cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
SALINGKA
ISSN : 02161389     EISSN : 26153963     DOI : -
Core Subject :
SALINGKA: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
MASYARAKAT PRIBUMI PADA MASA PENJAJAHAN BELANDA DALAM NOVEL KISAH TANAH JAWA KARYA MADA ZIDAN DAN BONAVENTURA DE GENTA Ferdian Achsani
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.367 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.266

Abstract

Novel Kisah Tanah Jawa bukan hanya novel yang mengandung unsur mistik semata. Dalam novel ini pembaca dapat menemukan gambaran kehidupan masyarakat pribumi selama masa kolonial Belanda. Keberadaan novel ini menjadikan pembelajaran baru bagi pembaca tentang sejarah masa kolonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fakta kemanusiaan tentang kehidupan masyarakat pribumi selama masa kolonial Belanda yang terkandung dalam novel Kisah Tanah Jawa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah strukturalisme genetic. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan catat. Uji validitas data dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Peneliti membandingkan data dengan sumber dokumen teks lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kehidupan masyarakat pribumi yang terjadi selama masa kolonial Belanda berada seperti perempuan yang dijadikan gundik atau pelancur dan dijadikan tumbal,  masyarakat pribumi dipaksa untuk kerja rodi dalam sistem pekerjaan atau mata pencaharian yang dibuat oleh Belanda dan berdampak pada ekonom pribumi yang lemah dan penindasan Belanda yang memandang derajat pribumi lebih rendah agar kekuasannya untuk menduduki tanah bumiputra tetap bertahan.Kata kunci:
ANALISIS TIPE PERGERAKAN WACANA TENTANG NIETZSCHE DI KALANGAN AGAMAWAN DALAM PERSPEKTIF TEORI BREAK Ferri Irawan
SALINGKA Vol 17, No 1 (2020): SALINGKA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.845 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v17i1.301

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis pergerakan wacana-wacana yang membicakan Nietzsche dalam wacana umat beragama.  Sebagai seseorang yang mendeklarasikan dirinya sebagai Antichrist, Nietzsche menerima sejumlah kritikan, celaan, dukungan, bahkan pujian dari komunitas-komunitas agama. Kritik, celaan, dan pujian tersebut banyak dituliskan dalam bentuk bahasa figuratif atau metafora. Data penelitian ini adalah bahasa figuratif karena dalam bentuk bahasa ini emosi produsen bisa terlihat dan dianalisis. Wacana-wacana tentang Nietzsche memiliki empat tipe pergerakan, yakni KOKO dan DIDI. Wacana-wacana tersebut dibagi menjadi dua kelompok wacana kontra dan wacana pro sesuai dengan spirit mereka. Wacana pro memiliki spirit untuk memberikan nama baik kepada Nietzsche, sedangkan wacana kontra hadir untuk mendiskreditkan Nietzsche.Kata kunci: bahasa figuratif, wacana, NietzscheAbstract This research aims to observe and analyse the movement of the discourses regarding Nietzsche among religious people. As a philospher who declared himself as Antichrist, Nietzsche has received many critiques, condemnations, supports, even praises from religious communities. The criticism, insult, and appreciation are mainly written in the form of figurative language or metaphor. The data of this research are figurative language because by using this type of language, emotive aspect of the discourse produsen can be identified and analysed. The discourses related to Nietzsche have four types of discourse movement, which are KOKO and DIDI. Those discourses are divided into two group; contra discourse and pro discourse according to their spirit. Pro discourses have a spirit to give a good name to Nietzsche, on the other hand contra discourses exist to discredit Nietzsche.Keywords: advertisement, beauty products, discourse comparison
KATA-KATA EMOSI DALAM ANTOLOGI CERPEN CERITA BUAT PARA KEKASIH KARYA AGUS NOOR: KAJIAN LEKSIKOLOGI The Emotion Words in Anthology of Buat para Kekasih Short Story by Agus Noor’s: Lexicology Study Rengki Afria; Ade Kusmana; Ike Selviana Prawolo
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.330

