cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
CAMPUR KODE, INTERFERENSI FONOLOGIS, DAN INTEGRASI DALAM CAPTION POSTINGAN INSTAGRAM GANJAR PRANOWO Meitri Setiyaningsih; Atiqa Sabardila
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juni 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.682

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan campur kode, interferensi fonologis, dan integrasi dalam caption postingan instagram Ganjar Pranowo. Dipilihnya Instagram tersebut karena dalam caption banyak dijumpai peristiwa kontak bahasa. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Data penelitian berwujud kata-kata dan variasi kalimat yang mengandung campur kode, interferensi fonologis, dan integrasi. Sumber data berasal dari caption postingan Instagram Ganjar Pranowo. Pengumpulan data menggunakan teknik simak serta catat. Teknik simak dipakai guna menyimak caption postingan Instagram Ganjar Pranowo. Adapun teknik catat dengan pencatatan terhadap kata/kalimat yang diduga data berisi campur kode, interferensi fonologis, dan integrasi. Setelah data dikumpulkan, kemudian data campur kode dianalisis dengan metode padan translasional. Teknik lanjutannya berwujud teknik Pilah Unsur Penentu. Gejala interferensi fonologis dan integrasi dianalisis menggunakan langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta verifikasi. Hasil penelitian diperoleh 33 data temuan. Campur kode ditemukan sebanyak 18 data, Interferensi fonologis ditemukan 10 data, dan integrasi ditemukan 5 data.
BAHASA PRESIDEN JOKO WIDODO SELAMA PANDEMI COVID-19: KORELASI DENGAN STRES, KESEJAHTERAAN, EMOSI NEGATIF, DAN POLITIK Agik Nur Efendi; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Iswah Adriana; Erika Kurniawati
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juni 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.602

Abstract

Artikel ini membahas tentang bahasa Presiden Joko Widodo selama pandemi Covid-19. Kami mencoba menyoroti bagaimana seorang pemimpin negara mengkonstruksi bahasa guna menciptakan kedamaian dan ketenangan pada masyarakat di tengah kepanikan akibat pandemi Covid-19. Data penelitian ini berasal dari akun Youtube Sekretariat Negara berjudul Penjelasan Presiden Joko Widodo Terkait Larangan Mudik (rilis 16 April 2021). Studi ini menyelidiki bahasa berdasarkan model metadiscourse Hyland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi transisi paling tinggi diikuti self-mentions.Penyebutan self-mentions menjadi titik penting dalam metadiscourse Presiden Joko Widodo terkait dengan unsur politik dan mengelolah emosi. Ini mengindikasikan bahwa Presiden Joko Widodo menarik simpati melalui ajakan secara bersama-sama untuk menjaga kondusivitas daerah akibat Covid. Presiden Joko Widodo juga seolah-olah menunjukkan kehadirannya melalui perasaan yang sama seperti yang dialami masyarakat. Bahasa-bahasa ini berkorelasi dengan aspek kebahagiaan, kesejahteraan, dan memuat unsur politis guna memberikan ketenangan. Meskipun aspek tersebut guna meredam sisi emosi dan stress yang dialami masyarakat.
ANALISIS WACANA KRITIS: KESETARAAN GENDER DALAM IKLAN KEPERLUAN RUMAH TANGGA DI TELEVISI ananda febrina damayanti
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juni 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.640

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesetaraan gender dan citra gender yang terdapat dalam iklan keperluan rumah tangga di televisi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis pendekatan analisis wacana kritis Sara Mills. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini ialah teknik dokumentasi. Data yang digunakan berupa percakapan atau teks, kombinasi gambar, warna, serta desain beserta konteksnya yang mengindikasikan adanya wujud kesetaraan gender dan wujud citra gender dalam iklan keperluan rumah tangga di televisi. Adapun sumber data pada penelitian ini adalah iklan televisi mengenai keperluan rumah tangga pada channel RCTI, Net TV, dan Global TV yang  ditayangkan pada 21 – 27 Maret 2021. Berdasarkan data yang diperoleh, wujud kesetaraan gender pada iklan keperluan rumah tangga di televisi digambarkan dengan pengiklan yang menunjukkan peran perempuan yang dapat melakukan peran di ranah umum seperti bekerja, berpendidikan, serta berargumentasi dengan orang lain, peran laki-laki yang ditampilkan yakni dapat melakukan kegiatan di ranah domestik seperti memasak serta mengurus keluarga. Citra pada kelima iklan yang telah ditampilkan tersebut menunjukkan bahwa peran perempuan juga bisa setara dengan laki-laki begitu pula sebaliknya.Kata Kunci: analisis wacana kritis, kesetaraan gender, iklan keperluan rumah tangga.
REPRESENTASI DUNIA PESANTREN DALAM KUMPULAN CERPEN PESANTREN LUDAH SURGA Mulyanto Widodo; Dedi Febriyanto; Lailatul Fitriyah
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.698

