cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 1412114X     EISSN : 25805649     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi is a peer-reviewed research journal aiming at promoting and publishing original high quality research in all disciplines of engineering and applied technology. All research articles submitted to Logic should be original in nature, never previously published in any journal or presented in a conference or undergoing such process across the world. All the submissions will be peer-reviewed by the panel of experts associated with particular field. Submitted papers should meet the internationally accepted criteria and manuscripts should follow the style of the journal for the purpose of both reviewing and editing.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 3 (2015): November" : 12 Documents clear
Analisis Perubahan Sinyal Frekuensi Input Terhadap Kebutuhan Kapasitas Catu Daya DC Power Amplifer OCL I Made Sumerta Yasa; I Putu Sutawinaya
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.045 KB)

Abstract

Audio amplifier idealnya akan menghasilkan sinyal keluaran yang bentuknya sama persis dengan bentuk sinyal masukan, hanya amplitudonya lebih besar karena adanya penguatan (gain). Namun, sayangnya di dunia ini tidak ada yang ideal. Sinyal keluaran dari audio amplifier selalu tidak sama persis bentuknya dibandingkan dengan sinyal masukannya. Cacat pada audio amplifier dapat berupa dengung, suara kurang kencang, treble pecah, bass tidak penuh, interfrensi dan lainnya. Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh salah satunya berupa catu daya DC power amplifier yang tidak stabil atau kapasitas catu dayanya kurang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sinyal input dengan frekuensi yang berbeda dari 20 Hz sampai dengan 20 KHz terhadap kebutuhan catu daya DC nya pada power amplifier OCL tersebut. Dari penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dengan perubahan frekuensi input power amplifier maka terjadi perubahan kebutuhan kapasitas daya yang berubah pula, pada frekuensi input rendah membutuhkan catu daya yang lebih besar dibandingkan dengan pada saat diberikan sinyal frekuensi input tinggi, sehingga dalam merancang power supply DC untuk power amplifier OCL sangat perlu diperhatikan kestabilannya pada kondisi frekuensi rendah atau nada-nada rendah pada saat mendengarkan musik.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN SISTEM PROTEKSI RELE TERHADAP PROFIL TEGANGAN DAN KEANDALAN JARINGAN I Gusti Putu Arka; I Nyoman Mudiana; I Gde Nyoman Sangka
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.78 KB)

Abstract

Pemasangan sistem proteksi pada sistem tenaga listrik untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan yang muncul. Gangguan pada sistem terdiri dari gangguan temporer atau sementara dan gangguan permanent atau tetap. Penelitian difokuskan pada analisis pengaruh pemasangan sistem proteksi rele terhadap profil tegangan dan keandalan pada jaringan distribusi tenaga listrik. Pada bagian pertama akan dipelajari pengaruhnya terhadap profil tegangan, dan yang terakhir dilakukan analisis dan evaluasi keandalan dengan menghitung berbagai indek keandalan (SAIFI dan SAIDI) pada berbagai tingkat. Gangguan seperti ini timbul pada penyulang yang memiliki beberapa peralatan pengaman yang terhubung seri. Dengan penelitian ini dapat mengurangi kerusakan tetap yang ditimbulkan, yaitu pemanfaatan sistem proteksi rele gangguan tanah dengan parameter waktu terbalik.
ANALISIS PENYEBAB PENYIMPANGAN UKURAN PADA PROSES PENEKUKAN PELAT OLEH MAHASISWA DI BENGKEL TEKNOLOGI MEKANIK POLITEKNIK NEGERI BALI I Nyoman Sutarna
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.756 KB)

