cover
Contact Name
Wening Cahyawulan
Contact Email
wening@unj.ac.id
Phone
+6287780818966
Journal Mail Official
jurnal-insight@unj.ac.id
Editorial Address
LPPM UNJ, Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6-7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 22529055     EISSN : 25978039     DOI : https://doi.org/10.21009/INSIGHT
Core Subject : Education,
Insight: Jurnal dan Bimbingan Konseling is a peer-reviewed, open access, and online journal about research, reports, book reviews, and commentaries on all aspects of guidance and counseling which is published by Department of Guidance and Counseling, Universitas Negeri Jakarta. Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling is published twice a year on June and December.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 376 Documents
PENGEMBANGAN DIRI MAHASISWA DI FAKULTAS KEGURUAN IIMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA (FKIP – UKI) Mesta Limbong
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.471 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.11

Abstract

Proses pengembangan diri mahasiswa tidak dengan sendirinya dapat sampai ke tahap otonomi tanpa melalui proses yang seharusnya dilalui, seperti mengikuti kegiatan akademik dan non akademik secara seimbang. Untuk itu, dari ke sebelas aspek yang berhubungan dengan pengembangan diri (religious, perilaku etis, kematangan emosional, kematangan intelektual, kesadaran tanggung jawab, peran sosial sebagai pria atau wanita, penerimaan dan pengembangannya, kemandirian perilaku ekonomis, wawasan persiapan karir, kematangan hubungan dengan teman sebaya, serta persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga) di beri ruang bagi mahasiswa. Sehingga ke 11 aspek yang ditentukan menjadi indicator pengembangan diri mahasiswa dapat terealisasi secara optimal.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN MANAJEMEN KONFLIK PESERTA DIDIK Sridasweni Sridasweni; A. Muri Yusuf; Ahmad Sabandi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.954 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.06

Abstract

Pengelolaan konflik merupakan salah satu upaya penanganan masalah atau konflik yang terjadi baik pada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. Manajemen konflik terdiri dari dua aspek, yaitu pengelolaan konflik yang konstruktif dan pengelolaan konflik destruktif. Terdapat lima tipe manajemen konflik, yaitu mengakomodasi (accomodating/lose-win), kompetisi (competing/win-lose), kompromi (compromising/give-take), menghindar (avoiding/ lose-lose), dan kolaborasi (collaborating/ win-win). Manajemen konflik dapat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru sebanyak 202 peserta didik, dengan sampel sebanyak 134 peserta didik, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah model skala likert. Hasil uji validitas instrumen kecerdasan emosi adalah 0,519, komunikasi interpersonal adalah 0,535, dan manajemen konflik adalah 0,558. Hasil Uji reliabilitas instrumen kecerdasan emosional adalah 0,877, komunikasi interpersonal adalah 0,885, dan konflik manajamen adalah 0,823. Data dianalisis dengan menggunakan regresi berganda. Ini menemukan penelitian yang menunjukkan: deskripsi kecerdasan emosional, komunikasi interpersonal dan manajemen konflik pada kategori tinggi. Hasil pengujian hipotesis ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik peserta didik, ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik dan komunikasi interpersonal dengan manajemen konflik peserta didik.
PERHATIAN ORANGTUA DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG BERLATAR BELAKANG MELAYU DAN JAWA Hasgimianti Hasgimianti; Herman Nirwana; Daharnis Daharnis
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.623 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.02

Abstract

Orangtua memiliki bagian untuk membantu anak mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memberikan kasih sayang dan pendidikan melalui nilai-nilai kehidupan, baik nilai agama maupun nilai budaya sosial. Salah satu bentuk peran orang tua memberi perhatian pada anak mereka. Perhatian besar orang tua, anak akan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Perhatian orang tua dan motivasi belajar berperan penting dalam proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perhatian orang tua terhadap latar belakang budaya Melayu; (2) perhatian orang tua latar belakang budaya Jawa; (3) motivasi belajar siswa dalam latar belakang budaya Melayu; (4) motivasi belajar siswa dalam latar belakang budaya Jawa; dan (5) meneliti perbedaan perhatian orang tua dan motivasi belajar antar siswa yang berpendidikan bahasa Melayu dan bahasa Jawa. Ini adalah penelitian komparatif deskriptif yang menerapkan metode kuantitatif. Dengan rumus Slovin dengan teknik simple random sampling, 200 siswa dipilih sebagai sampel di SMP Negeri 1 Siak Hulu Kabupaten Kampar pada Tahun Akademik 2015/2016. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA (analisis multivariat varians). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perhatian orang tua terhadap latar belakang budaya Melayu masuk dalam kategori baik; (2) Orang tua memperhatikan latar belakang budaya Jawa berada dalam kategori baik; (3) Motivasi belajar siswa dengan latar belakang budaya Melayu termasuk dalam kategori tinggi; (4) Motivasi belajar siswa dengan latar belakang budaya Jawa termasuk dalam kategori sangat tinggi; dan (5) Tidak ada perbedaan yang signifikan antara orang tua dengan latar belakang budaya Melayu dan Jawa, sementara ada perbedaan motivasi belajar yang signifikan. Perhatian orang tua dan motivasi belajar antar siswa yang memiliki latar belakang budaya Melayu dan latar belakang budaya Jawa. antara latar belakang budaya siswa Melayu dan Jawa.
KONTRIBUSI KONSEP DIRI DAN KEMATANGAN EMOSI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Marimbuni Marimbuni; Syahniar Syahniar; Riska Ahmad
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.732 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.05

