cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2013): July" : 10 Documents clear
ANALISIS PERFORMANSI (COP) TERMOELECTRIC COOLER DENGAN PERANGKAIAN SERI DAN PARALEL Luh Putu Ike Midiani; Ida Bagus Gd Widiantara
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.482 KB)

Abstract

Teknologi Thermoelectric cooler merupakan sebuah sumber energi alternatif dalam menjawab kebutuhan pendingin yang hemat energi. Di samping hemat energi, teknologi ini juga relatif lebih ramah lingkungan, tahan lama dan tidak berisik. Ide dasar dari pengujian ini adalah menguji bagaimanakah performansi (COP) dari Thermoelectric cooler apabila dipasang secara seri atau pararel. Hal ini berangkat dari kebutuhan energi yang yang akan dipakai apabila thermoelectric ini dipasang secara seri atau paralel. Penerapan teknologi ini dimaksudkan untuk mendapatkan performansi yang optimal yang nantinya akan berbanding lurus dengan kemampuan pendinginan yang terpasang pada cooler box. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pemanfaatan thermoelectric dengan perangkaian seri ataupun paralel masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya. Thermoelectric dengan perangkaian seri lebih sesuai untuk minuman dan makanan siap konsumsi, dengan daya yang diperlukan lebih kecil yaitu 20-40 watt. Thermoelectric dengan perangkaian paralel sesuai untuk mendinginkan bahan makanan mentah seperti daging atau ikan namun daya yang diperlukan lebih besar yaitu antara 100-120 watt.
ANALISIS PENINGKATAN KETAHANAN PUNTIRBAJA (St. 42) MELALUI PROSES PERLAKUAN PANAS I Ketut Rimpung
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.259 KB)

Abstract

Baja sebagai bahan poros pada teknik konstruksi, ketahanannya terhadap beban luar sangat perlu untuk diketahui sebelum dipergunakan sebagai komponen mesin. Beban luar berupa puntiran yang seringt erjadi pada poros atau komponen mesin teknologi tepat guna sangat perlu dikaji, agar kekuatannya sesuai dengan ketersediaan tempatatau ruang dapat dipenuhi. Peningkatan kekuatan baja dapat dilakukan dengan perlakuan panas yaitu melalui proses pemanasan dan pendinginan menggunakan media dan dengan kecepatan tertentu. Penelitian ini mengkaji peningkatan ketahanan puntir baja (St.42) standar dibandingkan dengan baja jenis yang sama setelah diproses dengan perlakuan panas untuk dikeraskan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium uji bahan dan metrologi JurusanTeknik Mesin Politeknik Negeri Bali.Hasilnya baja yang dikeraskan melalui pemanasan 800◦C dan didinginkan cepat menggunakan air tawar dibandingkan dengan baja (St.42)standar ketahanan puntirnya terjadi peningkatan yang signifikan.Yaitu, menurut data pengujian sampai batas elastisitasnya sudut puntirnya meningkat dari 300 menjadi 2900, momenpuntirnya meningkat dari 24,6 Nm menjadi35,4 Nm. Demikianjuga, tegangan puntirnya pada momen puntir maksimum terjadi peningkatan dari 503.7021855 N/mm2 menjadi 697.8735409 N/mm2.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR TUKAD AYUNG SEBAGAI UPAYA KETERSEDIAAN AIR I Nyoman Sedana Triadi; Made Mudhina; Ketut Wiwin Handayani
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.196 KB)

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Tukad Ayung termasuk sungai lintas kabupaten yang terletak di Provinsi Bali,dengan panjang sungai utama 69,36 km dan mempunyai daerah aliran sungai (DAS) keseluruhan seluas 300,84 km2(Anonim, 2012). Sangat penting mengetahui upaya pengembangan sumber daya air di DAS Tukad Ayung, sehingga dapatdipakai sebagai pedoman dalam penyusunan program penyediaan air yang menyeluruh di daerah tersebut.Besarnya potensi tahunan di DAS Tukad Ayung adalah 108,64 m3/dt, dan besarnya kebutuhan air tahunan di DASTukad Ayung adalah 97,96 m3/dt. Neraca air di DAS Tukad Ayung terjadi surplus debit sebesar + 10,68 m3/dt setiaptahunnya. Pengelolaan sumber daya air di DAS Tukad Ayung diupayakan dengan peningkatan pola tanam mencapai 280%, peningkatan sarana dan prasarana irigasi, upaya pembagunan waduk di DAS Tukad Ayung, penyempurnaankelembagaan yang tertuang dalam arahan pengembangan kelembagaan dan rencana pengembanagn jangka pendekmaupun jangka panjang.
PENGEMBANGAN MODEL FUZZY MAMDANI UNTUK PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA BERBASIS METODE KONTROL FIELD ORIENTED I Putu Sutawinaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.289 KB)

