cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
NILAI BUDAYA DALAM LEGENDA RAKYAT DHARMASRAYA: ANALISIS STRUKTURAL LEVI STRAUSS Rusyda Ulva
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.248

Abstract

Legenda sebagai bagian dari cerita rakyat  menyimpan sejumlah informasi sistem budaya seperti norma, filosofi, dan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat. Dalam penelitian ini, legenda yang  diteliti adalah Asal Mula Nagari Bonjol dan Asal Mula Suku Melayu dan Tigo Niniak. Sedangkan, data penelitiannya yaitu kata-kata, kalimat, maupun wacana.  Untuk mengungkap struktur dan representasi nilai budaya  digunakan  teori struktural antropologi C. Levis Strauss.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan simak, rekam, dan catat. Sedangkan, Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Analisis data dilakukan tahap-tahap sebagai berikut: (1) transkripsi data dari bahasa lisan ke dalam bahasa tulis dan mencatat data tertulis, (2) mencari miteme (mytheme) dalam legenda rakyat Dharmasraya (3) menyusun mytheme secara sintagmatis dan paradigmatis (4) mendeskripsikan nilai-nilai budaya dalam legenda rakyat Dharmasraya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Dharmasraya berfungsi sebagai alat peringatan bagi masyarakat agar menjaga sikap dan tingkah laku dalam keluarga, di tengah kehidupan bermasyarakat, serta kehidupan berdampingan dengan alam semesta. Cerita rakyat  menjadi pelajaran bagi orang-orang yang melanggar aturan  karena akan mendapatkan ganjaran. Nilai budaya dalam cerita rakyat Dharmasraya meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan masyarakat, antar sesama manusia, dan manusia dengan diri sendiri.
Representasi Politik Lokal Aceh Dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur Syahrotul Latifah
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.89 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.260

Abstract

Politik lokal Aceh diangkat sebagai latar belakang dalam novel Tanah Surga Merah yang menjadi titik fokus dalam penelitian ini. Tujuan dalam penelitian yaitu merepresentasikan fakta-fakta politik lokal Aceh dalam novel Tanah Surga Merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode analisis deskriptif. Sumber data penelitian yaitu novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Data dalam penelitian yaitu kutipan dialog, monolog, dan narasi dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Analisis dilakukan secara bertahap dengan langkah-langkah meliputi: (1) pembacaan secara kritis terhadap data dalam novel; (2) penentuan pendekatan dan teori yang relevan; (3) penyajian data yang terdiri atas identifikasi dan klasifikasi data berdasarkan domain masalah, dan (4) penafsiran terhadap seluruh data, serta kesimpulan. Hasil penelitian berupa fakta-fakta politik lokal dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur ditemukan adanya dominasi partai politik, siasat egoisme partai politik, dan menuhankan uang.
Gangguan Bipolar Episode Depresi dalam Kajian Leksiko-Semantik: Studi Kasus Neurolinguistik herpindo herpindo
Salingka Vol 15, No 2 (2018): SALINGKA, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.12 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i2.165

Abstract

Penelitian ini fokus mengkaji gangguan bipolar episode depresi melalui metode pemberian stimulus leksiko-semantis kepada subjek tunggal berinisial RR. Penelitian ini adalah studi kasus neurolinguistik yang melibatkan metode kualitatif bertipe eksperimental. Dalam penelitian ini EEG (electroencephalograph) digunakan untuk mengukur aktivasi gelombang di sejumlah titik sebagai proses validasi dan konfirmasi terhadap kegagalan pemahaman leksiko-semantis dan linguistik kognitif yang ditemukan setelah pemberian stimulus kepada subjek RR.
KEMAMPUAN PENGGUNAAN BAHASA JURNALISTIK PENYAJI BERITA TELEVISI Wirnita Eska
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.621 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.178