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki berbagai peran dan ciri khas yang mengakar hingga saat ini. Sebagian besar peran dan kekhasan pesantren tersebut terpotret dalam kumpulan cerpen pesantren Ludah Surga. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dunia pesantren dalam kumpulan cerpen pesantren Ludah Surga. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berwujud kutipan kalimat dan dikumpulkan melalui teknik baca-catat. Adapun teknik analisis data dilakukan menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dunia pesantren yang terpotret dalam kumpulan cerpen pesantren Ludah Surga sangat beragam dan kompleks. Pesantren sebagai sebuah sistem pendidikan tradisional dibangun oleh lima unsur utama, yaitu kiai, santri, pondok/asrama, masjid/musala, dan kitab kuning. Relasi antar-unsur tersebut melahirkan beragam tradisi khas pesantren yang luhur, seperti rihlah ilmiah, pendalaman ilmu agama Islam, menghafal kitab, pembacaan maulid nabi, tabaruk, hingga laku tirakat. Pengamalan terhadap tradisi-tradisi tersebut pada akhirnya membentuk sikap hidup para santri yang berkarakter, sabar, saleh, mandiri, dan disiplin.
Cultural Conceptualization in Proverb: Cultural Linguistic Study Ermitati Ermitati
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.720

Abstract

Language and culture have a very close relationship because a language is used by its speakers to realize the conceptualization of their culture. This has resulted in various cultural conceptualizations created as a result of interactions between members of cultural groups encoded in various features of the Indonesian language. This paper discusses issues related to (a) How is the form of cultural conceptualization encoded in proverbs, in particular, ibarat in Indonesian language? (b) How do Indonesian speakers conceptualize the culture they have? This research data was collected through literature study and using written data sources in the form of works proverb books, and using listening techniques and note-taking techniques. Data were analyzed using cultural linguistic theory proposed by Sharifian (2017), which states that Cultural Linguistics views the relationship between language, thought and culture as complex, dynamic, and multidirectional, with human conceptual abilities acting as active agents mediating between cultural experience and human language experience. This paper finds five types of conceptualization in the Indonesian language, namely (a) Conceptualization of Culture Related to Character and Morals, (b) Conceptualization of Culture Related to Human Conditions, (c) Conceptualization of Culture Related to Waste of Action, (d) Conceptualization of Culture relating to Unrealized Desires, and (e) Conceptualization of Culture Related to Suffering caused by OthersAbsrakBahasa dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat karena bahasa digunakan oleh penuturnya untuk mewujudkan konsepualisasi budaya yang mereka miliki.  Hal itu menyebabkan  berbagai konseptualisasi budaya yang  tercipta sebagai hasil interaksi antara anggota kelompok budaya tersandi dalam berbagai fitur bahasa Indonesia. Tulisan ini membahas masalah yang berkaitan dengan (a) Bagaimana bentuk konseptualisasi budaya yang tersandi dalam peribahasa, khususnya, ibarat bahasa Indonesia? (b) Bagaimana cara penutur bahasa Indonesia mengonseptualisasikan budaya yang mereka miliki? Data tulisan ini dikumpulkan melalui studi pustaka dan menggunanakan sumber data tertulis berupa buku peribahasa karya, serta menggunakan teknik simak dan teknik pencatatan. Data dianalisis menggunakan teori linguistik budaya yang dikemukakan oleh Sharifian (2017), yang menyatakan bahwa Linguistik Budaya  memandang hubungan antara bahasa, pemikiran, dan budaya sebagai sesuatu yang kompleks, dinamis,  dan multidireksional, dengan kemampuan konseptual manusia yang bertindak sebagai agen aktif yang memediasi antara pengalaman budaya dan pengalaman bahasa manusia. Tulisan ini menemukan lima jenis konseptualisasi yang terdapat dalam ibarat bahasa Indonesia, yakni (a) Konseptualisasi Budaya Yang Berkaitan dengan Karakter dan  Moral, (b) Konseptualisasi Budaya yang Berkaitan dengan Keadaan Manusia, (c) Konseptualisasi Budaya yang Berkaitan dengan Perbuatan Sia-Sia, (d) Konseptualisasi Budaya yang berkaitan dengan Keinginan yang Takmungkin Terwujudkan, dan (e) Konseptualisasi Budaya yang Berkaitan dengan Penderitaan yang disebabkan oleh Orang lain.
UNSUR BUDAYA DALAM KUMPULAN CERPEN MELINTASI MALAM KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN Aflaz Maosul Kamilah; Lina Meilinawati Rahayu; Baban Banita
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.747

