cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
MITOS DAN IDEOLOGI DALAM JEJAK KARYA PEPI AL-BAYQUNIE (Mith and Ideology in “Jejak” by Pepi Al-Bayqunie) Uniawati Uniawati
SALINGKA Vol 14, No 01 (2017): SALINGKA, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.059 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v14i01.53

Abstract

Mithical critic of a novel entitled “Jejak”, written by Pepi Al-Bayqunie was carried out to understand the mythology and ideology in the novel. Data used was text of the novel, which published by Pustaka Mafasa on 2015. The collection of data was done by reading intensively and making a basic narrative scheme in order to notice the plot of the story. The data was analyzed descriptively by using mythical critic theory. There were five steps as basic knowledge of mythical critic, (1) plot of the story, (2) characters and their ideology, (3) setting that represent the myth, (4) writer style of delivering the myth, and (5) the function of myth. The result showed the story if this novel through protagonist character represented two ideologiesin mythology, moderate, and conservative point of views. Setting at  campus, community, and selection of characters showed the strong relationship toward the existence of mythology in the story. Mythology in this novel brought the benefits in building the characters and awarenessof the importance of a strong identity as a nation.
TRADISI BERCERITA MASYARAKAT KECAMATAN MUNGKA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT1) (Story-Telling Tradition in the Community of Mungka in Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra) Hasnul Fikri
Salingka Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.17 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.203

Abstract

AbstractOral literature had been a vital part of the lives of its successors in expressing their thoughts and feelings. The importance of oral literature also existed in the community of Kecamatan (district) Mungka, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatra. In the past, in Kecamatan Mungka story telling was a kind of entertainment for the community because much folklore wasdelivered orally to be enjoyed by a group of audience. This article aimed at explaining the tradition of storytelling in the Kecamatan Mungka society. This study used qualitative and quantitative approaches with descriptive analytic method. The object of this study was the habit of telling people the Kecamatan Mungka. The research data came from (a) storyteller chosen by purposive technique and (b) the public audience and (c) the usual narrator chosen by random cluster sampling technique. Along with the changes in various aspects of life, such as economic, social, educational, and cultural, including information technology and mass communication, it is believed that there is also a change in the tradition of storytelling. Such changes can also be caused by a younger generation assumption that regional culture is nolonger relevant to modern society. Although its existence is quite alarming, the cultural wealth of this nation has not been considered and dealt with properly.Keywords: tradition of storytelling, storyteller, usual narrator, connoisseurs of the story, Kecamatan MungkaAbstrakSastra lisan pernah menjadi bagian penting kehidupan para pewarisnya dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan. Pentingnya sastra lisan juga terlihat pada masyarakat Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Dahulu, di daerah ini bercerita adalah semacam hiburan bagi masyarakat karena banyak cerita rakyat yang disampaikan secara lisan untuk dinikmati oleh sekelompok penikmat. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tradisi bercerita dalam masyarakat Kecamatan Mungka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Objek penelitian ini adalah kebiasaan bercerita masyarakat Kecamatan Mungka. Data penelitian bersumber dari (a) tukang cerita yang dipilih dengan teknik purposif serta (b) masyarakat penikmat dan (c) pencerita biasa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling.Seiring dengan perubahan pada berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, termasuk bidang teknologi informasi dan komunikasi massa, diyakini terjadi pula perubahan pada tradisi bercerita. Perubahan tersebut juga dapat disebabkan oleh anggapan generasi muda bahwa kebudayaan daerah sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan masyarakat modern. Walaupun keberadaannya cukup memprihatinkan, kekayaan budaya bangsa ini belum diperhatikan dan digarap dengan baik. Selama ini kajian terhadap sastra lisan lebih diarahkan pada inventarisasi, dokumentasi, dan analisis struktural cerita rakyat sehingga aspek tradisi bercerita belum tergarap.Kata Kunci: tradisi bercerita, tukang cerita, pencerita biasa, penikmat cerita, Kecamatan Mungka
BENTUK DAN MAKNA TANDA MITIGASI BENCANA: ANALISIS ANTROPOLINGUISTIK TERHADAP NELAYAN AIR BANGIS Imron Hadi
Salingka Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.577 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.10