Abstract

Motor induksi banyak digunakan pada industri karena kokoh serta handal jika dibandingkan dengan motor DC. Ini disebabkan oleh konstruksinya sederhana serta kokoh, harganya relatif murah, biaya operasional rendah dan perawatannya mudah. Di samping beberapa keunggulan itu, motor induksi mempunyai beberapa kelemahan, yaitu sulit untuk mempertahankan kecepatannya apabila terjadi perubahan dinamika motor akibat terjadinya perubahan pembebanan. Hal ini dikarenakan fluks rotor dan torsi elektromagnetik sulit untuk dikontrol secara bersamaan Pada tulisan ini dikembangkan suatu kontrol fuzzy model Mamdani pada sistem pengendalian motor induksi tiga phasa menggunakan metode field oriented control sebagai pengendali arus torsi. Harapannya, motor induksi bekerja seperti mesin DC penguat terpisah, torsi dan fluksi dikontrol secara terpisah. Sistem pengendalian ini disimulasikan menggunakan perangkat lunak Matlab / Simulink. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan model fuzzy Mamdani ini, lonjakan dan waktu pemulihan pencapaian setpoint relatif kecil.
KAJIAN GEOTEKNIK TERHADAP REVITALISASI AREAL PARKIR BTDC NUSA DUA I Nyoman Ramia
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.321 KB)

Abstract

Kajian ini menganalisis tentang kerusakan parkir dan jalan paving yang terjadi pada area parkir BTDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Tujuan kajian ini adalah untuk mencari penyebab dari kerusakan dan menentukan jenis penanganan yang tepat untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CBR lapangan rata-rata untuk lapisan pondasi adalah sebesar 5% - 13,5 % . Hal ini menunjukkan bahwa material di lapangan tidak dipadatkan dengan optimal sehingga belum mencapai daya dukung maksimalnya. Tebal lapisan pondasi yang terpasang adalah 5 cm, sedangkan tebal lapisan pondasi yang dibutuhkan adalah 40 cm yang menyebabkan sudut penyebaran beban ke lapisan tanah dasar dibawahnya menjadi lebih kecil sehingga tegangan yang timbul pada lapisan tanah dasr menjadi lebih besar dari perencanaan. Berdasarkan penelitian di atas dapat dikatakan bahwa penyebab kerusakan parkir dan jalan di area BTDC Nusa Dua adalah kurangnya daya dukung yang mampu dikerahkan oleh material lapisan pondasi akibat pemadatan yang kurang maksimal dan kurang tebalnya lapisan pondasi.Penanganan kerusakan dilakukan dengan menambah ketebalan lapisan pondasi dan dipadatkan secara maksimal mencapai 90% dari kepadatan laboratoriumnya dan memberikan kemiringan yang cukup pada permukaan perkerasan agar air hujan dapat segera mengalir keperesapan di tepi perkerasan
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN KAWAT TANAH TERHADAP GANGGUAN SURJA PETIR PADA SISTEM DISTRIBUSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20 KV I Nengah Sunaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.808 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Penyulang Sempidi Gardu Induk Kapal dalam rangka menganalisis pengaruh pemasangan kawat tanah terhadap gangguan surja petir pada sistem distribusi SUTM 20 kV. Berdasarkan penelitian ditunjukkan bahwa jumlah gangguan penyulang Sempidi akibat sambaran petir sebelum dan sesudah terpasang kabel tanah, terdapat penurunan gangguan sebesar 85,71%, serta penurunan durasi pemadaman sejumlah 38 menit 34 detik. Sudut perlindungan (perisai) pada SUTM yang digunakan sebesar 41° dan 29°. Hal ini berarti sudut tersebut telah sesuai dengan toleransi sudut perlindungan. Dari hasil tersebut, maka perlu dipasangnya pengaman terhadap surja petir berupa kawat tanah.
PENGARUH JARAK SUDU PENGARAH (GUIDEVANES) PADA ELBOW DUCTING TERHADAP PRESSURE DROP Adi Winarta; DaudSimon Annakotapary
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.091 KB)

Abstract

Padasistemrefrigerasiterpusatducting memiliki peranan yang sangat penting dalam distribusiudara yang akan maupun telah terkondisikan.Padasistem yang sederhana,udaradidalamductingmengalirdariruangan yang dikondisikanmenuju AHU (Air Handling Unit) dankembalilagimenujuruangantersebut. Blowerberfungsimenciptakanperbedaantekananpadaductingsehinggaudaradapatmengalirdarisisireturndanakhirnyak embalikesupply. Selama mengalir di dalam ducting udara mengalami berbagai hambatan sehingga terjadi pressure drop. Salah satu faktor penghambat adalah perubahan arah aliran yang disebabkan adanya belokan pada ducting. Hambatan yang terjadi pada elbow disebabkan olehgesekan (friction loss) danseparasialiran (separation loss).Kegiatanpenelitianiniadalahuntuk mengkaji fenomena aliran udara dengan Angka Reynolds, RE = 3.824 x 104pada rectangularelbow serta mengetahui bagaimana pengaruh pemasangan pengarah (guide vanes) yang memiliki jarak yang berbeda-beda. Berdasarkan data hasil penelitian, ternyata jarak kerapatan guide vanes(sudu pengarah) mempunyai andil terhadap pressure drop. Dari grafik terlihat bahwa pemasanganguide vanesmampumengurangipenurunantekananaliranfluidasaatmelaluielbow. Pemasanganguide vanesdengankerapatan 2,3 cmmenghasilkan pressure drop terkecilyaitu9,15%. Padakerapatanberturut-turutsebesar 1,8 , 1,5 dan 1,2 terjadikenaikanpressure dropsecaraperlahan. Dapat disimpulkan bahwa pemasangan guide vanes pada elbowdapat dijadikan suatu acuan dalam perancangan ductingHVAC sehingga dapat mengurangi penggunaan energi pada blower.
PERENCANAAN KONTROL START OTOMATIS POMPA HYDRANT DI POLITEKNIK NEGERI BALI I Wayan Suwardana Suwardana; I Ketut Ta; I Gde Wahyu Antara Kurniawan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.484 KB)