Abstract

Penelitian ini membahas unsur budaya, kearifan lokal, dan dampak pelanggaran nilai-nilai lokalitas dalam kumpulan cerpen Melintasi Malam karya Korrie Layun Rampan dengan metode analisis deskripstif. Penelitian ini menggunakan antropologi sastra sebagai model pendekatan untuk memberikan gambaran terhadap tema-tema yang akan dibahas dalam objek penelitian. Berdasarkan hasil analisis, unsur budaya yang terdapat dalam kumpulan cerpen Melintasi Malam ini yaitu, (1) sistem bahasa berupa kosakata lokal suku Dayak Benuaq; (2) sistem pengetahuan berupa pengetahuan terhadap alam flora, fauna, serta bahan mentah; (3) sistem organisasi sosial berupa sistem kekerabatan dan kepemimpinan; (4) sistem peralatan hidup dan teknologi berupa alat-alat produksi, senjata, wadah, makanan, tempat berlindung, dan alat-alat transportasi; (5) sistem mata pencaharian berupa bercocok tanam di ladang serta berburu dan meramu; (6) sistem religi berupa sistem keyakinan dan upacara; serta (7) sistem kesenian berupa seni patung dan seni musik. Bentuk-bentuk kearifan lokal terdiri dari lou, upacara belian, kegiatan merunti, upacara kematian, sistem pertanian huma, berburu, serta sistem kepemimpinan berupa kepala adat dan petinggi. Adapun dampak pelanggaran nilai-nilai lokalitas terdiri dari kerusakan hutan, kemiskinan, konflik antarkampung, dan kutukan.
PEMBELAJARAN JARAK JAUH MENGGUNAKAN MODUL PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda; Miftakhul Huda
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.713

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa besar pengaruh modul pembelajaran terhadap kemampuan menulis cerpen bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Sebanyak 32 orang peserta didik dipilih secara acak untuk mengikuti pembelajaran menggunakan modul pembelajaran. Dengan menggunakan rancangan korelasional diselidiki seberapa besar pengaruh modul pembelajaran terhadap kemampuan menulis cerpen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa peserta didik dapat menggunakan modul dengan baik dan mendapat kemudahan dalam penggunaan dan sesuai dengan waktu yang diperlukan dengan persentase 77,24%. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel signifikan dan cukup kuat dilihat berdasarkan rentangan nilai korelasinya, yaitu: 0,569. Modul pembelajaran memengaruhi kemampuan menulis cerpen sebesar 32,4%. Hal ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran efektif digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Modul pembelajaran membentuk kemandirian peserta didik dalam pembelajaran karena pembelajaran jarak jauh membuat peserta didik terpisah jarak dan waktu dengan pendidik dan peserta didik lainnya.Kata-kata kunci: pembelajaran jarak jauh, modul pembelajaran, covid-19 AbstractThis study aims to describe how much influence the learning module has on the ability to write short stories for students who take distance learning during the Covid-19 pandemic. A total of 32 students were randomly selected to take part in learning using the learning module. By using a correlational design, it was investigated how much influence the learning module had on the ability to write short stories. The results of the descriptive analysis show that students can use the module well and find it easy to use and in accordance with the time required with a percentage of 77.24%. The results of the correlation test show that the relationship between the two variables is significant and strong enough to be seen based on the range of correlation values, namely: 0.569. The learning module affects the ability to write short stories with 32.4%. This shows that the learning module is effectively used to support distance learning. The learning module forms the independence of students in learning because distance learning makes students separate in distance and time from educators and other students.Keywords: distance learning, learning module, covid-19
THE STUDY OF CULTURAL SEMIOTICS: SANGJIT CEREMONY IN BANGKA BELITUNG Riris Mutiara Simamora; Neo Ke Shi
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.765