Abstract

Kerja pelat adalah proses pengolahan atau pembentukan logam lembaran menjadi suatu hasil kerja industri. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan ukuran terhadap hasil kerja yang dihasilkan adalah: penandaan, peralatan, sumber daya manusia, kondisi lingkungan, organisasi kerja dan kondisi alat tekuk pelat. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui berapa besar perbedaan penyimpangan hasil kerja dari kedua jenis perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen yaitu dengan mengamatan langsung pada mahasiswa dalam melakukan proses penekukan pelat. Data yang diperoleh dianalisis dengan paired sample T- test dengan taraf signifikan p < 0,005. Hasil analisis menunjukkan bahwa menggunakan alat tekuk yang kurang baik sebesar 82,22 dan alat tekuk yang baik sebesar 80,24, ada perbedaan sebesar 1,98. Kesimpulannya bahwa dengan alat tekuk yang baik hasil kerjanya lebih teliti. Disarankan pada kondisi alat tekuk yang kurang baik, sebelum mahasiswa melakukan proses penekukan pelat mahasiswa diberi tahu bagian alat tekuk yang baik, untuk menghasilkan hasil kerja yang teliti dan berkualitas.
ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA PENGGUNAAN TRANSFORMATOR SISIPAN DAN UPRATING TRANSFORMATOR DALAM MENANGGULANGI DROP TEGANGAN PADA GARDU DISTRIBUSI KA 0819 PENYULANG MUMBUL I Made Aryasa Wiryawan; I Putu Sutawinaya; I Wayan Ryan Sutrawan
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.498 KB)

Abstract

Transformator distribusi berfungsi untuk mentransformasikan energi listrik dari sumber listrik ke pelanggan. PT PLN (Persero) sebagai perusahaan pengelola sistem tenaga listrik selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.Untuk tetap dapat menjaga kualitas, maka keandalan sistem distribusi harus selalu terjaga dengan baik.Agar sistem distribusi tetap andal, maka prosentase pembebanan pada transformator distribusi tersebut jangan sampai melebihi ketentuan yaitu 80% dari bebannya. Begitu juga dengan drop tegangan di sisi pelanggan tidak lebih dari 10%. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan data pengukuran dan hasil simulasi ETAP, diketahui terjadi kenaikan pembebanan pada transformator KA 0819 secara berkala. Begitu juga terjadi drop tegangan di sisi pelanggan paling ujung yang relatif besar, yaitu sebesar 14,77%. Untuk dapat memperbaiki kondisi seperti ini, dibandingkan dua cara yaitu dengan peningkatan kapasitas (uprating) transformator dan penambahan transformator sisipan. Harapannya agar keandalan dan kontinyuitas penyaluran energi listrik di lokasi tersebut tetap terjaga dengan baik.
PENGENALAN POLA TIDAK TERBIMBING DENGAN METODE FUZZY SUBSTRACTIVE CLUSTERING Putu Manik Prihatini
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.448 KB)

Abstract

Klustering termasuk dalam pengenalan pola tidak terbimbing, vektor fitur pelatihan dan kelas-kelas tujuannya belum diketahui. Fuzzy subtractive clustering (FSC) adalah teknik klustering yang didasarkan atas ukuran densitas titik-titik data dalam suatu ruang. Metode FSC diterapkan pada penelitian ini untuk melakukan pengelompokan industri kecil dengan dua kriteria yaitu modal awal dan rata-rata penjualan. Proses diawali dengan melakukan normalisasi, kemudian menghitung potensi awal, mencari titik dengan potensi awal tertinggi, menentukan pusat kluster, mengembalikan pusat kluster ke bentuk semula, serta menghitung sigma kluster dan derajat keanggotaan. Berdasarkan parameter jari-jari sebesar 0,3; squash factor sebesar 0,25; accept_ratio sebesar 0,5; reject_ratio sebesar 0,15; XMin sebesar [0;0]; dan XMax sebesar [30.000.000; 40.000.000], proses klustering dihentikan pada iterasi ke-3. Hasil akhir klustering mengelompokkan industri ke dalam 3 kelompok yaitu Kluster 1 (Industri ke-1, 3, 4 dan 6), Kluster 2 (Industri ke-2, 8, 9 dan 10), dan Kluster 3 (Industri ke-5 dan 7).
PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) DALAM MENGANALISIS SISTEM PENGERING IKAN TUNA BERTENAGA SURYA I Nyoman Budiarthana; I G. B. Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.415 KB)

