cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
TYPES AND FUNCTIONS OF POLITENESS VIOLATION IN THE COURT SESSION “KOPI SIANIDA” Inestie Printa Elisya
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.479 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.250

Abstract

The court session is a formal legal meeting in which evidence about crimes. In session process, all of need is cooperation from all participants in order to make clear the case. This writing is aimed at identifying the types of politeness violated by the participant in the court session “KOPI SIANIDA”. The data are all the linguistic aspects involved in these sessions. In collecting the data, observational method with note-taking, recording and taking picture. The analysis is done by referential method related to the concept proposed by Oktavianus and Revita (2013). Having analyzed the data, it is found that there are four types and four functions indicated as politeness violation. The types are (1) politeness in expressing; (2) politeness in being emotional; (3) politeness in asking; and (4) politeness in refusal. The functions are (1)expressive; (2)informative; (3) descriptive; and (4) argumentative.
NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA Akhmad Idris
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.046 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.254

Abstract

PENGARUH AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT LOLOAN TERHADAP STRUKTUR SYAIR BURDAH DI BALI Riesta Maulidya M.; Fitria Sugiatmi; Muhammad Alan Mabruri
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.728 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.256

Abstract

RESPONS KEPALA SEKOLAH DAN GURU TERHADAP MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Hasnul Fikri; Ade Sri Madona; Yetty Morelent
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.024 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.253

Abstract

PENDERITA MUTISME SELEKTIF (STUDI KASUS MAYA) ANALISIS PSIKOLINGUSTIK Melvi Reskiania; Wahyudi Rahmat; Indriani Nisja
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.817 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.255

Abstract

MEMAKNAI KEARIFAN LOKAL MINANGKABAU MELALUI IDIOM DALAM KUMPULAN CERPEN BERTANYA KERBAU PADA PEDATI KARYA A.A. NAVIS Krisnawati Krisnawati
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.367 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.252

Abstract

MINAT BACA SISWA TERHADAP ARTIKEL POPULAR DAN PROBLEMATIK PEMBINAANNYA Trisna Helda
Salingka Vol 15, No 1 (2018): SALINGKA, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.163 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i01.251

Abstract

NYANYIAN LIRIS: NYANYIAN RAKYAT MINANGKABAU (Lyrical Song, Minangkabau Folk Song) Eva Krisna; Krisnawati Krisnawati
Salingka Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.735 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.204