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemampuan siswa untuk berpidato di sekolah. Konsep diri dan kematangan emosi adalah dua faktor penting dalam penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) konsep diri, 2) kematangan emosi, dan 3) penyesuaian diri serta penyesuaian diri, 5) kontribusi kematangan emosi terhadap penyesuaian diri, dan 6) kontribusi dari Baik konsep diri dan kematangan emosi terhadap penyesuaian diri. Penelitian yang digunakan adalah 148 siswa SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka. 100 di antaranya dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah model Skala Likert. Hasil uji validitas instrumen konsep sendiri adalah 0,475. Sementara itu, hasil uji validitas instrumen kematangan emosi adalah 0,517 dan hasil uji validitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,533. Hasil uji reliabilitas instrumen konsep diri adalah 0,834 dan hasil uji reliabilitas instrumen kematangan emosi adalah 0,858, Akhirnya, hasil uji reliabilitas instrumen penyesuaian diri adalah 0,852. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) konsep diri diri adalah dalam kategori positif, 2) kontribusi konsep diri terhadap penyesuaian diri sekitar 26,5%, 5) distribusi kematangan emosional terhadap penyesuaian diri sekitar 25, 2%, dan 6) kontribusi dari kedua self-consept dan kematangan emosional terhadap self self adjesment sekitar 35,2%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai program bimbingan akhir bimbingan di SMP Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka.
KONTRIBUSI TINGKAT PENERIMAAN OLEH TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMK NUSATAMA PADANG SERTA IMPLIKASINYA DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Sefni Rama Putri; Syahniar Syahniar; Alizamar Alizamar
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.533 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.09

Abstract

Penelitian ini dipengaruhi oleh motivasi belajar peserta didik yang masih dalam tingkat rendah. Tingkat penerimaan oleh teman sebaya dan konsep diri merupakan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tingkat penerimaan teman sebaya, (2) konsep diri peserta didik, (3) motivasi belajar peserta didik, (4) kontribusi tingkat penerimaan teman sebaya terhadap motivasi belajar peserta didik, (5) kontribusi konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik, dan (6) kontribusi bersama tingkat penerimaan teman sebaya dan konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi adalah peserta didik kelas XI yang berjumlah 324 peserta didik, sampel adalah 179 peserta didik, yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana, dan regresi berganda. Hasil dari penelitian ini: (1) tingkat penerimaan teman sebaya berada pada kategori tinggi, (2) konsep diri peserta didik berada pada kategori tinggi, (3) motivasi belajar peserta didik berada pada kategori tinggi, (4) ada adalah kontribusi tingkat penerimaan teman sebaya terhadap motivasi belajar peserta didik sampai 29%, (5) terdapat kontribusi konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik terhadap 37,2%, dan (6) ada kontribusi bersama tingkat penerimaan teman sebaya dan konsep diri terhadap motivasi belajar peserta didik terhadap 44,8%. Implikasi dari hasil penelitian dapat dijadikan masukan untuk membuat panduan program dan layanan konseling terutama dalam arah pembelajaran sosial-mandiri.
HUBUNGAN ANTARA LOCUS OF CONTROL DAN PERSEPSI PESERTA DIDIK TENTANG PENDIDIKAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR SERTA IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Mona Yulia Zulfa; Daharnis Daharnis; Syahniar Syahniar
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.033 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.07

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya motivasi belajar peserta didik. Locus of control dan persepsi peserta didik tentang pendidikan merupakan faktor yang dapat memprediksi motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) locus of control, (2) persepsi peserta didik tentang pendidikan, (3) motivasi belajar, dan menguji: (4) hubungan antara locus of control dengan motivasi belajar (5) persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar, dan (6) hubungan antara locus of control dan persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah 623 peserta didik SMA Pertiwi 1 Padang pada kelas X dan XI dan sampel sebanyak 243 peserta didik, yang dipilih dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian ini adalah model skala likert. Uji validitas hasil instrumen locus of control adalah 0,405, persepsi peserta didik tentang pendidikan adalah 0,631, dan motivasi belajar adalah 0,615. Hasil uji reliabilitas instrumen locus of control adalah 0,747, persepsi peserta didik tentang pendidikan sebesar 0,944, dan motivasi belajar sebesar 0,925. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, regresi sederhana dan multiple. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata, deskripsi locus of control internal peserta didik berada pada kategori sedang, (2) persepsi peserta didik tentang pendidikan pada kategori sangat positif, (3) motivasi belajar pada kategori tinggi, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar (R = 0,432), (5) terdapat hubungan yang signifikan antara locus of control dan (6) persepsi peserta didik tentang pendidikan dengan motivasi belajar (R = 0,449). Implikasi dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai program pelayanan bimbingan dan konseling di SMA Pertiwi 1 Padang.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MEMBINA SELF EFFICACY SISWA Lavenia Sumantri; Itsar Bolo Rangka; Royan Nur Fahmi
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.653 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.062.04