Abstract

Dampak negatif perubahan iklim semakin nyata dan terbukti telah menerpa dunia. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan tindakan untuk meng-integrasikan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ke dalam sistem perencanaan untuk mempersiapkan masyarakat agar lebih siap, tahan, dan kuat terhadap ancaman yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Salah satu kelompok yang paling rawan mengalami dampak terhadap pemanasan dan perubahan iklim global adalah nelayan. Ada kearifan lokal yang telah tumbuh dan berkembang dalam menyikapi fenomena alam di kalangan nelayan, seperti di kenagarian Air Bangis. Untuk mengetahui kearifan lokal itu dilakukan pengamatan, wawancara, dan beberapa catatan lapangan yang terkait dengan mitigasi dan fenomena alam. Hasil analisis diperoleh empat kategori pamahaman fenomena alam dan upaya mitigasinya, yaitu fenomena astrologis, klimatologis, zologis, dan variasinya. Dengan memahami fenomena alam itu, nelayan melakukan proses mitigasi sebagai kearifan lokal untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
SATUAN DAN PENGUKURAN TRADISIONAL MENGGUNAKAN TANGAN OLEH MASYARAKAT DI KANAGARIAN KINARI: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK (Traditional Unity and Measures Using Hands by Kinari Villagers: Anthropolinguistic Study) Imron Hadi
SALINGKA Vol 13, No 01 (2016): SALINGKA, EDISI JUNI 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.984 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v13i01.43

Abstract

The longer traditional unity and measures using hands and the rarer used by villagers because they have used the modern one which have high accuracy, precision, and low margin error.Because of that, this study is aimed to find out the traditional unity and measures using hands which is still used by Kinari Villagers in Solok Regency with descriptive qualitative methodthrough observation, field note, open-ended interview to some informen. The data are analyzed with triangulation by direct division-share technique. The result of this research shows thatthere are two kinds of measures and unity: first is for measuring length, such as dapo, eto, jangka, jari,and rueh: second is for measuring volume, such as ganggam, binjek, kauik, kapa,pacik, sauek, suok, culiak, paluak, and patiak. In conclusion, the traditional measures and unity are only used by the old generation, and the young generation use the modren one which has high precision, accuracy and low margin error.
TRADISI, MODERN, DAN KEPERAWANAN DALAM NOVELISTRI UNTUK PUTRAKU KARYA ALI GHALEM (Tradition, Modern, and Virginity in Novel A Wife for My Son by Ali Ghalem) Asep Supriadi; Mamad Ahmad
Salingka Vol 14, No 2 (2017): Salingka, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2767.223 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v14i2.153

Abstract

AbstractThis paper aims to describe the mythical culture, tradition, and modernity of Algerian poeplein an effort to maintain the tradition of virginity in the society as reflected in the novel A WifeFor My Son by Ali Ghalem, translated by Rizky Nur Zamzami entitled Istri untuk Putraku. Thisresearch uses a gender theory. Library method was used in collecting the data and thequalitative method used in analizing the data. The results of this research shows the existenceof traditional, modern life, and myth about keeping virginity before marriage in thecommunity of Algeria. In that traditional society, the married women should live in herhusband’s family home, believing in the superstitions, having no education, and wanting thebirth of boy as a firts child, while modern society instead. In addition, there are mythsabout women who should keep their virginity before marriage as evidenced in a customevent. This led to a tradition of cultural upheavals in society of Algeria.AbstrakTulisan ini bertujuan mendeskripsikan tradisi, modernitas, dan budaya masyarakat Alzajair dalam upayamempertahankan tradisi keperawanan di masyarakat dalam novel A Wife For My Son karya Ali Ghalemyang diterjemahkan oleh Rizky Nur Zamzami dengan judul Istri untuk Putraku. Kajian penelitian inimenggunakan teori gender. Pengumpulan data menggunakan metode pustaka, sedangkan analisisnyamenggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kehidupan tradisional,modern, dan mitos tentang menjaga keperawanan sebelum menikah di masyarakat Aljazair. Padamasyarakat tradisional, perempuan yang telah menikah harus satu rumah dengan keluarga suami, percayaterhadap takhayul, perempuan tidak boleh sekolah, mendambakan anak pertama laki-laki, sedangkanmasyarakat modern sebaliknya. Selain itu, ada mitos tentang perempuan harus menjaga keperawanansebelum menikah yang dibuktikan dalam sebuah acara adat. Tradisi ini menimbulkan gejolak budaya dimasyarakat Aljazair.Kata kunci:gender, keperawanan, modern, seksualitas, tradisi
KAJIAN STRUKTURALISME GENETIK DALAM NOVELSALAH ASUHAN KARYA ABDOEL MOEIS Yollanda Yollanda
SALINGKA Vol 12, No 01 (2015): SALINGKA, EDISI JUNI 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.6 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i01.34