Abstract

AbstractThis writing aimed to document the lyrical folk songs of Minangkabau and to investigate the functions contained in the songs anthropologically. Thus, this writing used the anthropological approach and the functions theory. Of all the kinds of folk songs, such as functional song, lyrical song, and narrative song, Minangkabau ethnic group owns lyrical song with many kinds of genre that still can be traced until now. This kind of folk songs relatively belongs to all sub-ethnic group (nagari) of Minangkabau. Some of the titles of the songs are “Kamang Bakayu” (The Kamang people collect firewood), “Bukik Apik Marandang Kopi” (The Bukit Apit people simmer coffee), “Solok Manuai” (The Solok people harvest rice), “Cupak Maambiak lado” (The Cupak people harvest chili), and “Guguak Manitik Ameh” (The Guguk people inlay jewel on gold). These song titles shows the sub-ethnic group or the region of living of every community in Minangkabau, also the occupation of the people have. The folk songs are tended to be extinct due to the active heirs are in old ages and the inheritance process is no longer happened, whereas the songs contains of functions that have benefits for their supporters. The functions themselves caused the popularity of the songs in the past.Keywords: folk songs, Minangkabau lyrical song, anthropological approach, and functions theoryAbstrakTulisan ini bertujuan mendokumentasikan nyanyian liris rakyat Minangkabau dan mengkaji fungsifungsi yang terkandung di dalamnya dalam kerangka antropologi. Dengan demikian, tulisan ini menggunakan pendekatan antropologis dan teori fungsi. Di antara jenis-jenis nyanyian rakyat, seperti Nyanyian Berfungsi, Nyanyian Liris, dan Nyanyian Kisahan, suku bangsa Minangkabau memiliki jenis Nyanyian Liris dengan berbagai ragam yang masih dapat ditelusuri hingga saat ini. Ragam nyanyian rakyat dimaksud relatif dimiliki oleh semua subsuku bangsa (nagari) di Minangkabau. Beberapa judul nyanyian tersebut di antaranya adalah “Kamang Bakayu” (Orang Kamang mengumpulkan kayu bakar), “Bukik Apik Marandang Kopi” (Orang Bukit Apit merendang kopi), “Solok Manuai” (Orang Solok menuai padi), “Cupak Maambiak Lado” (Orang Cupak memanen cabe), dan “Guguak Manitik Ameh” (Orang Guguk menatah/memasang permata pada emas). Juduljudul tersebut menunjukkan subsuku bangsa atau nagari tempat berdiam setiap kelompok masyarakat di Minangkabau serta mata pencaharian (jenis pekerjaan) yang mereka tekuni. Nyanyian rakyat tersebut dikhawatirkan akan punah karena pewaris aktifnya saat ini telah berusia lanjut dan proses pewarisan tidak berlangsung lagi. Padahal, nyanyian rakyat tersebut mengandung fungsi-fungsi yang sangat bermanfaat bagi khalayak pendukungnya. Fungsi-fungsi itulah yang menyebabkan nyanyian rakyat tersebut disukai dan popular pada suatu ketika di masa lalu.Kata Kunci: nyanyian rakyat, nyanyian liris Minangkabau, pendekatan antropologis, dan teori fungsi
TINDAK TUTUR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS VII SMP KARTIKA II-2 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Speech Acts in Indonesian Language Learning in Class VII, Kartika II-2 Middle School Bandar Lampung 2017/2018 Lesson Year Dedi Satriawan
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.049 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan penggunaan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dan mendeskripsikan penyimpangan penggunaan prinsip kesantunan dan kerja sama dalam ketiga jenis tindak tutur tersebut pada pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan pendekatan deskripitif-kualitatif, sehingga dapat diketahui tindak tutur yang digunakan dan penyimpangan-penyimpangan prinsip kesantuan dan kerja sama yang digunakan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif, yaitu dengan menggunakan teknik analisis isi. Artinya dengan menggunakan metode ini data yang telah direkam melalui media perekam suara dan video serta melalui pencatatan langsung akan ditranskripsikan dan dianalisis, dideskripsikan dan ditafsirkan dengan tujuan yang telah ditetapkan kemudian disimpulkan. Dalam menganalisis data, dilakukan rangkaian aktifitas yakni 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru selalu menyampaikan tuturan yang memiliki maksud dan tujuan untuk merangsang siswa-siswa berpikir dan bertindak secara aktif dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan jika dihubungkan dengan penggunaan prinsip kesantunan dan kerja sama, maka Guru dan siswa sudah cukup mampu menggunakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang sesuai dengan prinsip kesantunan dan kerja sama.  
RESPONSES TO COMPLIMENTS WITHIN MINANGKABAU FAMILIES IN PAUH, INDONESIA angela flores
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.557 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.263

Abstract

This study investigates the compliment responses used within Minangkabau nuclear families with low education levels in Pauh District, Indonesia from a pragmatic perspective. Responses to compliments on appearance and achievement addressed from one family member to another were classified according to Herbert's taxonomy. This model was modified to include two new categories of response. A simple “thank you” style response was rarely used. Relative status within a family was found to influence the preferred types of compliment response. This is a synchronic and descriptive study that used a qualitative approach. The data was gathered in the field using interviews and observation. The analysis showed that the majority of the participant responses were in the agreement category and were often comment acceptances such as of course! I’m handsome since I was born! etc. It appeared that the participants’ preferences were influenced by relative status and the Minangkabau predisposition for joking.

Page 8 of 14 | Total Record : 140