cover
Contact Name
Prama Wahyudi
Contact Email
pramawahyudi@lptik.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltpa@fateta.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 14101920     EISSN : 25794019     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas (JTPA) adalah publikasi ilmiah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. Artikel yang dimuat berupa hasil penelitian terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang belum pernah dipublikasikan di media lain (kecuali dalam bentuk abstrak atau karya ilmiah akademik atau dipresentasikan dalam seminar atau konferensi). JTPA diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas. Cakupan artikel Jurnal Teknologi Pertanian Andalas adalah: Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Pertanian Agro-Industri, Teknologi Pangan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol 30 no 2 (2026)" : 8 Documents clear
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI SERBUK JAHE GAJAH (Zingiber officinale var. officinarum) DAN SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP KARAKTERISTIK FITOKIMIA DAN SENSORIS TEH HERBAL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium oleana) Yoga Aji Handoko; Hera Riyan Hidayati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh herbal merupakan minuman fungsional yang berkembang karena mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Daun pucuk merah (Syzygium oleana) diketahui mengandung flavonoid, fenolik, dan antosianin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Namun, daun ini memiliki rasa sepat dan aroma khas yang kurang disukai sehingga perlu dipadukan dengan bahan lain, seperti jahe gajah dan serai. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fitokimia dan organoleptik teh herbal daun pucuk merah dengan penambahan jahe gajah dan serai serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan, yaitu P0 (100% daun pucuk merah), P1 (60% daun pucuk merah, 20% jahe gajah, 20% serai), P2 (60% daun pucuk merah, 25% jahe gajah, 15% serai), P3 (60% daun pucuk merah, 15% jahe gajah, 25% serai), dan P4 (60% daun pucuk merah, 30% jahe gajah, 10% serai). Analisis meliputi aktivitas antioksidan metode DPPH, kadar flavonoid, kadar fenolik, dan uji organoleptik oleh 33 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P0 memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 49,63% inhibisi DPPH dan kadar flavonoid tertinggi sebesar 20,65% b/b, sedangkan kadar fenolik tertinggi diperoleh pada P3 sebesar 24,33 mg GAE/g. Perlakuan P4 menghasilkan aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid yang tidak berbeda nyata dengan P0. Seluruh perlakuan juga tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap warna, aroma, dan rasa. Berdasarkan karakteristik fitokimia dan organoleptik, formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan P4.
PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH MURBEI (Morus alba L.) SEBAGAI INDIKATOR ASAM-BASA ALTERNATIF PENGGANTI PHENOLPHTHALEIN PADA ANALISIS KEASAMAN CRUDE PALM OIL (CPO) Erwin; Mursalin; Mursyid
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah murbei (Morus alba L.) mengandung antosianin yang berpotensi digunakan sebagai indikator asam-basa alternatif pengganti phenolphthalein pada analisis keasaman Crude Palm Oil (CPO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah murbei sebagai indikator alternatif dalam penentuan keasaman CPO. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan: phenolphthalein 1% (kontrol) dan 4 variasi rasio bahan:pelarut (1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5) dengan pelarut metanol 0,1% HCl menggunakan metode sokletasi, dilakukan 3 kali ulangan, menghasilkan 15 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar total antosianin, titrasi asam-basa, pH, dan warna. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%, jika berpengaruh nyata dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio bahan:pelarut berpengaruh terhadap kadar antosianin, volume akhir titrasi CPO, dan perubahan warna indikator pada titik akhir titrasi. Ekstrak buah murbei dengan rasio 1:2 memiliki kadar total antosianin sebesar 429,23 mg/L, menunjukkan efektivitas yang tidak berbeda nyata dengan phenolphthalein, dengan perubahan warna dari warna kuning cerah ke warna kuning kehijauan dalam penentuan keasaman CPO.