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya makna ungkapan di dalam bahasa Indonesia berklasifikasi emosional yang merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya. Makna ungkapan emosional tersebut sering ditemui di dalam teks karya sastra, salah satunya adalah cerpen. Di dalam teks terdapat pesan atau makna yang hendak disampaikan dan berkenaan dengan konteks. Sehingga, penggunaan kata emosi dalam cerpenpun memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata-kata emosi dalam ontologi cerpen cerita buat para kekasih karya Agus T Noor: kajian leksikologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Sumber data didapatkan dalam 32 judul antologi cerpen Cerita Buat Para Kekasih karya Agus Noor, sedangkan datanya adalah kata emosi. Data dianalisis berdasarkan klasifikasi jenis emosi dan mendeskripsikan kata emosi yang memiliki arti atau makna berbeda tergantung konteks dalam cerpen. Hasil penelitian didapatkan 77 data kata emosi yang diklasifikasi serta dideskripsikan berdasarkan konteks dalam teks cerpen.vThis research is motivated by the many meanings of expressions in Indonesian with emotionalclassification that refer to a specific feeling and thoughts. The meaning of this emotionalexpression is often found in literary texts, one of which is a short story. In the text there is amessage or meaning to be conveyed and with regard to context. Thus, the use of the wordemotion in short stories also has different meanings according to the context. This researchuses descriptive method which is done qualitatively. Data collection is done by refer to themethod of note and note technique. The data obtained from the short story anthology ofStory to the Lover by Agus Noor, then the data is analyzed based on the classification ofemotions and describing the word emotions that have different meanings or  eaningsdepending on the context in the short story. The results obtained 77 data of emotion wordsclassified and described based on the context in the short text.
PROSES KOGNITIF DALAM LEGENDA JOKO TINGKIR Cognitive Process in Jaka Tingkir Legend Miftakhul Huda
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.423

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merumuskan proses kognitif dalam legenda Joko Tingkir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah grounded theory. Data penelitian ini adalah kata, kalimat, dan wacana yang menunjukkan proses kognitif di dalam legenda Joko Tingkir. Sumber data penelitian ini adalah legenda Joko Tingkir. Data diperoleh dengan cara wawancara. Data penelitian dianalisis dengan beberapa langkah. 1) Tokoh dan alur dalam legenda Joko Tingkir diklasifikasikan berdasarkan domain kognitif. 2) Hasil klasifikasi akan menunjukkan dominasi level berpikir. 3) Menetapkan kesesuaian proses kognitif dalam legenda Joko Tingkir terhadap level berpikir siswa. Penelitian ini menghasilkan pemetaan proses kognitif dalam legenda Joko Tingkir, yang meliputi domain memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Legenda Joko Tingkir didominasi oleh proses kognitif memahami. Bacaan ini lebih tepat mulai diberikan pada anak yang perkembangan kognitifnya telah mencapai tahap memahami. Apabila dikonversi dengan teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget, proses kognitif memahami berada pada akhir tahap operasional konkret. Artinya, secara proses kognitif, legenda Joko Tingkir baru bisa diberikan kepada anak usia 10-11 tahun.vThe purpose of this research is formulate a cognitive process in the legend of Jaka Tingkir.The approach used in this research is qualitative. This research approach is qualitative. Thedata of this research are words, sentences, and discourses that show the cognitive processesin the legend of Jaka Tingkir. The primary data source of this research is the legend of JakaTingkir which comes from an interview with the caretaker of the Tomb of Need, the secondarydata source is a story book entitled Jaka Tingkir. The data collection technique was carriedout by interviewing the caretaker of the Tomb of Need in Plupuh, Sragen on October 16,2016 and intensive reading. The research data were analyzed by several steps. First, acomparative study was carried out between the Jaka Tingkir legend from primary andsecondary data sources. Second, the characters and plot in the Jaka Tingkir legend areclassified based on the cognitive domain. Third, the classification results will show thedominance of the level of thinking. Fourth, determine the cognitive processes that aredominant in the level of thinking. This research resulted in the mapping of cognitive processesin the Jaka Tingkir legend, which includes the domains of understanding, applying, analyzing,evaluating, and creating. The Jaka Tingkir legend is dominated by the cognitive process ofunderstanding. This reading is more appropriate starting to be given to children whosecognitive development has reached the stage of  understanding. When converted to the theoryof cognitive development put forward by Piaget, the cognitive process of understanding is atthe end of the concrete operational stage.
MIMIKRI, HIBRIDITAS, DAN AMBIVALENSI DALAM KUMPULAN CERPEN TEH DAN PENGKHIANAT KARYA IKSAKA BANU (KAJIAN POSKOLONIALISME) Bayu Suta Wardianto
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.599

Abstract

Literary works are born from the results of one's thoughts or expressions, literary works grow and develop according to the situation or condition of the author. In addition to being used as a medium of entertainment, literary works are also useful as learning, critical, and documentation of historical events that have occurred in its time. This form of research is descriptive qualitative that uses content analysis strategy. The source of this research data was obtained from a collection of short stories Tea and Traitors by Iksaka Banu. The data was obtained from the results of the study and analysis of the collection of short stories Tea and Traitors by Iksaka Banu. The selected data is classified according to the concepts of mimicry, ambival, hybridity. Testing the validity of the data in this study echoes the trianggulasi theory. The data analysis techniques used are the interactive techniques of milles and huberman models.  The results of this study found several forms of mimicry. A form of mimicry that is performed by minorities against the dominant. In the impersonation of hybridity aspects of the short story collection Tea and Traitors found a form of impersonation of lifestyle. The form of ambivalence in the short story collection Tea and Traitors found several forms of ambivalence, such as modeling or dress and racism by the dominant against minorities. Postlonial studies of tea and traitor short stories can be used as material for studying literature in schools because they contain moral values.
PEMOSISIAN AKTOR DALAM KASUS DANA BANTUAN COVID-19 OLEH PEMERINTAH DENGAN STRATEGI EKSKLUSI SURAT KABAR PADANG EKSPRES (Actor Positioning In The Case Of Covid-19 Assistance Funf By Government With Exclusion Stategies On Padang Ekspres) Muhammad Sidiq
SALINGKA Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.555

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pemosisian aktor dalam kasus dana bantuan oleh pemerintah dengan strategi wacana eksklusi pada surat kabar Padang Ekspres menggunakan bentuk pasivasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks dan bahasa, yakni analisis isi (content analysis). Analisis isi adalah teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicable) dan sahih data dengan memperhatikan konteksnya. Metode ini menekankan pada peneliti untuk melihat isi kebenaran isi teks secara kualitatif,  bagaimana peneliti memaknai isi teks dan memaknai isi interaksi simbolis yang terjadi dalam teks tersebut. Berdasarkan penganalisisan dan pembahasan dari berita bantuan dana Covid-19 terkait dengan pemerintah  pada Padang Ekspres, ditemukan  pelaku pemerintah dapat dikeluarkan dari teks. Pengeluaran (eksklusi) dilakukan dengan strategi pasivasi, Dari hasil penelitian, ada tiga tujuan redaksi menggunakan perhatian eksklusi dari pemberitaan tersebut. Pertama, untuk menyembunyikan atau menghilangkan pelaku dari pemberitaan. Kedua, untuk meringankan kesalahan pelaku dengan pemasifan kalimat. Ketiga, penggantian subjek dengan pemakaian anak kalimat untuk memberikan keterangan.Kata kunci: pemosisian aktor, eksklusi pasivasi Padang Ekspres  AbstractThe focus of this research is the positioning of actors in the case of government grants with an exclusion discourse strategy in Padang Ekspres newspaper using a form of passivity. This study uses text and language analysis methods, namely content analysis. Content analysis is a research technique for making replicable inferences and validating data with due regard to the context. This method emphasizes the researcher to see the truth of the text qualitatively, how the researcher interprets the content of the text and interprets the content of the symbolic interactions that occur in the text. Based on the analysis and discussion of the news of Covid-19 funding related to the government in Padang Ekspres, it was found that government actors could be excluded from the text. Expenditures (exclusion) were carried out with a passivation strategy. From the results of the study, It was found that there were there purposes using exclusionary attention from the news First, to hide or eliminate the perpetrator from the news. Second, to alleviate the offender’s mistakes by inserting sentences. Third, replacing the subject with the use of clauses to provide information.Keywords: positioning of actors, exclusion of passivation, Padang Ekspres
DOMINASI LAKI-LAKI TERHADAP PEREMPUAN DI RANAH DOMESTIK DALAM NOVEL SAFE HAVEN KARYA NICHOLAS SPARKS Domination of Man towards Woman in the Domestic Sphere in Nicholas Sparks’ Novel Safe Haven Kristin Marwinda; Yosep Bb Margono S.
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran perempuan yang didominasi oleh laki-laki di ranah domestik dalam novel Safe Haven(2010) karya Nicholas Sparks. Kisah dalam novel ini menjadi menarik untuk diteliti karena tokoh utama perempuan digambarkan menjadi korban penindasan yaitu kekerasan dalam rumah tangga atas akibat dari dominasi sang suami. Masalah yang diteliti adalah tentang bagaimana dominasi laki-laki terhadap perempuan dalam novel Safe Haven dan apa akibat yang dialami perempuan atas dominasi tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kritik sastra feminis yang fokus pada masalah dominasi laki-laki sebagai dampak dari masih adanya budaya patriarki yang melekat pada masyarakat era moderen. Metode yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif, sehingga hasil penelitian adalah penjelasan berupa kata-kata bukan berupa angka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kevin Tierney, suami Katie, selalu bersikap lebih mendominasi Katie dalam segala hal, khususnya dalam urusan rumah tangga. Dominasi Kevin terhadap Katie antara lain yaitu berkuasa atas diri Katie, melarang Katie bergaul dengan orang lain, dan berkuasa dalam hal keuangan. Sedangkan akibat dari dominasi Kevin adalah Katie mengalami beberapa penindasan yaitu berupa kekerasan fisik dan non-fisik.vThis study aims to analyze the image of woman dominated by man in the domestic sphere inthe novel Safe Haven (2010) by Nicholas Sparks. The story in this novel is interesting to beinvestigated because the main female character is described as being a victim of oppression,namely domestic violence due to the dominance of her husband. The problem studied is abouthow male domination of women in the novel Safe Haven and what are the consequencesexperienced by women for that dominance. The approach used is from feminism perspectivewhich focuses on the problem of male domination as a result of the persistence of patriarchalculture inherent in modern era society. The method used is descriptive-qualitative, so theresults of the study are explanations in the form of words rather than numbers. The results ofthis study indicate that Kevin Tierney, Katie’s husband, has always been more dominating inKatie’s life, especially in household matters. Kevin’s domination of Katie included being incharge of Katie, forbidding Katie to associate with others, and being in charge of financialmatters. The result of Kevin’s dominance was that Katie experienced some oppression in theform of physical and non-physical violence. Katie’s decision to run away from her husbandand live her new life with another man represents a woman who is able to fight againstinjustice over male domination in the household. Kata-Kata Kunci: Dominasi Laki-laki, penindasan perempuan, feminisme
LEGENDA MALIN KUNDANG SUATU KAJIAN STRUKTURAL LÉVI-STRAUSS Daratullaila Nasri
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.480

Abstract

Artikel “Legenda Malin Kundang suatu Kajian Struktural Lévi-Staruss” membicarakan makna yang terkandung dalam legenda Malin Kundang. Makna legenda tersebut dilihat dari sudut pandang struktural yang digagas oleh Lévi-Staruss. Untuk menemukan makna dalam legenda tersebut penulis menggunakan metode analisis struktural yang ditawarkan Lévi-Staruss tersebut. Dalam hal ini Lévi-Staruss” mengistilahkan mytheme (miteme) dan ceriteme. Dengan metode tersebut penulis mendapatkan hasil bahwa legenda Malin Kundang tidak menggambarkan sistem Matrilineal. Hal itu terlihat dengan tidak adanya tokoh mamak dalam legenda Malin Kundang. Selain itu, juga tergambar dari tempat tinggal Malin Kundang yang memperlihatkan keluarga inti. Akan tetapi, dilihat dari nama tokoh cerita, legenda tersebut memperlihatkan ciri keminangkabauan. Kemudian, budaya merantau yang digambar dalam legenda itu merupakan salah satu konsep penting dalam budaya Minangkabau.  Dengan demikian, legenda Malin Kundang merupakan cerita simbolis. Malin Kundang dikisahkan tidak mengakui ibunya. Artinya, dia menggugat keberadaan ibu dan menafikan simbol penting dalam sistem matrilineal Minangkabau dan ajaran Islam yang mengagungkan dan memuliakan ibu. Oleh karena itu, akibat perbuatannya Malin Kundang dan Kapalnya menjadi batu.
DOMINASI IDEOLOGI FAMILIASME TERHADAP DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL-NOVEL INDONESIA DENGAN PENDEKATAN KRITIK SASTRA FEMINIS Muyassaroh Muyassaroh
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diskriminasi yang dialami perempuan sebagai akibat adanya praktik ideologi familialisme di tengah masyarakat yang diceritakan dalam novel-novel Indonesia. Ideologi familialisme adalah ideologi yang menempatkan perempuan hanyalah sebagai istri dan ibu yang baik. Keberadaan ideologi ini menjadikan perempuan semakin terpinggir karena mengharuskan perempuan tunduk berada dalam rumah. Oleh karena itu, muncul gerakan feminisme yang berusaha melepaskan berbagai kontrol laki-laki dan menuntut kesetaraan gender. Sumber data penelitian ini adalah sebelas novel Indonesia yang terbit pada tahun 1920—2000. Metode dan teknik analisis yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif sehingga hasil penelitian adalah penjelasan berupa kata-kata bukan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi familialisme yang menjadi penyebab terpinggirkannya perempuan dalam novel-novel Indonesia periode 1920—2000-an, meliputi perjodohan, poligami, kepatuhan mutlak istri pada suami, dan bergantung pada laki-laki.This study aims to analyze the discrimination experienced by women as a result of the practice of familial ideology in society told in Indonesian novels. The ideology of familialism is an ideology that places women only as good wives and mothers. The existence of this ideology makes women even more marginalized because it requires women to being in the house. Therefore, a feminist movement emerged, trying to release male controls and the demand of gender equality. The data sources of this research are eleven Indonesian novels published in 1920-2000. The method and analysis technique used are descriptive qualitative so that the results of the research are explanations in the form of words and not numbers. The results showed that the ideology of familialism become the cause of the marginalization of women in Indonesian novels for the period 1920-2000, including matchmaking, polygamy, absolute compliance of wives to husbands, and dependence on men.
RELASI KUASA TERHADAP TERDUGA PKI DALAM CERPEN MADE JEPUN DAN SEONGGOK DAGING BEKU (Power Relation On PKI Suspect In The Made Jepun And Seonggok Daging Beku Short Story) Selfia Darmawati; Novi Diah Haryanti
SALINGKA Vol 18, No 1 (2021): SALINGKA, Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i1.447

