cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum
ISSN : 2085384X     EISSN : 25793578     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum adalah jurnal ilmiah tentang inovasi kebijakan dan penerapan teknologi dalam perencanaan infrastruktur, pengembangan, dan manajemen. Ruang lingkup terbatas pada ruang, sosial, ekonomi, dan perspektif lingkungan transportasi jalan, sektor air, limbah, dan perumahan. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jurnal ini diterbitkan pada tahun 2009, dengan nama "Komunitas”. Dengan adanya perubahan organisasi, nama jurnal berubah menjadi Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum dan diterbitkan secara berkala 2 (dua kali) edisi di setiap volume yaitu bulan April dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
KEPEMILIKAN RUMAH, JARINGAN SOSIAL DAN AKSES KE KREDIT USAHA: STUDI KASUS DI INDONESIA (Homeownership, Social Network and Access to Business Credit: A Case Study in Indonesia) Nugroho, Agus Setiawan Adi; GOTO, DAISAKU
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.665 KB)

Abstract

AbstractFrom the prior studies it can be concluded that relationship between homeownership and social network is inevitable. Moreover, there are some empirical evidences promote the significant effect of family network on the credit access. Therefore, it is highly likely that homeownership has impact on the opportunity of household to obtain business credit through the social network. Using mediation analysis this paper would like to investigate the relationship between homeownership, social network and the opportunity of household to obtain business credit in Indonesia. This research focus on household that their main income came from business activitiy (entrepreneur) and they live in the urban area. The main finding of this study is homeownership has positive and significant correlation on the household’s social network furthermore households with higher social network more likely to get better opportunity to obtain finance loan. In addition, mediation analysis shows that approximately, 37 persen the correlation between homeownership and the probability to get business credit is mediated by the level of social network. Finally from the empirical finding it can be proven that homeownership provides ripple effect for the improving of the household’s quality of life from the both side economic and social.Keywords: homeownership, social network, mediation analysis AbstrakBerdasarkan penelitian-penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kepemilikan rumah dan tingkat jaringan sosial sebuah keluarga. Selain itu juga terdapat beberapa bukti empiris yang menunjukkan bahwa jaringan sosial memiliki efek yang signifikan terhadap kesempatan keluarga untuk memperoleh pinjaman usaha. Oleh karena itu sangat memungkinkan adanya korelasi secara tidak langsung antara kepemilikan rumah dan kesempatan sebuah keluarga untuk mendapatkan kredit usaha di mana hubungan tersebut dimediasi oleh tingkat jaringan sosial yang dimiliki oleh keluarga tersebut. Dengan menggunakan metode mediation analysis kami akan menginvestigasi hubungan antara kepemilikan rumah, jaringan sosial dan kesempatan keluarga untuk memperoleh bantuan keuangan untuk usaha. Penelitian ini fokus pada keluarga yang penghasilan utamanya berasal dari kegiatan usaha (entrepreneur) dan tinggal di wilayah perkotaan. Temuan utama dari penelitian ini adalah terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara kepemilikan rumah dan tingkat jaringan sosial sebuah keluarga. Sedangkan keluarga yang mempunyai tingkat jaringan sosial yang lebih tinggi akan lebih berpeluang untuk memperoleh kredit usaha. Hasil dari mediation analysis menunjukkan lebih kurang 37 persen korelasi antara kepemilikan rumah dan peluang keluarga untuk menerima pinjaman usaha dimediasi oleh tingkat jaringan sosial. Akhirnya dari bukti empiris yang ada dapat dibuktikan bahwa hunian mampu memberikan efek berantai bagi peningkatan kualitas hidup sebuah keluarga baik dilihat dari segi ekonomi maupun sosial.Kata kunci: kepemilikan rumah, jaringan sosial, mediation analysis
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN BENDUNGAN: STUDI KASUS BENDUNGAN JATIGEDE, BENDUNGAN CIPANAS DAN BENDUNGAN PIDEKSO Wiryawan, Bangkit Aditya; Setianto, Suryawan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.764 KB)