RANCANG BANGUN, UJI KINERJA, DAN ANALISIS TEKNO-EKONOMI MESIN PENCACAH SAMPAH PERTANIAN TIPE BLADE Rio Allen; Yefsi Malrianti; Angga Defrian; Gilang Febrian; Nadya Dhani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi dan eskalasi limbah pertanian menuntut pendekatan ekonomi sirkular melalui konversi limbah menjadi pakan unggas berkelanjutan. Proses ini membutuhkan intervensi kominusi atau reduksi ukuran material yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun, menguji unjuk kerja, dan menganalisis kelayakan tekno-ekonomi dari mesin pencacah sampah pertanian berskala mikro tipe blade berdaya ultra-rendah. Mesin difabrikasi menggunakan material kerangka besi beton, tabung polimer anti-korosi dengan kapasitas 35 liter, serta pisau silang stainless steel berdiameter 24 cm yang digerakkan oleh motor induksi 70 Watt dengan kecepatan 1400 RPM. Pengujian kinerja dilakukan dengan menggunakan sampel seberat dua kilogram limbah sayuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas pemrosesan aktual yang stabil pada kisaran rata-rata 27 hingga 29,24 kg/jam. Hasil analisa mengonfirmasi bahwa secara agregat lebih dari 96% partikel cacahan berhasil direduksi hingga berukuran kurang dari 6 mm, dimensi yang terbukti secara biologis ideal untuk menstimulasi fungsi lambung dan pencernaan unggas. Evaluasi tekno-ekonomi menegaskan kelayakan investasi alat dengan Biaya Pokok pemrosesan sangat rendah, yakni sebesar Rp 482 per kilogram, dan Titik Impas (Break-Even Point) tercapai pada ekuivalensi produksi 23.863 kg/tahun.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN PISANG JANTAN (Musa paradisiaca L.) PADA AGROINDUSTRI PISANG SALAI MANIS DI NAGARI TANJUNG BERINGIN KECAMATAN LUBUK SIKAPING KABUPATEN PASAMAN Nabila Ifatul Annisa; Rini Hakimi; Rian Hidayat
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan usaha, khususnya pada komoditas hortikultura seperti pisang yang bersifat mudah rusak dan memiliki harga jual relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengolahan pisang jantan menjadi Pisang Salai Manis serta menganalisis nilai tambah yang dihasilkan pada Agroindustri Pisang Salai Manis di Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan data sekunder, di mana analisis kualitatif digunakan untuk menggambarkan tahapan proses produksi dan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi meliputi pengupasan, pengirisan, penjemuran, sortasi, penggorengan, penirisan, dan pengemasan. Penggunaan bahan baku sebesar 886,25 kg pisang jantan menghasilkan 387,84 kg Pisang Salai Manis dengan faktor konversi sebesar 0,44. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp13.522,06 per kilogram bahan baku dengan rasio nilai tambah 44,54 persen yang tergolong tinggi. Distribusi nilai tambah menunjukkan imbalan tenaga kerja sebesar Rp925,25 per kilogram bahan baku atau 6,84 persen dari nilai tambah, sedangkan keuntungan pengusaha mencapai Rp12.596,81 per kilogram dengan tingkat keuntungan sebesar 41,49 persen. Margin pengolahan sebesar Rp21.414,58 per kilogram didistribusikan kepada tenaga kerja, input lain, dan keuntungan pengusaha, yang menunjukkan bahwa agroindustri Pisang Salai Manis mampu meningkatkan nilai ekonomi pisang jantan serta memiliki potensi kuat untuk pengembangan agroindustri yang berkelanjutan
RANCANG BANGUN DAN EVALUASI KINERJA MESIN PENGUPAS KULIT BUAH AREN TIPE BERTINGKAT Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Zulnadi; Fithra Herdian; Rio Valery Allen; Fanny Yuliana Batubara
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar palm fruit (Arenga pinnata Merr.) is a plantation commodity with high economic potential as the raw material for producing kolang-kaling (sugar palm fruit sweetmeat). However, the fruit peeling process in home-scale industries is still carried out manually, which is time-consuming, results in low production capacity, and poses a risk of occupational accidents. This study aimed to design, fabricate, test the performance of, and analyze the economic feasibility of a multi-stage type sugar palm fruit peeling machine as an alternative form of mechanization for small-scale kolang-kaling processing. The research was conducted through the stages of needs identification, design using an engineering approach, prototype fabrication, functional testing, performance testing, and economic analysis. The observed parameters included effective capacity, the percentage of peeled fruit, unpeeled fruit, and broken fruit, as well as the machine's operational costs. The results showed that the machine had dimensions of 100.69 cm × 56.89 cm × 147.61 cm and was powered by a 3.5 HP gasoline engine. The effective capacity of the machine reached 34.5 kg/hour, with an average of 0.052 kg of unpeeled fruit and 0.085 kg of broken fruit per test. The economic analysis showed a fixed cost of IDR 1,943,760/year, a variable cost of IDR 25,829.44/hour, a basic peeling cost of IDR 772.15/kg, and a break-even point (BEP) of 457.21 kg/year. These results indicate that the multi-stage type sugar palm fruit peeling machine is able to improve the efficiency of the peeling process compared to the manual method and is feasible for application in small-scale kolang-kaling processing industries.
PENGARUH LAMA PENYINARAN UV-C TERHADAP MUTU DAN UMUR SIMPAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Khandra Fahmy; Mislaini Rahman; Wahyu Kamilatul Fauziah; Melidawati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi, akan tetapi komoditas ini memiliki umur simpan yang relatif pendek karena mudah mengalami kerusakan setelah panen. Salah satu alternatif penanganan pascapanen untuk mempertahankan mutu cabai merah adalah penyinaran ultraviolet-C (UV-C). Akan tetapi, pemaparan UV-C yang tidak tepat akan mempercepat kerusakan cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama penyinaran UV-C terhadap mutu cabai merah. Cabai merah dipapar sinar UV-C selama 0 menit (kontrol), 10 menit, 20 menit, dan 30 menit, kemudian disimpan pada suhu ruang untuk diamati mutuhnya. Laju respirasi, susut bobot, kekerasan, dan vitamin C dievaluasi setiap dua hari selama proses penyimpanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyinaran UV-C tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap mutu cabai merah, msekipun demikian, perlakuan UV-C selama 20 menit menunjukkan kecenderungan lebih baik dalam mempertahankan mutu berdasarkan laju respirasi, susut bobot, kekerasan, dan vitamin C. Mutu cabai merah mengalami perubahan secara signifikan seiring dengan bertambahnya waktu penyimpanan cabai merah. Dengan demikian, penyinaran UV-C selama 20 menit merupakan perlakuan yang paling potensial untuk mempertahankan mutu cabai merah selama penyimpanan pada suhu ruang.
APLIKASI RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) PADA OPTIMALISASI KONDISI PROSES BIOSORPSI CR(VI) MENGGUNAKAN IMMOBILIZED MICROALGAE BEADS Nabila Muthia Indayana; Shinta Elystia; David Andrio; Cory Dian Alfarizy
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kromium heksavalen (Cr(VI)) merupakan salah satu jenis limbah yang bersifat karsinogenik dan bersifat persisten di lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyisihkan logam Cr(VI) dengan metode biosorpsi menggunakan mikroalga yang diimobilisasi menggunakan natrium alginat agar diperoleh struktur yang stabil. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kondisi optimum dan model empiris penyisihan Cr(VI) dan optical density menggunakan immobilized microalgae beads dengan Response Surface Methodology (RSM) teknik Box Behnken Design (BBD) serta karakterisasi immobilized microalgae beads berdasarkan SEM, FTIR, dan kekuatan mekanik. RSM-BBD dipilih karena mampu mengevaluasi interaksi antar variabel proses serta menentukan kondisi optimum secara statistik. Tiga variabel proses yang diuji meliputi konsentrasi Cr(VI) (20-80 mg/L), dosis adsorben (3-7 g/L), dan waktu kontak (2-6 jam) terhadap efisiensi penyisihan (%) dan optical density dapat dioptimalkan secara statistik. Model regresi yang diperoleh mengikuti model kuadratik dengan nilai parameter cukup baik. Kondisi optimum biosorpsi diperoleh pada konsentrasi Cr(VI) 59,395 mg/L, dosis adsorben 6,571 g/L, dan waktu kontak 4,418 jam dengan efisiensi penyisihan 71,070% dan nilai optical density 0,4. Analisis FTIR menunjukkan keterlibatan hidroksil (–OH), amina (–NH), karboksilat (–COO⁻) dalam biosorpsi. SEM mengungkap perubahan pori dan adanya endapan Cr(VI). Uji kekuatan mekanik menunjukkan peningkatan hardness, 48,01 menjadi 57,60 gForce dan fracturability menjadi 34,56 gForce. Hasil ini menujukkan efektivitas dan stabilitas immobilized microalgae beads sebagai biosorben Cr(VI).
EVALUASI KINERJA VENTILASI TERHADAP DINAMIKA SUHU DAN KELEMBAPAN RELATIF PADA RUMAH JAMUR MERANG Wenny Amaliah; Guyup Mahardian Dwi Putra; Endang Purnama Dewi; Gagassage Nanaluih De Side; Ibadias Sholihin; Taufiq Hidayat
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian suhu dan kelembapan penting untuk menjaga mikroklimat rumah jamur merang (Volvariella volvacea). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ventilasi terhadap dinamika suhu dan kelembapan relatif serta perubahan kondisi psikrometrik udara. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membandingkan kondisi tanpa ventilasi dan ventilasi. Suhu dan kelembapan diukur menggunakan sensor DHT22 pada sembilan titik selama 24 jam dengan interval 30 menit, menghasilkan 49 data pada setiap kondisi. Analisis mencakup empat periode waktu serta parameter tekanan uap, rasio kelembapan, kelembapan absolut, titik embun, margin kondensasi, entalpi, dan vapor pressure deficit (VPD). Ventilasi menurunkan suhu rata-rata dari 28,49 menjadi 27,33 °C dan kelembapan relatif dari 93,27 menjadi 89,09%. Tekanan uap aktual, rasio kelembapan, kelembapan absolut, dan entalpi masing-masing menurun 10,95%, 11,32%, 10,59%, dan 9,00%, sedangkan VPD meningkat dari 0,292 menjadi 0,431 kPa. Hasil menunjukkan bahwa ventilasi efektif mengurangi panas dan uap air, namun perlu dioperasikan secara adaptif sesuai kondisi mikroklimat. Respons terbesar terhadap penurunan suhu terjadi pagi-siang, sedangkan penurunan kelembapan paling besar terjadi siang–sore hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 8