cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24775932     EISSN : 2477846X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (JP-BSI), publishes research-based articles in the field of language, literature, and learning. It is published twice a year, namely in March and September. The scopes of the topics include, but not limited to: 1) Foreign language learning, Indonesian language, vernacular language and Malay language learning; (2) Linguistics; (3) Applied Linguistics, and; (4) Literature.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
A Critical Analysis of Teaching Language Learning Strategies to University in Indonesia M. Ainur Rizqi; Haries Pribady
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.431 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i1.236

Abstract

Over the last 40 years, plenty research has extensively examined the role of learning strategies on the language acquisition/learning. In Indonesia, unfortunately, this issue seemingly receives less attention at least until 2000’s.  Perhaps, Setiyadi’s (2001; 2004) and Mistar’s (2001) work which both studied students’ learning strategies in a university degree could be declared as the first batch of strategies-oriented research, and followed by  Subekti& Lawson (2007) and Mistar&Umamah (2014). Generally, the studies were descriptive or correlational in which depicting the types of strategies that the learners employed, or sought a relationship between learning strategies and the learners’ academic achievements. Strikingly, none elucidated strategy-instruction as the key priority. In fact, this is vital to ensure whether these strategies really could help poor language learners in practice.
Pemahaman Guru Sekolah Dasar Kabupaten Melawi Kalimatan Barat dalam Menulis Kalimat Bahasa Indonesia (Studi Kasus Peserta PPG Daerah Khusus) Apri Damai Sagita Krissandi; Kelik Agung Cahya Setiawan
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.422 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.721

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman guru sekolah dasar Kabupaten Melawi Kalimantan Barat dalam menulis kalimat bahasa Indonesia sesuai dengan strukutur dan pola kalimat. Jenis penelitian adalah kualitiatif deskriptif. Data berupa kontruksi kalimat bahasa Indonesia yang didapat dari hasil kuisioner yang diberikan kepada guru-guru sekolah dasar Kabupaten Melawi yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) daerah khusus yang berjumlah tiga puluh satu peserta. Instrumen penelitan adalah berupa soal. Keabsahan data yang dilakukan dengan menggunakan trianggulasi. Hasil penelitan menunjukan bahwa pemahaman menulis guru Kabupaten Melawi Kalimantan Barat termasuk dalam kriteria “cukup baik”. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase jawaban yanng benar sebanyak 64% sedangkan yang tidak sesuai dengan instruksi adalah 36%. Kesalahan yang dilakukan para guru meliputi: (1) Ketidakpahaman Konsep Subjek; (2) Kesalahan Pemahaman Objek; (3) Kesalahan Penempatan Keterangan; (4) Kesalahan Fungsi Pelengkap.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Berita Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Singkawang Eti Sunarsih
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 Number 2 September 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.697 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i2.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan menulis teks berita. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 16 Singkawang. Masalah penelitian ini adalah bagaimana hasil menulis teks berita. keterlaksanaan, peningkatan, aktivitas dan respon siswa dalam menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran PjBL. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Bentuk penelitian pre-eksperimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VIII dengan jumlah 211. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik sampling purposive maka didapat  kelas VIII A dengan jumlah 24 orang sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pembelajaran menulis teks berita nilai skor post-test 12,63 dan skor pre-test 9,83 dari data tersebut dilakukan perhitungan N-Gain  sebesar 0,54 dengan kategori sedang, artinya terdapat peningkatan kemampuan menulis teks berita dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning. Hasil keterlakasanaan mencapai nilai 94,45 dengan kategori sangat baik. Data rataa-rata aktivitas siswa menunjukkan perilaku negatif sebesar 6,13% dan perilaku positif sebesar 93,84%. Data respon siswa menunjukan penggunaan model pembelajaran PjBL menunjukkan respon positif yaitu 88,74% dan negatif 11,25%.
Peningkatan Keterampilan Menulis Rangkuman Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition Kelas VII B SMP Negeri 8 Singkawang Tahun Pelajaran 2015/2016 Wahyuni Oktavia
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 Number 1 March 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.881 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i1.69

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya nilai menulis siswa. Hal ini dikarenakan materi menulis sulit dikuasai, siswa kurang memberikan respon positif terhadap kegiatan menulis sehingga siswa kesulitan dalam mencapai tujuan dalam memahami pesan yang ingin pengarang sampaikan melalui tulisan. Selanjutnya penelitian ini difokuskan pada materi menulis rangkuman menggunakan model cooperative integrated reading and composition composition pada materi menulis rangkuman yang menemukan pokok-pokok isi buku dan mampu merangkai isi buku menjadi rangkuman. Berdasarkan uraian diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil dari pembelajaran menulis rangkuman menggunakan model cooperative integrated reading and composition. Model penelitian ini adalah deskriftif dengan bentuk kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau clasroom action, yaitu untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dari penelitian ini adalah aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran menulis rangkuman kelas VIII B SMP Negeri 8 Singkawang. Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum dilakukan tindakan nilai rata-rata siswa 41,17%. Setelah dilakukan tindakan siklus I adanya peningkatan menjadi  64,70%, sedangkan pada siklus II ketuntasan mencapai 87,87%. Berdasarkan penelitian ini guru sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa terhadap menulis, dalam pemilihan model pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran materi menulis rangkuman dengan menggunakan model cooperative integrated reading and composition pada kelas  VIII B SMP Negeri 8 Singkawang dapat meningkat.
Penerapan Model Think Talk Write untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Parafrasa Puisi pada Siswa SMK Negeri 3 Singkawang Tahun Ajaran 2016/2017 Erina Erina; Susan Neni Triani; Wahyuni Oktavia
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): VOLUME 3 NUMBER 1 MARCH 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.313 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i1.448