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok untuk membina self-efficacy siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK) Budhi Warman II Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Eksperimen. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukan angka probabilitas Asymp.Sig. (2-tailed) self-efficacy siswa sebesar 0,000 atau probabilitas di bawah alpha 0, 05 (0,000 < 0, 05) dari hasil tersebut H0 diterima H1 ditolak. Hasil tersebut menunjukan bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk membina self-efficacy siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK) Budhi Warman II Jakarta Timur
Pengaruh Teknik Self-Instructional dalam Layanan Konseling Individu untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa (Penelitian Subjek Tunggal Siswa Kelas V SDN Utan Kayu Utara 01) Imas Arshy Gustia; Sjenny Anggraeni Indrawati; Wirda Hanim
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.821 KB) | DOI: 10.21009/insight.071.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-instructional dalam layanan konseling individu untuk meningkatkan percaya diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian subjek tunggal dengan desain A-B. Subjek dalam penelitian ini, seorang siswi perempuan kelas V SDN Utan Kayu Utara 01, dengan tingkat percaya diri rendah yang diperoleh berdasarkan hasil pengisian angket percaya diri pada studi pendahuluan, wawancara dan observasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan cara analisis dalam kondisi pada kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B) serta dilakukan analisis antar kondisi baseline (A) dengan kondisi intervensi (B). Kemudian hasil analisis tersebut divisualisasikan ke dalam grafik. Secara umum, teknik self-instructional dapat meningkatkan percaya diri subjek. Skor rata-rata percaya diri konseli sebelum diberikan intervensi adalah 45,5 (berada pada kategori rendah) kemudian meningkat menjadi 63,2 (berada pada kategori sedang) setelah diberikan intervensi. Peningkatan terjadi khususnya pada indikator percaya diri yakni komunikasi dan ketegasan. Sedangkan pada indikator penampilan diri dan pengendalian perasaan, peningkatan skor tidak terlalu besar. Pada kondisi intervensi, terjadi fluktuasi skor yang diperoleh subjek selama proses penerapan teknik self-instructional dalam konseling yang dilakukan.
Penerapan Cognitive Behavioral Play Therapy untuk Anger Expression pada Anak Sjenny Anggraeni Indrawati; Michiko Mamesah; Audia Purnama Putri
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.675 KB) | DOI: 10.21009/insight.071.02

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Play Therapy untuk Anger Expression pada satu siswa kelas VI SD Al Irsyad Al Islammiyah, Bekasi, Jawa Barat. Metode penelitian adalah Single Subject Research dengan desain penelitian A-B. Pengumpulan data menggunakan instrumen observasi yang dikembangkan melalui indikator pengekspresian kemarahan oleh Spielberger yaitu Anger In, Anger Out, dan Anger Control. Teknik analisis data menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator Anger In mengalami penurunan dari kondisi baseline hingga kondisi intervensi sebesar 1.3, hal yang sama terjadi pada indikator Anger Out mengalami penurunan sebesar 5.8 sedangkan pada indikator Anger Control menunjukkan peningkatan sebesar 7.2. Adanya penurunan pada Anger Out dan adanya peningkatan pada Anger Control menunjukkan bahwa Cognitive Behavioral Play Therapy berpengaruh dalam membantu anak dalam mengelola ekspresi emosi marahnya. Kata Kunci: Kemarahan, Anger Expression, Anger In, Anger Out, Anger Control, perilaku, kognitif, konseling Individual, cognitive behavioral play therapy.
Pengaruh Model Simulasi Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Disiplin Diri Peserta Didik Kelas XI Wirda Hanim; Herdi Herdi; Siti Aminah
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/insight.071.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model simulasi dalam bimbingan kelompok terhadap disiplin diri di kelas XI SMK Negeri 26 Jakarta. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling sesuai tujuan yang akan dicapai peneliti, yang terdiri dari 10 orang pada kelompok eksperimen dan 10 orang pada kelompok kontrol. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen, Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan instrumen disiplin diri. Analisis yang digunakan adalah analisis Mann Whitney U test, yang bertujuan menguji pengaruh hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis yang didapatkan H0 ditolak dan H1 diterima, dengan nilai sig=0.000, hal ini menunjukan probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α=0.05. Hasil penelitian menunjukan rata-rata skor disiplin diri peserta didik yang mendapatkan bimbingan kelompok dengan menggunakan model simulasi lebih besar dibandingkan rata-rata peningkatan disiplin diri peserta didik yang tidak mendapatkan bimbingan kelompok dengan menggunakan model simulasi. Kata Kunci: Model Simulasi, Bimbingan Kelompok, Disiplin Diri.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 14 No. 1 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 13 No. 2 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 13 No. 1 (2024): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 1 (2023): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 2 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 11 No. 1 (2022): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 2 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10 No 1 (2021): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9 No 1 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 2 (2018): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2017): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2014): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 1 (2013): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue