cover
Contact Name
Suharto Linuwih
Contact Email
suhartolinuwih@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
suhartolinuwih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
UPEJ Unnes Physics Education Journal
ISSN : 22526935     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Unnes Physics Education Journal aims to publish results of empirical studies, theoretical studies, and conceptual analysis in the fields of education phylosophy and theory, physics education, development of physics learning instruments, physics learning media, experiments activity development in the physics learning, and physics learning evaluation.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA BERBENTUK GRAFIK Setyono, Anton; Nugroho, Sunyoto Eko; Yulianti, Ian
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.276 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah berbentuk grafik dan profil kesulitannya khususnya pada materi gerak lurus. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 06 Petarukan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A. Metode pengambilan data dengan tes diagnostik dan dengan didukung oleh wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasilnya menunjukan bahwa rata – rata kemampuan pemecahan masalah grafik masih rendah dengan persentase setiap kemampuannya dimulai kemampuan interpretasi grafik (48,30%),  kemampuan interpolasi (34,36%), kemampuan ekstrapolasi (53,01%), dan kemampuan transformasi (48,61%). Profil kesulitan siswa didasarkan pada pencapaian KKM,  pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, serta tahap – tahap pemecahan masalahnya. Berdasarkan penguasaan KKM, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua indikator. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan pengetahuan prasyaratnya, siswa tidak mengalami kesulitan dalam menentukan luas bangun datar, tetapi pada operasi hitung dan persamaan linier termasuk dalam kategori kesulitan sedang. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan profil materi, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua sub materi terutama percepatan. Profil kesulitan siswa berdasarkan miskonsepsi termasuk dalam kategori kesulitan tinggi (63,89%). Serta yang terakhir, profil kesulitan siswa berdasarkan tahap – tahap pemecahan masalah. Kesulitan siswa semakin naik dari mulai tahapan terendah yaitu  tahap memahami masalah dan tahapan tertinggi yaitu tahap peninjauan kembali.
PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA SE-KOTA SALATIGA Imastuti, Imastuti; Wiyanto, Wiyanto; Sugianto, Sugianto
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.43 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13730

Abstract

Laboratorium sebagai sumber pembelajaran fisika diperlukan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Penelitian ini mengkaji semua laboratorium fisika SMA/MA se-Kota Salatiga dengan empat indikator, yaitu ketersediaan alat praktikum,  desain ruang laboratorium, administrasi laboratorium, pengelolaan penyelenggaraan praktikum, dan pelaksanaan keterampilan proses. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Hasil pengukuran menggunakan teknik triangulasi dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tiap indikator dijelaskan sebagai berikut: (1) ketersediaan alat-alat praktikum fisika tergolong memadai dengan memperoleh nilai sebesar 66% (2) desain laboratorium fisika memiliki berbeda-beda variasi bentuk, dari model tradisional maupun non-tradisional. (3) administrasi laboratorium fisika cenderung cukup lengkap dan tertib dengan memperoleh nilai sebesar 50%. (4) menurut persepsi guru pengelolaan penyelenggaraan laboratorium fisika cenderung digunakan dengan wajar,  memperoleh nilai sebesar 67%, namun persepsi dari siswa hanya sebesar 39%. (5) menurut guru merasa mampu untuk mengembangkan keterampilan proses nilai sebesar 79%.
MODEL QUANTUM LEARNING FISIKA MATERI TEORI KINETIK GAS BERMUATAN KONSERVASI UNTUK MEMBANGUN KARAKTER SISWA SMA KELAS XI Triwidianingsih, Novita; Yulianti, Dwi; Fianti, Fianti
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.736 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13766