Abstract

Penelitian berlatar belakang dikarenakan hasil belaar siswa khususnya pada materi menulis parafrasa puisi masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk, 1. mengetahui nilai rata-rata hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang  tahun pelajaran 2016/2017, 2. mengetahui keterlaksaan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang pada siswa kelas X  SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017, 3. mengetahui respon siswa terhadap penerapan model think talk write dalam menulis parafrasa puisi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian eksperimen dengan jenis penelitian quasi experimental design  dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest control design dengan satu macam perlakuan. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Singkawang dengan jumlah keseluruhan siswa sebanyak  148 orang. Penentuan sampel dengan teknik sampling purposive dan kelas yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas X UPW 1. Hasil analisis data pretest dan posttest  diketahui bahwa hasil belajar siswa menulis parafrasa puisi dengan menarapkan model pembelajaran think talk write mengalami peningkatan yang cukup signifikan. hal ini terlihat dari rata-rata hasil posttest sebesar 85,288 dan pretest sebesar 62, 857. Hasil keterlaksanaan penerapan model pembelajaran think talk write yang menunjukkan bahwa hasil keterlaksanaan mencapai 80,51%. hasil dari sebaran angket yang dilakukan peneliti diperoleh hasil untuk kategori setuju (S) mencapai 47,50%, sangat setuju (SS) mencapai 47,30%, tidak setuju (TS) 5%, dan sangat tidak setuju 0,19%. Dari hasil yang diperoleh maka hasil penghitungan diperoleh dari uji hipotesis menunjukan  9,958 setelah dikonsultasikan dengan  pada taraf signifikansi 0,05 dan df  sebesar 25 ternyata  lebih besar dari  (1,708) sehingga Ha yang menyatakan adanya peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran think talk write terhadap hasil belajar menulis parafrasa puisi pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMK Negeri 3 Singkawang diterima.
Improving Speaking Skills through Cooperative Learning Model Talking Stick Type on Students of Class XI IPS 2 SMA Negeri 7 Singkawang School Year 2015/2016 Dionesia Marisa Ica; Mardian Mardian; Wahyuni Oktavia
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 2 (2017): Volume 2 Number 2 September 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.871 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i2.245

Abstract

This research is motivated by low speech skills, this is due to low student interest and lack of confidence in students and has difficulty in playing the drama. This research is focused on the material to play the drama through Cooperative Type Talking Stick Learning Model. The purpose of this study is to describe the planning, implementation, and results of the Drama through Cooperative Learning Model Type Talking Stick. The formulation of this research problem is how the planning, how the implementation, and how the results of learning activities play the drama through Cooperative Type Talking Stick Learning Model. the method used in this research is descriptive with the form of qualitative and quantitative research. The implementation procedure of this research consists of planning, implementation, observation, and reflection. Research design in the form of Class Action Research. Planning in cycle 1 is good with percentage equal to 74,11% whereas planning in cycle 2 with percentage 80%. Implementation in cycle 1 first meeting is good with percentage equal to 71,81% while implementation in cycle 1 second meeting equal to 72,17%. The percentage achieved in cycle 1 overall was 74.54%. Implementation in cycle 2 first meeting Very good with percentage 85.45%, the percentage achieved in cycle 2 second meeting very good with percentage 87,27%. Percentage achieved in cycle 2 overall by 86,36%. Research Result Action Class at cycle 1 with average score reach 69,01 and percentage mastery learn student equal to 53,33%, themean value in cycle 2 increased become 71,41 with student mastery percentage equal to 83,33%. Based on this research, it can be concluded that speaking skill in playing drama through Cooperative Learning Model Talking Stick Type is good, it is suggested to teachers especially Indonesian teachers using Cooperative Learning Model Talking Stick Type improves speaking skill especially on play plays material.
The Use of Multisensorial Media in Learning Writing Narration Based on Balance of Brain Functions in Elementary Schools Ririen Wardiani; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani; Budiyono Budiyono
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): VOLUME 4 NUMBER 1 MARCH 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.622 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v4i1.917

