cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa
ISSN : 1693685X     EISSN : 25802143     DOI : -
Core Subject : Education,
METALINGUA is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in Metalingua have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. METALINGUA is published by West Java Balai Bahasa twice a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 205 Documents
MENYELISIK KOSAKATA DAERAH PADA CERITA RAKYAT UNTUK SEKOLAH DASAR TERBITAN BADAN BAHASA (EXAMINING LOCAL VOCABULARY ON FOLKLORE FOR ELEMENTARY SCHOOL BOOK PUBLISHED BY BADAN BAHASA) wachid yuli irfanto
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.862 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.170

Abstract

Penelitian tentang menyelisik kosakata daerah dalam cerita rakyat terbitan badan bahasa ini perlu dilakukan sebagai literatur berbahasa yang benar sehingga berbagai kosakata daerah yang ada didalam buku cerita dapat dijelaskan secara tepat, proporsional, dan reperesentatif. Sebagai penunjang bahasa Indonesia, kosakata daerah sangat cocok digunakan dalam konteks cerita daerah atau cerita rakyat karena pemakaiannya lebih cocok dan pas digunakan. Masalah dalam tulisan ini adalah menyelisik kosakata daerah pada cerita rakyat untuk sekolah dasar terbitan badan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Dalam cerita rakyat ini sangat cocok digunakan untuk kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar. Tulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan literasi khususnya kosakata daerah serta menambah wawasan tentang kosakata daerah.
INFLEKSI DAN DERIVASI DALAM BAHASA ARAB:ANALISIS MORFOLOGI (INFLECTION AND DERIVATION IN ARABIC:MORPHOLOGICAL ANALYSIS) Tajudin Nur
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.328 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.280

Abstract

This paper discusses word formation in Arabic through inlectional and derivational processes. Inlection is a morphological process of afixation that creates different forms of the word without changing the word category. Derivation is a morphological process which changes the form of the word and also changes the word category. The method used in this study is a descriptive method with a synchronic time range. In other words, the inlectional and derivational word formation processes will be described as they are. The data were taken from an Arabic textbook for nonarabic students called “Al-Arabiyyah Bayna Yadayk” (2007). The result shows that the inlection process in the formation of Arabic words is intended to mark the grammatical concepts of tenses, mood, diathesis, transitive, gender, and number in verb category, meanwhile in other categories such as noun, adjective, and particle, inlection is intended to mark the grammatical concepts of gender, number, and case. The derivational word formation process in Arabic is conducted in two ways, namely (1) internal changes and (2) afixations. Internal changes in the derivational process were carried out by changing the basic form into certain patterns through horizontal conjugation techniques (tashrif istilahy), namely by changing internal stem vowels, while afixations in the derivation process are conducted by adding afixes to the basic form, such as preixes or conixes. The derivation process in Arabic is intended to form derivation of nouns from verbs, verbs from nouns, and verbs from adjectives.  AbstrakMakalah ini membahas pembentukan kata dalam bahasa Arab melalui proses inleksi dan derivasi. Inleksi adalah proses morfologis berupa aiksasi yang mengubah bentuk kata tanpa mengubah kelas katanya. Derivasi adalah proses morfologis yang menyebabkan pembentukan kata baru yang berbeda kelas kata dasarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jangkauan waktu bersifat sinkronis. Artinya, inleksi dan derivasi sebagai proses pembentukan kata dideskripsikan seperti apa adanya. Data diambil dari buku pelajaran bahasa Arab untuk nonarab berjudul Al-Arabiyyah Bayna Yadayk (2007). Temuan menunjukkan bahwa proses inleksi dalam pembentukan kata bahasa Arab dimaksudkan untuk menandai konsep gramatikal kekalaan, kemodusan, kediatesisan, ketransitifan, kegenderan, dan jumlah pada kelas kata verba, sedangkan pada kelas kata selainverba, seperti nomina, adjektiva, dan partikel, inleksi dimaksudkan untuk menandai konsep gramatikal gender, jumlah, dan kasus. Sementara itu, pembentukan kata melalui proses derivasi dalam bahasa Arab dilakukan dengan dua cara, yaitu (1) perubahan internal dan (2) aiksasi. Perubahan internal dalam proses derivasi dilakukan dengan mengubah bentuk dasar ke dalam pola-pola tertentu melalui teknik konjugasi horizontal (tashrif istilahy), yaitu dengan cara mengubah vokalvokal internal stem, sedangkan aiksasi dalam proses derivasi dilakukan dengan penambahan aiks pada bentuk dasar, seperti preiks atau koniks. Adapun proses derivasi dalam bahasa Arab dimaksudkan untuk membentuk nomina deverba, verba denomina, dan verba deadjektiva.
1 TINDAK LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI TUTURAN DIREKTIF YANG DITANDAI OLEH VERBA YARIMORAI DALAM WACANA DIALOG BAHASA JEPANG Ariani Tanjung
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 12, No 1 (2014): METALINGUA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.287 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v12i1.36