Abstract

      Selama ini siswa masih menganggap fisika sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan. Pandangan ini dapat diubah dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa merasa nyaman dalam belajar, salah satunya adalah quantum learning. Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah mendeklarasikan diri sebagai universitas konservasi sejak 12 Maret 2010, sehingga calon pendidik yang diluluskan oleh UNNES juga bertanggung jawab dalam membawa misi konservasi ke dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang disisipi nilai konservasi diharapkan dapat membentuk karakter siswa ke arah yang lebih baik. Pendidikan karakter di era global saat ini menjadi sangat penting karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan bangsa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan karakter dan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model quantum learning bermuatan konservasi. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest Posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model quantum learning bermuatan konservasi dapat mengembangkan karakter khususnya rasa ingin tahu, jujur, disiplin, dan komunikatif. Selain itu, hasil belajar siswa pada materi teori kinetik gas mengalami peningkatan dengan gain pada kategori sedang.
IMPLEMENTASI METODE DRILL AND PRACTICE SECARA KELOMPOK UNTUK PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR Sanatun, Nurul Aini; Sulisworo, Dwi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.643 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13767

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian studi kasus pembelajaran dengan metode drill and practice secara team work pada materi Teori Kinetik Gas di MAN Maguwoharjo. Tujuan penelitian untuk menentukan: (a) hubungan antara kemampuan awal siswa dengan prestasi belajar, (b) hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar, (c) hubungan antara tingkat kecerdasan (IQ) dengan prestasi belajar. Penelitian ini dilakukan di MAN Maguwoharjo Depok Sleman. Metode Pembelajaran yang digunakan adalah gabungan dari Pembelajaran dengan Metode drill and practice  dan pembelajaran kooperatif  tipe Team Assisted Individualisme (TAI). Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (a) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan awal siswa dengan prestasi belajar siswa, (b) terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa, (c) terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat kecerdasan (IQ) dengan prestasi belajar siswa
PERKEMBANGAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Irfianti, Mustia Dewi; Khanafiyah, Siti; Astuti, Budi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.5 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13768

Abstract

Banyak pakar menyebutkan perilaku manusia saat ini menjadi penyebab utama permasalahan lingkungan. Pemerintah berusaha mengatasi permasalahan ini dalam setiap bidang, salah satunya di bidang pendidikan yakni dengan menerapkan pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model experiential learning dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan dan mengetahui seberapa besar perubahan karakter peduli lingkungan peserta didik setelah mendapat pembelajaran dengan model experiential learning. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest. Metode analisis data yang digunakan adalah uji peningkatan perkembangan karakter dan uji peningkatan pemahaman konsep. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya peningkatan karakter peduli lingkungan setelah melalui pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning dapat mengembangkan karakter peduli lingkungan peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTU MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Nurfiyani, Novi Tri; Sopyan, Achmad; Hardyanto, Wahyu
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.289 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i3.13770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan minat belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division berbantu media animasi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen non-equivalent control group design. Data yang diperoleh berupa skor pretest-posttest hasil belajar dan angket yang dianalisis menggunakan uji t dan uji N-gain. Berdasarkan hasil analisis, uji t menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif dan minat belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Selain itu analisis uji gain menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,404 dengan kategori sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,285 dengan kategori rendah. Sedangkan peningkatan minat belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 0,387 dengan kategori sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,256 dengan kategori rendah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantu media animasi dapat meningkatkan hasil belajar dan minat siswa.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) FISIKA MATERI SUHU DAN KALOR BERBASIS LEARNING CYCLE 7E UNTUK MEMBANGUN KARAKTER SISWA Fauzia, Annisa Rahma; Yulianti, Dwi; Khumaedi, Khumaedi
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.271 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13926

Abstract

Kemendiknas mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk semua tingkat pendidikan. Penerapan pendidikan karakter dapat dikolaborasikan dengan model Learning Cycle 7E (LC 7E). Model LC 7E yang terintegrasi dengan nilai karakter berpengaruh positif terhadap hasil belajar sekaligus perkembangan karakter siswa. Pada kegiatan pembelajaran, model tersebut dapat diterapkan melalui LKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS Fisika berbasis learning cycle 7E. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D (Research & Development). Desain LKS terdiri dari tujuh tahap pembelajaran model learning cycle 7E. Pada setiap tahap pembelajaran terdapat kegiatan yang dapat membangun karakter siswa. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa LKS berada pada kriteria sangat layak sehingga dapat digunakan sebagai panduan pembelajaran. Hasil uji keterbacaan menunjukkan bahwa LKS berada pada kriteria tinggi sehingga mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri oleh pembaca. LKS dapat meningkatkan hasil belajar kognitif. LKS juga dapat membangun karakter siswa terutama karakter jujur, rasa ingin tahu, komunikatif, dan disiplin.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA N 3 WONOGIRI Arum, Agnes Yustika Wulan; Hartono, Hartono; Sunarno, Sunarno
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.562 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13927

