cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775932     EISSN : 2477846X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Strategi Kesantunan Pemandu Acara Talkshow Kick Andy dan Mata Najwa di Metro Tv Mei Anjar Kumalasari; Rustono Rustono; B. Wahyudi Joko Santoso
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): VOLUME 3 NUMBER 1 MARCH 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.704 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i1.446

Abstract

Tujuan pada penelitian ini ialah menganalisis strategi kesantunan yang digunakan pemandu acara talkshow di Metro TV. Pendekatan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan pragmatis, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan ialah pendekatan deskriptif analitis secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding memperbedakan. Berdasarkan hasil penelitian ini, pemandu acara talkshow di Metro TV menggunakan berbagai strategi kesantunan dengan intensitas yang berbeda-beda. Strategi kesantunan yang paling banyak digunakan pemandu acara Kick Andy ialah strategi kesantunan positif. Hal ini dikarenakan sebagai pemandu acara Andy berupaya memuaskan muka positif mitra tutur sehingga komunikasi di antara mereka menjadi lebih santun dan komunikatif. Sementara itu, strategi kesantunan yang banyak digunakan pemandu acara talkshow Mata Najwa ialah strategi langsung dan strategi kesantunan positif. Banyaknya tuturan Najwa yang menunjukkan penggunaan strategi langsung itu tidak terlepas dari ciri khas Najwa sebagai seorang wartawan yang tegas dan berani dalam berbicara. Adapun penggunaan strategi kesantunan positif sering dilakukan Najwa agar saat menggali informasi yang sedalam-dalamnya dari narasumber ia tetap tegas dan santun.
Representasi Perempuan Bali dalam Novel-Novel Karya Oka Rusmini Sugiyanti Pratiwi Sari; Agus Nuryatin
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.491 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i2.241

Abstract

Representasi perempuan Bali dalam novel-novel karya Oka Rusmini menjadi sebuah kajian menarik dalam sebuah telaah novel, dalam penelitian ini dikaji gambaran perempuan Bali melalui watak tokoh utama perempuan Bali dalam novel-novel karya Oka Rusmini. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga buah novel karya Oka Rusmini, yaitu novel Kenanga, novel Tarian Bumi, dan novel Tempurung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan  pendekatan pendekatan strukturalisme dan sosiologi sastra. Hasil dari penelitian ini adalah tokoh utama perempuan dalam novel-novel karya Oka Rusmini digambarkan sebagai perempuan berwatak 1) berani, 2) sarkastis, 3) apatis, dan 4) sabar.
Mantra Pengobatan Anak Rewel Subsuku Dayak Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Sudarto Sudarto; Adpriyadi Adpriyadi
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.072 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa, makna kata, dan lingkungan pembacaan mantra yang terdapat dalam mantra pengobatan  anak rewel pada masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan bentuk penelitian kualitatif dan pendekatan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah pendekatan struktural semiotik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik perekaman, pengamatan langsung, dan teknik wawancara bebas terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang terdapat dalam mantra pengobatan anak rewel masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang meliputi: (1) gaya bahasa yang terdapat dalam mantra pengobatan masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang meliputi: (a) gaya bahsa pengulangan Aleterasi  (b) gaya bahasa pengulangan kiasmus.  (2) kata-kata yang terdapat dalam mantra berisikan permohonan agar penyakit yang diderita oleh seseorang dapat tersembuhkan (3) lingkungan pembacaan mantra pengobatan masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang tidak memiliki pantangan-pantangan, dalam melakukan pengobatan boleh kapan saja, hanya menyan yang harus ada dan yang lain boleh tidak ada.
Pemarkah Frasa Aspektualitas Bahasa Melayu Dialek Sambas Haries Pribady
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.363 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.95

