cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Uji Aktivitas Antibakteri Air Perasan Jeruk Sambal (Citrus microcarpa Bunge) Terhadap Pertumbuhan Escherchia coli Veren Evelyn Chandra; Syarifah Nurul Yanti; Mardhia Mardhia; Mahyarudin Mahyarudin
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i2.p134-143.2022

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas air perasan jeruk sambal sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Metode: Skrining fitokimia air perasan jeruk sambal dilaksanakan dengan pengujian secara kualitatif. Proses pembuatan air perasan jeruk sambal dimulai dengan memotong buah jeruk sambal menjadi dua bagian, kemudian diperas dan disaring sebanyak dua kali. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan saringan plastik dan kertas saring steril. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin 5 μg/disk, sedangkan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil: Berdasarkan hasil uji metabolit yang telah dilaksanakan sebelumnya, didapatkan saponin (+++) sebagai metabolit sekunder dominan yang terkandung dalam air perasan jeruk sambal. Selain itu, air perasan jeruk sambal juga mengandung metabolit sekunder lainnya, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Pengujian aktivitas antibakteri air perasan jeruk sambal menunjukkan adanya zona hambat pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kesimpulan: Air perasan jeruk sambal memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro.
Penatalaksanaan Malunion pada Fraktur Tulang Hyoid Dian Pratama Putra; Novialdi Novialdi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i2.p208-220.2022

Abstract

Latar Belakang: Fraktur tulang hyoid sangat jarang terjadi dan biasanya dikaitkan dengan trauma lain seperti fraktur mandibular, vertebra cervical atau bersamaan dengan laserasi jaringan lunak. Hal ini merupakan akibat dari trauma langsung atau hiperekstensi leher. Malunion merupakan salah satu komplikasi dari fraktur tulang hyoid, yang terjadi saat proses penyembuhan tulang dengan deformitas dan gangguan fungsi. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan tomografi komputer dan laringoskopi. Penatalaksanaan dilakukan berdasarkan jenis cedera, gejala, dan komplikasi potensial yang terkait. Laporan Kasus: Seorang laki-laki berusia 24 tahun dengan keluhan rasa mengganjal di tenggorok sejak 5 tahun yang lalu dan semakin memberat sejak 4 bulan terakhir. Pada pemeriksaan tomografi komputer regio colli, didapatkan kesan asimetris/ dislokasi tulang hyoid (sisi kiri) dengan gambaran garis/ fissure. Pada pasien dilakukan closing wedge osteotomy dan open reduction internal fixation (ORIF) tulang hyoid dengan miniplate dan screw. Kesimpulan: Pemilihan teknik closing wedge osteotomy dan ORIF menggunakan miniplate dan screw memberikan hasil yang memuaskan dalam penyembuhan dan fiksasi optimal pada penatalaksanaan malunion dari fraktur tulang hyoid.
Posterior Nasal Neurectomy in Allergic Rhinitis Bobby Setiawan; Dolly Irfandy
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i2.p196-207.2022

Abstract

AbstractIntroduction: Allergic rhinitis is an immunological response mediated by IgE from the nasal mucosa which is characterized by clear discharge from the nose, nasal congestion, itching of the nose. Endoscopic sinus surgery is performed in cases of allergic rhinitis that have comorbid factors such as chronic rhinosinusitis and nasal polyps. Therapy for rhinitis allergy including anti histamine, intranasal corticosteroid and immunotherapy. Surgical techniques such as selective posterior nasal neurectomy can be performed in patients with severe allergic rhinitis.  Rhinosinusitis is based on sinonasal symptoms and inflammation of the sinonasal mucosa. Case Report: We report a case of a 20-year-old female patient who was diagnosed with chronic rhinosinusitis and allergic rhinitis which was managed by Functional Endoscopic Sinus Surgery (BSEF) and posterior nasal neurectomy. Conclusion: Posterior nasal neurectomy is one of the surgical procedures that can be performed on patients with allergic rhinitis who do not improve with treatment.
Hubungan Karakteristik Ibu, ASI EkskIusif dan Akses Sanitasi Dasar Terhadap Stunting Pada BaIita Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Manutapen, NTT, Tahun 2021 Angelarita Djami Raga; Hanna Tabita Hasianna Silitonga
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i2.p144-155.2022