Abstract

Pembangunan Bendungan seringkali terkendala permasalahan sosial yang tidak jarang menimbulkan konflik vertikal terbuka antara masyarakat dengan pemerintah. Di sisi lain, dalam RPJMN 2015-2019 pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 49 Bendungan baru untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, energi, dan lainnya. Untuk mempercepat program tersebut, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih terhadap upaya penanganan dampak sosial pembangunan Bendungan. Tulisan ini berupaya menggambarkan bagaimana persepsi masyarakat terhadap pembangunan Bendungan dengan mengambil contoh kasus Bendungan yang sudah terbangun dan Bendungan yang masih dalam tahapan perencanaan. Pengambilan data penelitian dilakukan melalui survey lapangan terhadap warga Jatigede (75 responden), warga Cipanas dan warga Pidekso (90 responden). Hasil penelitian menujukkan bahwa persepsi negatif lebih tinggi pada Bendungan yang telah terbangun dibandingkan pada Bendungan yang masih dalam perencanaan. Untuk mengurangi persepsi negatif pembangunan bendungan, diperlukan pendekatan grounded dan tidak berjarak, disertai dengan perencanaan program-program pemukiman kembali secara layak dan berkelanjutan.Keywords: bendungan, dampak sosial, persepsi, relokasi  
TINGKAT KESIAPAN MASYARAKAT DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI JARINGAN IRIGASI TETES (Studi Kasus: Desa Doropeti dan Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat) Kusdariyanto, Irwan
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.367 KB)

Abstract

Salah satu peluang yang cukup besar tetapi sering terabaikan adalah pemanfaatan lahan kering. Lahan kering memiliki banyak potensial yang mampu menghasilkan bahan pangan yang cukup bila dikelola dengan menggunakan strategi pengembangan yang tepat dan teknologi yang efektif. Guna mendukung penerapan teknologi jaringan irigasi tetes diperlukan mengukur tingkat kesiapan masyarakat dan bagaimana penanganan dalam penerapan teknologi Jaringan Irigasi Tetes yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produktivitas lahan kering. Kontribusi penelitian adalah tidak hanya mengukur tingkat kesiapan masyarakat saja namun menyiapkan strategi penanganan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi Jaringan Irigasi tetes di lahan kering. Kajian penelitian menggunakan pendekatan mixed method dimana data primer dan data sekunder dikumpulkan kemudian dianalisis. Analisis tingkat kesiapan pemangku kepentingan menggunakan data hasil isian kuesioner yang dibangun dan dikembangkan dari konsep Tri Ethnic for Prevention Center.  Hasil analisis tingkat kesiapan yang dimiliki oleh Desa Doropeti berada pada skor 4,744(preplanning): memiliki sedikit kesadaran mengenai issue mengenai pengetahuan tentang JIAT, kemitraan dan kelembagaan. Sedangkan hasil analisis Desa Sori Tatanga adalah 5.043 (Preparation): memiliki keingintahuan mengenai sumberdaya lokal dari aspek pendanaan dan keterlibatan. Strategi penanganannya melalui pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi dan sekolah lapang dalam rangka mendukung keberlanjutan penerapan teknologi irigasi tetes. Kata Kunci:  Tingkat Kesiapan Masyarakat, Teknologi Irigasi Tetes, Pengembangan Lahan Kering
KESIAPAN MASYARAKAT TAMBAKLOROK DALAM MENERIMA RENCANA REVITALISASI KAWASAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI APUNG Nugraha, Dimas Hastama
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.102 KB)

Abstract

Wilayah pesisir yang berkembang tanpa arah mengakibatkan masalah diberbagai aspek, baik sosial, ekonomi, maupun lingkungam. Hunian menjadi salah satu bagian yang terkena dampak dari hal tersebut. Salah satu solusi dari masalah ini adalah dengan menggunakan teknologi hunian apung. Hal ini akan diterapkan di Tambaklorok Semarang yaitu dengan pilot project pembangunan Balai Apung sebagai salah satu upaya revitalisasi kawasan. Kawasan Tambaklorok dipilih karena memiliki land subsidence yang cukup tinggi (berkisar 12-14 cm/tahun) dan permasalahan banjir rob. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan masyarakat di Tambaklorok dalam menerima rencana revitalisasi kawasan menggunakan teknologi apung. Unit analisis kajian ini adalah penduduk di lokasi penerapan teknologi, yaitu di Tambaklorok Semarang. Sedangkan unit observasi dalam pelaksanaan kajian ini adalah kawasan yang ada di lokasi penerapan teknologi hunian apung. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis yang dipergunakan adalah content analisis. Hasil dari studi ini adalah kesiapan masyarakat menerima revitalisasi kawasan menggunakan teknologi apung menunjukkan adanya perubahan kearah yang positif. Tingkat kesiapan masyarakat mulai bergerak naik di anak tangga kesiapan, dari yang sebelumnya berada pada tingkat preplanning, dimana sudah ada pemahaman bahwa terdapat masalah yang harus dipecahkan bersama-sama, telah ada figur pemimpin komunitas namun belum ada perencanaan yang konkrit; bergerak naik menuju tingkat initiation, dimana komunitas sudah mulai terlibat secara aktif dan sudah tidak ada resistensi. 
STRATEGI TERPADU PENGELOLAAN PENAMBANGAN GALIAN C DI DAERAH GUNUNGAPI MERAPI Sukatja, Cosmas Bambang
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.707 KB)