Abstract

The aim of this writing was to desribe how structuralism of Lucien Goldmann theory applied in the novel Salah Asuhan. The issue in this writing was how the theory is implemented in the novel and how to analyze the novel based on the theory. In analyzing the novel based on the theory, the writer focused on,
RAGAM PANTUN DALAM KABA MAGEK MANANDIN (The Types of Pantun Found in the Kaba (the Story) Magek Manandin) Fitria Dewi
Salingka Vol 12, No 02 (2015): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.406 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v12i02.201

Abstract

AbstractThis article describes the types of pantun (traditional poetry) found in Kaba Magek Manandin. The types of pantun is analyzed by sociological approach with descriptive-analysis method. Based on the analysis, it is found 70 pantuns which are included into six types, they are pantun nasihat (admonition pantun), pantun berkasih-kasihan (romance pantun), pantunperceraian (separation pantun), pantun berhiba hati (sadnes pantun), pantun adat (custom pantung), and pantun agama (religious pantun). Kaba Magek Manandin is a sad story, so the figures in it tend to expresses their sadness through pantun. The result of this research shows that pantun berhiba hati dominates in Kaba Magek Manandin.Keywords: kaba, Magek Manandin, pantun, typesAbstrakTulisan ini mendeskripsikan ragam pantun dalam Kaba Magek Manandin. Ragam pantun itu dianalisis menggunakan pendekatan sosiologis dan metode deskriptif analisis. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 70 pantun yang dapat dikelompokkan dalam enam ragam, yakni ragam pantun nasihat, ragam pantun berkasih-kasihan, ragam pantun perceraian, ragam pantun berhiba hati, ragam pantun adat, dan ragam pantun agama. Kaba Magek Manandin adalah cerita mengharukan, para tokoh dalam cerita cenderung mengungkapkan kesedihannya melalui pantun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam pantun berhiba hati mendominasi Kaba Magek Manandin.Kata kunci: Kaba, Magek Manandin, pantun, ragam
PRIBUMI, TIONGHOA, INDO, DAN TOTOK: REPRESENTASI MULTIKULTURALISME DAN PENOKOHAN DALAM KATROLOGI PRAMOEDYA ANANTA TOER Sastri Sunarti
Salingka Vol 11, No 01 (2014): SALINGKA, EDISI JUNI 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.241 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i01.1

Abstract

Pembahasan terhadap empat novel monumental Pramoedya Ananta Toer: Bumi Manusia (1980), Anak Semua Bangsa (1980), Jejak Langkah (1986), dan Rumah Kaca (1986) selanjutnya disebut katrologi seperti tidak habis-habisnya untuk diteliti dan dikupas lebih dalam. Selalu ada ruang terbuka baru yang bisa diperdebatkan berkaitan dengan katrologi Pramoedya tersebut. Pada kesempatan ini, ruang terbuka baru yang akan dibicarakan dalam katrologi Pramoedya tersebut berkenaan dengan semangat multikulturalisme dan penokohan. Penokohan dan latar budaya masing-masing tokoh dalam katrologi Pramoedya ini merepresentasikan sebuah masyarakat multikultur. Dari Bumi Manusia sampai Rumah Kaca, Perancis, Inggris, Jerman, Afrika, Jepang, Cina, Pribumi, Menado, Jawa, Sunda, Madura, Sumatera, Indo, dan Totok memperlihatkan semangat multikultur. Demikian juga latar tempat yang digambarkan mendukung dan mewakili tempat-tempat yang menjadi melting pot di Hindia Belanda seperti tiga kota pelabuhan, Surabaya, Semarang, dan Batavia, juga pelabuhan lainnya di seluruh dunia. Semangat multikultur yang diwakili oleh tokoh-tokoh yang berasal dari berbagai ras dan suku bangsa dalam katrologi Pramoedya ini disampaikan dan digambarkan melalui bahasa yang mereka gunakan, perilaku, nilai-nilai, dan pandangan dunianya.
PROPAGANDA PEMERINTAH ORDE BARU DALAM NOVEL LAN JANI (The Propaganda of New Order Government in the Novel Lanjani) I Wayan Nitayadnya
SALINGKA Vol 11, No 02 (2014): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.342 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i02.16

Abstract

To strengthen their power, the government or the ruler always give influence to the writer or the publisher to put the political material and certain ideology in the literature work. Those materials will be revealed based on the novel Lan Jani and become the aim of the article. The method which is applied in the paper is literature and analytical descriptive. The resentationin the paper will be in narrative. The analysis result is the novel has political and ideological policies of New Order Government. The disseminated propaganda of national policies is transmigration and youth village program based on Pancasila. The target aimed by New Order government is the rising of the young generation awareness about the importance of transmigration in develop the country.  In other side, the realization of youth village program based on Pancasila could raise the spirit of unity and integrity of Indonesian young  generation.
IKLAN BARIS LOWONGAN PEKERJAAN DI HARIAN PADANG EKSPRES: KAJIAN WACANA (Job Vacancy Advertisement in Padang Expres Newspaper: Discourse Study) Eva Himyati
Salingka Vol 14, No 2 (2017): Salingka, Edisi Desember 2017
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3259.373 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v14i2.158

Abstract

AbstractThis article examines job vacancy advertisement (adv) in Padang Ekspres daily newspaper.The purpose of the study is to describe the structure of job vacancy ad and the language usein job vacancy adv as a discourse. To examine the job vacancy adv, it is used descriptivequalitative method. The result shows that the structure of adv is devided ino three parts,those are opening, content, dan closing. The laguage usage of job vacancy adv obtained thatsentence used with passive-inversion and active-inversion formation and three kinds ofshorteningof words used, such as abbrevation, acronyms, and fragments. In conclusion, thestructure of job vacancy adv in Padang Ekspres has three parts dan the language used in theform of passive dan active invernsion sentence formation with three kinds shortening words:abbrevation, acronym, and fragment. AbstrakArtikel ini mengkaji iklan baris lowongan pekerjaan di harian Padang Ekspres. Tujuan kajian iniadalah untuk menjelaskan struktur iklan baris dan pemakaian bahasa iklan baris lowongan pekerjaansebagai sebuah wacana. Untuk mengkaji iklan tersebut digunakan metode deskriptif qualitatif denganpiranti analisis wacana. Hasil kajian menunjukkan terdapat tiga bagian struktur iklan baris, yaitubagian awal, isi, dan penutup. Pemakaian bahasa pada iklan tersebut mengandung formasi kalimatinversi-pasif dan inversi-aktif dan terdapat tiga jenis pemendekan kata yang digunakan, sepertisingkatan, akronim, dan fragment. Simpulannya adalah bahwa iklan baris lowongan pekerjaan sebagaiwacana memiliki struktur; bagian awal, isi, dan penutup dengan tiga jenis pemendekan, yaitu singkatan,akronim, dan pemenggalan.Kata kunci: Iklan baris, lowongan pekerjaan, wacana

Page 7 of 14 | Total Record : 140