Abstract

Balita pendek atau stunting merupakan panjang badan atau tinggi badan kurang berdasarkan usia sesuai dengan tabel status gizi WHO. Empat penyebab utama stunting adalah faktor keIuarga dan rumah tangga, makanan pendamping tidak adekuat, tidak ASI ekskIusif, dan kejadian infeksi. Tujuan: mengkaji hubungan karakteristik ibu, ASI ekskIusif dan akses sanitasi dasar terhadap stunting pada baIita usia 2-5 tahun di Puskesmas Manutapen tahun 2021. Metode: menggunakan metode observational analytic menggunakan pendekatan case control dengan besar sampel sebesar 48 ibu balita usia 2-5 tahun dengan masing-masing 24 pada keIompok kasus dan keIompok kontroI dan sampel diambil secara acak. Pengumpulan data meggunakan kuesioner dengan cara pengambilan data berupa wawancara terpimpin. Hasil: tidak terdapat hubungan antara usia ibu (p=0,156, OR=2,364), pekerjaan ibu (p=0,461, OR=0,429), dan pendidikan ibu (p=0,242, OR=0,500) terhadap stunting. Demikian juga tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ekskIusif (p=0,477, OR=0,600) dan akses sanitasi dasar (p=1,000, OR=1,400) terhadap kejadian stunting pada baIita usia 2-5 tahun di Puskesmas Manutapen tahun 2021. Kesimpulan: terdapat hubungan yang tidak signifikan antara usia ibu, pekerjaan ibu, dan pendidikan ibu, ASI eksklusif dan akses sanitasi dasar dengan kejadian stunting pada baIita usia 2-5 tahun di Puskesmas Manutapen tahun 2021.
Diagnosis dan Tatalaksana Rinosinusitis Kronis dengan variasi anatomi Sel Haller dan Seromucinous Hamartoma Febri Arius Sari; Dolly Irfandy
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i2.p221-236.2022

Abstract

AbstrakPendahuluan: Rinosinusitis kronis (RSK) adalah inflamasi kronis pada hidung dan sinus paranasal yang terjadi lebih dari 12 minggu. Salah satu faktor resiko terjadinya RSK yaitu variasi anatomi seperti sel haller yang dapat menyebabkan gangguan ventilasi maupun drainase sinus. RSK juga dapat disertai dengan polip nasal dimana polip memiliki berbagai diagnosis banding berdasarkan hasil histopatologi, salah satunya adalah Seromucinous Hamartoma (SH). Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus RSK dengan polip nasal dan sel haller pada perempuan usia 48 tahun dengan keluhan hidung tersumbat dan keluar ingus kental dari hidung. Pasien dilakukan tindakan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional dan ekstirpasi massa lalu didapatkan hasil histopatologi berupa SH. Kesimpulan: SH adalah kondisi yang jarang terjadi pada rongga hidung atau sinonasal. Etiologi hamartoma tidak diketahui, tetapi peradangan kronis pada mukosa hidung yang berhubungan dengan RSK dan variasi anatomi adalah hipotesis yang bisa diterima. SH hampir selalu dapat disembuhkan dengan ekstirpasi massa dan kekambuhan hampir jarang ditemukan.Kata kunci: Rinosinusitis kronis, Sel Haller, Seromusinosa Hamartoma.
Konsistensi Respon Imun Humoral (IgG) SARS-CoV-2 Pasca Vaksinasi SARS-CoV-2 pada Tenaga Kesehatan Abror Irsan; Mardhia Mardhia; Ambar Rialita
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i2.p118-125.2022

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon humoral antibodi IgG pada tenaga kesehatan setelah dua dosis vaksinasi coronavirus disease 2019 (COVID-19); Metode: Penelitian merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang pada bulan Juli hingga Desember 2021 di Rumah Sakit Anton Soedjarwo, Pontianak. Responden merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat rumah sakit yang diambil secara consecutive sampling. Deteksi dan pengukuran kadar anti-SARS-CoV-2 IgG dilakukan dengan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMIA) dengan target protein S-RBD. Pemeriksaan dilakukan pada enam bulan setelah dosis ke-dua vaksin; Hasil: Total responden adalah 23 orang, dengan jumlah persentase laki-laki dan perempuan yaitu 47,83% dan 52,17% dengan rerata usia 28,9 tahun. Hasil kadar respon humoral antibodi IgG setelah enam bulan vaksinasi dosis ke-dua91,30% menunjukkan hasil reaktif/seropositif dengan nilai median kadar antibodi IgG 1951,5 AU/ml; Kesimpulan: Respon humoral antibodi IgG SARS-CoV-2 responden mayoritas menunjukkan hasil positif dengan rentang nilai yang bervariasi dan diharapkan dapat menjadi dasar apakah memerlukan vaksinasi ulangan atau booster ke depannya.Kata kunci: vaksin COVID-19; antibodi IgG; respon humoral
Gambaran Indeks Trigliserida dan Glukosa Pada Penyandang Obes mulyanti mul yanti
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p393-399.2022