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji relasi kuasa terhadap terduga PKI yang tedapat dalam cerpen Made Jepun(MJ) karya Putu Oka Sukanta (POS) dan Seonggok Daging Beku (SDB) karya Putu Fajar Arcana(PFA) serta hal-hal yang memengaruhi relasi kuasa tersebut, seperti wacana yang dibentuk danhubungan antartokoh dalam cerita. Cerita yang diangkat sama-sama menceritakan tentang peristiwapasca ’65 yang dialami oleh keluarga, bahkan tetangga para terduga PKI di Bali. Penelitian inidilakukan menggunakan teori relasi kuasa yang digagas Michel Foucault. Data dalam penelitian inididapatkan melalui metode studi pustaka dengan teknik baca-catat. Sumber data yang digunakanadalah karya sastra dan data yang didapat berupa unit-unit teks yang menggambarkan adanya relasikuasa. Data yang didapat dianalisis dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa relasi kuasa yang hadir mengakibatkan adanya kontrol dan dominasi tidak hanya kepadasimpatisan PKI saja, melainkan juga menimpa keluarga dan para tetangga mereka. Bentuk relasikuasa yang muncul adalah stigmatisasi, objektifikasi, kontrol, dominasi, dan manipulasi yang hadirmelalui pelabelan bahwa PKI adalah ideologi terlarang, pemenjaraan tokoh, pengucilan yang dialamitokoh, tuduhan tanpa bukti, hingga pemerkosaan.Kata Kunci: relasi kuasa, Michel Foucault, terduga PKI  AbstractThis research examines the power relations between the PKI suspects found in the shortstories “Made Jepun” (MJ) by Putu Oka Sukanta (POS) and “Seonggok Daging Beku” (SDB) by Putu Fajar Arcana (PFA) as well as other things that influence these power relations, suchas discourse. formed and the relationships between the characters in the story. Both storiestell of the post ’65 events experienced by families, even neighbors of PKI suspects in Bali.This research was conducted using the theory of power relations proposed by Michel Foucault.The data in this study were obtained through the literature study method with the readingnote technique. Sources of data used are literary works and the data obtained are in the formof text units that describe the existence of power relations. The data obtained were analyzedusing descriptive qualitative methods. The results showed that the power relations that werepresent resulted in control and domination not only of PKI sympathizers but also to theirfamilies and neighbors. The forms of power relations that emerge are stigmatization,objectification, control, domination, and manipulation that are present through the labelingthat the PKI is a forbidden ideology, imprisonment of figures, exclusion experienced by figures,accusations without evidence, to rape.Keywords: power relation, Michel Foucault, PKI suspect

Page 11 of 14 | Total Record : 140