Abstract

TULISAN ini membahas kajian tindak tutur direktif dalam wacana bahasa Jepang yangmenekankan pada segi pragmatik, yang berhubungan dengan tindak lokusi, ilokusi,dan perlokusi, yang ditandai oleh verba yarimorai (VYM), yaitu kata kerja denganmakna ‘memberi’ dan ‘menerima’. Pada bahasa Jepang VYM terdiri atas tujuh bentuk,lima mempunyai arti ‘memberi’, yaitu yarimasu, agemasu, sashiagemasu, kureru,kudasaru, dan dua mempunyai arti ‘menerima, yaitu moraimasu dan itadakimasu.Ketujuh kata kerja tersebut menjadi penutup kalimat yang dihubungkan dengan katakerja lain. Verba penghubung dalam bahasa Jepang disebut hojoudoshi ‘kata kerjabantu’. Sumber data penelitian ini adalah percakapan dalam empat novel bahasa Jepangyang telah ditetapkan untuk dipublikasikan. Novel tersebut berjudul Kicchin, MunraitoSyadou, Piano no Mori, dan Madogiwa No Tottochan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode kualitatif karena data penelitian ini adalah bentuk verbal,bukan dalam bentuk angka. Tujuan tulisan ini adalah mengkaji kebudayaan Jepangyang dihubungkan dengan lingustik Jepang pada tataran pragmatik dan sebagai acuan untuk penelitian lebih lanjut di bidang pragmatik pada bahasa lain. Hasil penelitianmenjawab pertanyaan yang membuktikan tuturan yang bersifat direktif berdasarkanpragmatik yang terikat dengan konteks kalimat. Dari hasil tersebut didapatkan simpulanbahwa tuturan direktif tersebut ada berbagai macam, yaitu permintaan, perintah,melarang, mengizinkan, dan menasihati.
FORMULA KUASA DALAM BAHASA SURAT KABAR: ANALISIS DIMENSI MIKRO AWK MODEL FAIRCLOUGH M Abdul Khak
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 1 (2015): METALINGUA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.256 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v13i1.53

Abstract

DALAM kehidupan modern saat ini surat kabar telah menjadi corong atau alat kekuasaan.Bahkan, surat kabar sendiri juga menjadi bagian dari penguasa itu. Surat kabar telahmenjadi perekam kekuasaan individu atau kelompok dan pada saat yang bersamaantelah menjadi bagian dari kekuasaan itu. Masalah dalam penelitian ini adalah formulakuasa yang bagaimana yang ditampilkan oleh surat kabar. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa ada tiga kata yang menjadi representasi kekuasaan, yaitu verba,nomina, dan modalitas. Formula kuasa yang muncul adalah imperatif, larangan, gugatan,ancaman, imbauan, penahanan, penyidikan, penuntutan, pengadilan, pemerintahan, dankesanggupan.
REPETISI SEBAGAI PENGUAT IDE DALAM PRODUKSI BAHASA R. A. KARTINI Umi Kulsum
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 1 (2017): METALINGUA EDISI JUNI 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.641 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i1.158