Abstract

TUJUAN: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran TyG-Index pada penyandang obes. METODE: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik cross sectional terhadap subjek yang memenuhi kriteria IMT ≥25 kg/m2 dengan rentang usia 18-60 tahun. Sampel dikumpulkan dengan metode consecutive sampling. Subjek puasa 10-12 jam, dilakukan pemeriksaan kadar trigliserida dan glukosa darah puasa, kemudian TyG-Index dihitung menggunakan kalkulator TyG-Index otomatis. TyG-Index ≥4,49 adalah resistensi insulin. Data TyG-Index disajikan dalam bentuk tabel.HASIL: Total 81 subjek, terdiri dari 34 pria dan 47 wanita, rerata usia 30 (rentang 18-58) tahun. Kelompok obes I 34 subjek dan obes II 47 subjek. Sebanyak 44 (54,3%) dari total subjek memiliki TyG-Index ≥4,49; terdiri dari 19 (23.8%) pria, 25 (30,9%) wanita, serta 16 (19,8%) obes I dan 28(34,5%) obes II. PEMBAHASAN: Akumulasi lemak berlebihan pada penyandang obes menyebabkan kondisi lipotoksisitas dan glukotoksisitas yang memicu resistensi insulin. Kondisi ini tercermin pada peningkatan TyG-Index sebagai penanda resistensi insulin.SIMPULAN: TyG-Index pada penyandang obes sebanyak 54,3% resistensi insulin, dengan wanita lebih banyak dibandingkan pria, dan obes II lebih banyak dibandingkan obes I. 
Parotidektomi Superfisial pada Adenoma Pleomorfik Shintia Putri Wulandari
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p467-477.2022

Abstract

Pendahuluan: Tumor parotis merupakan tumor kelenjar liur yang paling sering terjadi. Sebagian besar dari tumor kelenjar parotis adalah jinak. Adenoma pleomorfik merupakan tumor jinak kelenjar liur terbanyak sekitar 60-80% dari seluruh neoplasma di kelenjar liur, dan paling sering ditemukan pada kelenjar parotis sebanyak 85%. Diagnosis adenoma pleomorfik ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinis, dan pemeriksaan penunjang dengan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH), pemeriksaan radiologis, dan histopatologi massa tumor. Penatalaksanaa tumor jinak parotis adalah dengan eksisi tumor secara lengkap yaitu dengan parotidektomi dan preservasi saraf fasialis.  Laporan Kasus : Dilaporkan satu kasus pasien perempuan 30 tahun yang didiagnosis dengan adenoma pleomorfik parotis sinistra yang ditatalakasana dengan parotidektomi superfisial. Kesimpulan : Tumor jinak pada kelenjar liur yang paling sering terjadi di kelenjar parotis adalah adenoma pleomorfik. Parotidektomi superfisial merupakan standar operasi pada tumor jinak pada lobus superfisial kelenjar parotis dengan preservasi saraf fasialis. 
Gambaran Diagnostik dan Penatalaksanaan Covid-19 Pasien Lansia RSU Royal Prima Medan Bulan Oktober-Desember 2020 Silvia Etty Kasita
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p293-300.2022

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran diagnostik dan penatalaksanaan Covid-19 pada pasien lansia di RSU Royal Prima Medan pada bulan Oktober-Desember 2020.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif retrospektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu rekam medis Covid-19 pada pasien lansia di RSU Royal Prima Medan pada bulan Oktober-Desember 2020. Jenis teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah Purposive Sampling dengan kriteria pasien lansia yang berusia ≥60 tahun, pasien Covid-19 lansia dengan data lengkap, pasien lansia yang dinyatakan sembuh.Hasil: Pada hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat 100 pasien lansia yang terkena Covid-19 dengan gejala yang beragam. Selanjutnya juga didapatkan penatalaksanaan sesuai gejala masing-masing pasien.Kesimpulan: Berdasarkan data rekam medik  didapatkan usia pada lansia yang paling banyak terkena Covid-19 dimortalitas usia 71-75 tahun, dan dimana didominasi oleh laki-laki. Gejala klinis yang paling sering didapatkan yaitu Demam + Batuk + Sesak Napas + Lemas, dan Pcr + Foto Thoraks + D-Dimer sebagai pemeriksaan penunjang yang paling sering dilaksanakan oleh pasien. Penatalaksanaan yang paling sering diberikan yaitu Antibiotik (Levofloxacin) + Antivirus (Remdesivir) + Antipiretik (Paracetamol) + Vitamin.
Pengaruh Persepsi Pembelajaran Daring terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Joice Sonya Gani Panjaitan; Suhartomi Suhartomi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i3.p356-366.2022

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh persepsi pembelajaran daring terhadap kesehatan mental pada mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen. Metode: Penelitian merpakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) pada 86 orang mahasiswa maupun mahasiswi yang dipilih dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil: Mayoritas responden dalam penelitian ini cenderung menunjukkan gambaran depresi dan stress yaitu sebanyak 61 orang dan 51 orang. Persepsi pembelajaran daring cenderung menyebabkan terjadinya depresi (Nilai P: 0.032; unadjusted OR [IK95%]: 0.208 [0.044-0.975]). Namun, persepsi pembelajaran daring tidak mempengaruhi aspek kesehatan mental lainnya seperti kecemasan (Nilai P: 0.104) maupun stress (Nilai P: 0.103). Namun, setelah dilakukan analisa regresi logistik antara persepsi pembelajaran daring terhadap kesehatan mental dengan memasukkan karakteristik responden dalam model analisa, hubungan antara persepsi pembelajaran daring dan kesehatan mental menjadi tidak signifikan. Kesimpulan: Secara simultan persepsi pembelajaran daring tidak mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa maupun mahasiswi fakultas kedokteran dikarenakan keragaman pada karakteristik mahasiswa maupun mahasiswi sebagai responden.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue