cover
Contact Name
Saiful Mujab
Contact Email
poltekkestanjungkarang@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
poltekkestanjungkarang@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20867751     EISSN : 25485695     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan published by Politeknik Kesehatan Tanjungkarang with professional organizations (PTGI, PATELKI, PERSAGI, PPNI, IBI, HAKLI, PAFI, PPGI). It contains writings drawn from research and non-research, critical analytical studies in health areas. This journal was first published in April 2010 in print. Since 2015, Jurnal Kesehatan has been published in print and online.
Arjuna Subject : -
Articles 774 Documents
Deviasi Taksiran Berat Janin pada Metode Johnson-Toshack, Formula Sederhana dan Formula Dare Rianti, Emy; Aminah, Siti
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.748 KB) | DOI: 10.26630/jk.v8i2.496

Abstract

The ability of the birth attendant to estimate the birth weight of the fetus is very important that it does not cause childbirth dystocia that may cause rip in the birth canal. The aim of this study was to compare the deviation of fetal weight estimation according to Johnson-Toshack method, simple formula and Dare formula. Thedesign used was cross sectional, the data taken primarily, involving 100 respondents at Fatmawati General Hospital Jakarta, from August to September 2015. The findings showed that the smallest deviation mean of fetal weight estimation is Johnson-Toshack method. The results of this method of measurement tend to be close to infant birth weight, especially in the client childbirth with abdominal circumference 90 - 100 cm. The conclusion of this study is that Johnson-Toshack's fetal weighing estimates are more appropriate for childbirth with 90 to 100 cm abdominal circumference size, except in childbirth with ruptured membranes, applying a fetal weight estimate based on the Dare formula would be more appropriate. 
Perubahan Perilaku Aktivitas Seksual pada Penderita Stroke Mutaqin, Wawan Ridwan
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.425 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i1.129

Abstract

Seks adalah salah satu kebutuhan manusia, tidak hanya pada orang normal tetapi juga pada penderita stroke. Seksualitas merupakan salah satu aspek kompleks pada individu manusia. Stroke dapat menyebabkan perubahan perilaku seksual, baik menurunkan libido, potensi seksual dan kepuasan seksual. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui perubahan perilaku aktivitas seksual pada penderita stroke. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus terpancang (embedded case study research). Analisis data dilakukan melalui analisis deskritif. Sumber data penelitian berupa: (1) informan atau narasumber dari pasien, istri, dan anak, (2) arsip dan dokumen mengenai status pasien. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara interview mendalam (deep interview) dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh tema-tema perilaku aktivitas seksual adalah hubungan suami istri/ bersetubuh, konsep diri negatif, keterbatasan fungsi seksual, faktor-faktor yang mendorong aktifitas seksual, fungsi seksual, hasrat untuk mengabdi dan berhenti melakukan hubungan seksual. Perubahan perilaku aktifitas seksual penderita stroke dipengaruhi oleh kondisi penderita, agama yang diyakini dan budaya.
HUBUNGAN RIWAYAT PRE EKLAMSIA, RETENSIO PLASENTA, ATONIA UTERI DAN LASERASI JALAN LAHIR DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POST PARTUM PADA IBU NIFAS Yuliawati, Yuliawati; Anggraini, Yetti
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.663 KB) | DOI: 10.26630/jk.v6i1.29

Abstract

Yuliawati1,Yetti Anggraini21,2 Dosen Prodi Kebidanan Metro Poltekkes TanjungkarangEmail: bu_yully@yahoo.com Abstrak: Hubungan Riwayat Pre Eklamsia, Retensio Plasenta, Atonia Uteri, Laserasi Jalan Lahir Dengan Perdarahan Post Partum Pada Ibu Nifas. Perdarahan postpartum menyebabkan terjadinya anemia, menurunkan daya tahan tubuh dan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2012 di Indonesia sebesar 359/100.000 kelahiran hidup dengan penyebab karena perdarahan sebesar 40-60%, dan disebabkan oleh retensio plasenta berkisar 16-17%, preeklamsi 12%, infeksi jalan lahir 20-30%, sisa plasenta 10%, laserasi jalan lahir 4-5%. Hal ini juga selaras dengan hasil pra survei terdapat 9,46% kejadian perdarahan post partum di RSU Muhamadiyah Metro tahun 2013.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara riwayat pre eklampsia, retensio plasenta, atonia uteri dan laserasi jalan lahir dengan kejadian perdarahan post partum pada ibu nifas di RSU Muhammadiyah Kota Metro tahun 2013. Desain penelitian ini adalah  case control, dengan jumlah populasi 92 responden dan populasi kontrol 880 responden, dengan teknik sistymatic random sampling yang analisis dengan chi- square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pre eklamsia dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan  p-value 0,019 dan OR=6,417, ada hubungan antara retensio plasenta dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan p-value 0,033, dan OR=8,982,  ada hubungan antara antara atonia uteri dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan p-value 0,033 dan OR=8,982, serta ada hubungan antara antara laserasi jalan lahir dengan perdarahan post partum pada ibu nifas dengan p-value 0,000, dan OR=29,807. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pre eklamsia, retensio plasenta, atonia uteri dan laserasi jalan lahir dengan perdarahan post partum pada ibu nifas di RSU Muhammadiyah Kota Metro tahun 2013. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan post partum pada ibu nifas adalah menjaring ibu hamil agar tetap melakukan ANC secara teratur serta melakukan pemantauan persalinan menggunakan partograf. Kata Kunci:  Perdarahan post partum, riwayat pre eklamsia, retensio plasenta, atonia uteri, laserasi jalan lahir.
Perbedaan Luaran Maternal dan Perinatal pada Ibu Bersalin Usia Reproduksi Sehat dan Usia Berisiko Wahyuni, Seri; Riyanti, Riyanti
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.301 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i1.655

Abstract

The old age mother has a risk to get a complication in pregnancy and parturition much higher than reproductive age mother.  According to Yensi study (2015), that of the 226 women giving birth over the age of 35 years, as many as 125 people (55.3%) had a history of abnormal pregnancy. In addition, most of the type of labor is by Sectio Caesarea (SC) a total of 119 (51.7%) and suffered complications as much as 44.7%. This study was to identify differences in maternal and perinatal outcomes between healthy reproductive age and risky age maternal in Cempaka Room, Doctor Doris Sylvanus Regional Public Hospital, Palangkaraya. The study design was case-control, data retrieved by conducting interviews at birth mothers in the Cempaka room dr. Doris Sylvanus Palangkaraya. The research sample consisted of 30 samples of mothers of reproductive age (20-35 years) and 30 samples of old-risk maternal age (>35 years). The Data were taken from September to November 2016. Data were analyzed by Chi-Square, Odds ratio, and logistic regression analysis. The results showed that birth weight babies in reproductive age maternal different from risky age maternal (OR=7, 95% CI=1.4 to 35.5). This means that the risky age maternal has seven times greater to give birth a baby with body weight <2500 g or >4000 g. While maternal and perinatal outcomes on the kind of labor, bleeding, gestation, and asphyxia no difference. The difference of perinatal outcomes in the maternal reproductive age between healthy reproductive age and risky age maternal was of infant birth weight. It was recommended that pregnant women and maternity in the age range of 20-35 years.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rawat Ulang Pasien Penyakit Jantung Koroner di Ruang Jantung RSU dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Anggraeni, Dwi Amalia
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.005 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i3.214

Abstract

Rehospitalisasi menjadi salah satu faktor yang menentukan prognosis penyakit jantung koroner (PJK). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien PJK antara lain kepatuhan diet, kepatuhan terapi pengobatan, kecukupan aktivitas dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat ulang pasien penyakit jantung koroner di ruang jantung RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2016. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian,  semua pasien penyakit jantung koroner di Ruang Jantung RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung periode Januari-April 2016 sebanyak 84 orang, dengan sampel 46 orang, diambil dengan technic purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan menetapkan 95% CI dan α=0,05. Hasil penelitian, menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik р-value 0,013, kepatuhan diet р-value 0,040, dukungan keluarga р-value 0,016 dan kepatuhan program terapi р-value 0,025 dengan kejadian rawat ulang. Saran,  petugas kesehatan agar memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang aktivitas fisik, kepatuhan diet, kepatuhan program terapi, dukungan keluarga hal tersebut dapat mempengaruhi kejadian rawat ulang sebelum pasien pulang kerumah dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kesembuhan pasien dan mencegah kejadian rawat ulang.
KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR PERMANDIAN MASAWAE DI NEGERI PELAUW KECAMATAN PULAU HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH Ahmad, Rahwan
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.118 KB) | DOI: 10.26630/jk.v5i2.47

Abstract

Rahwan Ahmad1)1)Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Malukue_mail: rahwan.ahmad@gmail.com Abstract : BacteriologicalQuality of WaterBathMasawaeInPelauwStateHaruku IslandDistrict ofCentral Maluku.Water isthe mostimportantresourcein the lives ofhumans andother living things. The mainproblemfacedbywater resourcesincludethe quantityof waterthat has beenunable to meetthe growing demandandthe qualityof waterfor domestic usearedeclining. The purposeof thisstudywas to determine thebacteriologicalwaterquality of thepictureinawater bathatStateMasawaePelauwHaruku IslandDistrict ofCentral Maluku. This type of researchis theobservationthrough adescriptiveapproachthatis supportedby laboratory examination. Populationandsample in this studywastakenfromthe washing ofwaterby 4pointsMasawaesamples. The results showed thatthe average number ofcoliformbacteria contentis1600MPN/100ml. Where thenumberconcentrationhasexceededthe set valueis200/100mlin accordancewith theRegulation of the Ministerof HealthNo.416/Menkes/Per/IX/1990. Yet thecontent ofE. coli in thefirstpointis 81MPN/100ml, the secondpointis280MPN/100ml, pointIII,1600MPN/100ml, andthe fourthpointis430MPN/100ml. Where thenumberconcentrationhasexceededthe set valueis10/100mlfornon-piped water. So the quality ofbathingwaterMasawaebeencontaminated bycoliform bacteriaandE. coli. While thephysical quality ofbathingwaterin theStateMasawaePelauwHaruku IslandDistrict ofCentral Malukuqualify. It is recommendedto theStatepublicPelauwnot todefecate, anddo notusewaterbathsMasawaefacilitiesforwashingutensils anddrinkingin place.                                                         . Keywords: BacteriologicalQuality, Bath, Masawae WaterAbstrak: Kualitas Bakteriologis Air Permandian Masawae Di Negeri Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Air merupakan sumber daya yang paling penting dalam kehidupan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan rumah tangga yang semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kualitas air secara bakteriologis pada tempat permandian air Masawae di Negeri Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Jenis penelitianyang digunakan adalah observasi melalui pendekatan deskriptif yang ditunjang dengan pemeriksaan laboratorium. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah air yang diambil dari permandian Masawae sebanyak 4 titik sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa angka rata-rata kandungan bakteri Coliform yaitu 1600 MPN/100 ml. Dimana angka konsentrasi ini telah melebihi nilai yang ditetapkan yaitu 200/100 ml sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/Menkes /Per/IX/1990. Sedangkan  angka kandungan E.coli pada titik I yaitu 81 MPN/100 ml, titik II yaitu 280 MPN/100 ml, titik III yaitu 1600 MPN/100 ml, dan titik IV yaitu 430 MPN/100 ml. Dimana angka konsentrasi ini telah melebihi nilai yang ditetapkan yaitu 10/100 ml untuk air non perpipaan. Sehingga kualitas air permandian Masawae telah dicemari oleh bakteri Coliform dan E.coli. Sedangkan kualitas fisik air permandian Masawae di Negeri Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah memenuhi syarat. Disarankan kepada masyarakat Negeri Pelauw untuk tidak buang air besar, dan tidak menggunakan fasilitas tempat permandian air Masawae untuk mencuci peralatan makan dan minum ditempat tersebut.Kata Kunci : kualitas Bakteriologis, Permandian, Air Masawae
Pandangan Lansia tentang Seksualitas pada Lanjut Usia Pambudi, Hubertus Agung; Dwidiyanti, Meidiana; Wijayanti, Diyan Yuli
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.196 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i1.819

Abstract

The physiological, cognitive and psychosocial changes which occur in the elderly can have an impact on the elderly’s decreased ability to meet functional needs, confusion or withdrawal, and an inability to make needs-related decisions. The physical changes include some changes in the appearance, different alterations in internal organ systems, changes in psychological function and nervous system, as well as changes in the sexuality appearance and ability. The purpose of this study was to investigate sexuality experiences of the elderly in the society. This study used a qualitative design with a hermeneutic phenomenological approach. The samples were three elderly people recruited using purposive sampling technique. The steps in analyzing the data included data collection analysis, data reduction, verification, and conclusion. The findings revealed that sexual intercourse in the elderly served a part of worship and efforts made to maintain the family harmony. Based on findings, it is recommended that the health service units work together with the health volunteers of the elderly health service post to provide correct information through health education about sexuality so that the elderly can gain an understanding of sexuality to improve their quality of life.
Perawatan Paliatif dan Kualitas Hidup Penderita Kanker Anita, Anita
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.974 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i3.237

Abstract

Data riskesdas tahun 2013 prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk atau sekitar 330.000 orang. Kanker merupakan penyebab kematian no 7 di Indonesia. Penderita kanker tertinggi di adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (Kemenkes, Mediakom, edisi 55, 2015). Pengobatan kanker memberi dampak negatif pada fisik dan mental, serta mempunyai pengaruh yang besar terhadap konsep diri. Jika konsep diri terganggu, maka berpengaruh terhadap pikiran dan tingkah laku seseorang, antara lain: kesedihan, kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan dan kematian. Kondisi ini mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker. Kualitas hidup penderita kanker dipengaruhi pemahaman individu terhadap penyakitnya,  sehingga penderita tahu cara menjaga kesehatan. Aspek dimensi yang mempengaruhi kualitas hidup penderita adalah fisik, psikologis, hubungan social dan lingkungan. Melalui perawatan paliatif penderita diajak untuk lebih bisa menerima keadaannya sehingga masih bisa menjalani hidupnya meskipun umurnya tak lama lagi. Kualitas hidup penderita dengan penyakit tak bisa disembuhkan akan terus memburuk atau menurun jika harapan penderita tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Perawatan paliatif  memberikan dukungan dalam hal spiritual dan psikososial, dukungan moral kepada keluarga yang berduka. Untuk itu dibutuhkan empati yang besar dan kemampuan khusus dalam melakukan perawatan paliatif dari tenaga kesehatan.  Salah satu aspek penting dalam perawatan paliatif adalah kasih, kepedulian, ketulusan, dan rasa syukur. Begitu pentingnya aspek ini, sampai melebihi pentingnya penanganan nyeri yang mutlak harus dilakukan dalam perawatan paliatif. Perawatan paliatif merupakan pendamping pengobatan medis. Perawatan paliatif merupakan bagian penting dalam perawatan penderita kanker dengan prioritas utama adalah kualitas hidup dan bukan kesembuhan penderita. Meningkatnya kualitas hidup penderita karena perawatan paliatif, diharapkan akan membantu penderita siap secara psikologis dan spiritual, serta tidak stres menghadapi penyakit yang dideritanya.
CARA PENEMUAN PENDERITA KUSTA BARU DAN TINGKAT KECACATAN DI PROVINSI LAMPUNG Purwanto, Heri
Jurnal Kesehatan Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.782 KB) | DOI: 10.26630/jk.v4i2.80

Abstract

Heri Purwanto1)1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarange_mail: lingkar_pesagi@yahoo.co.id Abstract: Method of new leprosy patients and DisabilityLevelin the province of Lampung. In Lampung Province defect rate of new leprosy patients and leprosy patients age was > 5 % ( 6.9 % ), patients had experienced disability level-2, and  8.3 % children aged 0 - 14 years . The data indicate the presence of active infection sunber and delays due to delays in patient treatment were found.The purpose of the study, 1) knowing the characteristics of new leprosy patients , 2) patients with known relationship discovery method, and factor covariates new leprosy patients with disability, 3) disability known determinants of new leprosy patients, and 4) knowing the potential impact of variables on the prevention of disability case detection of new leprosy patients.Research using design cross-sectional studies, as a sample, lepers who live in the province of Lampung to the identity and state of the data has been recorded on a report pain P2 leprosy Lampung Provincial Health Department from 2011 until the second quarter year-2013. Data derived from P2 reports leprosy Lampung Provincial Health Office.The results of the study, based on the characteristics of patients have 09.00 % defect rate of 1-2 ; 91.70 % found passively ; 89.50 % MB type ; 64.20 % were male, and 83.00 % patients aged ≥ 15 Pathe bivariate analysis, covariate variables that showed statistically significant relationships were age (p-value = 0.02) with ROP = 7.78 ( 95 % CI : 1.05 to 57.79 ). Final multivariate model that describes the occurrence of new leprosy patients with disability main variable manner leprosy case detection, is an exponential function of the variable ways one variable case detection and covariates variabel of patient age. New leprosy probability patients were found to be passive and age > 15 years, has 1-2 levels defect risk was 29.54 %. The potential impact of the contribution of the variable ways of discovering the defect prevention leper new leprosy patients 2.12 %.                     . Keywords : How to inventions, Disability rate. Abstrak: Cara Penemuan Penderita Kusta Baru dan Tingkat Kecacatan Di Provinsi Lampung.Di Provinsi Lampung tingkat kecacatan penderita kusta baru dan penderita kusta usia anak masih > 5%, (6,9%) penderita telah mengalami cacat tingkat-2, dan 8,3% usia anak 0-14 tahun. Data tersebut mengindikasikan masih adanya sunber penularan aktif dan keterlambatan pengobatan yang disebabkan terlambatnya penderita diketemukan.Tujuan penelitian, 1) diketahuinya karakteristik penderita kusta baru, 2) diketahuinya hubungan cara penemuan penderita, dan faktor kovariat dengan kecacatan penderita kusta baru, 3) diketahuinya determinan kecacatan penderita kusta baru, serta 4) diketahuinya dampak potensial variabel penemuan penderita terhadap pencegahan kecacatan penderita kusta baru. Penelitian dengan studi cross sectional,sebagai sampel, penderita kusta yang berdomisili di wilayah Provinsi Lampung dengan identitas dan data keadaan sakitnya telah tercatat pada laporan P2 kusta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dari tahun 2011 sampai dengan triwulan-II tahun 2013. Data berasal dari laporan P2 kusta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.Hasil penelitian, berdasarkan karakteristik penderita 09,00% telah mengalami cacat tingkat 1-2;  91,70% diketemukan secara pasif; 89,50% tipe MB; 64,20% berjenis kelamin laki-laki, dan 83,00% penderita berumur ≥ 15 tahun.Hasil analisis bivariat, variabel kovariat yang secara statistik menunjukkan hubungan bermakna adalah umur (nilai-p = 0,02) dengan ROP = 7,78  (95% CI: 1,05-57,79). Model akhir multivariat yang menggambarkan terjadinya kecacatan penderita kusta baru dengan variabel utama cara penemuan penderita kusta, adalah fungsi eksponensial dari variabel cara penemuan penderita dan satu variabel kovariat (umur) penderita. Probabilitas penderita kusta baru yang ditemukan pasif dan berumur > 15 tahun,  memiliki risiko cacat tingkat 1-2 sebesar 29,54 %. Dampak potensial besarnya kontribusi variabel cara penemuan penderita kusta terhadap pencegahan cacat penderita kusta baru 2,12 %. Kata kunci: Cara penemuan, Tingkat kecacatan.
Pengaruh Senam Kaki terhadap Kadar Glukosa Darah dan Nilai ABI Penderita DM Trisna, Efa; Musiana, Musiana
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.981 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i3.976

Abstract

Riskesdas (2013), reported the prevalence of Diabetes Mellitus (DM) in Indonesia based on interviews showed an increase from 1.1 percent (2007) to 2.1 percent in 2013. The International Diabetes Federation (IDF) estimates that DM patients in Indonesia in 2020 amount to 178 million people above 20 years and assuming DM prevalence of 4.6% will be obtained 8.2 million DM patients. Lampung Provincial Health Office Data (2015), DM patients in Lampung Province in 2015 totaled 26,791 people. This number increased compared to 2014 totaling 24,238 people, and in 2013 which amounted to 23,783 people. One of the most common complications of diabetes mellitus is a diabetic foot (diabetic foot), which can manifest as ulcer, infection, and gangrene and Charcot arthropathy. This study was to determine the effect of foot gymnastics on blood glucose levels and ABI values of DM patients. The research design was quasy-experimental with pre and post-test group design data collection. The number of respondents was 80 respondents consisting of 40 groups intervention and 40 control groups. Data were analyzed using T-test. The results were 0.008; 0.002; 0,000; and 0,000. There was a difference between blood glucose levels before and after the intervention. Suggestion for DM sufferers to be able to do foot exercises regularly 3 times a week to prevent blood control and prevent blood circulation disorders.

Page 11 of 78 | Total Record : 774


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan (In Progress) Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 11, No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 8, No 3 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 7, No 3 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Kesehatan More Issue