Abstract

Penyaji berita televisi adalah orang terdepan dalam penampilan di televisi. Tugas mereka adalah memandu talk show dalam satu topik acara dengan narasumber dan bisa saja ada beberapa orang audiens serta memandu reporter di lapangan dari studio. Penyaji berita televisi dituntut kemampuannnya menggunakan bahasa jurnalistik dalam mengolah isi berita agar ringkas, singkat, padat, tertib,  dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa jurnalistik. Kemampuan penyaji berita televisi dalam membahas setiap persoalan harus dapat dimengerti dengan mudah diterima oleh semua kalangan yang menontonnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kemampuan penggunaan bahasa jurnalistik penyaji berita. Penelitian menggunakan karakteristik bahasa jurnalistik menurut John Hohenberg dalam (Anwar 2004:3) yang terdiri dari lima bagian, yaitu:  ringkas, singkat, jelas, tertib, dan menarik. Subjek penelitian adalah lembaga penyiaran televisi lokal di Padang TV dengan  program siaran “Sumbar Rancak Bana” yang dipandu penyaji berita. Hasil penelitian berupa paparan tentang wujud kemampuan penggunaan bahasa jurnalistik penyaji berita.Kata kunci: bahasa jurnalistik, penyaji berita televisi, dan lembaga penyiaran televisi
LEONARDO DICAPRIO'S MOVEMENT AND COMBAT AGAINST CLIMATE CHANGE ON HIS U.N. SPEECH Amanda Vira Maharani
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.806 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.179

Abstract

Leonardo DiCaprio was chosen as United Nations Messenger of Peace in 2014 and gave speech in the Paris Agreement on the U.N. This research aim to find out how climate change described on the lexical choices used by Leonardo DiCaprio on his U.N. speech to convey his ideology. This research uses qualitative research design with critical discourse analysis approach proposed by Norman Fairclough. The data of this research is Leonardo DiCaprio’s speech at the opening of Signature Ceremony for the Paris Agreement by the U.N. The result is his ideology is represented on his lexical choices, which are positive and negative representation that describes his movement and combat against the climate change that represents on his U.N. speech as Messenger of Peace on climate change.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA TOKOH POLITIK NASIONAL PRABOWO SUBIANTO PADA PIDATO KEBANGSAAN “INDONESIA MENANG” Sis wanto
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.225

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan prinsip kesantunan berbahasa tokoh politik nasional Prabowo Subianto dalam pidato kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Bedasarkan hasil penelitian  dengan teori kesantuna Geoffely leech, terdapat 30 tuturan yang terdiri dari  maksim kebijaksanaa 2 tuturan, maksim kedermawanan 10 tuturan, maksim pujian 1 tuturan, maksim kerendahan hati 3 tuturan, maksim kesepakan 5 tutran dan maksim kesimpatian 10 tuturan.  Prabowo Subianto memiliki kecendrungan  menggunakan maksim kedermawanan dan maksim kesimpatian yang menunjukan bahwa Prabowo Subianto memaksimalkan keuntungan untuk orang lain dan meminimalkan keuntungan dirinya sendiri. Hasil dari penelitian prinsip kesantunan yang digunakan oleh Prabowo Subianto pada saat pidato kebangsaan menunjukan cenderung sopan.
MAKNA PRAGMATIK PENGGUNAAN KATA GANTI PERSONA DALAM KELUARGA INTI BANJAR rissari yayuk rissari yayuk
Salingka Vol 15, No 2 (2018): SALINGKA, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.512 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i2.68

Abstract

 AbstractThe problems in this study are (1) How does the form of firs personal pronoun in Banjar nuclear family, (2) how does the form of second personal pronoun in Banjar  nuclear family, (3) how does the form of third personal in Banjar Nuclear Family. This study aims to (1) describe the form of firs personal pronoun in Banjar nuclear family, (2) describe the form of second personal  in Banjar  nuclear family  (3) describe the form of third personal pronoun in Banjar nuclear family. This study uses descriotive method and observation technique . The data are taken from Januari 2016 until March 2016 at Bakarung Village, Hulu Sungai Selatan region, South Kalimantan. This study uses pragmatic theory. From the analysis it can be concluded that the form of first personal pronoun is expressed by a wife to her husband, it is “ulun”, “saya”. The form of second personal pronoun, Piyan is “ Anda” expressed by a child to her mom, and the form of third personal pronoun “ Sidin” “beliau” is expressed by an older brother or sister to their father. 
KAJIAN EKOLINGUISTIK LEKSIKON FAUNA PERIBAHASA INDONESIA jufika martalina
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.521 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.230