Abstract

Linguistik tidak sekadar membahas bahasa secara internal, melainkan juga hal-hal yang berada di luar bahasa, termasuk waktu, situasi, dan pengguna bahasa. Pada awalnya dipahami bahwa setiap kata bersifat otonom, bisa berdiri sendiri dan dimaknai hanya dengan merujuk kata yang digunakan. Namun kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Penggunaan kata, khususnya verba, selalu berkaitan dengan hal lain yang berada di luar bahasa. Hal ini mencakup kapan suatu verba digunakan dan bagaimana suatu verba bisa berubah (secara morfologis) karena diakibatkan proses-proses yang menyertai atau berada dalam kegiatan berbahasa. Dalam hal ini, istilah semantik verba perlu diberikan perhatian secara serius karena setiap makna yang timbul akibat penggunaan kata kerja (verba) tidak bisa lepas dari aspek-aspek luar bahasa (ekstralinguistik). Sumarlam (2004: ix) menyebutkan bahwa aspektualitas merupakan unsur semestaan bahasa.  Istilah ini diambil sebagai ‘common thought’ yang mencakup aksionalitas dan aspek [7]. Aspektualitas merupakan gejala ekstralinguistik yang mencakup unsur waktu (time, temporal, moment) dan unsur situasi (state, event, process, dan activity). Bagi beberapa kalangan pengguna bahasa, konsep waktu bisa dipahami dengan konfigurasi antara struktur aspektualitas dan temporalitas yang lazim berlaku di masyarakat. Makalah ini membahas pengungkapan penanda waktu internal situasi (aspektualitas) dalam cerita daerah Melayu Sambas.Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memaparkan dan mengungkap penggunaan pemarkah aspektualitas dalam tulisan-tulisan yang ada di cerita daerah. Pengungkapan ini diilakukan dengan sudut pandang sintaksis melalui aspek frasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif.
Campur Kode Pada Novel 99 Cahaya Di Langit Eropa Karya Hanum Salsabiela Rais Dan Rangga Almahendra (Kajian Sosiolinguistik) Lili Yanti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 Number 1 March 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.648 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i1.72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan campur kode pada novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra yang meliputi wujud dan bentuk campur kode serta faktor-faktor terjadinya campur kode pada novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan bentuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu teknik langsung artinya peneliti sebagai instrumen kunci dan dibantu kartu pencatat data.Berdasarkan analisis data dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra terdapat wujud campur kode meliputi penyisipan unsur-unsur yang berwujud kata sebanyak 37 buah, frasa sebanyak 10 buah, baster sebanyak 5 buah, perulangan kata sebanyak 7 buah, dan penyisipan unsur yang berwujud idiom sebanyak 2 buah. Bentuk campur kode yaitu bentuk ke dalam dan bentuk ke luar. Terjadinyacampurkodedisebabkanolehbeberapafaktor yaitu tempat dan waktu terjadinya sebuah tuturan (settings), peserta tutur  (participants), tujuan dari suatu peristiwa dalam suatu masyarakat (ends), pokok tuturan (act sequences), nada tutur (keys), sarana tutur (instrumentalities), norma tutur (norms), dan jenis tutur (genre). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dalam bidang sosiolinguistik, khususnya kajian mengenai campur kode dalam karya sastra.
Persepsi Pendidik dan Peserta Didik terhadap Pengembangan Buku Bacaan Cerita Fantasi Bermuatan Nilai Moral bagi Peserta Didik SMP Kelas VII Amalia Fajriyyatin Najichah; Agus Nuryatin; Mimi Mulyani
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): VOLUME 3 NUMBER 2 SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.899 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i2.723