Abstract

Pasca erupsi  Gunungapi Merapi menghasilkan material vulkanik berupa bahan galian C , terdiri dari batu-batu besar dan kecil, kerikil, pasir, abu vulkanis.  Material tersebut memiliki aspek sosial dan ekonomis penting dalam memberikan nilai tambah kemajuan wilayah sekitarnya. Namun, karena tata kelola manajemennya kurang sinergi dengan kebijakann dari berbagai instansi terkait, masyarakat dan lingkungan, hasil dari penambangannya belum dapat menambah kesejahteraan masyarakat setempat. Keuntungan yang diperoleh baru dirasakan beberapa golongan masyarakat tertentu. Dampak dari penambangan tersebut justru menimbulkan kerusakan lingkungan di dalam atau di luar alur sungai, bahkan sering menimbulkan korban materiil dan jiwa manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari cara pengelolaan penambangan galian C berdasarkan kearifan lokal, berbasis masyarakat setempat dan keterpaduan dalam pengelolaan wilayah.Kata kunci : Erupsi Merapi, pengelolaan, penambangan galian C, kerusakan lingkungan
MODEL IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK PERMASALAHAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI WILAYAH PERKOTAAN (Studi Kasus : Permukiman Lette dan Pampang, Kota Makassar) Zanuardi, Arvian; Aulia, Reinita Afif; Hakim, Andri
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.727 KB)

Abstract

Kompleksitas permasalahan permukiman kumuh menuntut perencanaan yang efektif yang didahului oleh proses identifikasi masalah. Tujuan studi ini adalah mengembangkan model identifikasi karakteristik permasalahan di permukiman kumuh perkotaan dengan metode penilaian indeks. Obyek studi kasus adalah dua permukiman kumuh di Kota Makassar, yakni Lette dan Pampang. Rumusan masalah meliputi pembangunan instrumen identifikasi, formulasi penilaian dan simulasi model, serta validasi dan pemanfaatan model. Metode analisis antara lain kodifikasi dan kategorisasi, modelling, simulasi dan analisa komparasi. Lingkup analisis dibatasi pada sarana prasarana fisik lingkungan meliputi bangunan, jalan lingkungan, drainase, pelayanan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, dan protekti kebakaran. Instrumen dibangun dari long-list potensi masalah dan hasil analisa berupa peta karakteristik permasalahan yang divisualisasikan dalam bentuk indeks numerik dan grafik spider. Simulasi model menunjukkan nilai indeks 56,74 untuk Lette dan 55,21 untuk Pampang. Aspek proteksi kebakaran menjadi masalah dominan di kedua permukiman. Masalah lain di Lette adalah jalan lingkungan dan pengelolaan sampah. Sedangkan untuk Pampang, hampir seluruh sarpras memiliki tingkat masalah yang sama. Validasi model dilakukan dengan pembandingan hasil analisa dengan Profil Kumuh Kota Makassar 2014. Pemanfaatan model adalah untuk penentuan prioritas penanganan sehingga didapatkan perencanaan yang lebih cepat dan akurat.Kata Kunci : model identifikasi, karakteristik permasalahan, permukiman kumuh, modelling dan simulasi, prioritas penanganan
EVALUASI KINERJA OUTCOME PEMBANGUNAN JALAN (Studi Kasus : Jalan Lingkar Ambarawa dan Jalan Akses Bandara Internasional Lombok Tahap I) Asjhari, Ahsan; Anshori, Alfian Najib
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.986 KB)

Abstract

Efektivitas pembangunan jalan tidak hanya diukur dari terbangunnya jalan (output), namun juga bagaimana jalan tersebut telah berfungsi secara baik (outcome). Sehingga evaluasi terhadap capaian outcome penting untuk dilakukan. Artikel ini membahas pengukuran outcome yang dilakukan di Jalan Lingkar Ambarawa dan Jalan Akses Bandara Internasional Lombok. Hasil pengukuran menunjukkan capaian outcome pembangunan jalan untuk ruas Jalan Lingkar Ambarawa adalah 82,2%, dan 67,5% untuk Jalan Akses Bandara Internasional Lombok. Faktor perilaku pengendara menjadi indikator dengan capaian outcome terendah untuk dua lokasi yaitu nol. Sementara faktor lain dengan nilai nol adalah belum adanya sertifikasi laik fungsi jalan untuk Jalan Akses Bandara Internasional Lombok. Untuk mengatasi faktor perilaku ini memerlukan koordinasi intensif antara Kementerian PUPR sebagai penyelenggara pembangunan jalan, Kementerian/Dinas Perhubungan terkait lalu lintas, dan Kepolisian terkait penegekan hukum.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7