Abstract

Pengukuran langsung telah dilakukan untuk suhu udara dan kecepatan angin untukpengering energi surya ini. Dari kemampuan simulasi yang dapat disajikan, penggunaan perangkatlunak Cumputational Fluid Dynamics (CFD), dapat membantu menunjukkan perilaku fluidapengering dan pencapaian suhu yang dapat dicapai dari suatu dimensi konstruksi rancang bangununit sistem pengering. Hal itu ditampilkan dalam pola aliran, bentuk kontur suhu dan distribusisuhu yang terjadi dalam suatu rancangan. Dengan demikian, akan dapat juga membantumengurangi waktu , biaya dan tenaga yang dipergunakan dalam membuat pengering ikan tuna,karena tidak perlu melakukan pembuatan secara coba-coba, sehingga akan diperoleh konstruksiyang efektif dan fungsional
PENGUJIAN PERFORMANCE BIODIESEL BIJI ALPUKAT DI TINJAU DARI KARAKTERISTIK PANJANG PENYEMPROTAN DAN UKURAN BUTIRAN Anak Agung Surya Dwi Pramana; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Widiyarta
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.264 KB)

Abstract

Minyak biji alpukat merupakan salah satu jenis minyak yang bersumber dari minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai pilihan bahan bakar alternatif karena biji buah alpukat yang biasanya menjadi sampah buangan oleh masyarakat apabila dapat diberdayakan kembali akan memberikan suatu dampak positif, baik lingkungan dalam hal pengurangan jumlah sampah ataupun dari segi pemanfaatanya sebagai salah satu sumber bahan bakar terbarukan. Oleh karena itu, telah dilakukan suatu pengujian eksperimental untuk menguji karakteristik semprotan (spray) biodiesel biji alpukat yang diuji pada ruang pengujian bermekanisme nosel injektor mesin diesel. Adapun variasi campuran pengujian bahan bakar yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 100%BD, dan 100%D. Karakteristik semprotan bahan bakar yang di uji adalah panjang tip penetrasi semprotan (L), kecepatan semprotan (Uin), sudut semprotan (Ɵ), dan distribusi besar butiran yang terbentuk pada masing – masing campuran bahan bakar biodiesel yang di uji. Dari pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan sebagai berikut, dengan penambahan biodiesel minyak alpukat pada solar murni berpengaruh pada penurunan kecepatan terbentuknya tip penetrasi semprotan juga memperkecil sudut semprotan.
SIMULASI PENGGUNAAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SIMATIC S7 – 300 IFM UNTUK PENGATURAN ELEVATOR I Ketut Darminta; Made Wiryana; Heavy Pradana Usdyanto
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.518 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi berakibat kebutuhan manusia akan meningkat, begitu pula pada industri sering diperlukan suatu peralatan yang berfungsi sebagai pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lain. Cara yang dilakukan untuk pemindahan tersebut juga bermacam-macam seperti menggunakan konveyor, didorong dengan silinder solenoid, atau bisa mengunakan elevator. Pemilihan dari cara pemindahan barang tersebut tentu disesuaikan dengan kondisi dan tempat dari barang yang akan dipindahkan. Untuk keperluan bangunan yang bertingkat sudah tentu memerlukan peralatan untuk memindahahkan barang berupa elevator. Penentuan dari posisi car, menentukan lantai tujuan dari car, adalah suatu hal yang sangat memerlukan suatu cara pengaturan yang otomatis. Pada simulasi ini dibuat semirip mungkin dengan cara kerja elevator, yang digerakkan dengan sebuah penggerak utama motor DC dengan gearbok 1:50 rpm, serta sistem perangkat lunaknya menggunakan ladder diagram yang akan diupload ke PLC siemen simatic S7-300 IFM.
UJI EKSPERIMENTAL MATERIAL KAWAT BAJA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI DAWAI ALAT MUSIK SASANDO Damianus Manesi; I Ketut Gede Sugita; I Nyoman Budiarsa
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.597 KB)

