cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 20865996     EISSN : 2580961x     DOI : -
Core Subject : Education,
The Jurnal Arkhais is dedicated to all linguistics, literature, and culture Indonesia. The coverage of Jurnal Arkhais includes: experimental research, action research, qualitative research, quantitative research, and development research aimed to improving the quality and building innovation in linguistics, culture, and literature Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK LAHIR PREMATUR USIA 2 TAHUN Anisah Kartika Putri, dkk.
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2018): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.01 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan pemerolehan bahasa anak premature usia dua tahun. Data dalam penelitian ini adalah kosakata yang diujarkan oleh Naro (anak lahir prematur berusia 2 tahun). Sumber data dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu sumber data primer yang diperoleh dari ujaran Naro, dan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku yang berkaitan dengan psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dan diklarifikasi yang selanjutnya dianalisis menurut kriteria yang sudah ditetapkan. Hasil kajian ini menunjukan bahwa Kemampuan berbahasa anak lahir prematur usia dua tahun mengalami keterlambatan dalam berbahasa. This article aims to describe how the ability of language acquisition of two-year-old premature child. The data in this study is the vocabulary expressed by Naro (2-year-old premature birth). Data sources can be categorized into two, namely primary data sources obtained from Naro speech, and secondary data obtained from books related to psycholinguistics. This study used descriptive qualitative method. Data are collected and clarified which are then analyzed according to predetermined criteria. The results of this study showed that the ability of the language of children born prematurely at age two years experiencing delays in language.
ETNOSENTRISME TOKOH UTAMA DALAM LAKON MENTANG-MENTANG DARI NEW YORK KARYA MARCELINO ACANA JR Bima Dewanto
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2018): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengupas unsur-unsur etnosentrisme yang ada dalam lakon Mentang-mentang dari New York karya Marcelino Acana Jr yang kemudian diterjemahkan oleh Tjetje Yusuf dan disadur oleh Noorca Marendra. Objek penelitian ini adalah tokoh utama pada lakon Mentang-mentang dari New York karya Marcelino Acana Jr yang pada naskah ini bernama Ikah. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah mencari dialog-dialog dari tokoh utama yang mengandung unsur etnosentrisme. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh etnosentrisme yang dialami tokoh utama dalam lakon Mentang-mentang dari New York karya Marcelino Acana Jr. This research propose to peeling some elements of ethnocentrism in drama script of Mentang-mentang dari New York by Marcelino Acana Jr then translated by Tjetje Yusuf and adapted by Noorca Marendra. The object of this research is main character in drama script of Mentang-mentang dari New York by Marcelino Acana Jr named Ikah. The methods that used in this research is finding for dialogs from the main character that contain ethnocentrism elements. Therefore, the result obtained by this research is knowing the impact of ethnocentrism experienced by the main character of drama script of Mentang-mentang dari New York by Marcelino Acana Jr.
KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA DALAM DIALOG CERITA PENDEK DI MEDIA SOSIAL STORIAL.CO Zulfa Yuniarti
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2018): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.519 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesantunan berbahasa dalam kumpulan cerita pendek di media sosial di situs Storial.co. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena kesantunan berbahasa baik yang mematuhi maupun yang melanggar maksim kesantunan. Objek penelitian ini adalah dua kumpulan cerita pendek di situs Storial.co yang berjudul Kumpulan Cerita Pendek Yong karya Andriyana dan Sepuluh Helai Daun karya Raka Raha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa dalam kumpulan cerpen tersebut memuat unsur pematuhan dan unsur pelanggaran maksim. This research is to find out about the short stories collection on social media on the Storial.co site. The method used in this research is qualitative descriptive methods that aims to describe the phenomenon of politeness either comply with or violating the maxim of politeness in the short story collection. The object of this research is a collection of short stories on the Storial.co site entitled Kumpulan Cerita Pendek Yong by Andriyana and Sepuluh Helai Daun by Raka Raha. The results of this study indicate that politeness in the short story collection. Kumpulan Cerita Pendek Yong by Andriyana and Sepuluh Helai Daun by Raka Raha, identified as breaking and bleeding politeness.
TEKNIK PENERJEMAHAN SIRKUMSTAN DALAM NOVEL LASKAR PELANGI DAN TERJEMAHANNYA DENGAN PENDEKATAN LINGUISTIK FUNGSIONAL SISTEMIK Siti Nurul Hidayah, dkk.
