasukdalam 43 lagu yang dicekal KPID Jawa Tengah. Selanjutnya, digunakan teknik catattranskrip lirik lagu campursari tersebut dari berbagai sumber di internet. Adapun teknikanalisis data menggunakan model interaktif. Karakteristik lagu-lagu campursari yangmenimbulkan asosiasi pornografi adalah sebagai berikut: pertama, menggunakan pilihanjudul yang terkait objek dan aktivitas seksual; kedua, menciptakan ambiguitas makna;ketiga, menggunakan asosiasi alat kelamin; keempat, menggunakan asosiasi bagiantubuh yang sensual; kelima, menggunakan asosiasi kepasrahan seksual; keenam,menggunakan asosiasi rangsangan seksual; ketujuh, menggunakan asosiasi tahapan hubungan seksual; kedelapan, menggunakan asosiasi hubungan seksual; kesembilan,menggunakan asosiasi intensitas hubungan seksual; kesepuluh, menggunakan asosiasikepuasan seksual; kesebelas, menggunakan asosiasi perselingkuhan; kedua belas,menggunakan asosiasi tempat prostitusi; ketiga belas, menggunakan asosiasi tarifseksual; keempat belas, menggunakan asosiasi akibat hubungan seksual.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF DRTA DALAM MEMBACA PEMAHAMAN TEKS EKSPLANASI Nantje Harijatiwidjaja
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 1 (2017): METALINGUA EDISI JUNI 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.487 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i1.155

Abstract

Reading is one of language skills. To gain a good reading skill needs the right method.The problem of this research was improving Seventh Grade Students of SMP TerbukaFirdaus Bandung skill in comprehending explanation text by using Directed ReadingThinking Activity (DRTA) Cooperative Method. It aims at improving students’ skill incomprehending explanation text reading by using DRTA Cooperative Method. In thisresearch, the approaches used were quantitative and qualitative with classroom actionresearch as the research method. The population was 21 seventh grade students, firstsemester of 2016/2017 school year. The instrument for collecting data were done throughobservation and written test. The observation was conducted to collect data about thepreparation and application of DRTA Cooperative Method, while written test wasused to discover the ability of students in understanding explanation text. The result ofthis research was that the application of DRTA Cooperative Method can improve thestudents’ reading comprehension ability of explanation text in seventh grade classroomof SMP Terbuka Firdaus, Bandung. AbstrakMembaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa. Untuk memperoleh kemampuanmembaca yang baik, diperlukan suatu metode yang tepat. Masalah penelitian ini adalahpeningkatan kemampuan siswa kelas VII SMP Terbuka Firdaus, Bandung dalam membacapemahaman teks ekplanasi melalui model kooperatif Directed Reading Thinking-Activity(DRTA). Tujuan yang diharapkan adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam membacapemahaman teks ekplanasi melalui model kooperatif DRTA. Dalam penelitian ini digunakanpendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas. Populasiberjumlah 21 orang siswa kelas VII, Semester 1, Tahun Pelajaran 2016/2017. Instrumenpengumpulan data melalui observasi dan tes tertulis. Observasi dilakukan untuk memperoleh data tentang persiapan dan pelaksanaan penggunaan metode kooperatif DRTA, sedangkan tes tertulis digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami wacana eksplanasi. Hasil penelitian ini adalah penerapan model kooperatif DRTA dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks eksplanasi di kelas VII SMP Terbuka Firdaus, Bandung.
Pemerolehan Bahasa pada Anak Hiperaktif yang Sulit Memusatkan Perhatian Wati Kurniawati
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 2 (2017): METALINGUA EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.71 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i2.161

Abstract

The writing aims at the language acquisition of hyperactive children in learningprocess in order to be more focused in doing activities, more confident, moreinteractive, and more communicative with other people normally. Drilling method isused in teaching hyperactive children of four year-old using visual media to give aconcrete illustration of a thing so that the children can grasp messages, informationand concept about the thing. Cognitive, affective, and psychomotor implementationis carried out onto the children to improve their language skill. Intervention plan isto establish behavioral change procedures, i.e. shaping, chaining, and maintainingbehavior. Action plan is focused on how to overcome the inattention problemin hyperactive children. The findings are (1) the children are able to focus on anactivity, (2) the children were confident and showed a positive relationship withothers, and (3) the children are able to communicate and start verbal and nonverbalinteraction with others. Within 6 months of therapy, the hyperactive children havealready demonstrate the abilities in those three areas. The hyperactive children havea large vocabulary and are able to integrate various vocabularies though have notyet reached normal standard abilities. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemerolehan bahasa dalampembelajaran anak hiperaktif agar lebih fokus dalam kegiatan, percaya diri,dapat berinteraksi, dan berkomunikasi dengan orang lain secara normal. Metodepembelajaran yang digunakan dalam pengajaran anak hiperaktif pada usia empattahun adalah metode latihan keterampilan (dril) yang menggunakan media visualuntuk memberikan gambaran konkrit tentang sesuatu sehingga anak dapat menangkappesan, informasi, dan pengertian tentang sesuatu tersebut. Untuk meningkatkankemampuan bahasa dilakukan penerapan kognitif, afektif, dan psikomotorik padaanak. Rencana intervensi adalah menetapkan prosedur perubahan perilaku, yaitushaping, chaining, dan maintaining behavior. Rencana tindakan yang dibuat,difokuskan pada bagaimana mengatasi masalah inattention pada anak hiperaktif.Hasil temuan adalah (1) anak sudah fokus dalam kegiatan, (2) anak percaya diridan menunjukkan hubungan yang positif dengan orang lain, dan (3) anak dapatberkomunikasi dan berinteraksi verbal dan nonverbal dengan orang lain. Denganadanya terapi selama 6 bulan, kemampuan anak hiperaktif itu sudah memperlihatkankemampuannya dalam ketiga hal tersebut. Anak hiperaktif tersebut memilikikosakata yang banyak dan mampu mengintegrasikan berbagai kosakata dengan baikmeskipun belum mencapai kemampuan normal.
SUMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT MENULIS TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM, UNIVERSITAS SEBELAS MARET, SURAKARTA Faizal Arvianto
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 14, No 2 (2016): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.804 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v14i2.192