Abstract

R.A. Kartini is known to be born in April and her birthday has become nationalholiday. There is certainly a good reason to appoint her as one of national hero andwas titled as woman emancipation fighter. Despite many books about her work, thelanguage aspects of her writings are rarely discussed. This writing is meant to fillin such absence and aims at revealing a linguistic aspect, namely repetition, in hernovel “Habis Gelap Terbitlah Terang”, which she used to amplify her ideas. Thereare two problems to solve, namely (1) the types of repetition used in her work; and(2) the effect of using such repetition, using descriptive method. The result shows thatKartini used many types of repetition, namely anaphora, mesodiplosis, epistrophe,simploque, epizeuksis, tautology, epanalepsis, and anadiplosis. It was revealed thatthose types of repetition played a big role in amplifying her ideas in the novel. AbstrakBulan April identik dengan bulan R. A. Kartini karena pada bulan inilah beliaudilahirkan dan hari kelahirannya dinyatakan sebagai salah satu hari besar nasional.Tentu ada alasan kuat mengapa R.A. Kartini dinobatkan sebagai salah satu pahlawannasional dan mendapat gelar pejuang emansipasi wanita. Untuk kiprah Kartini, sudahbanyak tulisan yang membahasnya. Akan tetapi, dari unsur kebahasaan, masih jarangtulisan yang mengupas bagaimana aspek kebahasaan dalam tulisan R.A Kartini dantulisan ini mencoba mengisi rumpang yang ada, yaitu mengungkap salah satu aspekkebahasaan dalam novel Habis Gelap Terbitlah Terang karya R.A. Kartini, yaituaspek repetisi yang digunakan R.A Kartini dalam menguatkan ide beliau. Masalahpenelitian ini adalah (1) repetisi apa saja yang digunakan oleh R.A. Kartini dalamkaryanya? dan (2) efek apakah yang timbul dari penggunaan repetisi tersebut?Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil yang diperoleh adalahsangat banyak dan beragamnya repetisi yang digunakan oleh Kartini, di antaranyaadalah anafora, mesodiplosi, epistrofa, simploke, epizeuksis, tautologi, epanalepsis,dan anadiplosis. Selain itu,dapat diungkap bahwa repetisi-repetisi tersebut sangatberperan dalam penguatan ide-ide Kartini dalam novelnya.
PEMBELAJARAN BIPA DI INSTITUT PERTANIAN BOGOR: MOTIVASI, SIKAP, DAN HARAPAN MAHASISWA nfn Krishandini; Endang Sri Wahyuni
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 14, No 2 (2016): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.857 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v14i2.195