Abstract

Peribahasa Indonesia adalah salah satu bentuk komunikasi yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dalam peribahasa Indonesia terdapat penggunaan leksikon fauna akibat adanya interaksi masyarakat dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengindetifkasi leksikon fauna yang digunakan serta menjelaskan ecosophy dari leksikon fauna tersebut dari sudut pandang ekolinguistik. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak bebas libat cakap dengan teknik catat dan metode yang digunakan untuk analisis data adalah metode agih dan padan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon fauna yang digunakan pada peribahasa Indonesia adalah laba-laba, lalat, siput, ulat, semut, lipan, gaang, lebah, kuda, anjing, kucing, harimau, singa, ayam, burung, cicak, ular, belut, dan ikan gurami Leksikon tersebut memiliki peranan penting baik dalam konstruksi peribahasa maupun peranannya di lingkungan Indonesia. Melalui pemahaman ecosophy, leksikon tersebut memiliki nilai kearifan lokal, nilai religuis, nilai konsumsi, nilai produksi dan nilai potensi.
EJAAN DALAM RUBRIK SURAT PEMBACA KOMPAS.COM Destiani Destiani
Salingka Vol 15, No 2 (2018): SALINGKA, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.921 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i2.72

Abstract

This study focuses on orthographic problems occur on complaint letters posted on kompas.com on March 2017. The study used eighteen complaint letters.  The methodology is descriptive qualitative in order to describe the data as it is. The sampling technique was purposive. Analyisis technique for orthographic data includes steps such as: 1) data identification, 2) data classification and 3) improper spellings calculation. There are four categories of orthographic problems, they are: 1) use of alphabetic letters, 2) word typing, 3) punctuation and 4) word absorption. Results showed that 82 orthographic problems occured on three aspects.  The most dominant orthographic problem is word typing with 49 mistakes, followed by 19 alphabetic letter problems, 14 punctuation problems and zero for absorption problem. Keywords: orthography, complaint letters, word typing
BENTUK DAN MAKNA RESIPROSITAS DALAM TRADISI NGAMEK ARI MASYARAKAT BANYUASIN III (The Form and Meaning Reciprosity in Ngamek Ari Tradition Banyuasin III society) Imron Hadi
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.554 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.231

Abstract

AbstractThe advancement of science and technology has scratched out the form and meaning in the tradition of ngamek ari as a reciprocity that lives in the society of Banyuasin regency, especially in Petaling village. Therefore, this article examines the form and meaning of reciprocity in ngamek ari tradition through data required from the perpetrators of reciprocity. The method used is descriptive qualititave method by recording and taking notes with active participant technique. The results show that there are three forms of ngamek ari: ngamek ari with energy, ngamek ari with materials or good, and ngamek ari with money (auction). The person who becomes the object to ngamek ari is obliged to return (mayar utang) more (ngiring) or equivalent as received. The conclusion is that Banyuasin III society, especially Petaling villagers do the tradition of ngamek ari aim to lighten the burden of the owner of the celebration or work.Keywords: ngamek ari, reciprocity, tradition  AbstrakKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menggerus bentuk dan makna resiprositas dalam tradisi ngamek ari yang hidup di tengah masyarakat Banyuasin III, khususnya di desa Petaling. Sebab itulah, artikel ini mengkaji bentuk dan makna resiprositas dalam tradisi ngamek ari yang ada di tengah masyarakat melalui data yang bersumber dari pelaku resiprositas. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik rekam dan simak libat cakap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga bentuk ngamek ari, yaitu ngamek ari dengan tenaga, bahan atau barang, dan uang (lelang). Orang yang menjadi objek untuk ngamek ari wajib mengembalikan (mayar utang) lebih (ngiring) atau minimal setara dengan bantuan yang telah dia terima. Kesimpulanya bahwa masyarakat Banyuasin III, khususnya desa Petaling melakukan tradisi ngamek ari bertujuan meringankan beban pemilik hajatan atau kerja.Kata kunci: ngamek ari, resiprositas, tradisi

Page 9 of 14 | Total Record : 140