cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
GENDER AND REPRESSION REFLECTED IN WASHINGTON-POST ONLINE GLOBAL OPINION BY MONA ELTHAWY hilda yustitiasari
Salingka Vol 15, No 2 (2018): SALINGKA, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v15i2.181

Abstract

Many victims of sexual harassment try to come up in media social which pushed Mona Elthawy as a Moslem and feminist to write her opinion about this case. This research is aimed to found the idea of gender and repression which reflected in the Washington Post’s online global opinion entitle “#Mosquemetoo: What Happened When I was Sexually Assaulted during the Hajj”? written by Mona Elthawy. Technique of data analysis using Fairclough three dimensional approaches which the data is analyzed based on the text structure, discourse practice and sociocultural practice. Gender inequality and repression clearly exposed in her writing which the sentences emphasize to the women and herself as the victim and in her writing she stands for women, since Mona is Moslem and Feminist. The response due to the text written by Mona Eltahawy is positive.
LEKSIKON GENDER BAHASA SASAK: ANALISIS SEMANTIK KOMPONENSIAL Irma Setiawan
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.929 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.261

Abstract

Bahasa gender merupakan konstruksi kata-kata yang didasari atas perspektif gender dalam suatu komunitas atau kelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini masyarakat Sasak. Citra atau nuansa setiap kata berbeda-beda. Secara alami dan sosial, beberapa kosakata tertentu dapat mewakili gender, yaitu peran yang berbeda laki-laki dengan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Ada kata-kata pada umumnya dan sosial hanya mengidentikkan pihak laki-laki, sebaliknya ada juga kata-kata tertentu yang mengidentikkan pihak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk pendeskripsian leksikon gender dalam masyarakat Sasak. Teori yang digunakan terdiri dari analisis semantik komponensial yang dikeluarkan mencermati komponen makna setiap bahasa dalam bahasa Sasak (sebagai bahasa Sumber) ke dalam bahasa Indonesia (sebagai bahasa target). Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat dengan teknik turunannya. Penelitian dilakukan dengan analisis deksriptif kualitatif, sedangkan data dianalisis dengan analisis komponen makna. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar. Hasil penelitian yang diperoleh menggunakan leksikon gender di masyarakat Sasak yang menunjukkan pihak laki-laki lebih direpresentasikan pada aspek lingkungan sosial, sedangkan perempuan hanya pada aspek rumah tangga domestik. Hal ini berbeda dengan makna leksikon gender dalam bahasa Indonesia yang berbeda lebih sejajar.
HIPEROSMIA DAN KEKUASAAN PEREMPUAN DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI Tania Intan; Muhamad Adji
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.607 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan relasi di antara tema-tema novel Aroma Karsa (2018) karya Dee Lestari, yaitu hiperosmia, perempuan, dan kekuasaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan dan metodologi feminis. Kisah novel tersebut berfokus pada pencarian bunga ajaib, Puspa Karsa, yang ditengarai memiliki kekuatan untuk mewujudkan kehendak, dengan diwarnai misteri, percintaan, petualangan, mitos, dan sejarah. Referensi teoretis tentang perempuan dan kekuasaan dalam kerangka feminis di antaranya berasal dari Moi, Elstain, dan Gilligan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi hiperosmia yang dalam dunia medis dianggap sebagai gangguan kesehatan, di dalam novel ini justru membawa keuntungan bagi para tokoh dan menjadi kelebihan atau senjata mereka. (2) Para tokoh perempuan di dalam novel Aroma Karsa memiliki kualitas berupa keteguhan hati dan keyakinan, sehingga mereka dapat meraih dan mempertahankan kekuasaan. (3) Kekuasaan dan kehendak yang kuat tapi tidak dapat dikendalikan dapat membawa kehancuran pada mereka sendiri dan alam sekitarnya. (4) Selain dianggap sebagai perusak, perempuan juga memiliki sifat pemelihara.
TOPONIMI SUNGAI DI KABUPATEN TANA TIDUNG, KALIMANTAN UTARA: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Nurul Masfufah
Salingka Vol 16, No 2 (2019): SALINGKA, Edisi Desember 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i2.232

Abstract

AbstrakPenelitian mengenai toponimi sungai tidak hanya menelaah maknanya secara fisikal saja, tetapi lebih luas lagi, yakni aspek budaya masyarakat setempat. Masalah yang akan ditelaah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana bentuk toponimi sungai di Kabupaten Tana Tidung  yang dikaitkan dengan aspek-aspek budaya setempat. Tekni pengumpulan data didapat dari dokumen dan informan melalui teknik catat dan wawancara. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif yang mencakup analisis data linguistik (semantik) dan antropolinguistik (hermeneutik). Hasil penelitian ini menemukan 11 tema dalam toponimi sungai di Kabupaten Tana Tidung, yaitu flora (18,31%), fauna (4,74%), nama orang (7,12%), nama alat (8,13%), cerita rakyat (10,51%), pemberian nenek moyang (20%), keadaan air (4,75%), keadaan sungai (7,80%), tempat kegiatan (8,81%), sejarah (4,07%), dan kehidupan masyarakat (5,76%). Berdasarkan jumlah kata yang digunakan dalam toponimi sungai ditemukan 243 nama yang menggunakan satu kata, 49 menggunakan dua kata, dan 3 nama yang menggunakan kata ulang. Berdasarkan jenis kata yang digunakan terdapat 241 nama sungai yang berjenis kata verba, 37 nama sungai berjenis kata adjektiva, dan 17 nama sungai berjenis kata verba. Berdasarkan asal bahasa yang digunakan terdapat 222 nama sungai yang berasal dari bahasa Tidung, 62 nama sungai berasal dari bahasa Belusu, 9 nama sungai berasal dari bahasa Indonesia, dan 2 nama sungai berasal dari bahasa Melayu. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa toponimi sungai dapat dijadikan petunjuk bagaimana masyarakat Tana Tidung mengungkapkan jati dirinya.
Metafora yang Menggunakan Nama-nama Binatang dalam Bahasa Minagkabau Pina Herlia Ningsi
Salingka Vol 15, No 2 (2018): SALINGKA, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.09 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v15i2.210

Abstract

Masyarakat Minangkabau memiliki cara berpikir yang berbeda dengan masyarakat lainnya di Indonesia. Cara berpikir masyarakat Minangkabau bersifat metaforikal. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan fungsi metafora yang menggunakan nama-nama binatang dalam bahasa Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap. Pengumpulan data dimulai dengan mengamati penggunaan metafora dalam aktivitas keseharian masyarakat. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan wawancara dengan informan untuk memvalidasi makna dan fungsi dari metafora. Selanjutnya data dianalisis dengan metode padan referensial dan padan translasional. Hasil analisis data disajikan formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 42 data tuturan yang menggunakan nama-nama binatang di masyarakat nagari Tanjung. Dari segi makna metafora yang menggunakan nama-nama binatang memiliki makna berkonotasi negatif. Dari segi fungsi penggunaan metafora tersebut adalah untuk mengungkapkan rasa marah, rasa kesal, dan sindiran yang bertujuan untuk menasehati lawan bicara.
ANALISIS BASIS PERBANDINGAN WACANA IKLAN PRODUK KECANTIKAN DALAM MEDIA TELEVISI INDONESIA DAN PERGERAKAN WACANANYA Basis Analysis of Discourse Comparative of Beauty Product Advertisements in Indonesian Television and It’s Discourse Movement Anne - Pratiwi
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.271

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diambil dari iklan produk kecantikan dengan merek Citra dan Shinzu'i. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan membaca pergerakan wacana iklan produk Citra dan Shinzu'i yang muncul di televisi Indonesia. Analisis perbandingan wacana dilakukan atas teori perbandingan wacana (BREAK). Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan analisis data dilakukan dengan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konfigurasinya kedua wacana memiliki esensi yang sama (kovergen). Kedua wacana memiliki esensi sebagai media promosi produk kecantikan. Konfigurasi dalam butir spirit menunjukkan bahwa kedua wacana memiliki motif yang berbeda (divergen) dalam mempromosikan produknya. Wacana primer muncul dengan sebuah identitas produk yang menekankan pada keunggulan dan kecantikan alami wanita Indonesia. Wacana sekunder hadir dengan keunggulan dan kecantikan alami wanita Jepang. Esensi dan spirit wacana dalam butir konfigurasi menunjukkan bahwa tipe pergerakan wacananya adalah konvergen-divergen (KODI).
Analisis Modus pada Tindak Tutur Meme dalam Akun Dagelan di Instagram Benny - Megawati
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.269