Abstract

Sangjit is a one of the ceremony series that Tionghoa ethnic do before wedding process. This tradition is hereditary since the past up to these recent days. Chine ethnic has many steps before they do the wedding ceremony, one of them is sangjit.  This analysis is using the theory from Danesi and Perron (1999) about cultural marks, known as three-dimensional analysis which includes temporal, notational, and structural analysis. The data in this research use primary data as the data source with descriptive-qualitative method. The researchers take the object from photos of Sangjit Wedding Ceremony in Bangka Belitung which taken directly. The result of this research is found that annotative in the notational dimension, analogical in structural dimension and dynamic in the temporal dimension. Keywords: Sanjit ceremony, Semiotics, Tionghoa, Bangka-Belitung 
KAJIAN STRUKTUR DAN NILAI PUISI NADOMAN DI LINGKUNGAN PESANTREN KECAMATAN SINGAJAYA KABUPATEN GARUT Aan Ansor Sudrajat; Abdul Hasim; Asep Nurjamin
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.736

Abstract

Pengkajian dan penelitian terhadap puisi nadoman dilatarbelakangi karena terdapat makna yang mendalam dari setiap baitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur dan nilai-nilai puisi nadoman. Objek penelitian yaitu puisi nadoman “Maot teh Ngadodoho dan Siksa Kubur”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis struktur puisi nadoman “Maot teh Ngadodoho” dan “Siksa Kubur”, rima yang terdiri dari asonansi dan aliterasi didominasi oleh pengulangan bunyi vokal /a/. Irama ketika dilantunkan oleh penutur, irama yang terdengar memang terdengar sama pada pelafalan setiap barisnya, namun ada perbedaan jumlah ketukan yang terdapat setiap kata pada setiap barisnya. Gaya bahasa yang terdapat meliputi: majas personifikasi, sinekdok pars prototo, metafora, hiperbola, antripomorfisme, disfemisme, inversi, repetisi, dan pararelisme. Puisi nadoman “Maot teh Ngadodoho” bertema kematian. Puisi nadoman “Siksa Kubur” bertema Siksa Kubur. Nilai-nilai yang ditemukan meliputi nilai pendidikan aqidah, ibadah dan akhlak.Kata kunci  : Struktur, Nilai, Puisi Nadoman
PEMAHAMAN EKOLEKSIKON KEPADIAN BAHASA MANGGARAI PADA MAHASISWA UNIKA ST. PAULUS RUTENG Priska Filomena Iku; Angela Klaudia Danu; Yufantinus Effrem Warung
Salingka Vol 19, No 2 (2022): SALINGKA: Edisi Desember 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i2.725

Abstract

Masyarakat manggarai adalah masyarakat yang ekologis untuk itu agar konsep ideo-sosio-biologis khususnya dalam ekoleksikon kepadiannya tetap terjaga maka perlu adanya keterwarisan pada generasi berikutnya. Salah satunya adalah pada generasi muda. Untuk mengetahui bahwa konsep-ideo-sosio-biologinya terwarisi pada generasi berikutnya dilakukan dengan cara menguji pemahaman generasi mudanya. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap ekoleksikon kepadian bahasa Manggarai. Teori teori ekolonguistik model dialog. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas katolik Santu Paulus Ruteng. Sedangkan sampel dalam penelitian dilakukan dengan teknik probaliti sampling yang dilakukan dengan simple random sampling. Selanjutnya data dikumpulkan dengan metode simak bebas libat cakap dengan tekni lanjutan dokumentasi dan angket. Sedangkan instrument penelitiannya sejalan dengan pengumpulan datanya, yakni angket.  Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan perhitungan statistik dan deskriptif. Hasil penelitian menunjuka bahwa pemahaman ekoleksikon kepadian bahasa Manggarai pada Mahasiswa Univeristas katolik Santu Paulus ruteng sangat tinggi hal ini terbukti dari hasil persentase setiap alternative jawaban instrument, yakni 66,5%  tahu ekoleksikon kepadian, 11,7%  pernah dengar ekoleksikon kepadian, 17,1 tidak tahu leksikon kepadian, dan 4,78 tidak pernah mendengar ekoleksikon kepadian yang disebutkan dalam instrument. Adanya perbedaan pemahaman disebabkan oleh letak tempat tinggal yang dekat atau jauh dari ekologi kepadian, keterlibatan dalam proses di ekologi kepadian, terjaganya ekologi kepadian dan sikap bahasa.