Abstract

Buku bacaan sebagai salah satu buku nonteks pelajaran seringkali tidak digunakan secara maksimal dalam proses pendidikan di sekolah. Padahal, dengan adanya gerakan literasi sekolah (GLS) saat ini, justru keberadaan buku bacaan sangat diperlukan sebagai kebutuhan utama bagi peserta didik. Tidak hanya itu, buku bacaan juga dapat digunakan dalam proses pembelajaran tertentu untuk menambah pengetahuan yang tidak dapat diperoleh peserta didik dari  buku teks pelajaran. Salah satu contohnya adalah buku bacaan cerita fantasi bermuatan nilai moral yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran teks cerita fantasi untuk siswa SMP Kelas VII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pendidik dan peserta didik terhadap adanya pengembangan buku bacaan cerita fantasi bermuatan nilai moral. Penelitian dengan desain kualitatif deskriptif ini menunjukkan hasil bahwa, keberadaan buku bacaan cerita fantasi bermuatan nilai moral sangat diperlukan dalam menunjang proses pembelajaran teks cerita fantasi. Selain itu, nilai moral yang terkandung dalam cerita fantasi dapat digunakan sebagai sarana pembentukan nilai moral bagi peserta didik.
Analisis Sosio-Ekono-Ekolinguistik terhadap Pemertahanan Leksikon Tanaman Tradisonal untuk Bumbu Masak bagi Mahasiswi di Kota Semarang Wahyudi Joko Santoso
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.09 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i2.250

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (i) untuk menemukan dan menjelaskan pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah oleh siswa perempuan di Kota Semarang, (ii) untuk menemukan dan menjelaskan alasan mereka untuk mempertahankan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah, dan (iii ) untuk menemukan dan menjelaskan signifikansi sosial-ekono-ekologisnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode keterampilan dengan teknik dasar memprovokasi dan dilanjutkan dengan teknik pengujian. Teknik analisis data adalah prosentase deskriptif-analitik. Metode penyajian hasil tersebut menggunakan metode informal dan penerapan metode informal ini sekaligus memanfaatkan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) masih mempertahankan 24 leksikon (75,00%) dari 32 leksikon yang diuji. Selanjutnya, Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan peringkat ke-2, yang masih mempertahankan 14 leksikon (43,75%). Rangking 3 dan 4 ditempati oleh responden Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata dan Universitas Negeri Diponegara (UNDIP), masing-masing masih mempertahankan hanya 6 leksikon (18,75%). Dengan demikian, rata-rata pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk bumbu masak (bumbon) untuk siswa perempuan di Kota Semarang hanya mencapai 54,94% (24 + 14 + 6 + 6/91). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan leksikon tanaman tradisional untuk memasak rempah-rempah siswa Semarang rendah. Hal ini bisa diartikan bahwa memasak instan telah menggeser bumbu masak tradisional menjadi sekitar 45%. Arti tanaman "bumbon" oleh responden memiliki beberapa kesamaan, misalnya secara sosial, tanaman ditafsirkan sebagai pembentukan hubungan sosial antara responden dan masyarakat (tetangga, petani, penjual, dan keluarga mereka sendiri). Secara ekonomi, tanaman "bumbon" dimaksudkan untuk menghemat pengeluaran keluarga dan dapat membantu meningkatkan taraf hidup petani dan penjual "bumbon". Secara ekologis tanaman "bumbon" ini dipahami sebagai pelestarian lingkungan dan lingkungan menjadi indah, alami, indah, sejuk, teduh, sehat, cantik, bersih, ramah lingkungan. Selain itu, responden memberi arti lain, seperti memelihara dan memelihara rempah-rempah yang mewarisi rempah-rempah Indonesia, hidup sehat, membuat tanah subur, dan sebagainya.
Pelanggaran Maksim pada Tuturan Remaja Perempuan Yatim: Kajian Psikopragmatik Alfian Rokhmansyah; Purwanti Purwanti; Nur Ainin
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.381 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk pelanggaran maksim yang dilakukan seorang remaja perempuan yatim dan faktor-faktor yang memengaruhi tuturannya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi kasus. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif. Objek penelitian (OP) adalah seorang remaja perempuan yatim berusia 21 tahun. Data utama penelitian adalah tuturan dalam kegiatan tindak tutur sehari-hari dari OP. Sedangkan data sekunder berupa identitas diri OP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran maksim yang dilakukan OP, yaitu (a) maksim kearifan, (b) maksim kedermawanan, (c) maksim pujian, (d) maksim kerendahan hati, dan (e) maksim kesepakatan. Adapun faktor yang memengaruhi cara berbahasa OP, yaitu (a) kurang mendapat perhatian menyebabkan bentuk tuturan OP condong kasar, (b) posisi sebagai anak sulung dalam keluarga disiplin rendah menyebabkan OP berani mengungkapkan gagasan secara bebas, dan (c) kehilangan sosok teman diskusi menyebabkan OP selalu berusaha mencari teman diskusi untuk mengetahui suatu hal ataupun menyelesaikan masalah.
Wujud Peralihan Kode dalam Peristiwa Tutur Informal Masyarakat Multietnis di STKIP Singkawang Kalimantan Barat Heru Susanto; B. Wahyudi Joko Santoso
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.978 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i1.235