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9 No 2 (2018): Arkhais: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.744 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan fungsional dalam penerjemahan untuk menganalisa bagaimana sirkumstan dalam Novel Laskar Pelangi diterjemahkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat tiga teknik penerjemahan yang digolongkan menjadi: varian tunggal (104 klausa), varian kuplet (19 klausa), and triplet (3 klausa). Varian tunggal didominasi oleh teknik penerjemahan harfiah (59 kali) kemudian diikuti oleh transposisi (16 kali), reduksi (14 kali), modulasi (6 kali), generalisasi (3 kali), amplifikasi (3 kali), padanan lazim (1 kali), dan amplifikasi linguistik (1 kali). Varian kuplet terdiri dari 9 pasang teknik penerjemahan yang didominasi oleh teknik penerjemahan harfiah dan penerjemahan harfiah (36,8%). Varian triplet hanya diterapkan oleh tiga klausa, dengan teknik penerjemahan harfiah, transposisi dan penerjemehan harfiah. Penelitian ini juga menemukan adanya pergeseran makna, sebanyak 2 klausa dari 126 data. Guided by Halliday’s systemic functional linguistics, this paper attempts to apply functional approach to translation studies by analyzing how circumstances of Rainbow Troops novel are being translated. This research is descriptive qualitative. This research found three groups of translation technique; singular (104 clauses), couplet (19 clauses), and triplet (3 clause). The singular is dominated with literal translation (59 times) then followed with transposition (16 times), reduction (14 times), modulation (6 times), generalization (3 times), amplification (3 times), established equivalent (one time), and linguistics amplification (one time). The couplet consists of 9 couples of technique and dominated with the literal translation and literal translation (36.8%). The triplet is only applied in 3 clauses with literal translation, transposition, and literal translation. The result also shows two translation shifts in meaning.
ASPEK KOSA KATA, METAFORA, GRAMATIKAL, DAN KENDALI INTRAKSIONAL DALAM NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN Rendy Pribadi; Muhamad Rinzat Iriyansah
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menjelaskan novel perempuan berkalung sorban dilihat dari sudut analisis wacana kritis terutama pada aspek kosa kata, metafora, gramatikal, dan kendali intraksional. Metode yang diguakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Teknik analisis teks dari wacana yang mengindikasikan paragraf-paragraf baik itu berupa dialog maupun pernyataan yang muncul dari penutur yang ada pada wacana teks. Hasil penelitian menunjukan bahwa novel Perempuan Berkalung Sorban dari segi aspek kosa kata, terdapat nilai eksperiensial, relasional, dan ekspresif. Dari segi aspek kendali interaksional, Setiap tokoh dalam wacana novel saling mengutarakan tuturannya dengan maksud untuk memengaruhi lawan bicaranya untuk mengikuti kehendaknya dan kejelasan identitas dari antarpenutur. Dalam mengakhiri dialog, pihak dominan menghadirkan adanya hubungan yang tidak setara antara sesama penutur pun karena melihat dari status sosial salah satu penutur. Unsur dominasi budaya dalam situasi sosial, kekerasan terhadap perempuan, dan interpretasi yang muncul untuk kesetaraan dalam kehidupan.
POLA PENYUKUKATAAN DALAM BAHASA SUMBAWA Khairul Paridi; Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin; Ratna Yulida
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan pola penyukukataan dalam bahasa Sumbawa, baik konsonan maupun vokal. Untuk menjelaskan permasalahan tersebut telah dilakukan pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan kepustakaan. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode padan intralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Sumbawa ditemukan empat pola penyukukataan. Pertama, pola morfem bersuku tunggal memiliki lima tipe, yaitu V, KV, KVK, KKV, dan KKVK. Kedua, pola morfem bersuku dua memiliki empat belas tipe, yaitu V-V, V-VK, V-KV, V-KVK, VK-KV, VK-KVK, KV-V, KV-VK, KV-KV, KVK-KV, KVK-KVK, KKV-KV, KKV-KVK, dan KKVK-KVK. Ketiga, pola morfem bersuku tiga memiliki sepuluh tipe adalah KV-V-V, KV-V-KV, KV-KV-KVK, KV-KV-KV, KV-KV-KVK, KV-KV-VK, KV-KVK-KVK, KVK-KV-V, KKV-KV-V, dan KVK-KKV-V. Keempat, pola morfem bersuku empat memiliki tiga tipe, yaitu KV-KV-KV-KV, KV-KV-KV-KVK, dan KVK-KV-KV-KVK. Dengan demikian, dalam bahasa Indonesia enam struktur suku kata, yaitu V, KV, VK, KVK, KKV, dan KKVK.