Abstract

THE Indonesian language can be a requirement for all foreigners who will stayin Indonesia. Therefore, Bogor Agricultural University (IPB) offers BIPA coursesfor IPB students who will learn at the level of S1 and S2. However, the learnerswho attend BIPA IPB courses are dominated by IPB students who have to takea one-semester course before attending their class. This is because college classesare more likely to use Indonesian than any other language. In this study, thefollowing questions were investigated:1) What are the real motivations of foreignstudents who take BIPA , 2). What are their attitudes towards BIPA learning? and3) What are their expectations after following BIPA learning? The population ofthis research was foreign students who study Bahasa Indonesia in IPB. Thedata were collected through questionnaires and observation. BIPA students havepositive motivation to participate in BIPA learning, have a good attitude whenthey are learning, and they hope to be able to teach Indonesian when theyreturn to their home countries. AbstrakBAHASA Indonesia bisa jadi merupakan syarat bagi orang asing yang akan menetap diIndonesia. Untuk itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) berusaha untuk memberikanpelayanan ini dengan menawarkan kursus BIPA bagi mahasiswa IPB yang akan belajarpada tingkat S1 dan S2. Namun, para pembelajar yang mengikuti kursus BIPA IPB inilebih didominasi oleh mahasiswa IPB. Mereka selama satu semester ikut kursus inisebelum mereka masuk ke dalam kelas kuliah. Hal ini mengingat pembelajaran di dalamkelas-kelas kuliah lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Untuk itu, penulisingin menjelaskan apa motivasi mereka untuk mengikuti pembelajaran BIPA IPB?Bagaimana sikap mereka terhadap pembelajaran BIPA IPB? Selanjutnya, apa harapanmereka setelah mengikuti pembelajaran BIPA? Dalam hal ini penulis menggunakan
MAJAS SARKASME DALAM PENULISAN KOMAJAS PADA KOMENTAR WARGANET DALAM BERITA “AHOK BANJIR KIRIMAN KARANGAN BUNGA, FADLI ZON: PENCITRAAN MURAHAN” (FIGURE OF SPEECH IN NETIZEN’S COMMENTS ON THE NEWS “AHOK BANJIR KIRIMAN KARANGAN BUNGA, FADLI ZON: PENCITRAAN MURAHAN”)MENTAR PADA “AHOK BANJIR KIRIMAN KARANGAN BUNGA, FADLI ZON: PENCITRAAN MURAHAN” Marnetti Nurel
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 1 (2018): Metalingua Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.676 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i1.150

Abstract

Ir. Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok adalah gubernur DKI Jakarta periode November 2014– Mei 2017. Beliau mencalonkan diri dalam pilkada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 dan berpasangan dengan Drs.H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. Ahok dan Djarot mengalami kekalahan. Setelah kekalahan tersebut, Ahok mendapat kiriman karangan bunga yang sangat banyak sehingga memenuhi halaman Balai Kota Jakarta. Hal ini menuai banyak komentar positif dan negatif di media sosial. Salah satu komentar tersebut dilontarkan oleh Fadli Zon yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD RI.Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk majas dan ragam bahasa yang digunakan dalam pengungkapan majas sarkasme  dalam penulisan komentar  “Ahok Banjir Kiriman Bunga, Fadli Zon: Pencitraan Murahan” (https://news.detik.com).  Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei hingga Agustus 2017.  Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif . Data  dianalisis melalui teknik analisis wacana. Penelitian ini menunjukkan bahwa majas sarkasme yang digunakan dalam artikel dijadikan sebagai data berupa kata dan frasa. Jenis kata yang digunakan berupa kata sifat, kata benda, dan kata kerja. Sementara ragam bahasa yang digunakan antara lain berdasarkan maksudnya dan bahasa yang digunakan. Ragam bahasa berdasarkan maksudnya dapat pula dibedakan menjadi majas yang berupa  umpatan, imbauan, peritah dan harapan. Ragam bahasa yang digunakan meliputi bahasa daerah dan bahasa asing.
PEMAKAIAN BAHASA PADA TEKS UCAPAN SELAMAT PAGI DI WHATSAPP (USE OF LANGUAGE IN TEXT GREETING MORNING IN WHATSAPP) Foriyani Subiyatningsih
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.472 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.258