Abstract

Keberagaman etnis pada masyarakat multilingual di STKIP Singkawang dapat mengakibatkan adanya kontak bahasa. Masing-masing etnis yang berada di lingkungan sekolah tinggi tersebut memiliki kode tutur yang berbeda-beda. Perbedaan kode tutur tersebut akan dapat memengaruhi jalannya proses pertuturan. Hal inilah yang terjadi pada masyarakat multilingual di STKIP Singkawang Kalimantan Barat. Masyarakat multilingual di STKIP Singkawang terdiri dari dua etnis besar, yaitu etnis Melayu Sambas dan etis Dayak Kanayatn dan dua etnis kecil, yaitu etnis Jawa dan Madura. Tujuan penelitian ini adalah menemukan dan menjelaskan wujud alih kode dan menemukan dan menjelaskan faktor-faktor alih kode. Data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang. Data dikumpulkan melalui dua metode yaitu, metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan dari metode simak dalam penelitian ini adalah simak bebas libat cakap, teknik rekan dan teknik catat. Selanjutnya, untuk metode cakap menggunakan teknik dasar yaitu teknik pancing. Teknik lanjutan dari metode cakap yaitu, teknik cakap semuka, teknik rekam dan teknik catat. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan alat penentu adalah bahasa lain. Simpulan dari penelitian mengenai alih kode dan campur kode pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang adalah sebagai berikut. Wujud alih kode yaitu alih kode internal. Alih kode internal yang terjadi adalah alih kode dari kode tutur Melayu Sambas ke kode tutur Indonesia, alih kode dari kode tutur Dayak Kanayatn ke kode tutur Indonesia, dari kode tutur Indonesia ke kode tutur Melayu Sambas, dan dari kode tutur Indonesia ke kode tutur Dayak Kanayatn. Kemudian untuk faktor-faktor penyebab alih kode terdiri dari lima faktor yang menjadi penyebab timbulya alih kode. Adapun kelima faktor tersebut meliputi (1) penutur, (2) mitra tutur, (3) hadirnya orang ketiga dalam pertuturan, (4) pokok pembicaraan, dan (5) untuk membangkitkan rasa humor.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Menulis Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Singkawang Tahun Ajaran 2017/2018 Eti Sunarsih; Suci Adelina; Lili Yanti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): VOLUME 3 NUMBER 2 SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.941 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i2.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Singkawang. Secara rinci tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan penggunaan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi, (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar pada keterampilan menulis teks negosiasi, dan (3) Mengetahui aktivitas belajar siswa terhadap penggunaan model pembelajaran problem based learning pada keterampilan menulis teks negosiasi. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dengan bentuk Quasi experimental design dengan rancangan the nonequivalent posttes-only control group design. Teknik pengumpul data yang digunakan ialah teknik pengukuran, teknik observasi langsung, dan teknik dokumentasi. Alat pengumpul data yakni tes, lembar pengamatan aktivitas, dan dokumen. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan model pembelajaran langsung berdasarkan hasil perhitungan uji independent sample t-test diperoleh hasil thitung 11,436 atau lebih besar dari ttabel 2,045, (2) Besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar menulis teks negosiasi dengan dibuktikan pada hasil uji effect size sebesar 0,98 atau lebih besar dari 0,8 termasuk ke dalam kategori tinggi, dan (3) Adanya ativitas belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning pada keterampilan menulis teks negosiasi dengan rata-rata persentase yaitu 85% yang termasuk ke dalam kriteria baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Singkawang. 

Page 2 of 18 | Total Record : 178