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep fisika dengan penerapan model pembelajaran guided discovery dan memberikan informasi aktivitas belajar siswa di sekolah dan di luar sekolah, serta pemahaman konsep siswa kelas XI SMA. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas XI IPA Ci SMA N 3 Wonogiri yang berasal dari kategori atas, kategori sedang, dan kategori bawah. Data yang digunakan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep diperoleh melalui tes, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan untuk analisis aktivitas belajar diperoleh melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas belajar siswa dalam kriteria sangat baik (81%), dimana persentase aktivitas belajar siswa kelas atas sebesar 88%, kelas sedang sebesar 81% dan kelas bawah sebesar 80%, serta pemahaman konsep siswa secara keseluruhan dalam kriteria tinggi (71%), dimana persentase pemahaman konsep kelas atas sebesar 87%, kelas sedang sebesar 75%, dan kelas bawah sebesar 52%.
KESIAPAN DAN PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN FISIKA SMA DI KABUPATEN BREBES Nikmah, Syafridatun; Hartono, Hartono; Sujarwata, Sujarwata
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.948 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13928

Abstract

Laboratorium pembelajaran fisika memiliki peranan penting, diantaranya sebagai wahana untuk mengembangkan keterampilan dasar mengamati atau mengukur dan keterampilan proses lainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapan dan pemanfaatan laboratorium dalam mendukung pembelajaran fisika SMA di Kabupaten Brebes. Fokus penelitian ini mengaji lima indikator, yaitu kesiapan sarana dan prasarana laboratorium, tingkat penggunaan laboratorium, kesiapan sumber daya manusia, hubungan dengan hasil Ujian Nasional, dan faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan laboratorium. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Perhitungan data hasil penelitian menggunakan teknik persentase. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan rumus korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa kesiapan sarana dan prasarana laboratorium diperoleh nilai persentase sebesar 77,59%. Tingkat penggunaan laboratorium tergolong cukup dengan memperoleh nilai sebesar 61,92%. Kesiapan sumber daya manusia tergolong baik dengan memperoleh nilai sebesar 78,78% dan memperlihatkan bahwa ketersediaan laboran sangatlah kurang. Kesiapan dan pemanfaatan laboratorium yang kurang mempengaruhi hasil belajar, ditunjukkan dengan rendahnya nilai UN fisika.  Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemanfaatan laboratorium antara lain, ruang laboratorium yang dialihfungsikan sebagai ruang kelas, kurang tersedianya waktu untuk praktikum, dan tidak adanya laboran.
LKS BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES DALAM PEMBELAJARAN IPA FISIKA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Kurnia, Wanda Hesti; Sugianto, Sugianto; Marwoto, Putut
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.601 KB) | DOI: 10.15294/upej.v6i1.13930

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKS berbasis multiple intelligences dalam pembelajaran IPA fisika di Sekolah Menengah Pertama (SMP), menguji tingkat kelayakan dan keterbacaannya, mengetahui peningkatan hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa SMP setelah menggunakan LKS. Dalam penelitian digunakan  metode Research & Development. Penelitian dilakukan dengan desain uji coba One Group Pre-test and Post-test dan dengan subyek penelitian siswa kelas VIIIG SMP Negeri 2 Ambarawa tahun ajaran 2015/2016. Hasil uji kelayakan  menunjukkan bahwa LKS berbasis multiple intelligences yang dikembangkan termasuk dalam kategori “sangat layak” digunakan sebagai pedoman belajar siswa. Hasil uji keterbacaan menunjukkan LKS  yang dikembangkan  dalam kategori “mudah dipahami” oleh siswa. Hasil ujicoba menunjukkan  bahwa siswa mengalami peningkatan hasil belajar dalam kategori “sedang”. Berdasarkan hasil angket dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan tanggapan yang baik terhadap penggunaan LKS berbasis multiple intelligences dalam pembelajaran.

Page 5 of 62 | Total Record : 613