HUBUNGAN KEKERABATAN ANTARA BAHASA MINANGKABAU, BAHASA KARO, DAN BAHASA GAYO Kemala Hutri; Dwi Widayati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini pada kajiaan leksikal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedekatan fonetis, leksikal dan melihat tingkat kekerabatan antara Bahasa Minangkabau, Bahasa Karo dan Bhasa Gayo menggunakan pendekatan leksikostatistik. Penelitian ini melihat sejauh mana ketiga bahasa ini berkerabat dikarenakan kedekatan jarak, tetapi beda provinsi. Data diambil dari 200 kata Swadesh dan beberapa kata tambahan yang telah ditranskripsi ke dalam Bahasa Minangkabau, Karo dan Gayo. Dari penelitian ini ditemukan Bahasa MinangkabauBahasa Gayo dan Bahasa Karo memiliki tingkat kemiripan fonologi dan leksikal yang sangat dekat, menurut perhitungan leksikostatistik tingkat kekerabatan Bahasa Minangkabau dengan bahasa Karo adalah 34 %, bahasa Minagkabau dengan bahasa Gayo 31,5 % dan kekerabatan antara bahasa Gayo dan bahasa Karo adalah 29% persentase yang cukup besar dan dapat diklasifikasikan pada Bahasa Minangkabau dengan bahasa Karo dan kekerabatan antara ketiga bahasa tersebut termasuk kekerabatan Families of stock.
KEKERABATAN KOSAKATA BAHASA BATAK ANGKOLA, BAHASA BATAK TOBA, DAN BAHASA KARO (KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF) Mayang Putri Shalika; Dwi Widayati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 2 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Kekerabatan Kosakata Bahasa Batak Angkola, Bahasa Batak Toba dan Bahasa Karo: Kajian Linguistik Historis Komparatif”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik sadap, cakap, dan rekam. Metode dan teknik analisis data yang digunakan masing-masing adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan teknik leksikostatistik. Identifikasi terhadap 200 kosakata dasar dalam bahasa Batak Angkola, Bahasa batak Toba dan bahasa Karo menujukkan tingkat kekerabatan bahasa batak angkola dan bahasa batak toba adalah 41% kedua bahasa berada dalam satu keluarga (family),tingkat kekerabatan bahasa batak angkola dan bahasa karo adalah 24% kedua bahasa berada dalam dalam satu rumpun (stock),tingkat kekerabatan bahasa batak toba dan bahasa karo adalah 23% kedua bahasa berada dalam dalam satu rumpun (stock).
KEINTRANSITIFAN TERBELAH PADA BAHASA BATAK ANGKOLA PADA SPOON RADIO INDONESIA Fitri Angreni Lubis; Mulyadi Mulyadi
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam teori ketata bahasan sering dirumuskan agen dipetakan ke subjek, dan pasien dipetakan ke objek.Argumen-argumen verba yang menduduki fungsi tertentu dapat bergeser menduduki fungsi-fungsi yang lain. Objek dapat menjadi subjek dalam proses sintaktik yang umum dikenal dengan pemasifan. Subjek dapat bergeser menjadi objek dalam proses sintakstik yang dikenal sebagai nirakusatif, dan argumen yang bukan pasien dapat menduduki fungsi objek dengan proses nirergatif. Pergeseran-pergeseran argumen tersebut justru ditandai pada bentuk morfologis verbanya.Pergeseran argumen bahasa Angkola pada Spoon Radio Indonesia dimarkahi dengan afiks. Pergeseran argumen dalam pemasifan dimarkahi dengan prefiks di-, tar-, dan mang-. Pegeseran penambahan argumen agen/ causer ditandai dengan sufiks –hon dan –i. Pergeseran dengan penambahan argumen bukan subjek/ causer juga ditandi dengan sufiks –hon, dan –i.
IDEOLOGI PADA SAJAK “PROLOGUE” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Heri Isnaini; Aquarini Priyatna; Lina Meilinawati Rahayu; Muhamad Adji
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2019): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas ideologi pada sajak "Prologue" karya Sapardi Djoko Damono. Pembahasan ideologi difokuskan pada aspek-aspek tanda yang terdapat pada sajak tersebut. Pada penelitian ini, ideologi diejawantah berdasarkan relasi tanda yang muncul sebagai bagian dari representasi yang mewakili sesuatu yang lain. Tanda-tanda yang akan dianalisis mengacu pada teori Semiotika yang dikemukakan oleh Pierce, yakni dengan melihat ikon, indeks, dan simbol. Representasi terhadap tanda ini akan merujuk pada makna yang ada pada keseluruhan sajak. Selain itu, pembahasannya akan diperkuat dengan intertekstualitas yang terdapat pada sajak dengan melihat keterkaitannya dengan teks lain.

Page 7 of 14 | Total Record : 140