Abstract

THIS writing aimed to examine the relationships of (1) emotional intelligence toargument writing ability; (2) writing interest to argument writing ability; and (3)emotional intelligence and writing interest simultaneously to argument writingability. The method used was quantitative method with survey strategy throughcorrelational study. The population of research was all of sixth semester studentsin the Faculty of Law at Sebelas Maret University Surakarta, while the sampleconsisted of 100 students taken cluster sampling technique. The instrument forcollecting data was argument writing ability test, emotional intelligence test, andwriting interest questionnaire. Technique of analyzing the data was (simple/multiple) regression and (simple/multiple) correlation. The result of the analysisshowed that: (l) there was a positive relationship between emotional intelligenceand argument writing writing ability, with r_(X_1 y) = 0,54 through simplelinear regression line Y = 37,92 + 0,48 X1; (2) there was a positive relationshipbetween writing interest and argument writing ability, r_(X_2 y) = 0,56 throughsimple linear regression equation Y = 35,12 + 0,48 X2; and (3) there was apositive relationship of emotional intelligence and writing interest simultaneouslyto argument writing ability,? r?_y12 = 0,56 through a multiple linear regressionequation Y = 35,56 - 0,01X1 + 0,48X2. Considering such result, it could beconcluded that argument writing ability is defined by emotional intelligence andwriting interest. AbstrakPENELITIAN ini bertujuan untuk menguji hubungan antara (1) kecerdasan emosionaldan kemampuan menulis argumentasi; (2) minat menulis dan kemampuan menulisargumentasi; serta (3) kecerdasan emosional dan minat menulis secara bersama-samadengan kemampuan menulis argumentasi. Metode yang digunakan adalah metodekuantitatif dengan strategi survei melalui studi korelasional. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh mahasiwa semester VI, Fakultas Hukum Universitas Sebelas MaretSurakarta, sedangkan sampelnya 100 orang yang dijaring dengan teknik clustersampling. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan menulisargumentasi, angket kecerdasan emosional, dan angket minat menulis. Teknik analisisyang digunakan adalah regresi (sederhana/ganda) dan korelasi (sederhana/ganda).Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif antara kecerdasan emosionaldan kemampuan menulis argumentasi, dengan perolehan = 0,54 melalui garisregresi linier sederhana Y = 37,92 + 0,48 X1; (2) ada hubungan positif antara minatmenulis dan kemampuan menulis argumentasi, dengan perolehan = 0,56 melaluigaris regresi linier sederhana Y = 35,12 + 0,48 X2; dan (3) ada hubungan positif yangsignifikan antara kecerdasan emosional dan minat menulis secara bersama-sama dengankemampuan menulis argumentasi dengan perolehan = 0,56 melalui garis regresilinier ganda Y = 35,56 - 0,01X1 + 0,48X2. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkanbahwa kemampuan menulis argumentasi ditentukan oleh kecerdasan emosional danminat menulis.
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENULIS DENGAN PENGUASAAN PERANTI KOHESI DAN KOHERENSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS X SMK SEKOTA SUKABUMI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 (CORRELATION BETWEEN THE INTEREST IN WRITING AND THE MASTERY OF COHESION AND COHERENCE TOOLS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING OF CLASS X VOCATIONAL HIGH SCHOOL IN SUKABUMI CITY) Faizal Arvianto; deden ahmad supendi; Tanti Agustiani
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.221 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.127