Abstract

Masalah dalam makalah ini adalah bagaimanakah pemakaian bahasa pada teks ucapan selamat pagi di Whatsapp. Kajian  ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian bahasa pada teks ucapan selamat pagi melalui Whatsapp. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari foto-foto ucapan selamat pagi yang diunggah di whatsapp grup keluarga penulis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat. Data dianalisis menggunakan metode identifikasi dengan teknik pilah unsur penentu. Hasil kajian ini, Pertama, bahasa-bahasa yang digunakan pada teks ucapan selamat pagi. Kedua, komponen dan struktur teks ucapan selamat pagi. Komponen teks ucapan selamat pagi dapat dikelompokkan menjadi  lima, yaitu (1) Salam, (2)  Jawaban Salam, (3) Isi teks, (4) Sapaan, dan (5) Ucapan Selamat Pagi. Struktur ucapan selamat pagi pun bervariasi, yaitu ada yang menempati posisi awal teks, tengah teks, dan akhir teks. Ketiga, aspek-aspek kebahasaan dalam teks ucapan selamat pagi, meliputi pemakaian singkatan,  campur kode, dan kesalahan ejaan.
LANGUAGE ATTITUDE OF THE PEOPLE AROUND THE BORDER OF EAST NUSA TENGGARA AND TIMOR LESTE: A LANGUAGE ATTITUDE STUDY IN SILAWAN VILLAGE, THE PROVINCE OF EAST NUSA TENGGARA Sri Winarti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 13, No 2 (2015): METALINGUA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.394 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v13i2.8

Abstract

THIS writing discusses people's language attitude in the border area of East NusaTenggara -Timor Leste, particularly in Silawan village, East Tasifeto district,Belu regency, the Province of East Nusa Tenggara. This study aims to describethe people's language attitude in the border area on the Indonesian language,local language, and foreign language using a survey method. The samples aretaken from the population and the data are collected via questionnaires. It is aquantitative study correlating respondent social features with their opinion tosome language attitude parameters, namely their language attitude on theIndonesian language, local language, and foreign language. It is found thatpeople living around the border area of East Nusa Tenggara have more positiveattitude towards the local language than towards the Indonesian language, orthe foreign language. The social features of speakers, such as gender, ages,education levels, spouse ethnicities, marital statuses, and residences influenceone's language attitude. The language attitude of people living around the borderarea, either on the Indonesian language, on local language, or on foreignlanguage, based on their social features displays various results
DIKSI DALAM RETORIKA AGUS HARIMURTI YUDHOYONO SEBAGAI CALON GUBERNUR DKI JAKARTA NFN Irfariati
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 15, No 1 (2017): METALINGUA EDISI JUNI 2017
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.951 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v15i1.153

Abstract

As a former TNI soldier then decided to participate in political battles for theelection of Governor of DKI, Agus Harimurti Yudhoyono is clever at using rhetoricand having extensive vocabulary. Agus Harimurti Yudhoyono has a high ability tochoose precisely which word is the most harmonious to represent his intentions orideas, he is also able to use the word firmly, effectively, politely, and meaningfulconnotation. The purpose of this study is to describe the use of diction of AgusHarimurti Yudhoyono rhetoric when delivered a speech in the exposure of the vision,mission, and his outstanding programs as a candidate for Governor of Jakarta.This research used qualitative descriptive method by applying discourse analysistechnique. This study showed that exposure speeches of vision, mission, and flagshipprograms of Agus Harimurti Yudhoyono as a candidate for Governor of Jakarta usedconnotation diction, denotation diction, scientific diction, popular diction, specialdiction, general diction, abstract diction, concrete diction, and jargon diction. AbstrakSebagai seorang mantan prajurit TNI yang memutuskan untuk ikut dalam pertarunganpolitik pemilihan Gubernur DKI ternyata Agus Harimurti Yudhoyono pandaiberetorika dan luas kosakatanya. Agus Harimurti Yudhoyono memiliki kemampuanyang tinggi untuk memilih setepat-tepatnya kata mana yang paling harmonis untukmewakili maksud atau gagasannya serta menggunakan kata-kata dengan tegas, efektif,santun, dan bermakna konotasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan diksidalam retorika Agus Harimurti Yudhoyono dalam menyampaikan pidato pemaparanvisi misi serta program-program unggulan sebagai calon Gubernur DKI. Penelitianini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknikanalisis wacana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pidato pemaparan visi misi sertaprogram-program unggulan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon GubernurDKI menggunakan diksi konotasi, denotasi, ilmiah, populer, khusus, umum, abstrak,diksi konkret, dan diksi jargon.

Page 7 of 21 | Total Record : 205