Abstract

Penggunaan serat kawat baja dari kabel katup throtlle sepeda motor sebagai dawai alat musik sasando bukan merupakan hal baru. Masalahnya adalah beberapa pembuat dan pemain sasando tetap menggunakan kawat baja sebagai dawai. Penelitian ini bertujuan menguji apakah kawat baja pantas digunakan sebagai dawai alternatif alat musik sasando? sebagai pembandingnya penelitian ini juga meneliti sifat dan model mekanik dawai gitar akustik. Sebagai langkah awal dilakukan uji eksperimen untuk mengetahui komposisi kimia dan kemampuan mekanis kedua material dawai. Uji eksperimen menggunakan kawat baja dan dawai gitar dengan dimensi yang sama yaitu panjang 600mm dan diameter 1.2mm. Hasil uji eksperimen akan digunakan untuk pemodelan dengan software ABAQUS. Berdasarkan hasil pengujian eksperimen diketahui bahwa jumlah unsur pembentuk kawat baja lebih banyak dibanding unsur pembentuk kawat gitar, dimana unsur besi (Fe) merupakan unsur yang paling dominan. Prosentase karbon (C) menunjukkan bahwa kedua jenis dawai tergolong baja lunak karena memiliki nilai karbon dibawah 0,2%. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan kekuatan luluh material kawat baja lebih baik dibanding dawai gitar. Dari hasil uji numerikal diketahui bahwa model yang dihasilkan adalah valid dan mendekati sifat material asli. Hasil numerikal juga menunjukkan terjadi peningkatan distribusi tegangan pada dawai hingga putus pada bagian ujung. Hasil ini sama dengan hasil uji eksperimen yang juga diketahui kedua jenis dawai mengalami putus pada bagian ujung. Berdasarkan hasil uji eksperimen dan numerikal disimpulkan bahwa kawat baja secara mekanik layak digunakan sebagai dawai alternatif sasando.
PERENCANAAN DAYA DAN SISTEM KONTROL MOTOR POMPA KOLAM RENANG Ni Wayan Rasmini; I Ketut Parti
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 15 No 3 (2015): November
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.778 KB)

Abstract

Pemerintah menaruh perhatian pada keberadaan kolam renang terutama terhadap kualitas air yang digunakan dalam kolam. Pemerintah mengeluarkan peraturan mengenai persyaratan air kolam renang sebagaimana persyaratan air bersih. Peraturan itu berisi parameter-parameter yang harus dipenuhi meliputi parameter fisika, parameter kimiawi, dan parameter mikrobiologik. Untuk itu pengelola kolam renang harus dapat melakukan tindakan untuk mengelola kolam renang dengan benar agar kualitas airnya terjamin. Pokok-pokok dalam pengolahan air kolam renang meliputi proses penjernihan air dan desinfeksi. Proses desinfeksi perlu dilakukan untuk membunuh bakteri yang ada dalam kolam renang. Untuk menjaga air kolam tetap bersih dan sehat diperlukan pompa untuk mensirkulasi air kolam. Fungsi pompa menarik air dari kolam renang untuk dibersihkan di filter kemudian dikembalikan lagi. Air kotor diproses sedemikan rupa sehingga menjadi bersih. Mengingat demikian pentingnya peranan/fungsi pompa pada kolam renang maka perlu perencanaan yang baik dan benar dalam pemilihan pompa maupun sistem kontrolnya sehingga dapat berfungsi mensirkulasi air dengan sempurna. Untuk menentukan daya motor pompa kolam renang ada beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya volume air kolam renang, flow rate, head pompa dan curve karakteristik pompa. Hasil penelitian menunjukkan daya pompa berbanding lurus dengan flow ratenya : semakin besar daya semakin besar pula flow ratenya. Sedangkan head berbanding terbalik dengan flow ratenya. Semakin tinggi head, semakin kecil flow ratenya. Rangkaian kontrol pompa baru bisa dirancang setelah daya pompa ditentukan, karena rangkaian kontrol harus dirancang sesuai deskripsi kerja pompa, dan rating pengaman, komponen utama, maupun penghantar pada rangkaian kontrol ditentukan berdasarkan arus nominal pompa.

Page 1 of 2 | Total Record : 12