cover
Contact Name
Hirowati Ali
Contact Email
hirowatiali@med.unand.ac.id
Phone
+6281276163526
Journal Mail Official
mka@med.unand.ac.id
Editorial Address
Faculty of Medicine, Universitas Andalas
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Kedokteran Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 01262092     EISSN : 24425230     DOI : https://doi.org/10.25077
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Andalas (MKA) (p-ISSN: 0126-2092, e-ISSN: 2442-5230) is a peer-reviewed, open-access national journal published by Faculty of Medicine, Universitas Andalas and is dedicated to publish and disseminate research articles, literature reviews, and case reports, in the field of medicine and health, and other related disciplines
Articles 792 Documents
Penatalaksanaan Pott’s Puffy Tumor dengan Pendekatan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional dan Kraniektomi Opi Akbar; Dolly Irfandy
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p69-77.2022

Abstract

Pott’s puffy tumor adalah abses subperiosteal pada dinding anterior sinus frontal yang berhubungan dengan osteomielitis. Insiden pott’s puffy tumor lebih sering terjadi pada usia remaja. Faktor penyebab utama pott’s puffy tumor adalah sinusitis frontalis dan trauma kepala bagian frontal.  Pott’s puffy tumor mempunyai risiko tinggi menyebabkan komplikasi ke intrakranial. Tujuan: Memberikan pengetahuan tentang diagnosis dan tata laksana pott’s puffy tumor yang tepat sehingga mencegah terjadinya komplikasi.  Laporan kasus: Dilaporkan seorang laki-laki berusia 56 tahun dengan diagnosis pott’s puffy tumor et causa sinusitis frontalis. Dari pemeriksaan tomografi komputer sinus paranasal dan kepala didapatkan kesan pott’s puffy tumor (osteomielitis sinus frontal). Pasien ditatalaksana dengan drainase abses melalui pendekatan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional dan kraniektomi. Kesimpulan: Pott’s puffy tumor paling sering disebabkan oleh sinusitis frontalis. Pemeriksaan tomografi komputer memiliki peranan penting untuk diagnosis dan mendeteksi perluasan pott’s puffy tumor ke intrakranial. Kolaborasi antara ahli THT-KL dan ahli Bedah Saraf serta pemberian antibiotik yang adekuat diperlukan untuk penatalaksanaan pott’s puffy tumor. 
Efektivitas Kandungan Bahan Aktif Agen Anti Plak Gigi Komersial Terhadap Penurunan Plak Gigi Nur Ariska Nugrahani
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i7.p455-470.2021

Abstract

Yellowish plaque on the teeth can cause tartar and caries until causing swollen gums. Objective: To compare the antibacterial effect on plaque reduction of toothpaste containing zinc-citrate, fluoride, sodium monofluorophosphate. Methods: This study uses a pretest-post-test control group design with 20 participants aged 16-23 years through a zoom meeting, the calculation of the Oleary Index which is categorized as good (score 0-20%), moderate (score 21-40%), poor (score 41-60%) and very bad (score > 60%). Results: In group A, using 1.12% sodium monofluorophosphate and 2% calcium carbonate showed that most of the study participants showed a decrease in plaque in the second week. Group B using 5% Pyrophosphate and 0.3% sodium fluoride experienced a decrease in plaque index in the second week, the calculation of the O'Leary plaque index, especially in study participants B5 who experienced a significant decrease in plaque index. In group C, using 5% pyrophosphate, 0.2% sodium fluoride and 0.2% zinc citrate. experienced a decrease in plaque index in the second week, but with a less significant difference in the percentage of plaque index. Conclusion: The index decreased significantly in group B toothpaste containing plaque agents in the form of pyrophosphate and 0.3% sodium fluoride.
Uji Aktivitas Anti bakteri Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes dalila fakhira damanik; Monica -; Yuliani Mardiati Lubis; Meldawati -
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i6.p357-364.2021

Abstract

Lidah buaya merupakan family Liliaceae, yang diketahui sebagai tanaman alami untuk pengobatan serta mempunyai banyak manfaat, diantarannya anti inflamasi, anti bakteri, antikanker, antioksidan, antiulcer, antidiabetes. Tujuan: penelitian ini mencari tahu aktivitas antibakteri ekstrak lidah buaya dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Metode: metode difusi dengan kertas cakram, dengan rancangan penelitian, postest only control group design. Pada lidah buaya menggunkan ekstrak dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, untuk control positif menggunakan ciprofloxacin dan control negative menggunkan aquadest. Hasil: penelitian menunjukan ekstrak daging lidah buaya tidak memiliki daya hambat pada konsentrasi 25%,50%,75%,dan 100% yang sudah dilakukan 4 kali ulangan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Simpulan: penelitian ini ekstrak daging lidah buaya yang tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes sehingga tidak dapat ditentukan efektifitasnya.
Pengaruh Human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cell terhadap Jumlah Sel Glia Otak Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Mengalami Kerusakan Otak Akibat Induksi Menggunakan Aluminium Klorida (AlCl3) Suci Berlian Hemilton
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p34-43.2022

Abstract

Tujuan: Mengetahui pengaruh human wharton’s jelly mesenchymal stem cell (HWJ-MSC) terhadap jumlah sel glia otak tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang mengalami kerusakan otak akibat induksi menggunakan aluminium klorida (AlCl3). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 21 tikus Wistar yang dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), dan perlakuan (P). Kelompok K+ dan P diinduksi AlCl3 dosis 300 mg/kgBB peroral selama 5 hari. Pada hari ke-8 kelompok P diberi HWJ-MSC secara intraperitoneal dengan dosis 1x106 sel dalam 300 ul medium komplit dan diamati selama 28 hari. Jumlah sel glia otak dihitung menggunakan aplikasi Image J. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan Post-Hoc Bonferroni. Hasil: Rerata jumlah sel glia otak tikus kelompok K-, K+, dan P berturut-turut adalah 16,91  2,87, 45,88  7,03, dan 20,83  4,86. Didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok penelitian dengan nilai p < 0,05. Kesimpulan: Pemberian HWJ-MSC memengaruhi jumlah sel glia otak tikus yang mengalami kerusakan otak akibat induksi menggunakan AlCl3.  Kata kunci: sel glia; AlCl3; HWJ-MSC; kerusakan otak
Pengaruh Radiasi Gelombang Elektromagnetik Sebelum dan Selama Kehamilan terhadap Struktur Mikroskopik Kulit Tikus (Rattus norvegicus) Erma Mexcorry Sumbayak
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i7.p427-435.2021

Abstract

Telepon seluler mempunyai peranan besar dalam kehidupan sehari-hari, dan  mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang akan meningkatkan reaksi oksidatif. Pada masa kehamilan, terdapat gangguan pada keseimbangan pro-oksidan dan antioksidan sehingga adaptasi tubuh menjadi terganggu sehingga memudahkan terjadinya stress oksidatif. Tujuan: Mengetahui pengaruh radiasi gelombang terhadap lapisan epidermis dan dermis kulit tikus yang diradiasi sebelum dan selama kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus betina berumur 2-3 bulan. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok I (kontrol), kelompok II (paparan radiasi 1 ponsel), kelompok III (2 ponsel), dan kelompok IV (4 ponsel). Kelompok perlakuan diradiasi dengan ponsel selama 90 menit selama 40 hari (21 hari sebelum kehamilan dan 19 hari selama kehamilan). Pada hari ke-19 kehamilan, tikus dikorbankan dan dilakukan pengambilan sampel. Organ kulit diambil dari bagian punggung kemudian dibuat preparat dengan pewarnaan Masson’s Trichrome. Preparat lalu difoto dan diukur ketebalan epidermis dan dermis dengan aplikasi Imageview. Hasil: Terdapat penebalan dermis yang signifikan pada kelompok perlakuan  radiasi 1 ponsel, 2 ponsel, dan 4 ponsel dibandingkan kontrol. Akan tetapi, pada kelompok tikus yang diradiasi 4 ponsel ketebalan epidermisnya lebih tipis dibandingkan dengan tikus kelompok radiasi 2 ponsel. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kemampuan adaptasi pada perlakuan radiasi elektromagnetik yang lebih besar. 
Pengaruh Ekstrak Daun Salam Terhadap Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Wistar Model Diabetes Melitus Winny Angela Tionando
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i6.p402-410.2021

Abstract

Objective: the purpose of this study was to determine the histopathological description of the pancreas of Wistar rats with diabetes melitus model which were given bay leaf extract at various doses; Method: this type of research used an experimental design with a pretest – posttest randomized control group design. The samples used were 24 rats divided into 4 groups: normal control, negative control, treatment 1 (given extract 100 mg/kgBW), treatment 2 (given extract 200mg/kgBW); Result: after being monitored for 14 days, there was a decrease in blood sugar levels in rats given an extract dose of 100 mg/kgBW (109.17±45.86 mg/dL) and extract dose of 200 mg/kgBW (79.83±19.78 mg/dL) and in the group of rats which were given bay leaf extract, there was an improvement in pancreatic tissue; Conclusion: statistically and microscopically, it was found that bay leaf extract at a dose of 200 mg/kgBW was more effective in lowering blood sugar levels and regenerating pancreatic tissue in Wistar rats.
Prevalensi dan Pola Sensitivitas Antibiotik Acinetobacter baumannii di RSUP. Dr. M. Djamil Padang Maudy Octarini Ezeddin; Ellyza Nasrul; Eugeny Alia
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p10-16.2022

Abstract

AbstrakTujuan: Mengetahui prevalensi dan pola sensitivitas Acinetobacter baumannii di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode:  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif, dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi pada bulan Januari 2020 hingga Juni 2020. Jumlah sampel penelitian sebanyak 195 yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Identifikasi bakteri dan uji sensitivitas menggunakan alat mikrobiologi otomatis (VITEK 2) dengan metode kolorimetri dan turbidimetri. Hasil:  Prevalensi Acinetobacter baumannii pada penelitian ini sebesar 14,7%. Spesimen positif terbanyak dari bangsal penyakit dalam, intensif dewasa, intensif anak dan bedah, masing-masing sebesar 46,7%, 20,5%, 7,2%, 7,2%. Sensitivitas Acinetobacter baumannii terhadap antibiotik paling tinggi adalah amikasin, trimetroprim/sulfametoksazol dan meropenem masing-masing sebesar 74,9%, 67,1%, 62,7%. Resistensi antibiotik paling tinggi didapatkan pada cefazolin, seftriakson dan siprofloksasin masing-masing sebesar 99,3%, 67,0%, 66,2%. Kesimpulan: Prevalensi infeksi Acinetobacter baumannii di RSUP Dr M Djamil 14,7% dengan antibiotik paling sensitif adalah amikasin.Kata kunci: prevalensi; resistensi; antibiotik; Acinetobacter baumannii; pola antibiotik 
Hubungan Kadar Glial Fibrillary Acidic Protein Serum dengan Severitas dan Luaran Cedera KepalaTraumatik Yuliarni Syafrita
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p44-50.2022

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar GFAP dengan severitas dan luaran 6 bulan pascacedera kepala. Metode : Ini adalah studi potong lintang, dimana kadar GFAP dinilai dengan metode ELisa, saat kunjungan pasien di IGD. Pada saat bersamaan dinilai Glascow Coma Scale (GCS) untuk severitas dan luaran dinilai dengan Glasgow Outcome Scale (GOS) 6 bulan pascacedera. Analisa bivariate dilakukan untuk mengetahui hubungan GFAP dengan severitas dan outcome. Hasil : Sebagian besar subjek penelitian adalah laki-laki (72,7%) dengan median usia 36 tahun (18-60). Kadar GFAP serum lebih tinggi pada kelompok cedera kepala berat (CKB) dibandingkan kelompok cedera kepala sedang (CKS) dan cedera kepala ringan (CKS). Ditemukan hubungan bermakna antara kadar GFAP dengan severitas CKT (p=0,017). Tidak ada perbedaan kadar GFAP fase akut dengan baik buruknya luaran 6 bulan pascacedera (p=158). Kesimpulan : Ada hubungan kadar GFAP pada fase akut dengan severitas cedera kepala traumatik dan tidak ada hubungan kadar GFAP dengan luaran (GOS) 6 bulan pascacedera. 
Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Komunikasi Kesehatan di Pelayanan Kesehatan Primer Selama Masa Pandemi Covid-19 Putriana Fuji Safitri; Rizma Adlia Syakurah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v44.i6.p345-356.2021

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mendeskripsikan faktor yang memengaruhi kualitas komunikasi kesehatan di Puskesmas dan/atau Klinik terhadap masyarakat selama masa pandemi Covid-19; Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) yang memaparkan dan menganalisis hasil wawancara dengan informan. Sampel penelitian merupakan dokter yang bekerja di Puskesmas/Klinik. Wawancara dilakukan di bulan Oktober 2020; Hasil: Hasil penelitian didapatkan model komunikasi dari teori Schramm yang berfokus pada proses encode dan decode. Terdapat 5 topik sebagai indikator kualitas pelayanan yaitu reliability, assurance, empathy, dan tangible. Kelima aspek tersebut mencakup, edukasi, prosedural konsultasi, fasilitas yang tersedia, dan kemampuan para dokter dalam berkomunikasi. Pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas/Klinik sudah mengukuti standar yang dianjurkan oleh Pemerintah Indonesia; Kesimpulan: Perubahan pelayanan kesehatan pada Puskesmas/Klinik mengacu pada Surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia dan rekomendasi dari WHO. Tenaga medis yang bekerja di Puskesmas/Klinik harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut serta memberikan edukasi kepada masyarakat guna membantu penganggulangan dan pencegahan Covid-19 di Indonesia
Artritis Septik Najirman Najirman; Rikarni Rikarni; Rika Florensia
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i1.p63-68.2022

Abstract

Artritis septik (dikenal juga dengan artritis piogenik atau artritis supurativa) merupakan kondisi emergensi akibat infeksi oleh bakteri pada sendi sehingga mengakibatkan terbentuknya pus pada rongga sendi bersangkutan. Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan insiden terjadinya artritis septik. Diagnosis dan tatalaksana dini penting dilakukan dalam kondisi ini untuk mencegah kerusakan sendi. Kami melaporkan sebuah kasus artritis septik pada laki-laki dewasa dengan DM tipe II, dislipidemia, dan tromboemboli vena. Seorang laki-laki 37 tahun dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil dengan keluhan lutut kanan nyeri, bengkak, kemerahan, dan kaku dengan riwayat DM tipe II tidak terkontrol. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan tanda inflamasi pada lutut kanan disertai keterbatasan ROM. Punksi  dan analisis cairan sendi dilakukan untuk memastikan diagnosis yang diderita pasien tersebut. Dilakukan penatalaksanaan dengan memberikan, steroid, gabapentin, ditambahkan ketorolak serta antibiotik spektrum luas. Penyakit sekunder yang menyertainya juga ditatalaksana sebagaimana mestinya. 

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 48 No. 4 (2025): MKA October 2025 Vol. 48 No. 3 (2025): MKA July 2025 Vol. 48 No. 2 (2025): MKA April 2025 Vol. 48 No. 1 (2025): MKA January 2025 Vol 46, No 12 (2024): Online Oktober 2024 Vol 46, No 11 (2024): July 2024 Vol 46, No 10 (2024): Supplementary April 2024 Vol 46, No 10 (2024): Online May 2024 Vol. 47 No. 4 (2024): MKA October 2024 Vol. 47 No. 3 (2024): MKA July 2024 Vol. 47 No. 2 (2024): MKA April 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): MKA Januari 2024 Vol 46, No 9 (2024): Supplementary Januari 2024 Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024 Vol 46, No 7 (2023): Supplementary December 2023 Vol 46, No 5 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 4 (2023): Online Juli 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Supplementary July 2023 Vol 46, No 3 (2023): Supplementary May 2023 Vol. 46 No. 3 (2023): Online Juli 2023 Vol 46, No 2 (2023): Online April 2023 Vol 46, No 1 (2023): Online Januari 2023 Vol 46, No 6 (2023): Online Oktober Vol. 46 No. 4 (2023): Online Oktober Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022 Vol 45, No 3 (2022): Online July 2022 Vol 45, No 2 (2022): Online April 2022 Vol 45, No 1 (2022): Online Januari 2022 Vol 44, No 7 (2021): Online Desember 2021 Vol 44, No 6 (2021): Online November 2021 Vol 44, No 5 (2021): Online Oktober 2021 Vol 44, No 4 (2021): Online September 2021 Vol 44, No 3 (2021): Online August 2021 Vol 44, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 44, No 1 (2021) Vol 43, No 2 (2020): Online Mei 2020 Vol 43, No 1 (2020): Published in January 2020 Vol 42, No 3S (2019): Published in November 2019 Vol 42, No 3 (2019): Published in September 2019 Vol 42, No 2 (2019): Published in May 2019 Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019 Vol 41, No 3 (2018): Published in September 2018 Vol 41, No 2 (2018): Published in May 2018 Vol 41, No 1 (2018): Published in January 2018 Vol 40, No 2 (2017): Published in September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Published in May 2017 Vol 39, No 2 (2016): Published in August 2016 Vol 39, No 1 (2016): Published in April 2016 Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015 Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015 Vol 38 (2015): Supplement 1 | Published in September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015 Vol 37, No 3 (2014): Published in December 2014 Vol 37, No 2 (2014): Published in September 2014 Vol 37 (2014): Supplement 2 | Published in December 2014 Vol 37 (2014): Supplement 1 | Published in March 2014 Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014 Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012 Vol 36, No 1 (2012): Published in April 2012 Vol 35, No 2 (2011): Published in August 2011 Vol 35, No 1 (2011): Published in April 2011 Vol 34, No 2 (2010): Published in August 2010 Vol 34, No 1 (2010): Published in April 2010 Vol 33, No 2: Agustus 2009 Vol 33, No 1: April 2009 Vol 32, No 2: Agustus 2008 Vol 32, No 1: April 2008 More Issue