Abstract

The purpose of this study is to describe the application of the use of multisensory media in learning to write narratives based on balancing brain function. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. Place of research in elementary schools in Ponorogo. Subjects in the study were teachers and elementary school students in grade IV. Data collection techniques are direct observation techniques, interview techniques, and tests. The instruments of data collection are observation guides, interview guides, and test questions. The data analysis technique uses mastery learning guidelines. The results showed that the use of multisensory media in the form of media images, concrete objects, and film media can be used to ignite emotions as a basis for the initial search and development of ideas. The use of picture media can produce students categorically mastery as many as 30 students, the use of concrete media objects 59 students, and the use of film media as many as 63 of the 72 students studied. The use of multisensory media is very important in implementing learning based on balancing brain function.
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Learning Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Menulis pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang Tahun Ajaran 2016/2017 Darmawan Darmawan; Gunta Wirawan; Lili Yanti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2, No 1 (2017): Volume 2 Number 1 March 2017
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.61 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v2i1.230

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  model pembelajaran reciprocal learning terhadap keterampilan menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen, dengan bentuk penelitian pre eksprimental design dan rancangan penelitian one-group posttes-pretes design. Teknik pengumpul data, yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi tidak langsung. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan secara umum terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal learning terhadap hasil belajar keterampilan menulis rangkuman pada siswa SMP Negeri 16 Singkawang. Sedangkan secara khusus dapat disimpulkan (1) hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sebelum menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pretes, hal ini dapat dilihat pada mean pretes sebesar 55,62 dan hasil diperoleh dari analisis data pretes masih dalam katagori cukup; (2) Hasil belajar siswa dalam menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang sesudah menggunakan model reciprocal learning terdapat perbedaan yang signifikan pada skor postes hal ini dapat dilihat pada mean posttes sebesar 80,22 tergolong dalam katagori baik; dan (3) dengan diketahuinya ada pengaruh yang signifikan maka dalam hal ini pengaruh model reciprocal learning terhadap hasil belajar siswa menulis rangkuman pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 16 Singkawang dinyatakan berpengaruh hal ini di buktikan dengan hasil uji effect size dengan hasil 3,08 kategori tinggi.
Peningkatan Keterampilan Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Talk Write Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 11 Singkawang Mardian Mardian; Suyatno Suyatno
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 1, No 1 (2016): Volume 1 Number 1 March 2016
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.987 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v1i1.74

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan keterampilan mengubah teks wawancara menjadi narasi menggunakan model kooperatif tipe think talk write pada siswa kelas VII B SMP Negeri 11 Singkawang yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil yang dicapai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunaan metode kualitatif deskripsif. Rancangan penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Data penelitian berupa proses pembelajaran mengubah teks wawancara menjadi narasi dan hasil  belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran (tes), observasi, dan dokomentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan keterampilan mengubah teks wawancara menjadi narasi siswa kelas VIIB SMP Negeri 11 Singkawang. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan kegiatan partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembealajaran. Kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran terus meningkat dari 78,77% pada siklus 1 menjadi 88,63% pada siklus 2. Nilai sikap siswa di kelas mengikuti proses pembelajaran pada siklus 1 mencapai 77,24% meningkat menjadi 86,37% pada siklus 2. Nilai aktiviatas siswa di kelas mengikuti proses pembelajaran pada siklus 1 mencapai 77,49% meningkat menjadi 87,81% pada siklus 2. Hasil pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe think talk write mengalami peningkatan, hal ini dapat diketahui setelah membandingkan hasil pratindakan, siklus 1, dan siklus 2. Nilai rata-rata siswa pratindakan adalah 57,03 berada dalam kategori cukup, pada siklus 1 rata-rata nilai 72,5 dalam kategori baik, dan pada siklus 2 nilai rata-rata 85,62 berada dalam kategori sangat baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dalam penelitian tindakan kelas dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran mengubah teks wawancara menjadi narasi.
Wacana Percakapan Mappitu Etnis Bugis Wajo Sulawesi Selatan, Indonesia Pendekatan Etnografi Komunikasi Juanda Juanda; Azis Azis
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3, No 2 (2018): VOLUME 3 NUMBER 2 SEPTEMBER 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.663 KB) | DOI: 10.26737/jp-bsi.v3i2.725

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tergerusnya budaya lokal. Mappitu sebagai proses mengundang tamu kehormatan tujuh hari sebelum acara pernikahan dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian prosesi pernikahan pada suku Bugis. Tujuan penelitian ini menganalisis bentuk dan isi percakapan mappitu etnis Bugis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diambil dari dialog lisan  tuturan masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan  dengan  menggunakan metode observasi partisipan. Pengambilan data dengan teknik perekaman. Selanjutnya data dianalisis berdasarkan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bentuk tuturan dalam  undangan mappitu berbentuk frosen. Pada undangan pihak yang mengundang saja yang menggunakan bahasa genre undangan  mappitu, frozen dengan menggunakan pakaian adat. Pihak yang diundang menggunakan percakapan sehari-hari. Genre mappitu adalah dialog  lisan. Undangan mappitu dalam penelitian ini mencapai hasil yang diharapkan karena tamu kehormatan yang diundang secara mappitu menghadiri pesta pernikahan. Mappitu memiliki unsur: Setting: bola arung ’rumah bangsawan’ partisipan tujuh orang berpakaian adat dan seorang tuan rumah, ends: mengudang, act: mappacci, akad nikah, dan maparola, key: formal, norma: sipakatau, dan genre: mappitu.

Page 4 of 18 | Total Record : 178