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitiaan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah tagar pada meme yang diunggah di akun Instagram @dagelan. Tagar qurbaninaja (#qurbaninaja) muncul bersamaan dengan perayaan hari raya Iduladha yang pernah menjadi topik teratas di media sosial. Tagar qurbaninaja dipilih karena pesan sosialnya sangat dalam. Melalui tagar qurbaninaja, pengguna Instagram dapat menyampaikan dan menerima tuturan terkait dengan fenomena berkurban. Tujuan penelitian ini untuk menemukan jenis tindak tutur melalui modus yang digunakan dalam #qurbaninaja yang diunggah akun @dagelan. Penelitian ini menggunakan teori Wijana. Penelitian ini menggunakan metode Simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik Catat karena peneliti tidak terlibat langsung dalam proses pembuatan data. Hasil dari penelitian menemukan makna satire yang digunakan sebagai ungkapan yang tersembunyi dari setiap meme yang diunggah. Dari beberapa meme yang diambil, modus yang muncul berbentuk deklaratif dan interogatif dengan jenis tindak tutur langsung, tindak tutur tidak langsung, dan tutur tidak literal.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI MORAL PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI SEPANJANG JALAN SOLO-NGAWI Aulia Normalita
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.549 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.265

Abstract

This study discusses the creativity of ad builders who produce ads in a style that is appealing in terms of the language, so that from those ads is able to bring out a style that is not only unique but also contains moral values that can educate Community. The research aims to describe the kinds of language styles and moral values in the public service advertisement along Solo-Ngawi road. This type of research is qualitative descriptive. Data collection techniques using document analysis techniques in the form of images, photographs and writings of advertisements found. The validity of the data uses theoretical triangulation techniques by matching some theories from existing data. Data matching results are found in accordance with Ratna's theory.  The results of the study were found an affirmation style of twenty data. Seventeen data is the moral value of ad type traffic. The style of language and moral value of community service ads, can be a reminder and a lesson for traffic and community users of the advertisements found. 
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA WACANA HUMOR KIAI Hari Kusmanto
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali nilai-nilai pendidikan karakter pada wacana humor para kiai. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat, dan wacana humor bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter dalam buku humor para kiai. Sumber data dalam penelitian ini adalah humor yang terdapat pada buku humor para kiai. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, simak dan dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai pendidikan karakter pada wacana humor para kiai meliputi: karakter teliti, cerdas, hati-hati, tolerensi, adil, amanah, bersyukur, rendah hati, percaya diri, menjaga persatuan, dan gigih. Nilai karakter yang paling banyak pada wacana humor para kiai bersumber dari olah pikir. Hal ini menunjukkan bahwa humor tersebut mendorong pembaca untuk giat belajar khususnya dalam menuntut ilmu.
Relasi Makna pada Frasa Nomina Bahasa Rusia dan Indonesia Tri Yulianty Karyaningsih
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.578 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.300

Abstract

Penelitian ini membahas relasi makna pada frasa nomina beratribut nomina dan adjektiva dalam bahasa Rusia dan Indonesia. Perbedaan tipologi dapat memunculkan perbedaan pada sistem gramatika kedua bahasa ini, begitu pula pada frasa nomina terkait relasi makna. Melalui analisis konstrastif, perbedaan yang dianggap dapat menjadi kendala dalam kegiatan bilingual ini ditelusuri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eklektik. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis kontrastif. Sumber data bahasa Rusia diambil dari karya sastra dan Korpus Nasional Bahasa Rusia, sementara data bahasa Indonesia diambil dari karya sastra dan data buatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi makna pada frasa nomina kedua bahasa memiliki kesamaan, tetapi berbeda secara kategorial dan gramatikal. Perbedaan tersebut ada dalam hal kategori atributif dan kategori gramatikal yang dapat menyatakan relasi sintaktis serta relasi semantis dalam frasa bahasa Rusia. Sementara dalam frasa bahasa Indonesia, relasi antarunsur ditentukan melalui urutan kata yang bersifat ketat.

Page 10 of 14 | Total Record : 140