Abstract

Pompa hydrant di Politeknik Negeri Bali terdiri atas tiga buah pompa dan terdiri atas dua pompa utama, sebuah pompa bantu ( Jocky Pump ) atas prinsip kerja pompa hydrant di Politeknik adalah bila terjadi kebakaran pompa yang pertama bekerja adalah jocky pump untuk menstabilkan tekan setelah tekanan turun mencapai setting presure switch pertama maka pompa utama bekerja. Bila pemakaian banyak sehingga tekanan air terus turun sampai mencapai setting presure switch kedua maka pompa kedua akan on. Bila Listrik PLN padam maka kedua pompa tidak akan bekerja. Kontrol antisipasi padamnya PLN untuk menghidupkan genset belum ada, dengan kata lain kontrol ATSnya belum ada. Ini adalah salah satu kelemahan kontrol hydrant yang ada di Politeknik Negeri Bali.Biasanya pada saat terjadi kebakaran listrik PLN akan dipadamkan. Tujuannya untuk menghindari petugas yang melakukan pemadaman aman dari bahaya listrik. Sistem kerja pompa yang ada di Politeknik Negeri Bali tidak dilengkapi kontrol ATS (Automatic Transfer Switch ) yang tujuan dari kontrol ATS ini untuk mengatasi bila listrik padam agar pompa diesel on. Instalasi hydrant masih bisa berfungsi, walaupun listrik padam
PENGARUH ARUS RELAY TERHADAP WAKTU KERJA DAN RELIABILITY SEBAGAI PENGAMAN ELEKTRONIK DARI TEGANGAN JATUH Djoko Suhantono; I Nyoman Sutanaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.997 KB)

Abstract

Rangkaian jenis driver relay dapat digunakan antara lain sebagai pengaman elektronik pada kondisi tegangan jatuh. Bermacam-macam jenis rangkaiannya tergantung fungsi dan makna dari rangkaian elektronik itu. Biasanya komponen yang digunakan adalah Transformator, Relay AC dan Relay DC, Transistor dan Dioda. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian pada pengukuran arus – arus relay yang mengalir pada kaki emitor dan kolektornya. Pengukuran arus-arus ini bertujuan untuk menganalisis seberapa pengaruh terhadap waktu kerja relay baik diletakkan pada kaki emitor maupun kolektornya. Selanjutnya untuk menganalisis reliability relay dengan perlakuan sebanyak 25X kerja. Analisis yang diperoleh bahwa arus yang mengalir pada relay Ire = 36mA sampai dengan 37,5mA untuk mendapatkan waktu kerja terbaik yaitu T = 0,02 detik yang sesuai dengan persyaratan. Hal ini dapat terjawab bahwa arus sangat berpengaruh terhadap waktu kerja relay. Selanjutnya reliability dari relay sangat baik yaitu 96% sesuai dengan persyaratan kerja relay.
ANALISIS PEMILIHAN GELOMBANGSQUARE SEBAGAI PEMBIAS SWITCHING TERHADAP KESTABILAN GELOMBANG OUTPUT INVERTER I Made Sumerta Yasa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 2 (2013): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.539 KB)

Abstract

Inverter merupakan alat yang dipergunakan mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Inverter terbentuk dari rangkaian oscillator, buffer, driver, switching electronics dan transformtor. Output inverter yang dihasilkan adalah tegangan dan frekuensi yang stabil. Untuk memperoleh tegangan yang stabil dibutuhkan pembiasan switching yang stabil salah satunya dengan menggunakan gelombang square. Menggunakan gelombang square untuk pembiasan switching dapat memberikan unjuk kerja sistem yang bagus karena lebih kebal terhadap gangguan/derau. Untuk menyatakan inverter tersebut dalam kondisi stabil diperlukan pengujian pemberian beban sesuai dengan inverter yang direncanakan. Berdasarkan pengujian dan pengolahan data yang dilakukan dengan memberikan beban yang bervariasi dari 5 watt sampai 60 watt, maka diperoleh kesimpulan memang benar gelombang output osilator menentukan kestabilan gelombang output inverter dan kestabilan inverter rata-rata sebesar 88,1 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 10