Abstract

This study aims to determine whether or not the relationship between interest in writing with the mastery of tools of cohesion and coherence in learning Indonesian language in the students of class X SMK Se-Kota Sukabumi. Interest is a great desire for something. Interests can affect the quality of student learning outcomes in accordance with the particular field of study. This makes researchers interested in conducting research on the relationship between interest in writing with the mastery of tools of cohesion and coherence considering the tools of cohesion and coherence is an important part in the formation of discourse. This study is devoted to the interest in writing and mastery of cohesion and coherence tools in Indonesian language learning, because in Indonesian language learning writing skills and tools of cohesion and coherence are widely studied. This research uses quantitative research method with correlational approach. The researcher collected data with questionnaire instruments for interest data of menuls and multiple choice test instruments for cohesion and coherency tool mastery data. Determination of the sample using random sampling technique because the sampling was chosen randomly without considering the strata in the population. Data analysis technique used product moment correlation technique with 5% significance level. Based on the results of data analysis revealed that interest in writing students average-average 74.8% and well-categorized. Mastery of cohesion tools and student coherence averaging 70% of good categorized. Based on the results of data analysis of each variable stated that there is a positive relationship between the interest of writing with the mastery of tools of cohesion and coherence in students of class X SMK Se-Kota Sukabumi in learning Indonesian language lesson 2016/2017. From the calculation results there is a correlation of 0.290 and included in the correlation coefficient of low category. From the results of t-test significance, there is a score of t count of 3.248> from the table t score of 1.980. So it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the interest of writing with the mastery of tools of cohesion and coherence in the students of class X SMK Se-Kota Sukabumi academic year 2016/2017.
MODUS EKSPRESI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BUGIS: SUATU KAJIAN ELONG UGI DENGAN PERSPEKTIF HERMENEUTIKA (EXPRESSION MODE OF BUGIS LOCAL WISDOM: A STUDY OF ELONG UGI WITH HERMENEUTIC PERSPECTIVES) Rukayah Rukayah; Aziz Thaba
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.377 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.134

Abstract

Modus adalah tujuan atau fungsi tuturan yang menjelaskan suatu realitas. Tuturan tidak tercipta dari sebuah imajinasi belaka melainkan cerminan atau gambaran dari cara pandang, ideologi, sikap, dan perilaku penuturnya. Modus tuturan sering tidak dijabarkan dalam wujudnya, melainkan berupa bias makna dari pemakaian bahasa dalam tuturan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menemukan modus dalam sebuah tuturan, seringkali mitra tutur atau peneliti wacana baik lisan maupun tulisan harus menginterpretasi tuturan tersebut melalui pendalaman dan pengkajian.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan ancangan hermeneutik. Data penelitian ini berupa teks elong ugi dari berbagai buku. Pengumpulan data berupa kajian dokumen (buku). Dalam pengumpulan data, peneliti bertindak sebagai instrument kunci dibantu kawan/rekan sejawat yang memahami tentang elong ugi. Analisis dilakukan sejak awal pengumpuan data, klasifikasi data terpilih, penyajian data, penarikan simpulan. Pun analisis data dikerjakan secara hermeneutik dengan model intraktif-dialektis. Maksudnya pengumpulan data dan analisis data dilakukan secara serentak, bolak balik dengan mengikuti mode hermeneutika Recouer, yakni pemahaman secara cermat melalui level semantik, refleksif, dan eksistensial. Untuk memverifikasi semua temuan penelitian, dilakukan triangulasi temuan kepada pakar bahasa Bugis, ahli sastra Bugis, dan budayawan Bugis. Hasil penelitian ditemukan bahwa modus tuturan yang mengekspresikan Kearifan Lokal (KL) masyarakat Bugis dalam Elong Ugi (EU) meliputi: (1) membangun identitas sosial mansyarakat Bugis,  (b) membangun komunitas sosial, dan (c) membangun konsep pendidikan sepanjat hayat.
ANALISIS WACANA KRITIS: IDEOLOGI HIZBUT TAHRIR INDONESIA DALAM WACANA KENAIKAN HARGA BBM 2013 DI BULETIN AL-ISLAM YANG BERJUDUL "MENAIKKAN HARGA BBM: MENAIKKAN ANGKA KEMISKINAN" Yusep Ahmadi F.; Nani Darmayanti; NFN Wahya
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 2 (2014): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.999 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i2.30

Abstract

TULISAN ini menganalisis hubungan bahasa dengan praktik sosial yang berbentukpelancaran ideologi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam wacana kenaikan harga bahanbakar minyak (BBM) 2013 di buletin Al-Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) modelFairclough (1992, 1995, 2003). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ideologiHTI di buletin Al-Islam berkaitan dengan wacana kenaikan harga BBM 2013. Hasilanalisis menunjukkan bahwa HTI telah melakukan praktik sosial berupa pelancaran ideologiIslam dalam wacana kenaikan harga BBM 2013 di buletin Al-Islam. Pelancaran ideologitersebut dilakukan melalui (a) perepresentasian Pemerintah Republik Indonesia sebagaipihak yang membuat masyarakat semakin sulit dan sengsara karena rencana kebijakannyamenaikkan harga BBM 2013, (b) pelancaran ideologi Islam sebagai ideologi solutif dalampengelolaan minyak dan gas. Praktik sosial tersebut disusun melalui pemanfaatan fiturfiturlinguistik, seperti struktur teks, ketransitifan, modalitas, kata hubung, dan kata ganti.Pelancaran ideologi Islam yang dilakukan HTI tersebut tidak terlepas dari konteks sosialbudayayang melingkupinya, yaitu HTI sebagai organisasi Islam yang memperjuangkanideologi Islam atau hukum syariah untuk dijadikan sistem sosial-politik di Indonesia.